
Garis peraturan militer Guo Yun sangat tegas, merampok dan menganggu rakyat.
Ringan potong jari, berat potong kepala, bagi atasan yang tidak bisa mengawasi dan mengatur bawahannya dengan tegas.
Juga akan menerima hukuman yang sama, tidak ada toleransi atau alasan apapun.
Hal inilah yang membuat pasukan harimau hitam berbeda dengan pasukan kerajaan pada umumnya.
Rakyat kota Luo Yang yang awalnya ketakutan, perlahan-lahan mereka mulai berani keluar dari rumah mereka.
Untuk ikut menyambut dan melihat langsung pawai pasukan harimau hitam yang bergerak tertib dan rapi melintasi kota yang terkenal ramai dan padat penduduk itu.
Saat kuda tunggangan Guo Yun sedang melintas, di mana beberapa pasukan harimau hitam di depan sana sedang membuka jalan.
Agar penduduk yang ingin menonton mundur ke pinggir jalan, jangan sampai menghalangi perjalanan.
Tiba tiba terlihat seorang anak kecil berumur 4 tahun berlari melintas di depan jalan yang sedang akan Guo Yun dan tunggangannya lewati.
Anak kecil itu tidak sadar, apa bahaya yang akan terjadi.
Dia hanya tahu mengejar bola mainannya yang terlepas dari tangannya.
Jatuh menggelinding kearah tengah jalan, di mana sebentar lagi kuda Guo Yun akan melintasinya.
Ibu anak itu terlihat panik, dia terus berteriak memanggil manggil nama putranya, dan hendak menerobos pembatas, yang memblokir pergerakan nya.
Dia terhalang oleh tombak pasukan harimau hitam yang bertugas memblokir jalan.
"Ming Ming..! putra ku..! jangan bahaya..!"
"Ayo kembali..!"
", Lepaskan aku,..! biarkan aku lewat..! putra ku di sana..!"
teriak wanita itu panik.
Tapi pasukan pemblokir jalan tidak membiarkan nya lewat.
Mereka tetap dengan tegas dan wajah dingin.
Menahan siapapun yang hendak mencoba menerobos pembatas yang mereka buat.
Anak kecil itu mendengar suara panggilan ibunya, setelah mengambil bola dia malah berdiri diam di tengah jalan.
Pasukan pembuka jalan ada di depan sana, mereka tidak sempat untuk membantu menyingkirkan anak kecil itu
Untungnya Guo Yun langsung menghentikan laju langkah kudanya.
Dan mengangkat tangannya keatas, Han Wei juga dengan sigap berteriak,
"Tahan..!"
Mendengar komando dari Han Wei, seluruh pasukan harimau hitam otomatis berdiri diam di tempat.
Bila itu adalah pasukan lain berhenti mendadak begitu, pasti sudah terjadi saling tabrak tumpang tindih.
Untungnya ini adalah pasukan harimau hitam yang sangat terlatih.
Mereka semua berhenti melangkah tapi tetap rapi barisannya.
Tidak terjadi kekacauan sedikitpun.
__ADS_1
Guo Yun di depan sana melompat turun lalu berjongkok di depan bocah itu.
Dengan lembut Guo Yun menyentuh kepala bocah itu dan berkata,
"Anak kecil siapa nama mu..?"
Anak itu menatap kearah Guo Yun dengan tatapan mata polos dan berkata,
"Nama ku Ming Ming.."
"Paman tampan siapa..?"
tanya bocah itu berani.
Guo Yun tersenyum lembut dan berkata,
"Nama ku Guo Yun, kamu kenapa bermain sampai ke tengah jalan..?"
"Aku mengejar bola ini paman tampan, bola ini hadiah ulang tahun dari ibu ku.."
"Aku takut bola ini rusak dan hilang, ibu ku nanti marah.."
"Ibu sangat susah mengumpulkan uang, baru bisa beli bola, yang sudah dari setahun lalu aku inginkan paman tampan.."
jawab bocah itu dengan wajah polos.
Guo Yun di dalam hati sangat sedih mendengar penjelasan anak ini.
Diam diam dia merasa bersalah atas peperangan berkepanjangan yang tiada ujung pangkal.
