
Guo Yun saat tiba di camp pelatihan pasukan nya, melihat mereka sudah mulai di ajarkan jurus tombak ciptaan nya.
Guo Yun tersenyum puas, meski hanya terdiri dari 10 jurus.
Tapi perubahannya sangat banyak dan bisa di sesuaikan dengan berbagai situasi pertarungan.
Semua tergantung dari kemampuan dari penggunanya untuk memahami intisari setiap jurus itu.
Setiap orang punya tingkat kecerdasan ketekunan dan tingkat pemahaman yang berbeda.
Tapi yang paling bodoh dan jelek sekalipun, biar cuma menirunya saja.
Dia tetap akan mampu mengalahkan lawannya, dengan jurus kejutan tak terduga.
Guo Yun menghampiri Zhang Yi dan Ling Tong yang sedang menonton dari pinggir lapangan.
"Kak Zhang kak Ling selamat pagi.."
ucap Guo Yun sambil tersenyum.
Kedua orang itu yang sedang asyik memperhatikan jurus tombak, yang sedang di ajarkan oleh Zhou Tai.
Mereka berdua sangat kaget, saat mendengar suara sapaan dari belakang mereka.
"Ehhh.. tuan muda, selamat pagi juga.."
ucap mereka berdua cepat.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Kakak Zhang kakak Ling, di kemah ku ada datang perlengkapan dan peralatan pesanan ku, yang sudah jadi sebagian.."
"Utuslah beberapa orang, untuk membawanya kemari, gunakan gerobak saja,"
"Peti barangnya lumayan besar, isinya pun lumayan banyak.."
ucap Guo Yun memberi pesan.
Zhang Yi mengangguk, dia melambaikan tangannya kearah beberapa pasukan, yang terlihat sedang berjaga di sana.
Beberapa pasukan pengawal itu buru buru berlari menghampiri Zhang Yi dan berkata,
"Siap jendral, "
"Kalian berenam pergi ke kemah panglima Yun, tolong bawakan kemari, beberapa peti besar, yang ada di dalam kemah tersebut.'
"Jangan lupa bawa gerobak, untuk mengangkutnya kemari.."
ucap Zhang Yi memberi perintah.
"Siap jendral.."
ucap Ke 6 pengawal itu kompak.
Lalu mereka segera lari meninggalkan tempat tersebut.
Tidak perlu menunggu lama, mereka berenam telah kembali mendorong 3 gerobak berisi beberapa peti besar .
Guo Yun langsung berkata begitu mereka tiba,
"Kak Zhang kak Ling,.tolong bagikan ke mereka , jangan lupa di data, yang sudah menerima dan yang belum menerimanya.."
"Semua nantinya harus dapatkan secara merata.."
"Siap tuan muda,. "
jawab Zhang Yi dan Ling Tong cepat
__ADS_1
Guo Yun menyaksikan pembagian yang di lakukan oleh Ling Tong Zhang Yi dan beberapa orang ajudan mereka.
Setelah semua isi peti habis di bagikan, Guo Yun melihat kearah beberapa orang pasukan, yang terlihat sedang mencoba seragam perang baru mereka.
"Hei,..! Kalian bertiga kemarilah,..!"
ucap Guo Yun sambil melambaikan tangannya memanggil mereka.
Ketiga orang itu dengan wajah bingung mencoba melihat ke kiri ke kanan, untuk memastikan apakah mereka yang di panggil.
"Ya kalian bertiga kemarilah,..!"
teriak Guo Yun mengulanginya.
Kini ketiga orang itu yakin, mereka segera menghampiri Guo Yun.
"Kalian bertiga berdiri dengan baik.."
ucap Guo Yun memberi perintah.
Begitu mereka bertiga berdiri di hadapannya.
Guo Yun langsung mengerahkan Chi nya untuk berbicara, agar suaranya lebih terdengar jelas oleh semua orang.
"Wahai pasukan ku, kalian semuanya lihatlah kemari..!'
"Perhatikan baik baik, inilah fungsi seragam baru kalian di Medan perang..!"
"Perhatikan baik baik kegunaan nya...!"
Selesai berkata, Guo Yun langsung mencabut pedang walet emas nya.
Dengan kecepatan sulit di ikuti pandangan mata, Guo Yun menebaskan pedangnya kearah dada hingga keperut, ketiga orang prajurit di hadapan nya.
"Singgg,..!"
"Crasssh..!"
