
"Mengenai wadah masak obat kita bisa gunakan ini,."
ucap Min Min sambil menunjukkan nya kepada Guo Yun.
Guo Yun hampir menjerit kaget, saat melihat benda di tangan Min Min.
Tapi dia terpaksa menelannya, agar tidak mengejutkan dan menakuti Min Min.
"Min Min di mana kamu menemukan wadah itu..?"
tanya Guo Yun bersikap senormal mungkin.
Min Min yang tidak menyadarinya menjawab dengan polos,
"Aku menemukannya di hutan bambu sebelah selatan sana,. kenapa Yun Ke ke ? ada yang salah..?"
"Ohh,. nggak, unik saja benda ini mirip mangkok.."
ucap Guo Yun berbohong.
"Hi,..hi..hi..! kalau Yun ke ke suka aku bisa pergi mencarinya lagi."
ucap Min Min sambil menatap Guo Yun dengan polos.
Guo Yun hampir saja menjerit di buat nya.
Tapi dia masih bisa menahan diri dan bersikap tenang.
"Ohh,..nggak usah Min Min buat apa banyak banyak,? satu aja sudah lebih dari cukup.."
"Min Min tempat ini masih asing buat kita, demi keamanan sebaiknya kamu jangan menjelajah terlalu jauh ."
"Keadaan ku masih seperti ini, aku agak khawatir dan tidak tenang."
ucap Guo Yun penuh perhatian dan lembut.
Min Min dengan gembira menggelayut manja di lengan Guo Yun, dan menyandarkan kepalanya di pundak Guo Yun.
"Baik,.. baik,.. aku tahu kamu mencemaskan ku, aku berjanji tidak akan main jauh.."
"Yun ke ke di telaga kita jatuh sebenarnya banyak ikan besar besar."
"Hanya saja aku sulit menangkap nya, kalau tidak kita bisa makan ikan.."
"Sup ikan paling bagus untuk bantu pemulihan tulang Yun Ke ke.."
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Min Min, bila tidak bisa di tangkap kita bisa menombak nya.."
"Caranya tidak sulit, ini kamu bisa gunakan tombak ku ini.."
ucap Guo Yun sambil mengeluarkan tombak cagak tiganya.
"Misalkan kamu lihat ikannya di sini kepalanya, kamu harus menombak nya, kira kira di sini.."
"Nah kamu besok bisa mencobanya.."
__ADS_1
ucap Guo Yun.
"Sekarang lebih baik kamu makan umbi dulu aja.."
ucap Guo Yun sambil memberikan sebiji umbi kupas yang dia sisakan sengaja buat kekasihnya.
Min Min tersenyum gembira, dia menerimanya, sambil makan dia sambil menyuapi Guo Yun.
Guo Yun sengaja menyambutnya sambil mengecup jari Min Min yang menyuapi nya.
Min Min menoleh menatap Guo Yun sambil mengerutkan keningnya, tapi dia akhirnya tersenyum lebar dengan wajah merah.
Saat menyadari Guo Yun ternyata emang sengaja menggoda dan bercanda dengan nya.
Hari hari berlalu dengan cepat, hubungan mereka berdua juga semakin mesra dan rapat.
Kondisi kaki Guo Yun akhirnya pulih, hanya saja Guo Yun tetap saja belum berhasil menghimpun energi Thian Ti Sen Kung untuk mengisi Dan Tian nya yang kini kosong melompong.
Bahkan satu lingkaran tenaga dalam pun tiada sama sekali.
Guo Yun seperti orang normal biasa, hanya bisa menggunakan tenaga kasar.
Tidak mampu lagi menggunakan semua ilmu yang pernah di miliki nya.
Pagi itu sambil duduk santai di tepi telaga berendam kaki, Guo Yun pun berkata,
"Min Min, kamu pintar ilmu pengobatan, kamu tahu tidak kenapa aku sekarang setiap menghimpun tenaga sakti ku.."
"Tenaga yang terkumpul selalu buyar, tidak mau di simpan..,?"
ucap Guo Yun sambil menatap Min Min dengan penuh harap.
"Yun ke ke aku periksa semuanya, normal, kecuali ada beberapa syaraf di dalam kepala mu yang tersumbat oleh sesuatu.."
