LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
LEMBAH HANTU


__ADS_3

"Hah ini telaga biru, lembah hantu, kita selamat.."


"Di sebelah ujung kanan sana, bukankah ada sebuah batu mirip Iblis bertanduk sedang berjongkok.?"


Guo Yun mengangguk dan berkata


"ya,.. benar ada ."


"Anak muda berenang lah kesana, di balik patung batu itu ada pinggiran telaga."


"Ikuti jalan setapak berbatu putih itu, itu adalah jalan menuju mulut lembah hantu."


Guo Yun mengangguk paham, dia mengikuti petunjuk dari kakek itu.


Berenang cepat mendekati patung batu itu, dia melakukan nya dengan gaya punggung, agar tubuh Kakek yang terikat didadanya bisa bernafas dengan bebas.


Kui Zi Sian Seng mengangguk sambil tersenyum puas, melewati pengalaman buruk penghianatan muridnya.


Dia menjadi lebih hati hati, dia udah dua kali menguji Guo Yun.


Pertama adalah minta Guo Yun meninggalkan dirinya di dalam lubang.


Tidak usah perdulikan dirinya, membiarkan Guo Yun pergi dari tempat tersebut tanpa dirinya.


Bila hal itu Guo Yun lakukan, Guo Yun pasti akan memilih terowongan yang memilki daya hisap.


Bila Guo Yun pilih itu, tamatlah riwayat Guo Yun.


Dia akan terlempar kedalam kawah gunung berapi.


Tapi dengan membawa dirinya, mereka akhirnya bisa tiba di tempat ini.


Di sini dia kembali menguji kepekaan Guo Yun, terhadap keselamatan dirinya.


Bila Guo Yun berenang dengan gaya biasa, tanpa memperdulikan keselamatan nya terendam di bawah air.


Maka bila dia selamat sekalipun, karena dengan tehnik pernafasannya, dia bisa menahan nafas cukup lama di dalam air.


Dia tidak akan memberi petunjuk ke Guo Yun dengan benar, hingga Guo Yun bisa tiba di dalam lembah nya.


Menelusuri jalan batu putih halus, akhirnya Guo Yun tiba di sebuah perkampungan mati tanpa penghuni.


Di sana hanya di penuhi dengan tengkorak manusia berserakan, burung gagak dan burung bangkai yang berkeliaran bebas di sana.


Saat tiba di desa tersebut, kebetulan hari mulai gelap, suasana menjadi semakin mencekam.


Guo Yun yang bernyali besar pun, sedikit bergidik memasuki perkampungan mati itu.


Hawa yang dingin dan suasana yang sepi, menambah keseraman perkampungan tersebut.


Guo Yun terus melangkah memasuki perkampungan hantu itu, mengikuti petunjuk arah dari Kui Zi Sian Seng.


Guo Yun yakin, bila orang lain masuk sembarangan tanpa petunjuk dan ijin.

__ADS_1


Ada kemungkinan akan tersesat berputar-putar di dalam perkampungan tersebut


Atau bahkan mungkin kehilangan nyawa, terkena senjata rahasia beracun, atau jebakan lain yang tersebar di sana..


Guo Yun yakin mayat dan tulang belulang itu, semua berasal dari orang orang yang tersesat di sana.


Memasuki pertengahan perkampungan, mulai terdengar suara tangisan wanita, dan suara tertawa anak kecil.


Tapi tidak terlihat ada orangnya, bahkan ada bola mainan anak, yang dilemparkan mendekati kearah Guo Yun.


Tapi orang yang melempar bola tersebut kearahnya tidak terlihat.


"Jangan di sentuh bolanya, biarkan saja.."


"Lewati saja, anggap tidak melihatnya.."


ucap Kui Zi Sian Seng mengingatkan Guo Yun.


Di tempat ini lah kesempatan bagi Kui Zi Sian Seng, melepaskan diri dari Guo Yun.


Bila Guo Yun tadi di telaga bersikap egois pada dirinya.


Perkampungan ini di jaga oleh anak buahnya.


Bila Guo Yun celaka, anak buahnya akan menolong dan membawanya kembali ke lembah hantu.


Guo Yun mengangguk patuh, dan terus melanjutkan langkahnya.


Semakin dalam memasuki perkampungan hantu, suara tangisan wanita dan tertawa anak kecil semakin nyaring.


Hingga akhirnya terbang melintas di belakang atau di atas kepala Guo Yun.


