
"Aku akan berusaha dengan cara ku, untuk mengeluarkan kalian dari tempat ini.."
"Negara Lu memang telah tiada, tapi aku berjanji, aku pasti akan menciptakan tempat tinggal baru dan negara baru buat kita.."
"Percayalah pada ku, aku tahu apa yang harus aku lakukan, aku tidak akan pernah kecewakan kalian.."
ucap Guo Yun sambil menatap kearah Gongsun Li, dan semua yang hadir di sana dengan penuh keyakinan.
Meski masih terlihat jelas kecemasan mereka, tapi di tatapan mata ketiga orang itu, kini jelas muncul secercah harapan, di hati mereka mulai timbul semangat baru.
Mereka bertiga dengan kompak menganggukkan kepalanya dan berkata,
"Kami selalu percaya pada mu.."
Gongsun Li membalas menggenggam tangan Guo Yun dan menatap nya dengan mesra.
Tatapan mesra dan penuh kagum jelas terpancar di mata Gongsun Li.
Hati Guo Yun sangat gembira, dan berbunga bunga.
Ingin rasanya dia langsung maju memeluk pujaan hatinya itu.
Tapi dia terpaksa mengurungkan niatnya, karena di sana masih ada pangeran Ji Ao dan istrinya.
Pangeran Ji Ao dan istrinya saling pandang, mereka berdua tersenyum senang.
Gongsun Yan sambil tersenyum berkata,
"Kalau saja dulu kamu terima perjodohan dari kakak ipar mu, mungkin kini kalian telah punya anak.."
"Tak perlu selalu terpisah begini.."
ucap Gongsun Yan menggoda adiknya sambil menahan senyum.
"Kakak,..! kakak ini bicara apa !? sembarangan aja.."
tegur Gongsun Li dengan wajah merah.
Tapi meski mulutnya menegur kakaknya, tangannya masih tetap saling genggam dengan tangan Guo Yun.
Seolah olah berat dan tidak rela untuk melepaskan nya
Sambil mengigit bibirnya sendiri, Gongsun Li diam diam melirik kearah Guo Yun.
Ingin tahu tanggapan Guo Yun atas ucapan dari kakaknya.
Tapi saat sepasang matanya bertemu dengan tatapan mata lembut dan hangat dari Guo Yun.
Gongsun Li, langsung tertunduk malu dengan wajah semakin merah, yang semakin menambah kecantikan dan daya tariknya yang luar biasa.
Pendengaran Guo Yun yang tajam menangkap gerak langkah sedang mendekat.
"Ada yang datang,.."
ucap Guo Yun pelan.
__ADS_1
Dia segera melepaskan pegangan tangannya dengan berat hati.
Dia memberi kode mata kearah Gongsun Li pangeran Ji Ao dan istrinya, agar berhati-hati.
Lalu Guo Yun menunggu hingga pemilik langkah kaki mendekati tempat itu.
Dia lalu berkata,
"Raja ZhuangXiang, perdana menteri Lu dan pangeran Ying adalah orang yang sangat baik..!"
"Memang sudah tepat, kita memilih bernaung di bawah mereka dan bekerja untuk mereka..!"
"Terimakasih Yang Mulia pangeran Ji, telah berikan ijin kepada ku, untuk bekerja dan mengabdi kepada mereka.!"
"Yun er berjanji tidak akan bikin malu dan kecewakan harapan yang mulia..!"
Guo Yun sengaja mengeraskan suara nya, agar terdengar oleh orang yang sedang mendatangi tempat itu.
Pangeran Ji Ao melengkapi sandiwara Guo Yun dengan berkata,
"Kamu benar Yun er, oleh karena itu, kita tidak boleh melupakan Budi kebaikan mereka.."
"Kamu harus tunjukkan yang terbaik untuk membalas Budi mereka.."
Baru saja mereka selesai berbicara dari arah jembatan, kini terlihat Raja ZhuangXiang dan Lu Bu Wei sedang berjalan menuju kearah mereka.
Guo Yun menghadap kearah jembatan, dia berbisik pelan,
"Kakak Li mundurlah kebelakang kakak Yan.."
ucap Guo Yun tanpa menoleh.
Gongsun Li mengerti maksud baik pesan Guo Yun yang selalu mengkhawatirkan dirinya.
