LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PAVILIUN BUNGA HIJAU


__ADS_3

Sementara itu Guo Yun dan pangeran Ji Ao, yang tidak menyadari bahaya yang sedang mengintai mereka di belakang sana.


Mereka berdua berjalan santai mengikuti arahan Asam, hingga tiba di tempat yang mereka tuju.


Baru saja mereka melangkah memasuki jalan sebelah kiri.


Puluhan gadis langsung berlarian datang, mengurung pangeran Ji Ao.


Lalu hendak maksa menariknya masuk kedalam sana.


Herannya sebagian besar wanita itu, tidak ada yang tertarik kepada Guo Yun.


Mereka malah lebih tertarik, untuk mengerubuti pangeran Ji Ao, yang meski hampir berumur paruh baya, tapi masih terlihat cukup tampan dan gagah.


"Ayo tuan mari kita kedalam, kami janji akan memuaskan tuan dan memberikan servis terbaik kami.."


ucap gadis gadis muda itu dengan heboh dan saling sahut menyahut


Pangeran Ji Ao hanya tersenyum lebar, mengikuti arah tarikan mereka ikut melangkah masuk kedalam gedung.


Guo Yun sambil tersenyum kecut, menyusul nya dari belakang, dia mengikuti mereka melangkah masuk kedalam.


Begitu mereka berdua tiba didalam gedung paviliun bunga hijau.


Mereka langsung di sambut oleh seorang wanita paruh baya, yang berdandan menor.


Dia langsung menghampiri Guo Yun dan pangeran Ji Ao, dengan gayanya yang genit.


"Tuan berdua selamat datang, tuan mau pelayanan yang seperti apa ?"


"Katakan saja, di sini kami semua siap melayani tuan berdua hingga puas.."


"Sebelum puas, kami tidak akan ijinkan tuan tuan pergi meninggalkan tempat kami.."


"Pokoknya kami akan menjamin kepuasan tuan berdua.."


ucap mucikari itu penuh semangat.


Pangeran Ji Ao dengan sikap tenang berkata,


"Berikan kami kamar terbaik arak terbaik dan makanan terbaik di tempat ini..'


"Tentunya gadis terbaik tempat ini, aku dengar kabar, katanya nona Zhao yang terbaik di sini.."


Mucikari itu tersenyum lebar dan berkata,


"Tuan ingin Siau Zhao tentu boleh saja, tapi Siau Zhao itu cuma jual suara, permainan alat musik, dia tidak jual tubuhnya.."


"Apa tuan berdua tidak akan menyesal.. nantinya..?"


"Ini adik adik ku yang manis ini, apa tuan tidak tertarik, ? tuan boleh pilih di antara mereka sesuka hati.."


"Aku jamin, mereka pasti akan mampu memberikan servis dengan sangat baik.."

__ADS_1


ucap mucikari itu sambil mempromosikan anak buahnya, yang sedang mengelilingi pangeran Ji Ao.


Pangeran Ji Ao sambil tersenyum berkata,


"Tidak, kami tidak tertarik dengan mereka, lebih baik nona Zhao saja.."


Mucikari itu menghela nafas panjang dan berkata,


"Harap tuan muda berdua tunggu sebentar di ruangan yang kami sediakan, kami akan panggilan Su Su dan Siau Yen kesana.."


"Bila tuan tetap tidak tertarik, maka kami baru akan panggilkan Siau Zhao buat tuan berdua.."


"Bagaimana..?"


Pangeran Ji Ao mengangguk dan berkata,


"Bukan masalah, tunjukkan ruangan nya.."


Mucikari itu memberi kode ke anak buah nya, untuk bergerak memanggil Su Su dan Siau Yen.


Dia sendiri dengan gaya nya yang tidak tahu malu, berjalan melenggang lenggok, dengan pinggulnya yang sudah kendor dengan penuh percaya diri.


Dia mengantar pangeran Ji Ao yang di ikuti oleh Guo Yun, menuju sebuah ruangan mewah yang terletak di lantai dua.


Setelah masuk kedalam, mucikari itu segera berkata,


"Nah silahkan tuan berdua tunggu sebentar, masakan dan arak terbaik akan segera di antarkan kemari.."


"Su Su dan Siau Yen sebentar lagi akan tiba, bila tuan berdua menyukainya, di belakang sana ada kamar untuk.."


