LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
TANTANGAN BARU


__ADS_3

Yang seperti nya hampir mencapai puncak, dan hal itu akhirnya terbukti.


Seiring dengan tubuhnya yang mengejang hebat, tubuh Guo Yun pun ikut mengejang hebat.


Lalu cairan hangat terasa menyembur deras membasahi seluruh ruangan dalam celah sempitnya.


Mereka berdua terkulai lemas berpelukan erat sambil bersandaran di dinding gua dengan nafas seperti hampir putus


Tapi dari wajah mereka, jelas terlihat mereka sangat menikmatinya.


Min Min menoleh kebelakang, menatap wajah Guo Yun yang sedang mendekap kedua bukitnya yang kenyal dengan erat.


"Bagaimana sayang..?"


tanya Min Min sambil menahan senyum.


Guo Yun mengangguk pelan tidak mampu menjawabnya, dia masih sangat menikmati sensasi yang sudah lama tidak dia rasakan.


Sesaat kemudian Guo Yun baru berkata,


"Sayang kamu luar biasa, tapi kamu juga pasti lelah, kita tidur saja dulu di sini.."


"Setelah segar baru kita lanjutkan lagi perjalanan nya.."


ucap Guo Yun pelan.


Lalu dia mengelar beberapa jubahnya, sebagai alas di atas lantai lorong itu.


Setelah siap, dia menatap Min Min dengan mesra dan berkata,


"Ayo kita tidur.."


Min Min mengangguk pelan, lalu dia berbaring miring di sana memunggungi Guo Yun.


Guo Yun yang tidur di belakang Min Min terlihat memeluk tubuhnya dari belakang dengan erat.


Dia membiarkan sebelah tangan kirinya menjadi bantalan Min Min, sedangkan tangan kirinya yang bebas dia gunakan untuk mengelus dan membelai lengan atas Min Min yang berkulit halus dan lembut.


Tak perlu waktu lama, kedua orang itu, yang telah lelah, langsung tertidur pulas.


Tidak tahu berapa lama tertidur, akhirnya Min Min yang bangun duluan karena bermimpi buruk.


Dengan nafas terengah engah, dia segera bangun untuk duduk menenangkan diri nya.


Min Min menyambar tempat minum yang tergeletak tak jauh darinya.


Dia membuka penutupnya, dan langsung minum dari sana hingga habis airnya.


Sesaat kemudian setelah agak tenang, dia baru menoleh kearah Guo Yun.


Tapi ternyata Guo Yun juga sudah bangun dari sedang mengamatinya dengan heran.


"Kami kenapa sayang, kok terlihat pucat dan berkeringat begini..?"


tanya Guo Yun sambil membantu menyingkap anak rambut yang menutupi sebagian wajah cantik Min Min.


"Aku barusan bermimpi buruk, cuma mimpi aja, bukan masalah dan itu sudah sering terjadi.."


ucap Min Min sambil berusaha tersenyum.


Dia mengeluarkan tangannya menyentuh sisi wajah Guo Yun dengan lembut dan berkata,


"Ayo kita tidur lagi.."


Guo Yun mengangguk dan berkata,

__ADS_1


"Baiklah,.. tapi cerita lah dulu, kamu mimpi apa..?"


Min Min kembali berbaring di lengan Guo Yun, tapi sekarang dia membalikkan badannya menghadap kearah Guo Yun dan berkata,


"Benar kamu ingin tahu..?"


Guo Yun mengangguk pelan sambil tersenyum lembut.


Min Min mengambil nafas sejenak dan berkata,


"Aku tadi bermimpi, aku dan suami ku yang berwajah mirip kamu, terjebak dalam kepungan pasukan yang sangat banyak, mereka semua berseragam merah.."


"Setelah melakukan pertempuran mati matian dan berdarah.."


"Aku akhirnya terikat kaki tangan nya, mereka menarik kaki dan tangan ku hingga terbentang lebar."


"Di saat aku sudah mulai tak berdaya memberikan perlawanan tarik menarik, mereka mulai menggunakan tombak menghujani ku.."


"Hingga aku bercucuran darah dan tergantung di udara."


"Tubuh ku di biarkan ditopang oleh tombak mereka, dan menggantung di udara.."


