
"Kakak Zhou ayo kita coba lagi,..!"
ucap Guo Yun.
Zhou Tai mengangguk, dia kembali melompat keatas punggung kudanya.
Lalu dia kembali memacu kudanya, persis sama seperti tadi, mencoba melarikan diri dari kejaran Guo Yun.
Sekali lagi Guo Yun mencoba melepaskan tombak terbangnya menyerang Zhou Tai.
Tapi karena Zhou Tai sudah tahu rahasia tombak itu, dia tidak lagi bisa di serang dengan cara yang sama.
Saat Guo Yun melepaskan serangan seperti tadi, dengan mudah Zhou Tai menghindarinya sambil tertawa gembira.
Dia mempercepat lari kudanya ingin meninggalkan Guo Yun.
Tapi kenyataannya bukannya berhasil, tapi sebaliknya, Zhou Tai tersentak jatuh dari atas punggung kuda nya.
Dengan tubuh terlilit rantai, meringkuk tak berdaya di atas tanah, dia sama sekali tidak mampu bergerak.
Guo Yun menyentak rantai tersebut, kemudian memutarnya di udara beberapa kali.
Maka terlepaslah Zhou Tai dari lilitan rantai yang mengikatnya.
Kakak Zhou kini giliran mu yang mengejar ku, aku yang melarikan diri.
Ucap Guo Yun.
Lalu dia memacu kudanya kabur melarikan diri, membiarkan Zhou Tai mengejarnya.
Zhou Tai melakukan yang di lakukan oleh Guo Yun, tapi Guo Yun selalu berhasil menghindarinya.
Tiba-tiba Guo melepaskan serangan balasan tak terduga, saat sedang memacu kudanya melarikan diri.
Lagi lagi Zhou Tai tertangkap oleh rantai dan di jatuhkan dari atas kudanya.
Guo Yun melompat turun dari atas punggung kudanya, membantu melepaskan lilitan rantai dari tubuh Zhou Tai dan berkata,
"Maaf kakak Zhou aku menjadikan mu kelinci percobaan.."
Zhou Tai sambil tertawa berkata,
"Tidak apa-apa aku yang kurang waspada, mau salahkan siapa ?"
"Tapi ngomong ngomong senjata itu benar sangat unik dan berbahaya."
Guo Yun tersenyum membantu Zhou Tai untuk berdiri, setelah itu dia menoleh kearah seluruh pasukannya yang tadi menjadi penonton.
"Kalian semua sudah menyaksikan keunikan senjata baru kalian, berlatihlah dengan benar..!"
"Senjata itu akan membantu kita menghadapi lawan yang ahli bertempur di atas kuda.!"
ucap Guo Yun keras.
Ucapan Guo Yun langsung mendapat sambutan tepuk tangan dari seluruh pasukannya.
Setelah situasi mereda, Guo Yun kembali berkata,
"Sekarang masing masing berlatihlah dengan senjata tombak terbang kalian..!"
__ADS_1
"Bila ada yang kurang paham boleh datang bertanya tak perlu sungkan..!"
ucap Guo Yun memberi instruksi nya.
Pasukan itu pun membubarkan diri, kembali ketempat latihan mereka dan kembali berlatih.
"Kakak Zhou pelatihan mereka ku titipkan pada mu.."
ucap Guo Yun.
Zhou Tai mengangguk cepat dan berkata,
"Siap tuan Yun.."
"Kakak Zhou satu lagi, bentuklah pasangan pasukan berkuda, yang terdiri dari dua orang, setiap teamnya."
"Saat lawan tertangkap oleh rantai, ataupun terjatuh dari atas kuda, kawan satu teamnya, akan melancarkan serangan eksekusi menghabisi lawan."
Zhou Tai mengangguk dan berkata,
"Terimakasih masukannya Tuan Yun, saya akan segera membentuknya."
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Bagus kakak Zhou, aku mengandalkan mu.."
"Nanti kakak Ling dan kakak Zhang akan membantu, mengikuti arahan mu.."
ucap Guo Yun sambil menepuk pundak Zhou Tai.
Zhou Tai mengangguk penuh semangat, sambil memberi hormat.
Guo Yun kemudian menoleh kearah Ling Tong dan Zhang Yi,
"Siap tuan muda Yun.."
Guo Yun mengangguk, lalu dia kembali berkeliling mengawasi pelatihan yang sedang di jalani oleh pasukan nya.
