
Liu Pang mengambil keputusan mengikuti nasehat dari Xiao He untuk mengambil hati rakyat Lang Ya.
Li Pang juga melepaskan semua tenaga kerja paksa dan budak yang di paksa bekerja oleh Raja Qin untuk membangun tembok pertahanan.
Di luar dugaan Liu Pang mendapatkan sambutan yang sangat baik oleh seluruh penduduk yang ada di kota Lang Ya dan sekitarnya.
Begitu banyak pemuda kuat datang mendaftar untuk menjadi bawahannya.
Dalam sekejab saja Liu Pang kini sudah memiliki 200.000 pasukan rakyat jelata yang mengikutinya.
Cao Sen, Fan Kuai, di bantu oleh Zhou Bo dan Xia Hou Ying menjadi yang paling sibuk dalam melatih dan membentuk kekuatan baru untuk pasukan mereka.
Sedangkan Xiao He dia sibuk mengawasi keuangan perbekalan dan pembagian sumbangan untuk rakyat rakyat miskin dan para tenaga kerja paksa.
Liu Pang sendiri, atas nasehat dari teman karibnya Lu Wan dia menempati gedung gubernur kota Lang Ya sebelumnya.
Pagi hingga sore, dia di temani Lu Wan melakukan inspeksi sekaligus betah tamah dengan rakyat.
Bila ada keluhan, Lu Wan akan mencatatnya, untuk nanti di serahkan ke Xiao He untuk di selesaikan.
Saat malam tiba, secara diam diam Lu Wan mengatur sejumlah pelayan muda yang cantik cantik, hingga putri putri pejabat yang keluarganya kini semuanya di masukkan kedalam penjara.
Semua gadis cantik ini secara berkala semalam 7 orang di kirim ke kamar Liu Pang untuk di pilih dan dipaksa melayani Liu Pang yang genit bersenang senang.
Semua ini di lakukan hanya sepengetahuan Lu Wan dan Liu Pang saja, saudara Liu Pang yang lainnya tidak ada yang tahu.
Waktu berjalan dengan cepat, tidak terasa Liu Pang sudah menjadi penguasa kecil, yang sangat di cintai rakyatnya di kota Lang Ya selama hampir sebulan.
Pagi itu Liu Pang terlihat sedikit agak terlambat bangunnya, karena semalam dia terlalu bingung memilih.
Jadi sekaligus dia ambil 3 gadis menemaninya, pagi ini dia menjadi kelelahan sulit bangun.
Dia baru terbangun dengan kaget saat pintu kamarnya di gedor dengan keras dari luar.
Liu Pang kemudian buru buru berpakaian dan turun dari ranjangnya, di mana terlihat 3 orang gadis cantik tidur dalam keadaan tanpa busana, hanya tertutup selimut tipis transparan.
Sebelum pergi membuka pintu, Liu Pang menyempatkan diri menurunkan kain untuk menutupi ranjangnya yang besar, agar tidak terlihat apa yang menjadi kelakuan nya semalam.
Begitu pintu kamar di buka, di hadapan Liu Pang terlihat Lu Wan tertunduk dengan wajah pucat.
Di belakangnya hadir Dan Kuai Cao Sen Zhou Bo, Xia Hou Ying dan Xiao He yang bertindak sebagai pemimpin rombongan tersebut.
Liu Pang buru buru keluar dari dalam kamarnya, sebelum saudara saudaranya menerobos masuk.
Dia sudah menutup pintu kamarnya rapat rapat dan berkata,
"Ada apa pagi pagi kalian suka kemari..?"
"Ayo kita bicara di ruang kerja saja..."
"Tidak sempat lagi Kakak Liu, kita lebih baik bahas di sini saja.."
Ucap Xiao He cepat.
"Ada apa kenapa kalian begitu panik..?"
__ADS_1
Tanya Liu Pang mencoba bersikap tenang, meski dia tahu pasti ada sesuatu yang salah.
Xiao He segera berkata dengan mimik wajah cemas dan berkata,
"Xiang Yu dan pasukannya kini ada di depan pintu gerbang kota.."
"Ohh dia sudah tiba ayo kita pergi sambut mereka.."
Ucap Liu Pang mencoba bersikap santai.
Lalu dia berjalan hendak meninggalkan kamarnya.