Saat seorang jendral lawan dengan kejam menusukkan pedangnya kearah jantung ku, aku pun terbangun.."


"Untungnya cuma mimpi.."


ucap Min Min.


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Mimpi mu itu aku pernah melihatnya, saat aku menemukan pedang ini.."


Guo Yun mengeluarkan pedang darahnya menunjukkan ke Min Min..


"Benar di dalam mimpi itu, aku melihat pria yang berwajah mirip dengan mu, dia memegang pedang ini, tidak salah lagi.."


Guo Yun menyimpan kembali pedang ditangannya, lalu dia menggunakan ujung jarinya menyentuh ujung hidung Min Min dan berkata,


"Min Min, aku menebak kamu adalah reinkarnasi Mu Gui Ying."


"Siapa Mu Gui Ying..?"


tanya Min Min heran.


Guo Yun sambil tersenyum bahagia berkata,


"Di kehidupan ku sebelumnya, aku adalah Jendral Harimau Hitam Wen Zhong.."


"Mu Gui Ying adalah istrinya Wen Zhong, mereka berdua gugur di Medan perang dalam rangka mempertahankan negara Yue ."


Sepasang mata Min Min membelalak indah menatap Guo Yun dan berkata,


"Jadi kita ini suami istri dua jaman..?"


Guo Yun sambil tersenyum lembut mengangguk dan berkata,


"Benar tepat sekali.."


"Aku juga tidak pernah menyangka, kamu ternyata adalah Mu Gui Ying, istri ku di kehidupan sebelumnya.."


ucap Guo Yun tersenyum bahagia.


Min Min menatap Guo Yun dengan mesra, sesaat kemudian mereka berdua seperti ada tarikan magnet nya


Tidak tahu siapa yang memulai, tahu tahu bibir mereka kembali bertemu.

__ADS_1


Sesaat kemudian mereka berdua kembali larut dalam hasrat mereka yang kembali berkobar kobar.


Sekali lagi Guo Yun kembali menjalankan tugasnya dengan baik, berhasil memuaskan hasrat Min Min.


Tidak lagi membuatnya kecewa dan sedih.


Setelah selesai mereka kembali tidur sambil saling berpelukan.


Saat mereka bangun lagi selesai sarapan, dan beres beres.


Mereka kembali melanjutkan menelusuri lorong bawah tanah itu.


Hingga akhirnya mereka bertemu dengan jalan buntu, di mana jalan mereka terhalang oleh dinding batu yang sangat tebal.


Tidak mungkin bisa mereka tembus.


Min Min menghela nafas menatap Guo Yun dan berkata,


"Yun ke ke kelihatannya kita hanya akan berakhir di sini saja.."


"Bagaimana kita pulang lagi, atau..?"


tanya Min Min menunggu pendapat Guo Yun.


Terdiam sejenak, dia menggunakan penerangan mutiara nya melakukan pemeriksaan secara teliti.


Tapi hasilnya negatif, di bawah tebing penghalang itu sangat rapat.


Bahkan celah untuk air lewat pun tidak ada.


Dengan kesal Guo Yun mendongak ke atas dan menarik rambutnya sendiri dengan kesal.


Tapi pergerakannya terhenti di sana, dia menatap kearah langit langit lorong itu cukup lama.


Lalu sambil menunjuk keatas langit langit, Guo Yun berkata,


"Sayang kamu coba lihat.."


"Mungkin ini jawabannya, jalannya mungkin di sini.."


ucap Guo Yun penuh semangat.


"Tapi lorongnya agak sempit, kamu tidak bisa menggendong ku untuk naik.."


"Sedangkan aku, aku rasanya tidak sanggup manjat manjat keatas.."


ucap Min Min ragu dan kecewa.


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Aku akan pergi memeriksanya dulu,"


"Tak perlu putus asa, bukankah kita sudah menyiapkan tali panjang..?"


"Bila perlu aku akan menarik mu keatas, bila diatas sana benar ada jalannya.."


ucap Guo Yun menenangkan Min Min.


"Baiklah, kalau begitu Yun ke ke naiklah dulu, berhati hatilah.."


ucap Min Min sambil maju memegangi kedua sisi wajah Guo Yun dengan lembut.


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Jangan khawatir, kamu sabar ya.."

__ADS_1


__ADS_2