LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEMARAHAN LU BU WEI


__ADS_3

Ying Zheng dan Lu Bu Wei membalas penghormatan Guo Yun.


Setelah itu Lu Bu Wei pun berkata,


"Saudara Yun selain masalah mangkatnya Raja ZhuangXiang, kami khusus hadir di sini adalah khusus untuk meminta maaf pada mu.."


Guo Yun mengerutkan alisnya, di dalam hati dia menebak nebak dengan cemas.


Apa yang kira-kira akan di sampaikan oleh ayah dan anak, yang lebih berbahaya dari serigala ini.


Lu Bu Wei setelah memberi hormat, dia berkata,


"Di sini kurang bebas berbicara, bagaimana bila kita bicarakan di atas tembok kota saja..?"


Guo Yun mengangguk, lalu dia mengikuti Lu Bu Wei dan Ying Zheng, menuju bagian atas tembok kota.


Setelah tiba di atas tembok kota yang sepi, di mana hanya terlihat pasukan Qin yang berbaris rapi.


Lu Bu Wei memberi hormat kearah Guo Yun dengan membungkukkan badannya dalam dalam dan berkata,


"Saudara Yun, di sini aku Lu Bu Wei secara pribadi dan mewakili pihak Qin, aku harus meminta maaf pada mu.."


"Kami benar benar telah bersalah pada mu.."


"Apa yang terjadi..?"


tanya Guo Yun diliputi perasaan tidak enak.


"Saudara Yun, beberapa hari yang lalu, beberapa mata mata yang selama ini di susupkan oleh Xiang Yan dari Chu kedalam tubuh pasukan kami.."


"Mereka memanfaatkan situasi kalut di mana Raja Ying Zheng sedang berduka cita."


"Sedangkan aku sedang berada di perbatasan Zhao."


"Mereka beraksi menyantroni kediaman mu, untuk balas dendam.."


Lu Bu Wei sengaja menghentikan ucapannya sampai di sana untuk melihat tanggapan Guo Yun.


Melihat Guo Yun masih terlihat tenang, dia pun melanjutkan berkata,


"Akibat insiden tersebut, Nyonya Gongsun Yan, Xiao Tie dan Lai Fu, mereka menjadi korban kebiadaban orang orang suruhan Xiang Yan itu.."


"Sedangkan Nona Gongsun Li dan Xiao Li, mereka berdua menghilang, tanpa ada kabar berita, tidak ada yang tahu di mana keberadaan mereka."


ucap Lu Bu Wei memberikan penjelasan dengan hati-hati.


Guo Yun terlihat tenang menanggapi cerita Lu Bu Wei.


Tangan kirinya sepertinya tidak sengaja di sandarkan di tembok, gayanya terlihat natural dan santai.


Padahal di dalam dadanya penuh gejolak, ada rasa amarah khawatir sedih dan cemas.


Tapi semua itu dia tahan, bila tangannya tidak di sandarkan di tembok pagar benteng kota.


Guo Yun pasti akan terlihat terhuyung huyung kebelakang, saat mendengar informasi tersebut.


Meski penjelasan itu wajar dan masuk akal, tetapi tentu saja Guo Yun tidak semudah itu mempercayai nya.


Guo Yun berpura pura percaya dan berkata,


"Keparat Xiang Yan, cepat lambat aku pasti akan menuntut tanggung jawabnya.."


"Yang mulia harap beri aku waktu persiapan seminggu."

__ADS_1


"Selain itu, mohon penuhi permintaan seragam dan berbagai perlengkapan militer sebanyak 15.000 pasang."


"Bila sudah siap, aku akan membawanya ke tepi sungai Huai, bersama kakak Wang, kami akan tahlukkan Chu buat Qin.."


Ying Zheng tidak menjawabnya, dia menoleh kearah Lu Bu Wei, menunggu pendapat dan perdana menteri nya.


Lu Bu Wei menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Mengenai permintaan saudara Yun, akan seragam dan perlengkapan militer tentu akan segera kami penuhi.."


"Dan akan secepatnya di kirim ke camp militer saudara Yun.."


"Tapi mengenai penaklukan Chu, akan ada sedikit perubahan.."


"Wang Jian dan pasukannya sudah terlalu lama di sana, moral pasukannya pasti sudah kacau.."


"Terlalu lama menunggu akan membuat, mereka bila tidak kehilangan semangat, mereka akan terlalu bersemangat, dan tidak bisa berperang dengan tenang.."


"Mereka akan cenderung terbawa emosi.."


"Itu tidak akan baik, buat pihak kita bila harus berhadapan dengan Xiang Yan, yang terkenal ahli strategi perang.."


"Untuk itu aku berencana, menarik Wang Jian kembali, biar jendral tengah Li Sin di temani jendral barat Meng Thian."