Dia mengangguk cepat dan segera mundur kebelakang kakaknya sambil menundukkan kepalanya dalam dalam.
Pangeran Ji Ao melangkah kedepan untuk menyambut kedatangan Raja ZhuangXiang dan perdana menteri Lu Bu Wei.
Guo Yun mengikuti dari belakang, sedangkan Gongsun Yan dan adiknya mereka tetap diam di tempat.
"Selamat datang raja Zhuang dan Perdana menteri Lu, terimalah salam hormat dari hamba mu.."
Raja ZhuangXiang hanya mengangguk kecil kearah pangeran Ji, begitupula Lu Bu Wei.
Mereka tidak terlalu menganggap sambutan hangat dari Ji Ao.
Mereka malah lebih perduli dengan Guo Yun, dan kehadiran kedua orang itu di tempat ini memang berhubungan dengan Guo Yun.
Sama sekali tidak ada hubungannya dengan Ji Ao, seorang pangeran yang telah kehilangan tahta kerajaan nya.
Bahkan kini dia tidak ada bedanya dengan pengemis yang sedang menumpang hidup di Qin.
Bila bukan karena putranya tertarik dengan adik ipar pangeran ini, pangeran ini sudah lama mereka buang.
Paling paling istrinya yang cantik saja, yang di kirim ke istana belakang, menunggu giliran melayani raja ZhuangXiang.
__ADS_1
Itupun bila raja ZhuangXiang tertarik dan mendapatkan ijin dari permaisuri Zhao.
Bila tidak ya, paling hanya bisa meratapi nasib dan takdir, menunggu tua dan membusuk di sana tanpa ada harapan untuk bisa bangkit.
Boleh di bilang kasarnya pangeran Ji Ao diterima di sana, untuk menjadi perantara menjual adik iparnya buat Ying Zheng.
"Saudara Yun bagaimana ? apakah pengaturan kami ada yang kurang memuaskan ?"
"Bila ada katakan saja terus terang, tak perlu sungkan, kami pasti akan berusaha memperbaikinya.."
ucap Lu Bu Wei sambil tersenyum kearah Guo Yun.
Sedangkan Raja ZhuangXiang hanya mengangguk setuju, tanpa berkata apa-apa.
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak ada, Perdana menteri Lu, semua dalam keadaan sangat baik, tidak ada masalah sama sekali."
"Junjungan hamba juga sudah menyetujui hamba, untuk menerima tawaran perdana menteri Lu.."
"Kedepannya hamba akan melakukan yang terbaik buat Qin, sebagai balas Budi kami."
ucap Guo Yun sambil memberi hormat dengan sopan.
Lu Bu Wei sangat gembira, dia maju menepuk pundak Guo Yun dengan penuh semangat.
"Bagus bagus,..ini adalah berkat dari langit buat negara Qin.."
ucap Lu Bu Wei tidak bisa menutupi rasa gembiranya.
Bagi Lu Bu Wei mencari 1 juta tentara itu bukanlah masalah, tapi mencari seorang jendral, apalagi seorang ahli strategi militer.
Itu bagaikan mencari jarum dalam lautan, itu adalah pekerjaan yang sangat sulit.
Harus ada jodoh baru bisa bertemu, apalagi yang masih muda dan penuh talenta seperti Guo Yun.
Ini jelas adalah berkah dari langit.
Makanya dia sangat bergembira dan bersemangat.
Raja ZhuangXiang juga mengangguk angguk kan kepalanya, sambil mengelus elus jenggotnya yang di potong dengan sangat rapi.
Pangeran Ji Ao segera berkata, untuk turut meramaikan suasana.
"Mari mari silakan Raja Zhuang dan Perdana menteri Lu, mari kita berbicara santai di dalam saja.."
Pangeran Ji Ao membungkuk bungkukkan badannya mengundang kedua orang itu masuk kedalam bangunan Ting.
Di mana di sana tersedia kursi dan meja untuk duduk santai dan mengobrol dengan lebih nyaman.
Raja ZhuangXiang mengangguk kecil, Tanpa berkata apa apa.
Dia langsung melangkah masuk kedalam bangunan Ting, di ikuti oleh Lu Bu Wei di belakangnya.
"Mari saudara Yun kita ngobrol dengan lebih santai di dalam sana.."
__ADS_1
ucap Lu Bu Wei sambil menggandeng tangan Guo Yun ikut dengan nya.