LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
LEMBAH MERAK API


__ADS_3

Air bah yang tumpah ruah karena selama beberapa hari tertahan.


Kini menerjang deras menyapu apapun yang menghalangi di depan nya.


Dengan sangat cepat air bah yang datang bergulung gulung dengan suara bergemuruh, bagaikan suara derap langkah laksaan kaki kuda yang sedang berlari cepat saling berkejaran menerjang apapun yang ada di hadapannya.


Tidak butuh waktu lama suara bergemuruh itu sudah terdengar hingga lokasi Meng Li dan pasukannya yang sedang menyeberangi sungai Han.


Saat suara bergemuruh terdengar, kemudian di susul dengan gelombang air bah yang datang bergulung gulung mulai terlihat.


Meng Li dan pasukannya tepat baru sampai di bagian tengah sungai, dengan air sepinggang.


"Melihat pemandangan itu, Meng Li sejenak terpana di tempat, hingga terdengar suara teriakan di mana mana.


"Ayo cepat,..! cepat..! segera kepinggir,!!"


"Air bah tiba,...! Air bah tiba,...!"


"Cepat,..! cepat..!"


"Ayo segera ke pinggir..!"


teriak beberapa prajurit Qin yang sebelumnya sudah menyeberangi sungai dan mereka kini ada di pinggiran sungai.


Suara suara itu segera menyadarkan Meng Li, sambil bergegas secepat mungkin.


Meng Li berusaha menyeberangi sungai, sambil berteriak,


"Ayo cepat cepat seberangi sungai..!"


"Yang masih jauh, segera berbalik arah saja,..! cepat..! cepat..!"


Teriak Meng Li sambil terus bergerak.


Air sungai yang masih sepinggang tidak memungkin kan dia untuk bisa bergerak lebih cepat dengan berjalan.


Akhirnya Meng Li memilih melompat kedalam air, lalu dengan cepat, dia melakukan gerakan mengayuh kedua kaki dan tangannya, berusaha secepat mungkin menyeberangi sungai.


Gerakan Meng Li langsung di ikuti oleh pasukan yang sedang bergerak di belakangnya.


Tapi tidak semua bisa melakukan hal itu, sebagian pasukan yang berasal dari wilayah barat.


Dengan kebingungan, mereka masih berusaha melangkah selangkah demi selangkah, berusaha secepat mungkin bisa keluar dari dalam sungai.


Mereka semua adalah ahli menunggang kuda dan memanah, tahan sinar panas terik matahari tahan haus.


Tapi kalau dalam hal kemampuan bermain di dalam air, pengetahuan mereka nol besar.


Sisa pasukan Qin yang baru menyeberangi seperempat sungai Han.


Terutama barisan pertahanan lapis dua tiga dan empat, mereka dengan terpaksa berusaha berbalik arah ingin kembali ketepi sungai di belakang mereka.


Tapi pergerakan balik mereka langsung di sambut hujan senjata dari pinggiran sungai.

__ADS_1


"Serrrr,..! Serrrr,..! Serrrr,..! Serrrr,..!"


"Dorrr..! Dorrr..! Dorrr..! Dorrr..!"


"Serrrr,..! Serrrr,..! Serrrr,..! Serrrr,..!"


"Dorrr..! Dorrr..! Dorrr..! Dorrr..!"


"Serrrr,..! Serrrr,..! Serrrr,..! Serrrr,..!"


"Dorrr..! Dorrr..! Dorrr..! Dorrr..!"


"Serrrr,..! Serrrr,..! Serrrr,..! Serrrr,..!"


"Dorrr..! Dorrr..! Dorrr..! Dorrr..!"


Suara lesatan anak panah dan letusan senjata rahasia memenuhi bagian tepi sungai.


Terlihat puluhan ribu anak panah memenuhi udara, menerjang kearah pasukan Qin yang sedang bergerak balik.


Pasukan harimau hitam yang di bawah arahan Si Si dan beberapa komandan pasukan nya.


Mereka yang tadinya melakukan pengejaran hingga memasuki bagian tepi sungai.


Kini mereka bergerak mundur sambil melepaskan serangan anak panah dan tembakan senjata rahasia.


Pasukan Qin yang sedang bergerak membalik dengan mudah menjadi sasaran empuk.


"Arggghhh..! "Arggghhh..!"


Arggghhh..! "Arggghhh..!"


Arggghhh..! "Arggghhh..!"


Suara jeritan kesakitan pasukan Qin memenuhi udara.