Sehingga rakyat hidup menderita, mau beli sebuah bola mainan saja harus menanti 1 tahun.
Ini hanya menunjukkan rakyat sangatlah melarat, padahal ini adalah kota besar kota makmur Luo Yang.
Guo Yun juga teringat dengan putra putrinya sendiri, yang kini ikut jadi korban.
Tidak tahu bagaimana nasib mereka bersama Min Min jauh di Guiji sana.
Guo Yun sambil menghela nafas sedih, dia menggendong bocah itu.
Menciumi pipinya dengan lembut dan berkata lembut
"Tempat ini berbahaya, paman akan antar Ming Ming kembali ke ibu mu.."
"Ming Ming tidak boleh nakal, dan sembarangan berlari ke jalan lagi.."
"Asalkan Ming Ming janji, mau jadi anak yang baik dan penurut pada ibumu.."
"Paman janji akan minta ibu Ming Ming, belikan mainan dan permen yang banyak buat Ming Ming.."
"Ming Ming mau kan jadi anak baik dan penurut..?"
ucap Guo Yun dengan lembut dan sabar.
"Mau paman,..! Ming Ming mau paman..!"
teriak anak itu sambil tertawa gembira.
Guo Yun sambil tersenyum mengangguk, lalu dia menggendong anak itu, berjalan menghampiri ibunya si anak di pinggir jalan sana.
Guo Yun menyerahkan anak itu ke ibunya dan berkata,
__ADS_1
"Nyonya muda, putra mu sangat pintar dan baik."
"Nyonya muda, aku sudah berjanji dengan putra mu.."
"Tapi aku sedang terburu buru, tidak bisa merealisasikan sendiri janji ku itu."
"Aku harap nyonya muda, bisa tolong bantu aku, realisasi kan janji ku itu."
"Dengan belikan mainan dan permen yang banyak untuknya.."
ucap Guo Yun sambil tersenyum.
Nyonya muda itu menerima putranya dari gendongan Guo Yun.
Melihat ketampanan dan senyum Guo Yun yang begitu memikat.
Sesaat tanpa sempat berpikir.
Dia langsung menganggukkan saja kepalanya.
Batu setelah Guo Yun pergi bersama pasukannya, Nyonya muda itu mendengar suara putranya,
"Ibu aku mau beli mainan dan permen..!"
Ibu itu seperti baru ditarik kembali dari mimpinya.
Dia segera menggendong putranya pergi dari sana dan berkata,
"Nak ibu belum punya uang, tunggu nanti bila ibu gajian baru ibu belikan ya.."
"Tidak ibu, tadi ibu sudah janji sama paman tampan..!"
"Ibu tidak boleh mengingkarinya..!"
Ibu muda itu terlihat bingung mau jawab putranya.
Mau mengiyakan dia tidak punya uang, tidak mengiyakan dia tadi akibat kebodohannya sendiri sudah langsung menganggukkan kepalanya tanpa banyak pikir.
Kini sisa masalahnya pun jadi beban nya.
Ini sama saja dia menggali lubang buat dirinya sendiri.
Di dalam hati dia kini hanya bisa memaki kebodohannya sendiri yang mudah tergoda oleh mulut manis dan wajah tampan.
Dulu dia tergoda oleh suaminya sehingga lahir Ming Ming tanpa suami.
Saat dia mengandung Ming Ming, ayah Ming Ming malah pergi wajib militer.
Sekali pergi tidak pernah kembali, sehingga semua beban Ming Ming menjadi tanggungjawab nya seorang diri.
Kini gara gara tergoda senyum Guo Yun, dia jadi bermasalah dengan putranya.
Muncul tanggung jawab dan beban baru untuk nya, buat makan aja susah apalagi beli permen dan mainan.
Guo Yun yang berjanji, dia yang kena sialnya, omel wanita itu dalam hati.
Wanita itu diam diam memaki maki kebodohan dirinya sendiri, dan mengutuk semua laki laki di dunia yang tidak bertanggungjawab.
Seperti suaminya dan Guo Yun yang hanya pandai ngasih PHP, dibelakang ninggalin beban dan kesialan untuk nya.
"Ibu jangan bengong, ayo kita beli mainan..!"
__ADS_1
teriak Ming Ming sambil meronta ronta di gendongan ibunya.