Tiga orang itu terdorong mundur, wajah mereka bertiga terlihat pucat dan agak kaget, dengan serangan tiba-tiba Guo Yun yang begitu cepatnya.
Tapi mereka bertiga langsung tersenyum lega dan tertawa lebar, saat menyadari tubuh mereka ternyata tidak terluka sama sekali.
Guo Yun kembali menebaskan pedangnya kearah kepala .
Gerakannya sengaja sedikit di perlambat.
Agar orang yang di serang, sempat mengangkat kedua tangannya secara reflek. untuk menangkis.
"Singgg,..!'
"Crasssh..!"
Prajurit yang di bacok oleh Guo Yun, kini mereka malah bisa tertawa lebar, lalu menatap kearah rekan rekannya yang lainnya dengan senyum bangga.
Guo Yun kembali bergerak, kini dia menyerang sambil bergulingan dari arah bawah.
"Singgg,..!'
"Crasssh..!"
Tapi lagi lagi prajurit yang diserangnya, kembali tertawa gembira.
Karena serangan Guo Yun selalu tertahan oleh perisai, yang melindungi tubuh mereka dengan sangat baik.
Meski perisai itu sangat ringan dan nyaman di kenakan, tapi perisai itu sangat efektif dalam menahan serangan lawan.
Guo Yun menyimpan pedangnya, menggantinya dengan tombak .
__ADS_1
"Siuuttt,..!"
"Crakkkk,..!"
Prajurit yang tertikam mata tombak terdorong mundur, hingga jatuh terlentang di atas tanah.
Tapi mata tombak tetap, tidak berhasil melukainya.
Guo Yun menarik kembali tombaknya, lalu membantu prajurit itu bangun berdiri.
Suara sorak riuh rendah, membahana di sekitar tempat itu, semua barisan pasukan Guo Yun bersorak dengan penuh semangat.
Terutama bagi pasukan yang sudah menerima seragam itu, mereka semua terlihat sangat bangga dan antusias.
Guo Yun mengangkat kedua tangannya keatas, untuk menenangkan suasana.
Setelah itu, dia baru menoleh kearah Zhou Tai dan berkata,
"Kakak Zhou,.. mari kita bermain tombak baru kita sebentar, sambil menunggang kuda.!"
"Siap tuan Yun.."
ucap Zhou Tai sambil memberi hormat.
Zhou Tai menoleh kearah anak buahnya dan berkata,
"Cepat,..! siapkan kuda.."
Dua orang bawahan nya dengan cepat segera pergi membawa dua ekor kuda, untuk Guo Yun dan Zhou Tai.
Sesaat kemudian di tengah lapangan yang luas, mulai terlihat Guo Yun dan Zhou Tai saling serang dengan tombak di ditangan mereka.
"Trangggg,..!"
"Trangggg,..!"
"Trangggg,..!"
Benturan sepasang tombak berulang kali bertemu di udara, mereka berdua saling serang dengan seru, sambil menunggangi kuda.
"Kakak Tai, cobalah kabur dari ku..!"
teriak Guo Yun memberi instruksi.
Mengikuti instruksi Guo Yun, setelah tombak mereka beradu sekali lagi, dimana Zhou Tai terlihat berhasil mendorong Guo Yun dan kudanya mundur.
Zhou Tai langsung menjepit perut kudanya dengan kuat, lalu dia memacu kudanya sambil berteriak,
"Caaaa,.."
Kuda Zhou Tai otomatis melesat berlari kedepan menjauhi Guo Yun.
Guo Yun mengejar di belakang, Zhou Tai melarikan kudanya didepan.
Kejar kejaran pun terjadi, meski ini cuma latihan, tapi tetap saja terlihat sangat menegangkan dan seru.
Tiba-tiba Guo Yun menyerang Zhou Tai dari jarak jauh dengan tombaknya yang bisa terbang.
"Dukkk,..!"
"Ahhh,..!"
Zhou Tai langsung terpelanting dari atas punggung kuda nya, saat terkena hantaman tombak yang di lepaskan oleh Guo Yun dari belakang.
Setelah menghantam Zhou Tai hingga terjatuh dari atas punggung kuda.
Tombak itu bisa di tarik kembali ke arah Guo Yun, lalu di sambungkan kembali menjadi tombak normal.
__ADS_1
Rupanya tombak itu bisa di lepas pasang, dan terhubung dengan sebuah rantai halus, di dalam rongga batang tombak.
Jadi tombak itu bisa memanjang juga bisa memendek, sesuai keinginan pemilik dan pengguna nya..