LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
DIA BELUM MATI


__ADS_3

Min Min hanya bisa pasrah dengan airmata berlinang, membiarkan Guo Yun yang sedang lepas kendali.


Melakukan apa saja yang dia mau, Min Min tidak memberikan perlawanan, dia justru berusaha melayaninya dengan sebaik mungkin.


Guo Yun yang sedang lepas kendali, melakukannya berulang kali.


Hingga akhirnya dia tumbang sendiri tertelungkup di atas tubuh Min Min yang polos.


Min Min dengan sisa tenaganya menyingkirkan tubuh Guo Yun darinya.


Kemudian dia mencabut jarum terakhir yang masih bersarang di atas tengkuk Guo Yun.


Setelah jarum itu tercabut, Guo Yun langsung tertidur dengan suara dengkuran keras memenuhi ruangan tersebut.


Min Min dengan wajah pucat seperti kertas, dia dengan tangan gemetaran, mengeluarkan sebuah botol porselin putih dari dalam tas obatnya.


Min Min dengan cepat membuka tutup botol itu, lalu dia menuangkan mulut botol itu kedalam mulutnya.


Setelah itu dengan langkah terhuyung-huyung sambil memegangi bagian perut bawahnya.


Min Min berjalan tertatih tatih, menghampiri meja makan.


Min Min mengambil poci berisi air langsung di tuangkan kedalam mulutnya.


Untuk membantu mendorong pil pahit anti racun di dalam mulutnya masuk kedalam perut' nya.


Min Min berdiri diam menopang meja dengan tangan nya, dia terlihat memejamkan matanya berusaha menahan nyeri.


Sesaat kemudian dia baru melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi.


"Uhukkk..!"


"Uhukkk..!"


Min Min buru buru menutupi mulutnya sendiri, agar syara batuknya tidak terdengar keluar.


Dari sela sela jari nya, terlihat darah berwarna hitam kehijauan menetes netes keluar.


Min Min mempercepat langkahnya untuk masuk kedalam kamar mandi.


Di dalam kamar mandi tersebut, dia langsung berendam kedalam sebuah tong air, yang airnya Min Min taburkan bubuk obat berwarna merah.


Setelah masuk dan berendam di dalam tong air itu, Min Min pun terlihat diam lemas tidak bergerak gerak lagi.


Tidak tahu berapa lama kondisi itu berlangsung, semua berlalu dalam keheningan.


Di dalam kamar itu hanya terdengar suara dengkur halus Guo Yun yang tidak lagi sekeras pertama tadi.


Saat pagi tiba, di mana sinar matahari sudah menembus kedalam kamar tersebut.


Gongsun Li dan Si Si baru berani masuk kedalam kamar untuk memeriksa keadaan di dalam sana.


Mengikuti pesan Min Min yang melarang mereka berdua untuk masuk sebelum pagi tiba.


Gongsun Li buru buru pergi menghampiri Guo Yun yang tidur dalam posisi tengkurap dengan bagian belakang terbuka.

__ADS_1


Sedangkan SiSi buru buru menyusul kearah kamar mandi mencari keberadaan Min Min.


"Yun Ke ke bangunlah,..! cepat sadar..!"


Ucap Gongsun Li sambil menepuk nepuk lembut pipi suaminya.


Perlahan-lahan sepasang mata Guo Yun pun terbuka kembali, Guo Yun menatap kearah Gongsun Li dengan wajah bingung dan berkata,


"Apa yang terjadi Li er, di mana Min Min..?"


"Min Min di sini Yun ke ke, tapi kondisinya.."


Ucap Si Si yang sedang menggendong tubuh Min Min yang terlihat lunglai diam tak bergerak, berjalan keluar dari dalam kamar mandi.


Gongsun Li dan Guo Yun dengan serentak langsung menoleh kearah Si Si.


Melihat kondisi Min Min di dalam gendongan Si Si, Guo Yun tanpa bicara langsung melesat kesana dengan wajah cemas.


Dia buru-buru menyambut tubuh Min Min dari Si Si, Guo Yun buru buru menggendongnya untuk di baringkan diatas ranjangnya.


Sambil menangis sedih tanpa bisa mengeluarkan suara, Guo Yun terus memeluk erat tubuh Min Min yang mulai kaku dan dingin.


