LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PERMINTAAN XIAO TIE


__ADS_3

Orang kelima putra hartawan Wang Sa, bernama Wang Yu.


Dia seorang pemuda bertubuh pendek gemuk, wajahnya penuh bintik hitam.


Meski berwajah buruk, tapi istrinya sangat banyak, di rumahnya saja ada 13, belum terhitung yang di luar sana.


"Baik kami akan pergi, silahkan anda tinggalkan perahu kami."


ucap Li Tek, yang pandai membaca situasi.


Saat ini bila mereka berlima maju mengeroyok Guo Yun, mereka pasti akan celaka dengan konyol.


Dia tidak sebodoh itu, dia berpikir biarkan Guo Yun bersenang sesaat.


Nanti bila pasukan ayahnya tiba, dan berhasil menangkapnya.


Dia baru akan menyiksanya, menunjukkan dengan siapa Guo Yun berhadapan.


"Kapan aku bilang kalian ku ijinkan tinggalkan tempat ini dengan perahu.?"


"Tidak,..kalian berenang saja ketepi sana.."


ucap Guo Yun sudah kepalang tanggung, dia tidak akan beri mereka muka sekalian.


Li Tek sedikit terkejut, mendengar ucapan Guo Yun yang tidak terduga itu.


Ternyata Guo Yun berani menginjak kepala mereka sampai ke ubun ubun.


"Hei kamu jangan kelewatan kamu tahu siapa kami ?!"


bentak si kumis tipis Fan Si marah sambil menunjukkan jari telunjuknya kearah Guo Yun.


Guo Yun sambil tersenyum berkata,


"Aku tahu kalian putra Li Xin dan Putra Fan Sui kan, tidak masalah ini negara Qin.."


"Semua punya aturan dan hukum yang di buat oleh Shang Yang."


"Bahkan putra langit, bila bersalah dia akan di hukum sama seperti rakyat biasa, apalagi kalian.."


ucap Guo Yun tenang.


Guo Yun menatap tajam kearah mereka berlima dan berkata dengan suara penuh ancaman.


"Sekarang pergi, atau saya lempar kalian satu persatu ketengah sana..!"


Li Tek menahan tangan Fan Si kebawah, memberinya kode dengan menggelengkan kepalanya.


Lalu Li Tek melihat kearah Guo Yun, mengacungkan jempolnya dan berkata,


"Bagus kamu punya nyali, kita lihat saja nanti .!"


"Ayo kita pergi..!"


ucap nya kesal.


Lalu dia mendahului kelima rekannya, melompat keluar dari perahu.

__ADS_1


"Byuurr...!"


Dia mulai berenang timbul, dengan kepala diatas kedua kaki tangan di bawah mirip seekor anjing.


"Byuurr.. Byuurr... Byuurr... Byuurr...!"


Susul menyusul Li Pai si tompel, Fan Heng si hidung bengkok, Fan Si si kumis tipis dan terakhir Wang Yu si gendut.


Mereka berempat menyusul Li Tek berenang ketepi sungai.


Wang Yu yang paling gemuk adalah orang nomor dua yang terlihat lucu, gaya berenangnya.


Dia terlihat seperti sebuah bola, yang timbul tenggelam di atas air dan terus bergerak ketepian.


Gongsun Li yang mengintip lewat jendela perahu, sampai harus menutupi mulutnya sendiri menahan tawa, melihat gaya berenang Li Tek dan Wang Yu.


Semua orang yang ada di sana menggunakan kesempatan ini untuk menertawai dan mengejek kelima pecundang itu.


Dalam keadaan biasa mereka sering di tindas, mereka harus menahan diri, karena takut berurusan dengan pasukan kerajaan.


Kini dalam situasi ramai begini, nyali mereka menjadi besar.


Entah siapa yang mulai, ada yang melempari kelima orang itu dengan batu dan sayuran.


Sekejap saja berbagai benda melayang kearah mereka berlima, yang sedang berenang menuju tepian.


Bahkan beberapa kali wajah Li Tek dan Wang Yu terkena lemparan telur.


Baru saat mereka tiba di tepian, Li Tek menunjuk kesemua orang di sana, dengan mata melotot.


Mereka masing masing buru buru meninggalkan tempat itu.