Tapi yang lainnya tidak bergeming mengikuti nya, Xiao He buru buru berkata,
"Tunggu dulu kakak Liu.."
Liu Pang menghentikan langkahnya, dia menoleh kearah sahabat yang seperti saudaranya sendiri itu dengan heran dan berkata,
"Ada apa kalian semua..?'
Xiao He menghela nafas panjang dan berkata,
"Kakak Liu kamu dengarkan dulu, baru putuskan pergi menemui adik angkat mu itu..'
"Apa itu,..?"
Tanya Liu Pang sambil menatap kearah Xiao He dengan heran.
"Kakak Liu, kabar pertama yang ingin ku sampaikan adalah bahwa.."
"Saat itu kita memutuskan berbelok kemari mengambil Kota Lang Ya..."
"Ahhh.. !"
Keluh Liu Pang yang wajahnya seketika memucat, keringat dingin mulai berkerumunan di keningnya...
"Kabar kedua adalah saudara Lu Wan ini, telah memerintahkan pasukan kita di 4 penjuru menara pertahanan kota Lang Ya, untuk melakukan pencegatan dan penghadangan terhadap kedatangan pasukan Xiang Yu.."
"Kini mereka semuanya sudah di musnahkan, pasukan kita yang tadinya berjumlah 205.000 personil."
"Kini hanya tersisa 50.000 personil saja, yang bertahan untuk menjaga kota Lang Ya ini.."
Ucap Xiao He menjelaskan.
Mendengar kabar tersebut Liu Pang sampai terhuyung huyung mundur kebelakang, bila tidak ada pintu kamar yang menahannya.
Dia pasti sudah jatuh terduduk kebelakang sana.
Kini wajah Liu Pang semakin pias, dia jelas terlihat sangat ketakutan.
Liu Pang bertanya pelan sambil menatap wajah Xiao He.
"Lalu apa yang saudara ku Xiang Yu katakan di luar pintu gerbang sana..?"
"Dia terlihat sangat marah dan meminta kakak Liu, untuk segera keluar menemui nya dan memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban.."
__ADS_1
Jawab Xiao He apa adanya.
Liu Pang mengangguk lesu dan berkata,
"Baiklah aku akan pergi menemuinya .."
"Kakak dia cuma ada 10.000 pasukan kita di sini ada 50.000 pasukan takut apa..!?"
"Kakak jangan keluar biar aku saja bawa 20.000 pasukan sudah cukup untuk mengalahkan manusia sombong itu.."
Ucap Fan Kuai berapi api.
Cao Shen segera melototi Fan Kuai dan berkata,
"Dasar otak udang, kamu terlalu banyak potong anjing jadi otak mu buntu.."
"Kamu bilang apa..!?"
Teriak Fan Kuai emosi tidak terima, ingin maju menghajar Cao Shen.
Tapi dia keburu di tahan oleh Zhou Bo dan Xia Hou Ying.
Cao Shen juga tidak takut dengan wajah kesal dia menunjuk Fan Kuai dan berkata,
"Aku bilang kamu itu goblok tukang anjing..!!"
"Dia mampu mengalahkan 500.000 pasukan Zhang Han, menghancurkan 150.000 pasukan kita yang bertahan di benteng menara.."
"Kamu pikir kamu siapa mau melawan nya,?'
"Kamu celaka tidak apa apa, tapi kamu bawa kita semua dan penduduk seluruh kota ini ikut celaka itu, yang aku tidak bisa terima.."
"Dasar sok pahlawan kesiangan..!"
Bentak Cao Shen emosi.
Liu Pang akhirnya buka suara dengan wajah merah padam,
"Sudahlah kalian berdua hentikan..!"
"Sudah cukup kalian berdua bikin onar dengan pertengkaran kekanak kanakan ini..!"
"Ayo Siao He, Lu Wan kalian berdua temani saya pergi temui Xiang Yu.."
"Yang lain bila masih menghormati aku sebagai kakak kalian, tetap tinggal di dalam benteng..!"
"Dilarang melakukan tindakan apapun, sampai aku kembali..!"
"Paham kalian semuanya..!?"
Bentak Liu Pang dengan suara di keraskan.
Fan Kuai dan Cao Shen segera tertunduk dan berkata pelan,
"Paham.."
__ADS_1