"Mengapa..? Mengapa kamu melakukan tindakan bodoh itu..?"


"Mengapa..? mengapa aku bisa begitu bodoh, bisa tidak menyadari sikap aneh mu malam itu.."


"Ahhh Min Min,.."


Ucap Guo Yun sambil menangis sedih tanpa ada suara yang keluar.


Dia tidak lagi mendengar ucapan dari kedua istri nya yang lain.


Dia hanya terus memeluk erat tubuh Min Min sambil bercucuran air mata.


Melihat hal ini, Si Si dan Gongsun Li hanya bisa membantu menyelimuti tubuh mereka berdua dengan menggunakan kain sprei dan selimut.


Kemudian mereka berdua ikut duduk diam menangis sedih di sana.


Beberapa saat kemudian, keributan di dalam kamar itu mengundang Meng Yun dan kedua adiknya ikut masuk kedalam kamar.


Begitu melihat ibunya terbaring pucat dalam pelukan ayahnya.


Meng Yun segera berlari mendekat dan bertanya,


"Ayah ibu kenapa ? kenapa ayah menangis seperti itu.."


Si Si buru buru maju memeluk Meng Yun sambil bercucuran air mata, dia berkata.


"Yun er dengarkan ibu, ibu mu sedang lelah, dia sedang tidur lelap.."


"Kamu jangan mengganggu nya, nanti ayah mu bisa marah.."


"Ayo Yun er ikut dengan ibu saja, kita pergi dari sini.."


Ucap Si Si sambil memeluk Meng Yun dan membimbingnya keluar dari dalam kamar Guo Yun.

__ADS_1


Gongsun Li juga bergerak membimbing kedua anaknya yang lain keluar dari dalam kamar tersebut.


Setelah mereka semua pergi tinggallah Guo Yun seorang diri yang masih duduk menangis sedih sambil memeluk tubuh Min Min yang mulai kaku dan dingin.


Guo Yun berulang kali menyalurkan Thian Ti Sen Kung, tapi selalu gagal, tenaga nya selalu tertolak keluar lagi dengan sendirinya.


Guo Yun menatap wajah Min Min lekat lekat dan berkata,


"Mengapa kamu harus lakukan ini.."


"Anak anak dan aku sangat membutuhkan mu, mengapa kamu rela pergi tinggalkan kami.."


Ucap Guo Yun sedih.


"Ohh Min Min jiwa ku.."


Ucap Guo Yun lalu dia kembali mendekap tubuh Min Min erat erat dalam pelukannya.


Sesaat kemudian Gongsun Li dan Si Si yang sudah menenangkan anak anak dan menitipkan mereka ke Sian Sian dan yang lainnya.


Mereka berdua pun kembali kedalam kamar Guo Yun.


Si Si berdiri menatap kearah Guo Yun dengan airmata bercucuran, hatinya ikut hancur melihat kesedihan Guo Yun.


Gongsun Li yang hatinya lebih keras dan lebih bisa mengendalikan perasaannya.


Dua duduk di samping Guo Yun, membelai kepala Guo Yun dengan lembut.


Lalu dia maju berbisik di dekat telinga Guo Yun,


"Hargailah pengorbanannya, sayangi diri mu.."


"Relakanlah kepergiannya, jangan buat dia sedih dan cemas untuk mu.."


"Biarkan kami merawatnya, meriasnya dengan cantik, agar saat dia pergi bisa pergi dengan tenang dalam keadaan cantik.."


Ucap Gongsun Li pelan.


Guo Yun terdiam terus menatap kearah Min Min yang di peluk nya dengan tatapan mata tidak rela.


"Kakak Li benar Yun ke ke,"


"Lebih baik percayakan saja ke kami.."


"Ini tugas wanita, kami lebih bisa mengurusnya, setelah beres semuanya.."


"Si Si janji akan kembalikan dia seutuhnya ke Yun ke ke.."


Ucap Si Si lembut.


Guo Yun mengangkat wajahnya menatap Si Si dan berkata,


"Dia belum mati, dia masih hidup.."


"Dia hanya sedang letih dan tertidur.."

__ADS_1


"Setelah kalian bantu meriasnya, dan berganti pakaian, berjanjilah kalian akan kembalikan dia pada ku.."


__ADS_2