LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MEMASUKI KOTA LUO YANG


__ADS_3

Lu Bu Wei perlahan membalikkan tubuh wanita itu dengan lembut, memunggungi nya.


Lalu dengan sabar dia kembali menjelajah tengkuk dan leher wanita itu dengan lidahnya.


"Wei ke ke cukup aku sudah tidak kuat.."


ucap wanita itu Meng ge Lin Jang lemah menahan geli.


"Sabar lah sayang, aku belum sekali aja, ini ronde terakhir.."


"Aku janji.."


bisik Lu Bu Wei lembut.


"janji jangan lepaskan di dalam ya, aku tidak mau Ying Zheng kecil muncul.lagi.."


ucap Ibunda ratu, mengingatkan Lu Bu Wei.


Lu Bu Wei tersenyum sambil terus menjelajahi bagian belakang daun telinga wanita itu,


Dia berbisik,


"Aku janji,..kamu jangan khawatir,..!"


"Aku juga tidak mau menjerumuskan mu ke dalam masalah besar.."


ucap Lu Bu Wei berbisik lembut.


"Tapi Wei ke ke sebenarnya aku terkadang sangat menginginkan sensasi itu.."


"Tapi sayangnya hubungan kita sekarang harus jadi seperti ini.."


"Terkadang aku sering menyesal dan menangis sendiri.."


"Mengapa aku dulu begitu bodoh mengikuti kehendak mu.."


ucap Ibunda ratu mengeluh pelan sambil mendesis nikmat.


Menikmati buaian lembut yang di mainkan oleh suami pertama sekaligus kekasih yang sangat di cintai nya itu.


Meski tubuhnya hidup bersama Raja ZhuangXiang, tapi hati nya, tidak pernah sedikitpun dia berikan kepada Raja ZhuangXiang yang sangat mencintai dan menyayanginya itu.


Bahkan demi dirinya, Raja ZhuangXiang hanya punya satu istri yaitu dia.


Dan Raja ZhuangXiang pun hanya menunjuk putra pertama nya Ying Zheng menjadi putra mahkota.


Terkadang dia merasa kasihan dengan raja yang sangat mencintai nya itu.


Tapi apa mau di kata, perasaannya sepenuhnya hanya milik lelaki ini.


Ibunda ratu sambil meram melek menikmati buaian lembut dari Lu Bu Wei.


Sesekali dia berbicara mencurahkan isi hati dan pikiran nya kepada Lu Bu Wei.


Tapi saat permainan Lu Bu Wei mulai menurun hingga kebagian terlarangnya.


Dia kembali mulai merintih, hingga harus menutupi mulutnya dengan telapak tangannya sendiri.


Agar suaranya tidak sampai terdengar hingga keluar dari kamar baca Lu Bu Wei.

__ADS_1


Badannya berulang kali di buat mengigil mengejang seperti terus di sengat arus listrik kecil.


Lu Bu Wei setelah melihat kekasihnya mulai merespon dengan mengerak gerakan pinggulnya, mengikuti permainan lidah nya


Dia akhirnya mulai membenamkan rudalnya kedalam celah sempit lewat belakang.


Meski mereka sudah sering melakukan hal ini.


Tapi saat Lu Bu Wei beraksi, tetap saja Ibunda ratu di buatnya tersentak.


Hingga kepalanya mendongak keatas sepasang matanya membelalak indah.


Menahan rasa nyeri sekaligus nikmat itu.


Apa lagi setelah beberapa saat Lu Bu Wei terus menghentak hentak tubuhnya dari belakang.


Akhirnya Ibunda ratu kembali harus menutupi mulutnya dengan telapak tangannya sendiri.


Untuk menghindari suara jeritan aneh yang keluar dari mulutnya.


Tapi sesuai janji, Lu Bu Wei tidak berlama lama, begitu tubuh Ibunda ratu menegang hebat, hingga tersentak sentak sendiri.


Dengan celah sempit terus berkedut dan ******* ***** rudal Lu Bu Wei.


Lu Bu Wei langsung menyudahi permainan nya.


Menarik keluar rudalnya, melepaskan nya di luar, hingga membasahi bagian belakang tubuh Bunda ratu yang mulus.


Sesudahnya Lu Bu Wei pun terkapar meringkuk sambil memeluk tubuh kekasihnya yang luar biasa aduhai dari arah belakang.


