LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MEMILIH JALAN


__ADS_3

"Min Min,..!"


teriak Guo Yun gembira sambil melambaikan tangannya.


Begitu dia muncul di tengah telaga.


Min Min yang dengan setia duduk di pinggir telaga menanti nya, sambil menyiapkan makanan buat Guo Yun.


Dengan senyum ceria, dia membalas melambaikan tangannya kearah Guo Yun.


Guo Yun terbang keluar dari dalam air, lalu mendarat ringan di dekat Min Min dan berkata.


"Sayang aku sudah menemukan jalan di bawah sana, ada kemungkinan kita bisa meninggalkan tempat ini.."


ucap Guo Yun terlihat sangat bersemangat dan gembira.


Sebaliknya Min Min justru merasa kebalikannya, akhirnya apa yang di takuti nya tiba juga


Di mana mereka harus meninggalkan tempat impiannya ini, kembali kehidupan nyata, dengan segala permasalahan yang komplek dan rumit.


Mulai dengan menerima kenyataan Guo Yun akan kembali berkumpul dengan kedua istrinya.


Hingga permasalahan antara Guo Yun, Lu Bu Wei dan raja Ying Zheng.


Tapi bagaimana pun dia tetap harus menghadapi nya, tidak mungkin terus berlari dari kenyataan.


Cepat lambat semua pasti terjadi, hanya masalah waktu saja.


Sambil tersenyum senormal mungkin, Min Min berkata.


"Syukurlah bila sudah ketemu jalannya.."


"Yun Ke ke duduklah dulu, sambil.makan sambil cerita.."


ucap Min Min berusaha bersikap senatural mungkin, berusaha menutupi kegalauan di dalam hati nya.


Mereka berdua makan dan minum dalam suasana gembira, Min Min menjadi pendengar setia, yang mendengarkan semua cerita Guo Yun dengan serius.


Di akhir cerita Guo Yun berkata pelan sambil memegangi jemari Min Min yang halus dan lembut.


"Sayang mengapa aku merasa kamu tidak terlalu bahagia, dengan di temukan nya, harapan untuk meninggalkan tempat ini.."


Min Min tersenyum lembut, dia membalas menggenggam tangan Guo Yun dengan lembut dan berkata,


"Yun ke ke, ku berpikir terlalu banyak, asalkan kamu bahagia, aku tentu saja akan ikut bahagia.."


"Bagaimana mungkin bisa tidak, jangan berpikir terlalu banyak.."


"Besok pagi aku akan membantu mu, menyiapkan gelembung gelembung udara dari lambung hewan, yang pernah kita awetkan sebelumnya buat kantong air minum.."

__ADS_1


"Sekarang lebih baik kita cepat kembali ke gua untuk istirahat, jadi besok pagi pagi kita bisa mempersiapkan segala sesuatunya."


"Jadi setelah makan siang, kita sudah mulai bisa melakukan perjalanan baru kita.."


ucap Min Min sambil membelai wajah suaminya dengan lembut.


Guo Yun memegang tangan Min Min dan menciumi punggung tangan nya dengan lembut dan berkata,


"Baiklah ayo kita kembali ke Gua untuk istirahat.."


Mereka berdua kemudian sambil berangkulan mesra, berjalan kembali ke gua tempat istirahat mereka.


Malam itu mereka tidak melakukan aktivitas apapun, selain tidur sambil berpelukan mesra.


Ini adalah ide dan keputusan Min Min, tentu saja Guo Yun tidak mau membantahnya.


Berbeda dengan saat pertama mereka baru saling kenal, selalu bertengkar dan berbantahan.


Kini mereka justru terlihat sangat akur, saling mengalah dan berusaha sebisa mungkin menghibur perasaan pasangannya.


Terutama Min Min dia benar benar sangat pandai menyimpan perasaannya.


Sehingga Guo Yun tidak menyadarinya.


Keesokan paginya, mereka berdua mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatu keperluan mereka dalam perjalanan, seperti tali ransum makanan, hingga gelembung udara, untuk membantu pernafasan di dalam air.


Semua yang di rasa perlu, mereka siapkan dan untungnya, Guo Yun memilki cincin penyimpanan.


Menjelang siang, Min Min yang terikat erat dengan tali yang terhubung dengan Guo Yun.