"Biar mereka yang berangkat untuk menahlukkan Chu, itu akan jauh lebih berpeluang.."


"Sedangkan pasukan harimau hitam saudara Yun, aku sarankan, untuk sementara lebih baik di tarik kembali ke camp untuk istirahat.."


"Setelah melakukan kampanye ke Han Song dan Lu, kurasa mereka pasti lelah dan perlu waktu untuk rehat.."


ucap Lu Bu Wei memberikan penjelasan yang sangat logis.


Guo Yun tahu dengan sangat jelas, tapi dia menyimpan nya di dalam hati, saat ini membantah akan percuma, karena ini memang strategi dari Lu Bu Wei.


Apalagi setelah dirinya kini kehilangan Gongsun Li dan Gongsun Yan sebagai jimatnya.


Guo Yun mengangguk dan memberi hormat, kemudian berkata,


"Baiklah, semuanya mengikuti pengaturan perdana menteri saja.."


"Saya nanti akan menulis surat ke ajudan ku, agar mereka bisa segera kembali Ke Xian Yang."


ucap Guo Yun patuh.


Lu Bu Wei menatap Guo Yun dan berkata,


"Saudara Yun, mengapa saya tidak melihat Ji Ao bersama mu..?"


Guo Yun tersenyum sedih dan berkata,


"Yang Mulia Pangeran Ji Ao, telah gugur dalam misi di Song, demi kepraktisan pergerakan kami.."


"Jasad nya terpaksa saya semayamkan di dekat kota Shang Qiu."


"Tadinya aku ingin menyerahkan ini ke istrinya, tapi kelihatannya kini hanya bisa di makamkan di sisinya saja.."


"Kalau boleh tahu di mana makam mereka..?"


tanya Guo Yun sesantai mungkin.


"Ohh itu,.. Pengawal...!"


teriak Lu Bu Wei.

__ADS_1


"Siap perdana menteri..!"


ucap dua orang pengawal yang terburu-buru menghampiri Lu Bu Wei.


"Kalian berdua temani dan antarkan Jendral Guo Yun ke makam dua wanita, dan seorang kakek, korban insiden di kediaman Jendral Guo itu.."


ucap Lu Bu Wei memberi perintah.


"Siap perdana menteri. "


ucap kedua pengawal itu patuh.


"Silahkan Jendral Guo.."


ucap mereka mempersilahkan Guo Yun mengikutinya.


Guo Yun memberi hormat ke Lu Bu Wei dan Ying Zheng, lalu berkata,


"Bila tidak ada hal lain nya, hamba pamit permisi dulu, Yang Mulia Raja Ying Zheng, dan Yang Mulia perdana menteri Lu.."


Raja Ying Zheng mengangguk dan memberikan senyum penuh simpati.


Sebagai kamuflase, bahwa dia turut bersimpati dengan kejadian yang menimpa Guo Yun.


Begitu pula Lu Bu Wei, dia juga tersenyum penuh simpati, dan mempersilahkan Guo Yun berlalu dari sana.


Sesaat setelah Guo Yun pergi, tiba tiba ekspresi wajah Lu Bu Wei sontak berubah 360.


Dia tanpa menoleh kearah pasukan pengawal yang berjaga di sana, Lu Bu Wei berkata,


"Tolong kosongkan tempat ini.."


"Siap perdana menteri,.."


jawab seorang komandan pasukan yang bertugas di sana


Setelah itu dia langsung memimpin seluruh pasukan penjaga meninggalkan tempat itu.


Setelah memastikan tempat itu sudah sepi tiba tiba terdengar suara yang cukup nyaring.


"Plakkkk...!"


Tangan Ku Bu Wei tahu tahu sudah melayang menampar wajah Ying Zheng, hingga topi raja Ying Zheng terjatuh dari kepalanya.


"Dasar anak durhaka,..bocah biadab..!"


"Itu adalah tamparan aku mewakili ayah mu...!"


"Jadikan ini sebagai pelajaran, jangan pernah lakukan hal tak berguna lagi.."


"Bila hari ini aku tidak cepat kembali, entah akan jadi seperti apa negara ini..!"


"Kamu sudah besar tidak kecil lagi, kenapa tidak juga cepat belajar.."


"Kamu lihat dia, dia jelas tidak percaya dan terpukul oleh kejadian ini..!"


"Tapi kamu lihat reaksinya, umur kalian sama,.. tapi mengapa perbedaan kalian begitu jauh..!?"


"Ying Zheng, aku katakan pada mu, bila kelak, kamu ingin menjadi penguasa sejati..!"


"Berpikirlah, gunakan otak mu sebelum berbuat,.. kendalikan nafsu menjijikkan mu itu..!"


"Paham kamu..!"

__ADS_1


__ADS_2