LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KOTA XIN CHENG


__ADS_3

Guo Yun sendiri membalas melambaikan tangannya, hingga pintu kamar tertutup.


Dia pun bergerak meninggalkan halaman depan kamar, berjalan menuju halaman depan gedung kediaman mereka.


Di sana sudah terlihat Pangeran Ji Ao, Zhang Yi, Ling Tong dan Zhou Tai menunggu di sana.


Pernikahan Guo Yun hanya di ketahui oleh Pangeran Ji Ao saja.


Seluruh bawahannya tidak tahu.


Guo Yun memang sengaja merahasiakan nya, agar tidak timbul banyak masalah yang tidak di harapkan.


Sebelum matahari terbit, rombongan pasukan Guo Yun sudah berangkat meninggalkan Xian Yang.


Seluruh kota Xian Yang sepi, hanya prajurit penjaga pintu gerbang kota dan prajurit penjaga di atas benteng kota, yang menjadi.saksi kepergian rombongan pasukan Guo Yun.


Guo Yun dan pasukannya langsung bergerak menuju Xin Cheng, yang merupakan ibukota kerajaan Han.


Guo Yun hanya membawa 500 pasukan, yang di bagi dalam sepuluh kelompok, berpakaian baju rakyat biasa, berbaur memasuki kota tersebut.


Sebagai tanda pengenal, mereka menggunakan pengikat kepala berwarna hitam.


Selain itu mereka juga memilki kode rahasia, di mana hanya sesama mereka saja yang tahu.


Guo Yun sendiri masuk kedalam kota, bersama pangeran Ji Ao dan Zhang Yi.


Sedangkan Ling Tong dan Zhou Tai dengan pasukan besarnya, mereka membuat kemah, dan bersembunyi di hutan, yang tidak terlalu jauh dari Xin Cheng.


Mereka hanya akan bergerak, bila mendapat kode rahasia yang di lepaskan oleh Guo Yun.


Memasuki kota Xin Cheng, Guo Yun, Zhang Yi dan pangeran Ji Ao, setelah melewati pos pemeriksaan pasukan Chu


Mereka mencari sebuah restoran yang ramai pengunjung, masing masing mengambil tempat duduk berbaur dengan pengunjung lainnya.


Guo Yun memilih duduk berbaur di lantai satu, sedangkan Ling Tong lantai dua, pangeran Ji Ao lantai tiga.


Lantai paling tinggi, tapi juga lantai paling elit, pengunjungnya rata rata adalah orang level.atas.


Guo Yun yang berada di lantai satu adalah tempat paling ramai.


Semua jenis orang berkumpul di sana.


Di sana Guo Yun hanya memesan semangkuk mie dan se poci teh, dia duduk santai mencuri dengar, pembicaraan orang orang di sekitar sana.


Dari pembicaraan orang orang di sekitarnya, Guo Yun menyaring pembicaraan dua orang, yang menurutnya paling menarik


Dia sambil minum teh, terus mendengarkan pembicaraan mereka berdua dengan serius.


"Han Wei kamu yakin Raja An dan keluarga nya di tahan di penjara pinggir kota Xin..?"


"Bukan kah itu tempat penampungan untuk orang yang terkena kusta dan cacar..?"


Orang yang di panggil Han Wei mengangguk dan berkata,

__ADS_1


"Informasi itu akurat, rencananya malam nanti, kami akan bergerak menolongnya keluar dari sana ."


"Han Wei kau jangan nekad, tempat itu pasti di jaga dengan sangat ketat."


"Mereka sengaja di biarkan hidup oleh pihak Chu, itu pasti untuk memancing pangeran An Hui, keluar dari persembunyiannya untuk menolong ayahnya.."


"Bila kamu muncul, mereka pasti akan menangkap mu dan membuang mu kesana.."


ucap pria yang duduk di hadapan Han Wei dengan serius.


"Ying Wu, kita berteman sudah lama, karakter ku kamu juga tahu, aku Han Wei ada dendam pasti ku balas, ada hutang pasti ku bayar ada Budi biar nyawa ini taruhannya aku pasti akan tetap membalasnya.."


Temannya yang di panggil Ying Wu menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Han Wei...Han Wei.. baiklah kamu hitung aku juga kedalam.."


"Malam ini aku akan ikut dengan mu.."