Mulai ikut dengan Guo Yun menyelam kedasar telaga menuju celah yang sudah Guo Yun buka menjadi sebuah Gua kecil.


Di mana satu orang bisa berenang melewatinya dengan aman.


Saat berenang sesekali Guo Yun akan menoleh kebelakang, memperhatikan keadaan Min Min.


Apakah kehabisan nafas sehingga memerlukan bantuan balon udara.


Setelah memastikan Min Min baik baik saja, Guo Yun baru melanjutkan pergerakan nya kedepan.


Setiap kehabisan nafas, Min Min akan menggunakan kantong angin di tangan nya, untuk membantu pernafasan.


Dengan cara itu akhirnya mereka berhasil mencapai lorong berrongga, di mana mereka bisa bernafas dengan bebas.


Min Min menghabiskan 4 kantong udara, selama perjalanan hingga akhirnya tiba di lorong berongga tersebut.


Di sini mereka berhenti sejenak untuk istirahat makan, Guo Yun juga mengisi kantong kantong yang kempes dengan udara.


Setelah itu, dia menyerahkan satu ke Min Min, sisanya dia simpan kembali kedalam cincin.

__ADS_1


Sebelum mereka meneruskan perjalanan, Guo Yun memeriksa tali pengikat mereka berdua dengan teliti.


Setelah dia kencangkan, baru mereka kembali melanjutkan perjalanan, menulusuri lorong berongga yang sepenuhnya gelap gulita.


Hanya cahaya mutiara hijau yang membantu menerangi dua hingga tiga meter kedepan, membantu penerangan perjalanan mereka.


Guo Yun dan Min Min menyusuri lorong tersebut dengan berpegangan pada dinding lorong, dengan cara ini.


Mereka bisa mengurangi menghamburkan tenaga, berenang menyusuri lorong yang tidak tahu berapa panjang.


Di tempat itu, Min Min dan Guo Yun hanya bisa terus bergerak tanpa mengetahui sudah berapa lama mereka menyusuri lorong itu.


Yang jelas saat mengantuk, mereka akan tidur, begitu segar kembali, mereka akan melanjutkan perjalanan.


Perhitungan hari hanya bisa berdasarkan perkiraan waktu tidur mereka saja


Setelah mengalami lima kali tidur di dalam lorong berongga dan berair itu.


Akhirnya Guo Yun menemukan air yang merendam tubuh mereka, dasarnya mulai tersentuh.


Semakin lama air semakin rendah tidak dalam lagi, mereka mulai bisa menyusuri lorong air bawah tanah dengan berjalan kaki.


Dengan gembira, mereka berdua saling pandang dan tersenyum ceria.


Lalu melanjutkan perjalanan sambil bergandengan tangan, seperti orang menikmati tamasya.


Untuk menghindari pakaian mereka yang terbatas rusak basah, sepanjang perjalanan Guo Yun dan Min Min memilih tidak berpakaian sama sekali.


Mereka seperti pasangan bayi yang baru lahir, hanya saja bentuk tubuh mereka tentu saja sudah dewasa bukan bentuk tubuh bayi lagi.


Kini Guo Yun dan Min Min menyusuri lorong yang sepenuhnya kering dan bisa dilewati manusia dewasa tanpa harus membungkuk.


Hanya saja suasana gelap gulita, belum berubah, mereka masih harus tetap menggunakan mutiara hijau, ular putih, sebagai alat bantu penerangan.


Di penghujung lorong, lorong itu terpecah dua, satu jalan nya menurun, satu lagi jalan nya menanjak keatas.


Guo Yun menoleh kebelakang menatap Min Min dan berkata,


"Sayang bagaimana kita akan ambil jalan kanan menanjak, atau jalan kiri menurun..?"


Min Min tersenyum dan berkata,


"Tentu saja jalan menanjak, tapi terserah Yun ke ke aku ikut saja.."


"Kecuali mengambil jalan berpisah aku tidak mau.."


Guo Yun tersenyum dan menarik Min Min kedalam pelukannya dan berkata,


"Kalau itu, aku juga tidak rela."

__ADS_1


"Aku juga tidak bersedia.."


ucap Guo Yun sambil membelai dan menciumi kening istrinya dengan lembut.


__ADS_2