LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEMUNCULAN DI TEMPAT TAK TERDUGA


__ADS_3

Perdana menteri Li Si hampir pingsan saking marahnya, melihat pemandangan di hadapannya itu.


Mereka berlima menyaksikan api yang berkobar kobar, melahap hampir ribuan kapal mereka, yang di parkirkan di dekat sungai itu.


Sisa beberapa kapal besar, yang tidak terlihat di lahap api, kapal kapal itu, adalah kapal yang hanyut dan posisinya ada di tengah tengah sungai.


Emosi Perdana menteri Li Si semakin menjadi jadi, saat melihat ada seorang pria, yang mengenakan topi caping lebar, sedang duduk santai di sana memancing ikan.


"Tangkap bajingan itu, pasti dia pelakunya..!"


Teriak Perdana menteri Li Si dengan penuh emosi.


Keempat pengawal Perdana menteri Li Si, meski merasa heran dan curiga dengan pria yang memancing di tempat yang tidak pada tempatnya itu.


Tapi mereka tentu saja tidak berani membantah perintah dari atasan mereka.


Keempat orang itu langsung mencabut golok, dan melompat turun dari punggung tunggangan mereka masing masing.


Mereka berpencar menghampiri sosok pria bercaping lebar yang sedang memancing itu.


Selangkah demi selangkah mereka bergerak mengepung pria bercaping itu.


"Siapa kamu ?!"


"Mengapa kamu ada disini..!?"


"Apa kamu pelaku pembakaran kapal kami..!?"


"Cepat jawab..!!!"


Ucap keempat pengawal itu secara bergantian melontarkan pertanyaan penasaran mereka.


Pria bercaping lebar itu, dengan sikap tenang bangun berdiri, dari posisi duduknya tadi.


Perlahan-lahan dia membalikkan badannya dan membuka capingnya.


Kini terlihat wajah jelas pria itu, ternyata pria itu belum begitu tua. bila di lihat dari wajahnya,


Paling paling dia berusia sekitar 30 tahun an.


"Kalian ingin tahu siap aku, baik aku katakan saja terus terang."


"Nama ku Zhang Yun, aku putra Zhang Yi.!"


"Aku ada di sini, karena menunggu dia..!"


"Kapal kapal kalian memang aku yang bakar dan merusaknya..!"


"Bagaimana puas dengan jawabannya..?"


Ucap Zhang Yun lantang, sambil tersenyum lebar.


Dia menyapukan pandangannya menatap tajam kearah semua yang hadir.


Keempat pengawal itu melengak kaget mendengar jawaban Zhang Yun.


Mereka buru buru menoleh kesana kemari, untuk memastikan apakah Zhang Yun ada bawa pasukannya kemari atau tidak.


Melihat sikap mereka, Zhang Yun tersenyum lebar dan berkata,


"Kalian tak perlu mencarinya, di sini hanya ada aku seorang saja.."


"Tidak ada yang lainnya.."


Keempat pengawal itu setelah memastikan ucapan Zhang Yun, memang bisa di percaya.


Di mana tempat itu selain mereka berlima dan Zhang Yun, tidak ada lagi orang lain.


Mereka berempat pun dapat bernafas dengan lega.


Berbeda dengan keempat pengawalnya, Perdana menteri Li Si yang teringat dengan keperkasaan Zhang Yi sebelum ajal tiba.


Dia terlihat menatap kearah Zhang Yun dengan wajah cemas dan ketakutan.

__ADS_1


Dia ingin melarikan diri, tapi kedua lututnya gemetaran hebat, tidak mau mendengarkan perintah dari otaknya.


Sehingga dia hanya bisa berdiri diam menyaksikan semuanya dengan wajah pucat pasi.


"Hyaaahhh..!"


"Hyaaahhh..!"


"Hyaaahhh..!


"Hyaaahhh..!"


Keempat pengawal Perdana menteri Li Si, langsung bergerak maju, menerjang kearah Zhang Yun.


Mereka menyerang dari 4 arah berbeda.


"Singggg...!"


"Singggg...!"


"Singggg...!"


"Singggg...!"


Golok tajam mereka berdesing membelah udara.


Dengan cepat sudah hampir mengenai Zhang Yun.


Zhang Yun melayang keatas, menghindari serangan keempat orang itu.


Tidak tahu bagaimana cara nya, tahu tahu di tangan Zhang Yun sudah memegang sebatang cambuk berduri.


"Cetarrr..!!" "Cetarrr..!!" "Cetarrr..!!"


"Cetarrr..!!" "Cetarrr..!!" "Cetarrr..!!"


"Tangggg..!" "Tinggg..!"


"Tangggg..!" "Tinggg..!"