Tidak sampai di sana, dari rumah gelap di kiri kanan jalan.


Muncul wajah kehijauan menatap kearah Guo Yun.


Kemudian menghilang kedalam kegelapan.


Guo Yun mengikuti arahan dari Gui Zi Sian Seng, tidak perlu menghiraukan apapun yang di lihat.


Hanya perlu terus melangkah, mengikuti petunjuk kakek itu.


Tiba di penghujung desa, di mana adalah area perkuburan.


Banyak tangan yang tiba tiba muncul dari dalam tanah, ingin menangkap kaki Guo Yun.


Tapi dengan mengikuti petunjuk langkah dan arahan Kui Zi Sian Seng.


Tangkapan itu tidak ada yang berhasil menjangkau kaki Guo Yun.


Saat ingin keluar dari desa tersebut, ada barisan mayat yang berdiri di sana, dengan rambut riap riapan wajah rusak.


Berdiri diam di sana, dengan tangan terangkat, mencoba menghalangi langkah Guo Yun.

__ADS_1


Kui Zi Sian Seng mengeluarkan suara lengkingan nya yang nyaring, mayat mayat hidup itupun kembali jatuh bergelimpangan di atas tanah.


Sehingga Guo Yun, bisa melanjutkan langkahnya dengan aman.


Melewati perkampungan hantu, Guo Yun di hadang oleh hutan bambu yang gelap dan lebat.


Tapi mengikuti arahan dari Kui Zi Sian Seng, Guo Yun kembali berhasil melewati hutan bambu yang bisa bergerak gerak sendiri itu.


Dengan aman, mereka keluar dari hutan bambu, tapi mereka kembali di hadang oleh deretan batu, yang bisa bergerak gerak sendiri.


Tapi lagi lagi berkat petunjuk kakek itu, Guo Yun bisa melewatinya tanpa masalah.


Keluar dari barisan batu, langkah Guo Yun kembali di hadang oleh hutan berkabut.


Sehingga suasana yang gelap menjadi semakin remang remang tidak jelas.


Meski sudah di bantu dengar penerangan mutiara hijau di tangan Guo Yun, tetap saja keadaan di depan sulit terlihat.


Kakek itu kembali memberi petunjuk, hingga Guo Yun akhirnya mampu keluar dari dalam hutan itu tanpa halangan.


Hutan itu adalah halangan terakhir, melewati hutan itu, mereka akhirnya tiba di perkampungan lembah hantu, yang di jaga oleh manusia biasa, yang merupakan anggota sekaligus penghuni lembah hantu.


Melihat anggota lembah hantu masih utuh, tidak sampai di rusak oleh Lu Bu Wei.


Kui Zi Sian Seng merasa sangat bersyukur, lembah hantu belum tersentuh dan tidak di rusak oleh muridnya yang durhaka itu.


Melihat kedatangan Guo Yun, beberapa anggota lembah hantu, segera mencabut senjata dan maju menghadang langkah Guo Yun.


"Asam...! Ate...,! Akow...!"


"Kalian semua mundurlah..!"


Para penghadang segera menjatuhkan diri berlutut, begitu melihat dan mendengar suara teguran dari pemilik lembah itu.


"Berdirilah semuanya, jalankan kembali tugas kalian.."


"Anak muda kita teruskan lagi.."


ucap Kakek itu memberi perintah ke anggota nya.


Sekaligus mengajak Guo Yun terus melangkah memasuki perkampungan lembah hantu, yang terlihat mirip sebuah kota kecil.


Dimana suasana di tempat tersebut terlihat sangat aman dan tentram, sangat kontras dengan suasana perjalanan menuju tempat tersebut.


Orang orang terlihat saling tersenyum ramah dan bahagia, anak anak berlarian berkejar kejaran sepanjang jalan.


Suasana nya sangat damai, jauh dari pertengkaran dan permusuhan.


Guo Yun mengikuti petunjuk dari kakek itu, hingga tiba di sebuah gedung besar, yang terletak di paling ujung dari perkampungan.


Kedatangan Guo Yun dan kakek itu di sambut gembira oleh para penjaga gedung tersebut.


Dengan di antar oleh kepala pelayan, yang sangat menghormati kakek itu.

__ADS_1


Mereka menuju ruang tengah gedung tersebut.


Guo Yun sebenarnya aneh dan heran, tapi dia menelan semuanya tidak banyak bicara.


__ADS_2