
Di sidang pagi istana di kerajaan Yue, diatas kursi kebesaran Raja Yue, terlihat Gongsun Li duduk tenang di sana di dampingi oleh Si Si dan Min Min di kiri kanan.
Sedangkan Li Ba dan Sian Sian duduk di kursi yang setingkat lebih bawah dari kursi ketiga istri Guo Yun.
Di bawah Li Ba adalah kursi Zhong San, perdana menteri kerajaan Yue, keponakan Jendral Tua Zhang Yi.
Zhang Yi Ling Tong dan Zhou Tai bangkunya di kosongkan karena mereka sedang berangkat memimpin pasukan harimau hitam untuk menertibkan pemberontakan yang kini mulai meluas hingga ke Shoucun.
Di hadapan semua yang hadir kini berdiri seorang pemuda tampan yang terlihat agak pesolek.
Dia adalah utusan dari kepala serikat dagang Qin, yang di ketuai oleh Fan Sui.
Pemuda ini adalah cucunya Fan Sui, Putra tunggal dari almarhum Fan Heng.
Fan Heng dan saudaranya Fan Si sudah meninggal di Medan perang.
Hanya orang ini yang tersisa dan menjadi penerus kejayaan kakeknya Fan Sui.
Pemuda pesolek yang memiliki mata licik dan senyum culas ini bernama Fan Wei.
Dia mewarisi kecerdasan dan kelicikan kakeknya, sangat jauh berbeda dengan ayahnya Fan Heng dan paman nya Fan Si yang kegemarannya adalah berhura-hura.
Bila Fan Heng dan Fan Si menyukai wanita cantik, Fan Wei ini memilki kelainan.
Dia lebih menyukai pria tampan dan muda seperti dirinya.
"Bagaimana perdana menteri Zhong San dan Yang Mulia Ratu Yue, ? apa keputusan anda berdua atas penawaran dari pihak kami serikat buruh Qin.?"
Zhong Nan tidak berani bersuara, dia sudah berunding dengan Gongsun Li Min Min dan Si Si sebelum sidang berlangsung.
Kini keputusannya ada di tangan Gongsun Li.
Gongsun Li tersenyum dingin dan berkata,
"Kamu pikir kami tidak tahu, kekacauan di kota Xin Cheng, Shang Qiu, Dan Yang, Chen dan Cai."
"Tidak terlepas dari kalian serikat buruh Qin..?"
"Harap Ratu bicara berhati hati, kami datang bermaksud baik, tapi bila Ratu tidak menerimanya tidak apa-apa, tapi tidak boleh memfitnah kami..?"
ucap Fan Wei tenang.
Gongsun Li tersenyum dingin dan berkata,
"Seharusnya aku tidak boleh memenggal utusan, tapi tidak tahu mengapa melihat wajah mu, aku teringat dengan kakek mu yang memuakkan.."
"Jadi hari ini aku ingin membuat perkecualian.."
"Kau... kau..berani..?!"
bentak Han Wei gugup sambil melangkah mundur kebelakang.
"Berani tidak nya, boleh kita lihat..!"
"Paman kedua..!"
panggil Gongsun Li lantang sambil memberi kode.
Li Ba yang sedari tadi sudah gatal tangan nya, begitu mendengar kode dari Gongsun Li.
Tubuhnya langsung lenyap menjadi sebuah bayangan.
"Blaaaarrr...!"
"Blukkkk,..!"
Sesosok tubuh gosong jatuh tergeletak tak bergerak di hadapan semua orang.
Tubuh itu masih terus mengeluarkan listrik kecil dan asap tipis, bau daging sangit terbakar tercium jelas oleh semua yang hadir.
Min Min langsung memalingkan wajahnya, kesadisan yang terjadi.
Sedangkan Si Si dia terlihat lebih terbiasa, karena dia sudah berkali kali ikut di Medan perang baik dulu bersama suaminya, maupun bersama Gongsun Li, Li Ba dan Li Kui.
Zhong San memejamkan matanya, dia sebenarnya kurang setuju.
Dia lebih setuju menerima tawaran serikat buruh, mengingat cadangan persediaan makanan kerajaan Yue sudah dalam keadaan membahayakan.
Tapi dia tidak punya hak untuk menolak atau pun membantah keputusan Ratu yang kini memimpin kerajaan Yue mewakili Guo Yun.