Cambuk seperti ular besi yang bergerak lincah mematuk kesana kemari.


Keempat pengawal Perdana menteri Li Si memutar golok mereka menjadi segunduk Cahaya putih.


Untuk menghalau serangan dari cambuk Zhang Yun.


"Tangggg..!" "Tinggg..!"


"Tangggg..!" "Tinggg..!"


Kembali golok dan cambuk saling berbenturan di udara.


Setelah benturan keras berulang kali, keempat pengawal Perdana menteri Li Si.


Segera melompat mundur, untuk memeriksa keadaan senjata mereka.


Setelah memastikan senjata mereka baik baik saja


Mereka baru kembali melesat, untuk menyambut tubuh Zhang Yun, yang baru saja ingin mendarat.


Saat Zhang Yun mendarat di atas tanah, keempat golok dari lawannya.


Sudah menyambar tiba, tapi Zhang Yun dengan gerakan santai menggeser langkah nya kesana kemari.


Menggunakan langkah ajaib, sehingga serangan golok itu berhasil dia hindari.


Sambil menghindar Zhang Yun kembali memainkan cambuknya melilit senjata lawannya.


"Cuiiitt..!" Cringgg...!"


"Cuiiitt..!" Cringgg...!"


"Cuiiitt..!" Cringgg...!"

__ADS_1


"Cuiiitt..!" Cringgg...!"


Dengan mengikuti daya dorong serangan lawannya, Zhang Yun menyentak tubuh lawannya, lewat golok yang di pegang di tangan mereka.


Sehingga tubuh mereka terlempar mengikuti arah sentakan yang Zhang Yun lakukan.


"Brakkkk..!!"


"Brakkkk..!!"


"Brakkkk..!!"


Mereka di buat saling bertabrakan sendiri, hingga kehilangan golok di tangan mereka.


Tabrakan keras diantara sesama mereka sendiri, segera membuat mereka merasa pusing dan nanar pandangan mereka.


Saat mencoba bangkit berdiri dengan tubuh sempoyongan, mereka langsung menerima hadiah cambuk berduri yang melintasi leher mereka dengan cepat.


"Sraattt..!" "Sraattt..!"


"Sraattt..!" "Sraattt..!"


Keempat orang itu langsung roboh terjengkang kebelakang dengan tubuh berkelenjotan.


Mereka menggunakan kedua tangan menutupi luka di leher yang terus menyemburkan darah.


Beberapa saat berkelenjotan, seperti ayam habis di sembelih. Mereka akhirnya diam tidak bergerak lagi.


Setelah berhasil membunuh keempat pengawal Perdana menteri Li Si.


Kini Zhang Yun sambil tersenyum mengejek, selangkah demi selangkah, dia berjalan menghampiri Perdana menteri Li Si, yang terlihat berdiri ketakutan di atas kereta perangnya.


Perdana menteri Li Si menatap kearah Zhang Yun dengan wajah pucat ketakutan.


"Zhang Yun kamu dengarkan aku,."


"Ayah mu memang meninggal di bawah kepungan pasukan ku.."


"Tapi itu semua adalah perang,"


"Nasing masing membela kepentingan junjungan masing masing.."


"Tidak ada dendam sedikitpun diantara kami, aku sangat mengagumi kegagahan dan kesetiaan ayah mu dan kedua paman mu.."


"Jadi aku memberikan mereka bertiga pemakaman layak dan jasad utuh.."


"Bila tidak percaya kamu boleh pergi memeriksanya.."


Ucap Perdana menteri Li Si berusaha membela diri.


Melihat Zhang Yun hanya menanggapi ucapan nya dengan tersenyum mengejek.


Perdana menteri Li Si yang sadar, dia tidak mungkin bisa melarikan diri lagi.


Dia kembali berkata,


"Dalam perang ada aturannya, lawan yang menyerah tidak boleh di bunuh.."


"Sekarang aku memilih menyerah, kamu boleh menawan ku, tapi kamu tidak boleh membunuh ku.."


"Kamu harus membawa ku, menghadap tuan mu.."


"Dialah yang berhak memutuskan nasib ku kedepannya,.."


Ucap Perdana menteri Li Si mencoba meyakinkan Zhang Yun agar tidak langsung membunuhnya.


Bagi Perdana menteri Li Si, saat ini yang terpenting adalah menyelamatkan nyawa sendiri.


Selama masih ada hutan hijau, tidak perlu takut kehabisan kayu bakar.


Prinsip itulah yang ada dalam benak dan pikirannya.


Oleh karena itu, dia harus berusaha keras Menggunakan lidah tidak bertulang nya meyakinkan Zhang Yun.

__ADS_1


__ADS_2