"Ying Wu kamu jangan main main, ini bukan masalah kecil, kamu dirumah masih ada istri anak dan orang tua, yang mengandalkan mu.."


"Tidak, aku tidak akan membawa mu.."


ucap Han Wei tegas


"Han Wei kalau begitu kamu terlalu memandang rendah aku."


"Kita bersahabat dari kecil, ada suka kamu selalu berbagi dengan ku, kini kamu ada masalah, bila aku berpangku tangan, apa aku masih manusia..?"


"Tidak Han Wei, kamu setuju atau tidak, malam ini aku pasti tetap ikut..'


Han Wei memandang sahabat kecilnya dengan penuh haru, dia lalu menepuk pundak sahabatnya dan mengangguk dengan penuh haru.


Guo Yun terus mendengarkan saja, dia tidak mau ikut campur.


Begitu kedua orang itu pergi meninggalkan restoran.


Guo Yun memberi kode ke Zhang Yi di lantai dua, bahwa dia keluar dulu.


Zhang Yi mengangguk kecil, dia tetap di sana mencoba mengumpulkan informasi sebanyak banyaknya.


Begitu pula dengan pangeran Ji Ao, dia juga tetap mengumpulkan informasi di sana.


Sedangkan pasukan harimau hitam yang sudah masuk kedalam kota, menyebar ke segala penjuru.


Guo Yun diam diam menguntit Han Wei dan Ying Wu.


Dari gerak gerik mereka berdua, Guo Yun menebak mereka berdua ada di Tahapan pendekar baja.


Guo Yun tetap menguntit mereka berdua, hingga mereka akhirnya berpisah jalan.


Guo Yun lalu memilih terus menguntit Han Wei, dia ingin tahu pergerakan nya.


Han Wei terus melangkah, sesekali dia akan menoleh kearah belakang.

__ADS_1


Untuk memastikan tidak ada orang yang menguntitnya.


Lalu kembali melanjutkan langkahnya, Han Wei cukup cerdik.


Dia memilih berbelok kesebuah gang yang sempit dan sepi.


Disana dia melangkah santai.


Untuk menguntitnya tanpa ketahuan, Guo Yun harus bergerak ringan dan bersembunyi di balik Wuwungan genteng rumah.


Han Wei setelah memastikan, dirinya tidak sedang di ikuti orang.


Dia baru berjalan keluar dari gang sempit tersebut, dan melanjutkan perjalanan menuju sebuah kelenteng bobrok.


Han Wei tanpa ragu langsung masuk kedalam halaman kelenteng bobrok itu.


Kemudian dia langsung menghilang kedalam.


Guo Yun memilih melayang ringan, bersembunyi di atas wuwungan genteng, kelenteng bobrok itu.


Untuk mengamati situasi dan menguping pembicaraan mereka.


Guo Yun dengan hati hati menggeser sedikit genteng di hadapannya, sehingga dia bisa mengamati situasi di dalam sana.


Guo Yun mendapatkan di dalam sana, ternyata berkumpul cukup banyak orang


Perkiraan Guo Yun mereka tidak kurang dari 50 orang.


Orang orang itu begitu melihat Han Wei masuk kedalam, mereka segera menjatuhkan diri berlutut dan berkata,


"Salam hormat kami komandan Han.."


"Bangunlah saudara ku, tak perlu peradatan.."


"Kalian bersiaplah, aku sudah mengumpulkan informasi ."


"Makam ini tepat Kentungan ketiga, kita akan bergerak menuju penjara pinggir kota sebelah selatan."


"Misi nanti malam, sahabat ku Ying Wu dan anak buahnya, akan ikut membantu.."


"Kekuatan total kita mungkin tidak kurang dari seratus orang."


"Kalian pulang lah, segera pergi bersiap siap, nanti malam Kentungan kedua, kita kumpul di sini.."


"Begitu Kentungan ketiga, kita langsung jalan..'


"Bagaimana ada yang punya pendapat lain..?"


"Tidak komandan, kami ikut saja.."


ucap salah satu diantara mereka, mewakili rekan rekannya.


"Baiklah kalau begitu kita bubar sekarang, jangan sampai di curigai oleh pasukan pemerintah Chu.."

__ADS_1


ucap Han Wei mengingatkan rekan rekannya.


__ADS_2