"Bagaimana Wei ke ke,..?"


ucap Ibunda ratu sambil menahan senyum.


Lu Bu Wei tidak bisa berkata-kata, dia hanya mengangguk pelan, sambil menciumi belakang tengkuk dan bahu kekasihnya dengan lembut.


Ibunda ratu tersenyum puas, kemudian mereka sama sama memejamkan matanya.


Beristirahat total melepaskan rasa lelah dan kantuk yang langsung menyerang.


Setelah mereka melakukan aktivitas luar biasa, terutama Ibunda ratu yang bahkan sampai sudah lupa, dan tidak ingat lagi.


Berapa kali dirinya menggapai puncak di bawa oleh kekasihnya yang luar biasa ini.


Mereka berdua tertidur hingga tengah malam baru terbangun, mereka saling menatap mesra dan tersenyum penuh kebahagiaan.


"Wei ke ke berapa lama kamu akan tinggal di ibukota..?"


tanya Ibunda ratu pelan.


Lu Bu Wei tersenyum pahit lalu menciumi kening kekasihnya dan berkata,


"Besok pagi kemungkinan aku sudah harus berangkat menuju Handan mempersiapkan serangan ke kerajaan Yan.."


"Aku akan gunakan alasan pembunuhan putra kita yang gagal itu, sebagai alasan penahlukkan kerajaan itu.."


"Apa tidak bisa di tunda satu atau dua Minggu ?"


"Kamu sudah Ergo.lama, aku sangat merindukanmu..selama ini.."

__ADS_1


ucap Ibunda ratu sedikit tertunduk sedih.


Lu Bu Wei menghela nafas panjang, kemudian maju mencium kening kekasihnya dengan lembut dan berkata,


"Aku juga sama dengan mu, aku pun juga sering berpikir hal yang sama dengan mu.."


"Tapi mau gimana lagi, putra kita semakin besar.."


"Cepat lambat kita tetap harus berterus terang kepada nya.."


"Untuk itu aku harus secepatnya membantunya menyatukan seluruh daratan China, mengamankan dan menguatkan posisinya.."


"Bila hari itu tiba, aku baru bisa mengundurkan diri, membuka semua rahasia hubungan kira padanya.."


"Juga rahasia besar hubungan dirinya dan kita.."


Setelah itu aku baru bisa membawa mu ikut bersama ku kembali ke kampung halaman kita.."


"Kita akan menghabiskan sisa hidup kita, untuk terus hidup bersama, hingga ajal datang menjemput kita.."


ucap Lu Bu Wei sambil menatap kearah kekasihnya dengan mesra.


"Saat ini kamu harus bersabar, frekwensi pertemuan kita pun harus di kurangi.."


"Terutama aku pergi mengunjungi mu di istana, itu harus sebisa mungkin di batasi.."


"Bila belum waktunya, terus sampai ketahuan oleh putra kita, ini bisa jadi kasus dan masalah besar.."


ucap Lu Bu Wei mengingatkan kekasihnya dengan serius.


Ibunda ratu menghela nafas kecewa dan berkata,


"Wei ke ke, kamu hidup selalu terencana itu sangatlah membosankan.."


"Terutama rencana mu itu selalu membuat ku harus menunggu mu.."


"Sekali tunggu hampir 20 tahun lebih berlalu begitu saja masa muda ku.."


"Kini dengan sisa waktu ku yang mungkin tidak banyak lagi..kamu kembali membuat ku menunggumu.."


"Aku benar benar tidak tahu, apakah aku mampu, kuat menunggu waktu selama itu.."


"Apalagi dengan frekuensi pertemuan kita yang semakin sedikit.."


ucap Ibunda ratu sedih bercampur kecewa.


Lu Bu Wei terdiam cukup lama, dia tidak tahu harus berkata apa.


Selain menarik tubuh kekasihnya kedalam pelukannya dan memeluknya dengan erat.


Sambil menciumi rambut dan kepala kekasihnya dengan lembut.


Di tempat lain begitu kapal yang membawa Guo Yun dan Min Min merapat di dermaga Luo Yang.


Min Min langsung mendatangi kamar Guo Yun, membantu melepaskan gembok dan rantainya.


Lalu mereka berdua sambil berpegangan tangan, turun dari kapal .


Kemudian mereka bergerak meninggalkan kota pelabuhan Luo Yang, mengambil arah pintu Utara untuk memasuki kota Luo Yang.

__ADS_1


__ADS_2