
Sedangkan Ling Wu dan pasukannya tidak terlibat, karena mereka memang di persiapkan untuk melakukan pukulan terakhir.
Di saat Zhang Han, Li Cheng dan Fan Kuai bersama pasukan mereka, mengalami kelelahan lahir batin.
Saat mental pasukan Qin berada di titik terendah, saat itulah merupakan waktu paling tepat untuk Ling Wu memimpin seluruh pasukannya melakukan pukulan penghabisan.
Zhou Wei terus berjuang dan bertahan, tapi bagaimana pun, dia juga manusia biasa yang terbuat dari darah daging.
Tepat di hari ke 5 Zhou Wei sudah tidak sanggup lagi untuk maju,dia terserang batuk berat.
Sehingga hanya bisa terbaring kelelahan di dalam kemahnya.
Ling Wu terlihat datang menjenguk keadaan Zhou Wei di perkemahannya.
Ling Wu setelah masuk kedalam kemah dia duduk di samping pembaringan Zhou Wei dan berkata,
"Saudara ku, kamu beristirahat lah dengan tenang.."
"Kamu sudah maksimal,sekarang biar aku saja yang maju.."
"Dari laporan mata mata kita kondisi pasukan Qin yang hanya tersisa 300.000 personil juga sudah carut marut."
"Mereka terlihat sudah tidak memilki semangat bertempur lagi."
Ucap Ling Wu meyakinkan Zhou Wei.
Zhou Wei menatap ragu kearah Ling Wu yang sudah anggap seperti saudara sendiri itu.
"Saudara Ling, jumlah pasukan musuh masih terlalu banyak.."
"Bila kamu menyerang saat ini aku khawatir, Uhukkk..! Uhukkk..! Uhukkk..! pasukan kita belum sanggup menghancurkan musuh yang berkekuatan tiga kali lipat.."
Ucap Zhou Wei di selingi batuk batuknya.
Zhou Wei segera mengambil air minum hangat untuk di berikan kepada Zhou Wei, dan berkata.
"Ini minumlah dulu.."
Zhou Wei menerima nya dan meminumnya, setelah itu dia berkata pelan
"Terimakasih saudara Ling.."
Ling Wu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum ramah dia berkata,
"Tak perlu sungkan, ini cuma air saja."
"Lagipula kita sudah lama saling mengenal, kita sudah seperti saudara sekandung.."
"Jadi tidak perlu seperti itu.."
Zhou Wei mengangguk pelan, dan menepuk lembut punggung tangan sahabatnya .
Ling Wu kembali melanjutkan ucapannya,
"Tidak saudara Zhou, menurut ku, saat ini adalah saat paling tepat bila ingin melakukan serangan terakhir.."
__ADS_1
"Kesempatan tidak datang dua kali, semakin lama menunda aku takut terjadi perubahan tak terduga ."
"Saat itu kita akan kehilangan kesempatan baik ini.."
"Jadi kita tidak boleh menunda nunda nya lagi."
Ucap Ling Wu menatap Zhou Wei dengan serius.
Zhou Wei menghela nafas panjang dan berkata,
"Baiklah saudara ku, aku ikut saja dengan keputusan mu.."
"Aku tadinya ingin kamu melakukan hal yang sama, seperti yang ku lakukan sebelum nya.."
"Hingga pasukan Qin tersisa 2 kali lipat dari kita, baru nantinya kita bersama sama menyerang mereka dari depan dan belakang.."
"Saat itu keadaan ku mungkin juga sudah sehat, jadi aku bisa membantumu.."
"Tapi ya sudahlah, aku ikut saja kemauan mu.."
"Selamat berjuang saudara ku, semoga sukses, maaf aku tidak ikut maju membantu mu.."
Ucap Zhou Wei sambil menatap kearah sahabatnya dengan tatapan mata tidak enak hati.
Ling Wu sambil tersenyum ramah, dia membantu Zhou Wei untuk kembali berbaring dan berkata,
"Kamu sudah berbuat terlalu banyak, sekarang tiba waktunya giliran ku.."
"Kamu lebih baik istirahat dengan tenang di sini.."
Ucap Ling Wu sambil membantu menyelimuti Zhou Wei.
Zhou Wei menggenggam tangan sahabatnya dan berkata,
"Terimakasih saudara ku, bila di waktu lalu aku ada salah.."
"Biarlah di sini Zhou Wei meminta maaf pada mu dan pada keluarga besar Ling.."