"Tolong kirimkan kembali mayat ini ke Fan Sui ketua serikat dagang Qin..!"
ucap Gongsun Li tegas.
Selesai berkata, dia pun bangkit berdiri dan berkata,
"Sidang hari ini cukup sampai di sini saja.."
"Bubarlah kembali ke tugas kalian masing masing..!"
ucap Gongsun Li tegas.
Setelah itu dia di ikuti oleh Si Si Min Min Li Ba Sian Sian dan Zhong San, secara berturut turut meninggalkan ruangan sidang itu.
Seandainya Fan Sui memahami karakter Gongsun Li, tentu dia tidak akan berani mengirim cucunya kemari.
Sehingga tidak perlu menimbulkan tragedi seperti ini.
Cucu kesayangannya, nyawanya melayang sia sia di negeri orang.
Seandainya ketua seikat bukan Fan Sui, utusan bukan Fan Wei, kemungkinan besar masih ada jalan runding nya.
Tapi karena serikat dagang di wakili oleh marga Fan yang pernah hampir mencelakai Gongsun Li, ditepi sungai Yang Tze dulu.
Maka situasi pun jadi berbeda, Gongsun Li adalah tipe yang bertindak dulu baru berpikir, dia sedikit mirip dengan Li Ba.
Emosinya gampang meledak ledak, dia jarang berpikir akibatnya.
Makanya sekali ini Fan Sui salah perhitungan, dia malah kena batunya.
Saat tiba di ruangan kerja, berhadapan langsung dengan Gongsun Li, Zhong San baru berkata dengan penuh hormat.
"Yang Mulia sama seperti anda, aku juga sangat tidak percaya dengan serikat dagang Qin."
"Aku pun tidak menyukai mereka, hanya saja saat ini kondisi kerajaan kita sedang mengkhawatirkan."
"Tujuh dari sepuluh wilayah yang berada di kota terdekat dengan ibukota kita saat ini.."
"Kini ke tujuh wilayah tersebut sedang mengalami krisis pangan, penyebabnya adalah gagal panen, bencana alam dan wabah.."
"Di tambah lagi cadangan persediaan makanan mereka, telah ditarik untuk memenuhi expedisi Jendral Zhang Yi Ling Tong dan Zhou Tai untuk menenangkan pemberontak di Shoucun.
"Bila sedikit saja ada kesalahan, gudang pangan istana pun bisa dalam bahaya besar.."
ucap Zhong San dengan ekspresi wajah yang jelas menunjukkan kekhawatiran.
Sesaat kemudian dia kembali menambahkan, takutnya dengan kejadian ini serikat dagang akan menggunakan alasan ini untuk bekerja sama dengan pemberontak.
Merebut 5 kota perbatasan kita dengan Qin, yaitu kota Dan Yang, Xin Cheng, Shang Qiu, Cai dan Chen.
ucap Zhang San menjelaskan dengan serius.
"Berani mereka, aku sendiri yang akan memimpin pasukan ke garis depan menghabisi mereka semuanya tanpa sisa.."
ucap Gongsun Li dengan semangat menyala nyala.
"Benar aku akan temani kakak ipar ambil bagian.."
jawab Li Ba bersemangat.
"Aku juga pasukan wanita ku sudah lama menganggur ."
ucap Si Si tidak mau kalah.
Zhong San menghela nafas panjang dan berkata,
"Inilah yang aku takutkan, Yang Mulia semua akan terpancing oleh serikat dagang semua berangkat.."
"Ibukota kosong, bila pasukan Qin bergerak dari arah timur datang dari arah laut timur menyerang kita dari belakang.."
"Sama dengan Qi sebelumnya, mereka menyerang dari wilayah Yan, bukankah kita akan kehilangan segalanya.."
ucap Zhong San mengingatkan.
"Lagipula dengan stok bahan makanan kita yang seperti ini, bagaimana pasukan kita akan maju berperang dengan ransum mengkhawatirkan.."
"Pertempuran jangka pendek mungkin masih bisa, bagaimana bila peperangan nya berlangsung panjang dan melelahkan..?"
"Jarak tempuh dari sini ke 5 wilayah perbatasan juga bukan jarak yang dekat.."