"Juga di bagian tulang punggung Yun ke ke yang merupakan pusat syaraf, aku juga menemukan adanya penyumbatan.."
"Mungkin akibat benturan kuat, .ada retak, lalu racun yang mengendap di Sum Sum tulang belakang Yun Ke ke menyumbatnya.."
"Kurasa hanya itu faktornya, lain hal tidak ada.."
"Apa ada cara menyembuhkan nya..?"
tanya Guo Yun penasaran.
"Cara sih ada, cuma Yun Ke ke pasti tidak mau mencobanya.."
ucap Min Min sambil tersenyum malu.
Melihat reaksi Min Min Guo Yun pun paham, pengobatan seperti apa itu.
Dengan tersenyum pahit, Guo Yun berkata,
"Kalau begitu biarkan saja, nanti bila sudah bertemu kakek, baru kita pikirkan lagi.."
Min Min mengangguk pelan, tanpa berani melihat kearah Guo Yun.
Dia merasa agak jengah, jantungnya juga berdebar keras saat membicarakan hal yang belum pernah di alaminya itu
__ADS_1
Dengan keadaan nya yang seperti saat ini, meski ingin dan penasaran.
Guo Yun tidak berani nekad menjelajahi seluruh tempat yang ada di sekitarnya.
Dia sudah menjelajahi semua area' di dekat tempat tinggalnya, tapi belum berhasil menemukan jalan keluar untuk meninggalkan tempat itu.
Selagi mereka berdua sedang menggoyang goyangkan kakinya di dalam air.
Tiba-tiba Guo Yun melihat ada ikan cantik yang mengeluarkan cahaya seperti pelangi berkilauan dari tubuhnya.
Selama ini dia tidak pernah melihatnya, baru kini kali pertama Guo Yun melihat nya.
"Min Min kamu lihat ikan itu unik ya..?"
ucap Guo Yun sambil menunjuknya.
"Ehh,..itu, itu ikan pelangi yang sangat langka, kabarnya mahluk legenda itu.."
"Dagingnya bisa menangkal ratusan jenis racun.."
ucap Min Min menjelaskan.
Mendengar hal itu, Guo Yun langsung terjun kedalam air, menyelam menghampiri ikan yang terlihat jinak itu.
Guo Yun tidak mendengarkan juga tida melihat kode lambaian tangan Min Min yang memintanya untuk kembali naik kepermukaan.
Guo Yun terus mendekati ikan itu, bersiap dengan tombak di tangan.
Guo Yun suap menombak ikan yang terlihat sangat jinak itu.
Saat jarak Guo Yun dan ikan itu sudah dekat, dengan sigap Guo Yun menombak kan tombak di tangan nya kearah ikan yang berukuran sebesar paha manusia dewasa itu.
"Wusss..!"
"Creebbbb..!"
Ikan itu meski berukuran cukup besar, tapi dia memiliki insting tinggi.
Baru saja tombak bergerak, dia sudah melejit menghindar, sehingga tombak yang di lepaskan oleh Guo Yun.
Tidak menemui sasaran, jatuh menancap di dasar kolam.
Ikan tersebut yang tadinya terlihat jinak, kini tahu tahu muncul di depan wajah Guo Yun.
Membuat Guo Yun kaget setengah mati buru buru bergerak mundur.
Ikan itu membuka sepasang insangnya yang berwarna cantik mirip pelangi lebar lebar.
Moncongnya juga dia buka lebar lebar menyemburkan sesuatu yang berwarna-warni kearah Guo Yun.
Guo Yun seketika merasa mati rasa seluruh tubuhnya tidak mampu bergerak.
Hanya sepasang matanya yang melotot ngeri menatap ikan aneh itu.
Ikan itu tiba tiba melesat cepat mengigit leher Guo Yun.
Setelah itu dia langsung melarikan diri masuk kedalam celah dinding batu di dasar telaga
__ADS_1
Kini tinggal Guo Yun, yang tubuhnya terlihat mengambang keatas air, berkelenjotan seperti habis tersengat listrik.
Min Min tidak bisa berpikir banyak, dia sangat khawatir dengan kondisi Guo Yun.