LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
RAJA HUAN TERBUNUH


__ADS_3

Jalan untuk mundur kembali ke negara Song terbagi menjadi dua jalan.


Jalan utama besar dan lebar, tapi perjalanan sedikit jauh, karena sedikit melingkar mengikuti jalur tepi sungai.


Jalur kedua adalah jalan pintas yang lebih cepat, tapi mengambil jalur ini harus melewati Hua Rong Tao.


Hua Rong Tao sendiri adalah sebuah jalan sempit, yang di apit oleh dua tebing batu di kiri kanan jalan.


Raja Huan yang berada di garis belakang, saat pasukan nya sedang melakukan penyerangan ke benteng Xia.


Dia berhasil selamat dari terjangan air bah, yang datang menyapu seluruh pasukannya, yang sedang melakukan penyerangan.


Setelah menyaksikan kejadian mengejutkan itu, tanpa punya pilihan lain.


Raja Huan terpaksa mengikuti saran dari beberapa orang jenderalnya, agar segera mundur meninggalkan tempat tersebut.


Dengan di kawal oleh dua orang jendral setianya, dan sisa pasukan pengawal, yang tidak sampai seribu personil.


Raja Huan akhirnya tiba di dua persimpangan jalan, kusir kereta menghentikan laju kudanya.


Menunggu keputusan Junjungan nya baru bisa kembali bergerak.


"Yang mulia kemana kita pergi, di depan ada dua pilihan jalan.."


tanya salah satu jendral setianya.


Raja Huan keluar dari dalam kereta nya melihat kearah dua pilihan jalan tersebut.


dia melihat di depan sana ada dua pilihan jalan yang harus dia ambil keputusan nya segera.


Dia sesaat terlihat ragu, hingga matanya tiba-tiba terlihat ada asap kecil membumbung tinggi naik keatas muncul dari balik hutan di jalan utama.


Melihat hal itu Raja Huan sambil tersenyum mengejek berkata,


"Mau menipuku dengan siasat kecil begini, , kalian masih jauh, aku tidak akan semudah itu tertipu.."


"Di sana pasti sudah di siapkan perangkap buat kita,.ayo kita ambil jalan kecil saja.."


Mendengar ucapan dari Raja Huan, kedua Jendral setia nya segera menjalankan perintah.


Mereka memimpin sisa pasukan kecil itu bergerak melewati jalan kecil.


Saat tiba di jalan Hua Rong Tao, yang sempit di apit oleh dua tebing.


Kedua jendral setia raja Huan terlihat ragu, mereka kembali memberikan laporan kepada Raja' Huan.


"Yang mulia di depan adalah jalur Hua Rong Tao yang sempit,"


"Apa kita tetap akan melewatinya..?"


tanya salah satu jendral nya dengan sikap ragu.


Raja Huan kembali keluar dari dalam kereta, dia berdiri diatas kereta, memperhatikan kearah dua tebing batu di kiri kanan jalan.

__ADS_1


Melihat suasana yang sepi dan hening, raja Huan pun berkata,


"Kita tidak punya pilihan lain, kita sudah tidak punya jalan mundur lagi.."


"Lanjutkan saja perjalanan kita.."


Setelah berkata,


Raja Huan pun kembali masuk kedalam kereta nya.


Rombongan itu di bawah pimpinan kedua Jendral, yang menunggang kuda di garis terdepan.


Mereka bergerak pelan, memasuki Hua Rong Tao, yang jalannya kecil dan sempit.


Kereta raja Huan berada di bagian tengah rombongan, di jaga dengan ketat.


Saat rombongan itu sudah memasuki hingga bagian tengah jalan Hua Rong Tao.


Guo Yun memberi kode dengan menganggukkan kepalanya, kearah Li Ba yang bersembunyi di tebing seberang sana.


Melihat kode dari Guo Yun, Li Ba segera menjalankan rencana yang sudah di susun oleh Guo Yun.


Li Ba segera menarik busur kumala nya, yang terpasang lima batang anak panah.


Kelima anak panah itu diarahkan, tepat kearah jendela kereta raja Song, yang tertutup rapi di batasi oleh kain kuning.


Di saat Li Ba sedang membidik, kearah jendela kereta kuda raja Huan.


Guo Yun menunggu hingga kedua posisi jendral itu tepat sejajar.


"Singgg,..!"