"Saya harap Yang Mulia bertiga bisa berulang kali mempertimbangkan nya dengan cermat, sebelum bertindak.."
ucap Zhong San memberikan masukan kepada mereka.
Gongsun Li terdiam begitupula dengan Si Si dan Li Ba.
__ADS_1
Mereka jadi memikirkan ulang perkataan dari Zhong San.
Li Ba sambil tersenyum menyeringai menoleh kearah Min Min dan menunjuknya.
"Kan masih ada dia, kakak ipar ketiga, biar dia yang memimpin Yue aja sementara kami berangkat.
Min Min sangat kaget, dia buru buru menggoyangkan kedua tangannya di depan.
"Tidak..tidak..tidak.emimpin kerajaan aku tidak bisa, bila di suruh jaga anak anak, mengobati orang sakit aku bisa."
"Tapi memimpin kerajaan,..maafkan aku,..aku benar benar tidak bisa."
ucap Min Min sambil menggelengkan kepalanya dengan wajah ketakutan dan panik.
Melihat hal itu Gongsun Li pun tidak bisa menahan tawa dan berkata,
"Aku jadi curiga kamu jangan jangan bukan darah dagingnya.."
"Lihat ayah mu Lu Bu Wei, Lihat kakak mu, Ying Zheng,..aku benar benar ragu.."
ucap Gongsun Li sambil menahan tawa.
"Kakak jangan meledek ku, aku serius aku tidak mampu.."
ucap Min Min sambil tersenyum canggung.
Si Si sambil menahan senyum berkata,
"Sudahlah kakak ini, bila dia seperti ayah dan kakaknya, kamu pikir Yun ke ke kita, masih akan bisa begitu menyayanginya..?"
Ucapan Si Si seketika membuat suasana tegang di dalam ruangan mencair.
Bahkan Zhong San yang sedang serius pun ikut tersenyum.
Setelah suasana mencair, Si Si pun berkata,
"Jadi saat ini sebaiknya apa yang bisa kita lakukan..?"
"Yang terjadi sudah terjadi, keributan kita dengan serikat dagang itu, cepat lambat juga tetap akan terjadi.."
"Kita juga tidak mungkin menyerahkan begitu saja lima wilayah perbatasan kita ke Qin."
"Lalu apa yang bisa kita lakukan..?"
"Tanya Si Si sambil menatap kearah Zhong San ?"
Zhong San menghela nafas panjang dan berkata,
"Aku juga tidak tahu, mungkin hanya Yang Mulia yang bisa memikirkan jalan keluarnya.."
"Tapi saat ini kemana kita akan mencarinya, keberadaannya tidak ada yang tahu.."
ucap Zhong San sedikit bingung.
"Kakak kedua, Bukankah terakhir dia bilang mau pergi ke Pai Yun San, memenuhi undangan dari Ling Yun Lao Jen.."
"Mungkin kita bisa mencari kabarnya lewat pejabat kita yang ada di sana.."
ucap Gongsun Li.
Zhong San mengangguk dan berkata,
"Baiklah kelihatannya memang hanya seperti itu, aku akan mengirim surat lewati merpati pos ke beberapa pejabat kita di sana.."
Selesai berkata, dan memberi hormat, Zhongshan pun bergegas mengundurkan diri dari sana.
Sementara itu di tempat lain Guo Yun dan rombongannya telah tiba di kota Pei.
"Opas Wu kalian bergerak menyebar di sekitar kediaman Bupati Ding."
"Bila melihat kode kembang api dari ku segera bergerak masuk.."
"Yang berani menghalangi langkah mu habisi saja dengan ilmu Tebasan yang aku ajarkan, tak perlu ragu ."
ucap Guo Yun.
Opas Wu mengangguk cepat, menanggapi ucapan Guo Yun.
Dia segera memimpin pasukan nya, bergerak menyebar di sekitar kediaman Bupati Ding.
Guo Yun dalam perjalanan menuju kota Pei,.dia mengajarkan ilmu tiga tebasan pemusnah, yang dia sederhanakan, dan sesuai kan dengan kemampuan Opas Wu dan bawahannya.
Meski untuk menghadapi pendekar kelas awan ilmu itu tidak cukup, tapi menghadapi pendekar kelas bumi, ilmu itu masih cukup efektif.