Sehingga kerumunan orang di sekitar langsung bubar dengan sendirinya.


Li Pai setelah melompat keluar dari perahu, langsung berenang dengan gaya bebas, seperti seorang perenang profesional.


Tapi saat tiba di tepi sungai, dia kehabisan nafas, terkapar di pinggir sungai.


Bahkan sekedar bangkit untuk duduk pun dia tidak punya tenaga lagi, seluruh wajahnya pucat pasi


Li Tek kakaknya dan Fan Heng si hidung bengkok lah, yang harus membantu menggotongnya meninggalkan tempat itu.


Guo Yun yang melihat kondisi kelima orang itu, dia berusaha menahan diri untuk tidak tertawa terpingkal pingkal.


Tapi tetap saja dia sulit menahan tawa, hal ini terlihat jelas di wajahnya, meski mulutnya dia tutup dengan tangannya.


Setelah kelima orang itu pergi, Guo Yun baru melompat kembali ke perahunya.


"Paman tolong pinggirkan perahu, mood ku untuk melancong sudah hilang di buat mereka.'


ucap Guo Yun ke si tukang perahu.


Tukang perahu itu mengangguk cepat, dan berkata,


"Benar aku juga bermaksud begitu, sebelum orang orang itu kembali membawa bala bantuan.."


"Sebaiknya kalian cepat cepat tinggalkan tempat ini.."

__ADS_1


"Terutama istri tuan muda yang sangat cantik itu, jangan sesekali terlihat oleh para manusia binatang itu.."


ucap si tukang perahu, yang bermaksud baik, dia mengingatkan dengan wajah cemas.


Guo Yun tersenyum mengangguk dan berkata,


"Terimakasih Paman nasehatnya, aku akan selalu mengingatnya.."


Guo Yun mana mungkin takut, raja ZhuangXiang dan Lu Bu Wei saja dia berani, apalagi cuma beberapa pecundang itu.


Berani mereka datang menganggu, apalagi macam macam terhadap Gongsun Li, dia pasti akan membuat mereka bisa datang tidak bisa pulang.


Guo Yun hanya berpikir, sedikit urusan lebih baik daripada banyak urusan.


Apalagi sebentar lagi dia akan berangkat meninggalkan Xian Yang, menuju Medan perang tidak tahu kapan kembalinya.


Bila dia tidak ada, mereka berbuat nekad mengganggu Gongsun Li, bukankah dia justru akan mencelakai nya.


Hal inilah yang membuat dia ragu ragu untuk bertindak, tapi situasi sudah berkembang sampai seperti ini.


Dia sudah tidak punya jalan mundur, semoga saja, bila terjadi sesuatu.


Nanti Raja ZhuangXiang dan Lu Bu Wei bisa membantunya.


Guo Yun menatap kearah Xiao Tie dan berkata,


"Apa rencana nona selanjutnya, setelah dari sini.?"


Ketiga orang itu langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan Guo Yun, dan ayah Xiao Tie pun berkata,


"Budi besar tuan muda mungkin kami tidak bisa membalasnya di kehidupan ini.."


"Biarlah yang kuasa yang membantu kami membalasnya untuk tuan muda.."


"Tempat ini kami tidak bisa tinggal lama, mungkin kami harus mengungsi ke kota lain.."


ucap ayah Xiao Tie dengan wajah ragu.


"Ayo bangunlah, kalian tidak perlu seperti ini, yang kulakukan sudah kewajiban ku, sebagai sesama, adalah wajar bila saling tolong menolong."


ucap Guo Yun sambil membantu mereka berdiri.


"Terimakasih Tuan muda, anda adalah orang mulia, orang yang mulia pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal dari yang kuasa ."


ucap ayah Xiao Tie setengah membungkuk memberi hormat pada Guo Yun.


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Semoga saja, masa depan tidak akan ada yang tahu.."


Tiba-tiba Xiao Tie menjatuhkan diri berlutut memegangi kaki Gongsun Li dan berkata,


"Nona sudilah kiranya nona menerima aku dan adik ku, untuk menjadi pelayan mu.."


"Agar kami bisa sedikit membalas budi baik tuan muda dan nona muda hari ini.."


Gongsun Li menoleh kearah Guo Yun meminta pendapatnya.

__ADS_1


__ADS_2