"Singgg,..!"


"Cusss,..!"


"Cusss,..!"


Panah yang Guo Yun lepaskan hampir berbarengan dengan panah Li Ba.


Kedua Jendral Song yang berada di barisan terdepan, sebelum sempat berteriak.


Mereka sudah terjatuh dari punggung kuda, dalam kondisi tak bernyawa.


Satu anak panah yang di lepaskan oleh Guo Yun, dengan pengerahan tenaga sakti nya, langsung membunuh dua orang jendral sekaligus dalam waktu bersamaan.


Kedua Jendral itu tewas dengan dada kiri tertembus anak panah.


Di bagian tengah barisan pasukan Song, juga terjadi kehebohan.


Karena Raja Huan di dalam kereta yang terlindungi ketat, juga di serang oleh Lima batang anak panah yang dilepaskan oleh Li Ba sekaligus.


Lima batang anak panah berhasil menembus jendela dan langsung membunuh raja Huan di tempat.

__ADS_1


Di saat pasukan Song sedang sibuk dan panik, terlihat anak panah berhamburan datang dari arah kiri kanan tebing.


Langsung menyerang pasukan kerajaan Song, yang sedang panik dan tidak siap.


Alhasil, tidak ada satupun pasukan pengawal kerajaan Song yang berhasil menyelamatkan diri.


Mereka semua tewas mengenaskan di jalur sempit itu.


Setelah berhasil menghabisi Raja Huan, Guo Yun segera menulis surat ke Jendral Zhong Yu dan pangeran Ji Ao.


Agar mereka bersiap, untuk merebut kembali tiga kota mereka, yang di rebut oleh kerajaan Song.


Di dalam surat Guo Yun juga menjelaskan bahwa raja Huan dari Song telah tewas di tangan Li Ba.


Seluruh kekuatan pasukan nya yang 500.000 orang sudah musnah.


Guo Yun juga menyarankan strategi agar pasukan kerajaan Lu mengenakan pakaian pasukan kerajaan Song.


Hal itu untuk mempermudah proses merebut kembali kota kota yang sudah di kuasai oleh pasukan kerajaan Song.


Setelah menulis surat, Guo Yun memasukkan kedalam dua buah amplop terpisah, satu di tujukan ke Pangeran Ji Ao,.satu lagi di tujukan ke Jendral Zhong Yu di kota Xia.


Beberapa saat kemudian terlihat dua orang bawahan Guo Yun, menggunakan kuda rombongan pasukan Song yang tewas, berpacu meninggalkan Hua Rong Tao.


Guo Yun sendiri menuruni bukit bersama Li Ba, dan seluruh pasukan yang di bawanya.


Atas perintah dari Guo Yun, mereka mengenakan seragam pasukan kerajaan Song di lapis luar, menyembunyikan pakaian seragam kerajaan Lu di sebelah dalam.


Guo Yun bersama Li Ba memimpin pasukannya, langsung menuju Ibukota kerajaan Song.


Dengan menyamar sebagai pasukan pengawal kerajaan Song dan membawa kereta kuda Raja Huan.


Guo Yun dan Li Ba yang menyamar menjadi kedua Jendral Song bersama pasukannya.


Tanpa kesulitan, mereka semua berhasil memasuki ibukota negara Song, dan langsung menuju istana kerajaan Song.


Pasukan pengawal istana kerajaan Song, yang tidak menduga Guo Yun dan Li Ba berasal dari kerajaan Lu.


Dengan mudah mereka di lumpuhkan oleh pasukan Guo Yun, karena mereka benar-benar tidak menyangka dan tidak sedang tidak siap.


Lagipula siapa yang akan menyangka, ada orang yang begitu nekad hanya bermodalkan 1000 personil pasukan, berani menyerang sebuah pusat ibukota negara.


Yang minimal akan di lindungi puluhan hingga ratusan ribu pasukan.


Belum lagi tembok benteng berlapis dan di jaga ketat.


ini adalah hal yang sangat mustahil.


Tapi hal ini tidak berlaku buat Guo Yun dan Li Ba.


Guo Yun cerdas berani penuh perhitungan, sedangkan Li Ba penurut, polos, nekad dan gagah berani.


Sehingga hal yang buat orang lain mustahil, justru bagi Guo Yun dan Li Ba itu hal biasa biasa saja.

__ADS_1


__ADS_2