Guo Yun percaya Opas Wu dan anak buahnya bisa menggunakan nya dengan cukup efektif.
Melainkan secara sembunyi sembunyi, dia bergerak di atas wuwungan rumah bupati itu, untuk melakukan pengamatan.
Setelah menemukan keberadaan bupati Ding, Guo Yun baru diam diam bersembunyi memperhatikan gerak gerik bupati kaya raya.
Memiliki puluhan istri, rumah besar mewah juga pelayan yang sangat banyak.
Beberapa pengawal pribadi pendekar kelas awan, juga selalu mengawalnya kemanapun dia pergi.
Guo Yun terus mengamati bupati yang kelihatannya tidak banyak kerjaan itu, selain bersenang senang dengan para istrinya.
Setelah bersembunyi hampir dua hari, melakukan pengamatan.
Akhirnya peristiwa penting yang di tunggu-tunggu nya tiba.
Terlihat tiga orang pejabat yang berpakaian seperti tuan Coa, tiba di kediaman Bupati Ding dengan sikap terburu-buru.
Pejabat pejabat setingkat kecamatan itu, begitu datang mereka langsung menghadap Bupati Ding.
Bupati Ding menerima mereka di ruangan tengah, begitu mereka tiba, memberi hormat lalu duduk berbasa basi sejenak.
Mereka satu persatu mulai mengeluarkan setumpuk Yin Piao, sejenis cek jaman kuno, yang bisa di cairkan menjadi uang kontan di rumah pegadaian milik pemerintah.
Tumpukan Yin Piao itu langsung di terima oleh asisten bupati Ding, yang selalu berdiri di sampingnya.
Saat pejabat setingkat kecamatan itu hendak pergi saat itulah, Guo Yun menerjang turun dari atas atap Wuwungan bangunan tersebut.
"Brakkkk..!"
Genteng Wuwungan atap ruangan jatuh berguguran pecah berantakan di atas lantai.
4 orang pengawal setingkat pendekar awan langsung melompat menghadang di depan bupati Ding.
Mereka terlihat bersiaga melindungi tuan mereka dari bahaya ancaman yang datang.
Guo Yun mendarat ringan di tengah ruangan, begitu mendarat. Guo Yun langsung bergerak cepat menotok jalan darah tiga pejabat, yang datang mengantarkan Yin Piao setoran ke bupati Ding.
Setelah itu dia baru menerjang kearah gubernur Ding.
4 pengawal bupati Ding langsung bergerak menyerang kearah Guo Yun dengan pedang mereka.
Pedang mereka berempat di tangkap begitu saja oleh Guo Yun.
Bukannya tangan Guo Yun yang terluka.
Keempat orang itu lah yang menjerit ngeri.
"Arggghh..."
Tenaga sakti mereka dengan cepat terhisap ke tubuh Guo Yun.
Mereka hanya bisa meronta-ronta tanpa hasil.
Semakin meronta, tenaga sakti mereka semakin cepat terkuras habis.
Begitu mereka kehabisan hawa sakti, saat itulah Guo Yun mendorong kembali hawa sakti mereka secara serentak.
"Blaaaarrr..!"
Tubuh keempat pendekar awan itu langsung jatuh tergeletak kehilangan nyawa.
Mereka di hancurkan oleh kekuatan mereka sendiri yang di balikkan oleh Guo Yun.
Pejabat Ding menatap kearah Guo Yun dengan wajah pucat dan kaget.
Tapi sejenak kemudian,.dia seperti menyadari sesuatu.
Dia buru buru menoleh kearah dinding ruangan yang tergantung sebuah lukisan.
Sesaat kemudian dia langsung berlutut dengan wajah pucat di hadapan Guo Yun, hingga menyembah diatas lantai ruangan.
"Yang Mulia, harap ampuni hamba Yang Mulia.."
"Hamba sudah tahu apa yang menjadi kesalahan hamba, harap yang mulia mengampuni hamba.."
ucap Bupati Ding ketakutan hingga menyembah nyembah di atas lantai, untuk memohon pengampunan.
"Bila ingin diampuni mudah, buat pengakuan sejujurnya, apa kesalahan yang kalian lakukan selama ini.."
"Jangan ada yang kelewat, yang kelewat, bila di kemudian hari terbongkar, maka tidak akan ada pengampunan lagi."