Sebelum kemudian mereka di gulung oleh air bah, yang tiba menyapu segala nya dengan sangat cepat, tanpa ampun.


Semua yang masih berada di aliran sungai, ditelan habis tanpa sisa.


Suara jerit ketakutan dan ngeri, bercampur aduk, dengan suara air bah, yang datang bergemuruh memenuhi seluruh aliran sungai Han.


Meng Li dan pasukannya yang sedikit lagi hampir mencapai tepian sungai di seberang sana.


Tidak di beri kesempatan lagi, oleh air bah yang datang menyapu mereka. semua nya tanpa sisa.


Mereka semua di gulung dan diseret kedalam air, kemudian di hempaskan ke bawah, dan di seret ketengah sungai, yang terus bergerak cepat menuju hilir sungai.


Si Si dan pasukan harimau hitam nya sudah keluar dari aliran sungai Han.


Mereka hanya berdiri menyaksikan binasa nya seluruh pasukan Qin,.di bawah pimpinan Meng Li.


Termasuk Meng Li sendiri dan beberapa komandan pasukan nya juga tidak luput dari kebinasaan.

__ADS_1


Pihak Qin hanya tersisa beberapa orang pasukan Qin, yang bisa di hitung dengan jari.


Berada di seberang sungai lainnya, mereka luput dari kematian.


Sejenak mereka semua menatap ngeri kearah sungai Han, beberapa saat kemudian, mereka segera melarikan diri dari tempat tersebut.


Pasukan Qin yang melarikan diri dengan sangat terburu-buru, mereka meninggalkan persenjataan, ransum makanan dan hampir semua kuda tunggangan mereka.


Di mana kini semuanya, di sita oleh Si Si menjadi hak milik kerajaan Yue.


Mereka semua terlihat bersuka cita merayakan kemenangan gemilang tersebut.


Tidak ada yang tidak memandang kagum kepada selir Si Si yang merupakan otak dari keseluruhan kemenangan besar itu.


Bahkan Jendral Tua Zhou Tai setelah kembali dari tugasnya.


Dia berulang kali melontarkan pujian penuh kekaguman, terhadap kepemimpinan Si Si, dalam memimpin kemenangan gemilang ini.


Si Si yang berdiri di hadapan seluruh pasukannya yang berbaris rapi.


"Wahai pasukan ku, kalian semua sudah bekerja keras..!"


"Aku secara pribadi mengucapkan banyak banyak terimakasih, atas kerjasama dan kerja keras kalian semuanya..!"


"Sehingga kita bisa meraih kemenangan besar ini.."


"Sebagai wujud terimakasih dari ku, aku memberikan waktu beristirahat dan bersantai hingga esok pagi..!"


"Setelah itu kita akan bergerak ke arah barat, menyusul Yang Mulia Ratu Gongsun Li.


"Untuk memberikan bantuan kepada nya, bila bila di perlukan."


"Syukur syukur tidak di perlukan bantuan kita, berarti semua baik baik saja.!"


"Kita semua bisa kembali ke Shoucun..kembali ke keluarga kita yang menanti kita di sana..!"


ucap Si Si menutup pidatonya.


Ucapan penutup Si Si langsung di sambut dengan tepuk tangan meriah, oleh seluruh pasukannya, termasuk Jendral Tua Zhou Tai dan beberapa komandan bawahan nya, yang ikut mendampingi Si Si.


Setelah beristirahat satu hari, Si Si dan Zhou Tai segera memimpin pasukan mereka bergerak menyusuri tepi sungai Han menuju ke arah barat.


Di tempat lain Gongsun Li yang di dampingi Ling Tong dan Zhang Yi memimpin pasukannya melakukan pengejaran.


Hingga mereka tiba di atas sebuah barisan perbukitan, di mana di bawah bukit itu ada sebuah lembah.


Lembah itu adalah lembah yang pernah sengaja di lewatkan oleh Gongsun Li dan Si Si tempo hari.


Karena lembah merak api ini, adalah tempat yang sangat rawan, di mana kemungkinan besar pihak lawan, membunyikan jebakan di sana.


Gongsun Li yang duduk gagah diatas punggung kudanya, dengan jubah merah berkibar kibar.


Terlihat sedang mengawasi kearah lembah merak api, di mana terlihat Meng Yu sedang bergerak memimpin sisa pasukan nya, berusaha melarikan diri dengan melewati Lembah berbahaya itu.

__ADS_1


__ADS_2