Guo Yun wajahnya langsung merah, tanpa sadar dia ikut melirik kearah yang di maksud mucikari itu.


Sedangkan Pangeran Ji Ao yang berpengalaman, bersikap santai dan berkata,


"Hal seperti itu tak perlu di ajari, kami bisa sendiri.."


Mucikari itu tersenyum canggung dan berkata,..


"Baiklah kalau begitu aku permisi dulu.."


Setelah mucikari itu pergi, pangeran Ji Ao menoleh kearah Guo Yun dan berkata,


"Yun er,.. ini rahasia di antara kita, tidak boleh sampai bocor dan terdengar oleh Yan er dan Li er.."


"Bila tidak habis lah kita, mau makan boleh, tapi ingat harus tahu lap bibir mu dengan bersih, jangan sampai ada yang tertinggal dan jadi ketahuan.."


"Kalau ketahuan, jangan libatkan aku, tangung sendiri sendiri mengerti..?"


Guo Yun tersenyum dan mengangguk kecil.


Di dalam hati dia mengutuk kakak iparnya, yang pintar bersandiwara di depan istrinya.


Di luar terlihat alim, di dalam berantakan, ini yang di namakan jangan percaya yang nama nya petualang cinta dan petualang judi jika bertobat..

__ADS_1


Wanita dan judi itu mirip candu, sekali coba, akan sulit melepasnya


Kalau pun bisa. tidak ada jaminan suatu hari tidak akan kembali mengulanginya, bila kesempatan ada didepan mata.


Tidak lama kemudian pintu kembali terbuka, pelayan datang menyajikan makanan dan minuman di atas meja.


Saat pelayan itu pergi, dua orang gadis yang masih muda dan sangat cantik, melangkah masuk kedalam ruangan.


Begitu mereka berdua melangkah masuk kedalam, mereka berjalan dengan langkah lemah gemulai, wangi semerbak langsung menyebar keseluruh ruangan.


Mereka berdua melemparkan senyum lembut kearah pangeran Ji Ao.


Sedangkan terhadap Guo Yun, yang berwajah tampan tapi dingin.


Mereka berdua sedikit malu dan agak salah tingkah.


Mereka berdua memberi hormat kearah Guo Yun dan pangeran Ji Ao secara bergantian.


Lalu dengan suara yang sangat lembut dan empuk, mereka secara bergantian memperkenalkan diri mereka,


"Tuan nama ku Su Su, kalau tuan berdua tidak berkeberatan, biarkan Su Su menari dan menyanyi untuk menghibur tuan berdua.."


"Bagaimana tuan..?"


ucap Su Su sambil tersenyum manis, dan memberikan kerlingan matanya, yang bisa membuat hati pria jungkir balik.


Siau Yen ikut menyambung dan berkata,


"Tuan nama ku Siau Yen, aku sama seperti Su Su, bila tuan berdua tidak berkeberatan, biarlah kami kakak beradik menghibur tuan berdua malam ini.."


Pangeran Ji Ao tersenyum dan berkata,


"Tunjukkan kebolehan kalian, sebentar, bila cocok, kalian berdua boleh tinggal.."


"Bila tidak, tolong bantu undang nona Zhao kemari.."


Kedua gadis itu mengangguk patuh.


Su Su mengambil tempat duduk di hadapan pangeran Ji Ao dan Guo Yun.


Di sana dia memainkan kecapinya, yang melantunkan sebuah lagu yang berirama sendu dan lembut.


Posisi duduknya yang menghadap kearah Guo Yun dan Ji Ao sambil menyilangkan sepasang paha dan betisnya yang panjang


Sehingga gaunnya sedikit tersingkap, memamerkan betis dan pahanya yang putih mulus.


Posisi duduk seperti ini, benar benar secara tidak langsung sangat menggoda iman para pria yang menyaksikan nya.


Siau Yen juga mulai menari dengan lemah gemulai, meliuk liuk di hadapan Guo Yun dan Ji Ao sambil memamerkan lekuk lekuk tubuhnya yang menggoda.


Selain itu, dia juga memamerkan senyum dan lirikan matanya yang menggoda.


Saat menari, gaun bawahnya yang secara tidak sengaja tersingkap, memamerkan sepasang paha dan betis yang berkulit halus menggoda.

__ADS_1


Saat menunduk belahan bukitnya yang bulat besar, juga seakan-akan ingin melompat keluar dari balik bajunya, benar benar sangat menggoda.


__ADS_2