__ADS_1
"Kalian bertiga juga sama..!"
bentak Guo Yun sambil membebaskan totokan di tubuh ketiga orang itu.
Sama seperti bupati Ding, mereka juga langsung menjatuhkan diri berlutut, dan menyembah Guo Yun memohon pengampunan.
Guo Yun menatap tajam kearah Tuan Ding dan berkata,
"Masih tidak cepat suruh anak buah mu, menyiapkan kertas dan peralatan tulis."
"Berani berlambat lambat, aku akan menggunakan jari kalian untuk menebus waktu ku yang terbuang.!"
Bentak Guo Yun dengan suara sedingin es.
Tuan Ding buru buru memberi kode agar asistennya segera pergi menyiapkan alat tulis.
Asisten tuan Ding buru buru hendak pergi, Guo Yun tiba tiba berkata,
"Tunggu..!"
Asisten tuan Ding berdiri melongo, tidak berani pergi dari sana.
"Keluarkan semua Yin Piau itu, taruh semua barang bukti diatas meja."
"Tidak ada yang boleh membawa barang bukti meninggalkan ruangan.
Asisten tuan Ding tanpa berani membantah, dia segera meletakkan seluruh tumpukan Yin Piao di atas meja.
Setelah itu dia baru berani ngeloyor pergi dari sana.
Seiring perginya asisten pejabat Ding, Guo Yun pun melepaskan kode kembang api ke udara, lewat genteng Wuwungan atap yang berlubang.
Begitu kembang api di lepaskan keudara, tak butuh waktu lama, keributan di kediaman Bupati Ding pun terjadi.
Tapi para pengawal di rumah bupati Ding bukanlah lawan Opas Wu dan bawahannya.
Sekejap saja, para pengawal kediaman Bupati Ding telah terkapar malang melintang tidak bernyawa lagi.
Sesaat kemudian Opas Wu terlihat masuk kedalam ruangan bersama pasukannya.
Mereka berbaris rapi di sana, menunggu perintah dari Guo Yun.
Tuan Ding terlihat semakin gemetar ketakutan, begitu pula tiga pejabat bawahannya.
Mereka berempat berlutut di atas lantai bagaikan ayam sakit.
Begitu asisten tuan Ding tiba bersama beberapa pelayan yang membawa meja kecil dan peralatan tulis.
Keempat orang itu dengan patuh menuliskan dosa mereka semua.
Juga menuliskan dosa dosa rekan dan atasan mereka, yang ikut bertanggung jawab atas sirkulasi uang haram yang mereka terima.
Selagi mereka sedang sibuk menuliskan laporan, Guo Yun pun berkata,
"Opas Wu tolong panggil kemari semua pejabat keamanan dan militer kota ini kemari.."
"Siap Yang Mulia.."
ucap Opas Wu cepat.
Dia segera meminta beberapa bawahannya pergi dari sana, pergi mengundang pimpinan tertinggi militer dan keamanan kota itu untuk ikut hadir di sana.
Tak lama kemudian seorang berpakaian militer gemerlap bertubuh tinggi besar hadir disana dengan langkah terburu-buru.
Begitu melihat Guo Yun, dia langsung menjatuhkan diri berlutut di depan Guo Yun.
Sebagai pimpinan militer, tentu dia langsung mengenali si Topeng Emas, mantan atasannya itu, saat mereka masih memimpin operasi militer di segala penjuru dunia.
"Wi Hong memberi hormat pada Yang Mulia.."
ucap Pimpinan militer kota itu , memberi hormat pada Guo Yun.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Wi Hong mengaku lah dengan jujur, bila kamu ada ikut terlibat dalam konspirasi besar yang merugikan kerajaan Yue untuk kepentingan pribadi.."
"Bila mengaku, aku akan memberi keringan hukuman bagi mu.."
"Bila tidak, lalu terbukti kamu hanya punya satu pilihan bunuh diri berserta seluruh keluarga mu, atau aku yang akan memusnahkan kamu dan keluarga mu.."
Mendengar ancaman Guo Yun yang sangat mengerikan Wi Hong langsung menelan ludahnya sendiri.
Sesaat kemudian dia menoleh kearah Tuan Ding dan berkata,
"Kamu bangsat, aku sudah lama mengingatkan mu, jangan mau terima uang dari pihak Qin, meski tuan Ying Wu dan Tuan Han Wei menjadi pelindung mu..!"