Guo Yun terus berkeliling, bila ada yang kurang pas dalam gerakan mereka, Guo Yun akan turun tangan memberi petunjuk dan membenarkan nya.
Guo Yun baru menghentikan kegiatannya, saat dia melihat Gongsun Li dalam seragam barunya.
Datang mencarinya sambil menenteng sebuah bekal makanan di tangannya.
Tidak ada yang ambil peduli dengan prajurit bertubuh kecil, yang lebih banyak bertugas di dapur dan melayani Panglima mereka.
Mereka semua berpikir itu adalah pembantu pribadinya Guo Yun, hadiah dari Perdana menteri Lu Bu Wei.
Untuk membantu mengurusi hal hal seperti makan cuci baju, menyiapkan segala keperluan dan membersihkan dan merapikan kemah panglima mereka.
Guo Yun langsung melangkah lebar pergi menyambut Gongsun Li.
Lalu mereka berdua memilih duduk santai di bawah pohon rindang di tepi lapangan pelatihan.
Gongsun Li mengeluarkan satu persatu isi rantang yang dia bawa, lalu dia letakkan di hadapan Guo Yun.
"Kakak Li sudah makan ? mau makan sama sama ?"
tanya Guo Yun sebelum mulai makan.
__ADS_1
Gongsun Li tersenyum dan berkata,
"Nanti malam saja, kita makan sama sama.."
"Di sini banyak orang, nanti mereka curiga.."
"Aku tadi sudah makan duluan di dapur, sebelum aku kemari.."
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Baiklah kalau gitu aku tidak sungkan lagi.."
Guo Yun mulai terlihat makan dengan sangat lahap, dia memang sangat menyukai semua masakan Gongsun Li.
Gongsun Li menatap Guo Yun makan dengan hati gembira.
Melihat Guo Yun makan dengan begitu nikmatnya, Gongsun Li merasa sangat puas.
Capek dan letih nya memasak, terbayar lunas saat melihat Guo Yun begitu menikmati hasil masakan nya.
Apalagi sambil makan Guo Yun tidak berhenti memuji hasil masakannya.
Gongsun Li terlihat berusaha menahan senyum, dan terus menatap kearah Guo Yun, dengan tatapan mata penuh bahagia.
Senyum bisa dia tahan, tapi ekspresi mata dan pancaran wajah bahagianya, jelas tidak bisa dia tutup tutupi. semua tergambar jelas di wajahnya.
Ekspresi wajah jelas tidak bisa berbohong,
hati nya saat ini sedang sangat berbahagia.
3 hari berlalu dengan cepat, di hari ketiga, Guo Yun subuh subuh bersama rombongan pasukan nya, sudah menunggu di gerbang barat dalam barisan rapi siap berangkat.
Menjelang matahari terbit terlihat lah rombongan pasukan besar Qin, di bawah pimpinan Jendral Meng Thian, bergerak keluar dari pintu gerbang barat.
Pasukan keluarga Meng juga terlihat sangat rapi dan teratur barisannya, tanpa perlu di atur, mereka sudah membentuk barisan sendiri.
Guo Yun menatap kagum akan barisan pasukan keluarga Meng ini.
Mereka terlihat sangat gagah dalam balutan seragam hitam dengan jubah hitam menghiasi punggung.
Guo Yun sedikit terinspirasi dengan jubah pasukan keluarga Meng.
Guo Yun berencana bila ada uang lebih, dia akan belanjakan untuk jubah yang tahan senjata.
Sehingga jubah itu bukan hanya sekedar untuk bergagah gagahan, tapi juga punya banyak fungsi.
Seperti kebal senjata, bisa melayang di udara, saat terjatuh dari tempat ketinggian.
Imajinasi pikiran Guo Yun berkembang untuk mendesain jubah serbaguna seperti itu.
Beberapa waktu mereka menunggu, akhirnya Raja ZhuangXiang dan Lu Bu Wei muncul di puncak menara benteng barat.
Dari sana Raja ZhuangXiang memberikan arahan pemberi semangat.
Kepada seluruh pasukan sebelum mereka berangkat menuju medan perang.
Selesai mendengar arahan dari raja ZhuangXiang, maka Lu Bu Wei yang angkat bicara dan berkata,
"Hari sudah tidak pagi, berangkat lah segera, cepat pergi cepat kembali.!"
__ADS_1
"Hati hati di jalan,..!"
"Ingat bonus kemenangan dan penghargaan kebanggaan, menanti kalian kembali untuk meraihnya."