Ucap Zhou Wei setulus hati.
Ling Wu tersenyum lembut dan berkata,
"Saudara Zhou kamu berpikir terlalu jauh, sudahlah jangan terlalu di pikirkan lagi.."
"Yang sudah berlalu biarlah berlalu, kamu beristirahat lah dengan tenang, agar cepat sembuh.
Zhou Wei mengangguk pelan, tidak membantah lagi, dia meraih plat perintah militernya, untuk di berikan ke Zhou Wei.
Zhou Wei menerimanya dengan baik, setelah menyimpan nya, dia
segera membantu merapikan selimut yang menyelimuti Zhou Wei.
Beberapa waktu kemudian Ling Wu pun keluar dari dalam kemah Zhou Wei.
Sekeluarnya dari kemah Zhou Wei, Ling Wu segera mengatur barisan pasukan nya.
__ADS_1
Dia segera memimpin seluruh kekuatan pasukan harimau hitam, keluar dari tempat persembunyian mereka.
Langsung bergerak kearah perkemahan pasukan Meng Thian.
Dengan hanya di terangi oleh penerangan bintang di langit, Ling Wu memimpin pasukan harimau hitam mendekati perkemahan pasukan Qin yang sedang di jaga ketat.
Saat tiba di luar garis pertahanan pasukan Qin, Ling Wu tidak langsung memimpin pasukannya untuk melakukan serangan.
Ling Wu memberi kode agar pasukan nya berhenti bergerak, lalu dia seorang diri maju kedepan
Menghampiri pasukan Qin, yang sedang berjaga di depan pintu gerbang perkemahan mereka.
Kedatangan Ling Wu langsung di sambut dengan pengepungan pasukan bertombak Qin, yang di tugaskan berjaga di sana.
"Siapa kamu..! lekas laporkan nama mu..!"
Bentak pasukan Qin yang memimpin pengepungan terhadap Ling Wu.
Ling Wu menanggapinya dengan tenang dan berkata,
"Laporkan kepada Zhang Han,aku Ling Wu ada pembicaraan penting dengan nya.."
Mendengar ucapan Ling Wu yang sepertinya tidak mengandung sikap permusuhan.
Pimpinan pasukan pengepungan itu, menjadi ragu.
Dia segera memberi kode agar salah satu anak buahnya, kembali kedalam untuk melaporkan situasi dan permintaan Ling Wu.
Tidak lama kemudian, prajurit itu tiba bersama Li Cheng dan Fan Kuai.
Setelah berbasa basi sejenak, Li Cheng dan Fan Kuai segera mengawal Ling Wu masuk kedalam perkemahan pasukan Qin.
Ling Wu langsung di bawa pergi menemui Zhang Han yang menanti Ling Wu di perkemahan utama nya.
Setelah mereka bertemu, segera terjadi obrolan serius antara Ling Wu dengan ketiga Jendral andalan pasukan Qin.
Pasukan harimau hitam yang di suruh menunggu tidak menyerang, mereka semua terlihat gelisah dan ragu ragu dey keputusan atasan mereka.
Tapi untuk membantah dan mengambil inisiatif sendiri, mereka tidak berani.
Hingga mereka melihat pergerakan pasukan Qin yang keluar dari balik gerbang perkemahan mereka.
Komandan komandan pasukan harimau hitam yang mencium ada hal kurang beres.
Mereka segera mengambil keputusan cepat, memimpin bawahan mereka bergerak mundur kembali ke tempat persembunyian mereka.
Sayangnya tidak semua nya bergerak mundur, sebagian pasukan harimau hitam yang setia dengan Ling Wu mereka tetap bertahan di sana.
Sedangkan sisanya yang ragu ragu mengambil keputusan, mereka juga tidak beranjak dari sana.
Hingga mereka sepenuhnya di kepung oleh pasukan Qin, dan di minta menyerah oleh Ling Wu.
Mereka baru sadar, tapi semua sudah terlambat, pasukan yang ragu ragu segera melakukan perlawanan.
Tapi usaha mereka sia sia, mereka kalah jumlah, di tambah dengan Ling Wu dan bawahan nya yang berkhianat ada di pihak Qin.
__ADS_1
10.000 pasukan harimau hitam yang ragu ragu itu, akhirnya di habisi tanpa sisa, oleh pasukan penghianat Ling Wu, yang bekerjasama dengan pasukan Qin.