"Kini kamu lihat apa hasilnya, kamu menyeret ku kedalam lembah kehinaan ini..!"
Bentak Wi Hong emosi.
Sedangkan tuan Ding menundukkan kepalanya dalam dalam, sedikitpun dia tidak berani menoleh kearah Wi Hong.
Wi Hong kemudian menatap kearah Guo Yun dengan gagah dan berkata,
"Yang Mulia, meski hari ini Wi Hong dan seluruh keluarga Wi Hong harus mati.."
"Jawaban Wi Hong tetap sama, Wi Hong tidak pernah sedikitpun menerima uang itu untuk pribadi Wi Hong."
"Wi Hong akui ada beberapa peti arak yang mereka kirim ke Wi Hong, tapi hingga kini arak itu belum tersentuh masih ada di markas ku.."
ucap Wi Hong tegas dan berani.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Kamu sudah buat pernyataan dan sikap, baik untuk sementara aku percaya padamu.."
"Kita lihat bukti lebih lanjut, bila kamu bersih, jabatan di sini kelak milik mu, wakil mu akan gantikan jabatan militer mu.."
"Tapi bila terbukti kamu ikutan, maka maaf, kamu harus siap dengan konsekuensinya.."
"Hamba siap Yang Mulia.."
jawab Wi Hong penuh keyakinan.
Beberapa waktu berlalu, akhirnya satu persatu pejabat itu mulai mengumpulkan hasil.laporan mereka.
Setelah mencocokkan data semua laporan satu dengan lainnya.
Termasuk di cocokkan dengan data dari tuan Coa.
Guo Yun menemukan di sana memang tidak ada laporan keterlibatan Wi Hong, selain beberapa peti arak yang dia terima, seperti pengakuannya sebelumnya.
Guo Yun pun menyerahkan nama 6 pejabat setingkat kecamatan ke Wi Hong dan berkata,
"Tangkap dan sita semua harta mereka, gunakan untuk kepentingan rakyat wilayah ini.."
"Termasuk keempat orang ini, tanpa terkecuali.."
ucap Guo Yun memberi perintah ke Wi Hong.
"Hamba siap laksanakan Yang Mulia, terimakasih Yang Mulia telah melakukan pemeriksaan dengan teliti atas nama baik hamba.."
ucap Wi Hong penuh rasa terimakasih.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Tak perlu, itu sudah tugas ku, kamu juga jalankan tugas mu dengan baik itu sudah lebih dari cukup.."
"Wi Hong semua pejabat korup ini kirim mereka ke penjara, aku masih memerlukan mereka untuk persidangan lebih lanjut."
"Kecuali dia, aku masih memerlukan nya.."
ucap Guo Yun sambil menunjuk kearah wajah Tuan Ding.
"Kamu segera undang rekan mu yang lain, untuk pergi bersama sama menghadap Han Wei dan Ying Wu untuk melakukan setoran kalian.."
"Setelah masalah selesai, akan menjadi pertimbangan untuk keringanan hukuman mu.."
ucap Guo Yun memberi secercah harapan.
Agar tuan Ding, mau bekerja untuk nya, memancing ikan yang lebih besar keluar dari sarangnya.
Tawaran Guo Yun tentu langsung di sambut oleh Tuan Ding dengan gembira.
Dia buru buru menulis lima pucuk surat, kemudian meminta asistennya, untuk pergi mengundang rekan rekan bupati yang lain, agar bersiap siap untuk pergi membayar setoran ke kota Wilayah perbatasan Bei Qi, di mana Han Wei berada.
Setelah asisten nya pergi, Tuan Ding pun berkata,
"Maaf Yang Mulia, hamba hanya bisa mengajak rekan sejawat yang bertanggung jawab terhadap 5 wilayah yang di bawahi oleh gubernur Han.."
"Karena kami semua di bawah gubernur Han.."
"Sedangkan pejabat daerah lain yang bertanggung jawab terhadap Gubernur Ying, hamba tidak kenal dan jarang berhubungan."
"Gubernur Ying sendiri juga adanya di Si Qi.."
__ADS_1
ucap Tuan Ding mengemukakan kesulitannya.