LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEBEBASAN MEMILIH


__ADS_3

Wu Ming Lau Jen tersenyum dan berkata,


"Baiklah aku akan kabulkan permintaan mu.."


Selesai berkata, Wu Ming Lau Jen seperti tempo hari.


Dia terlihat mengulurkan tangannya kedepan, menarik tubuh Min Min yang kini terlihat lemas dan lunglai.


Melayang keluar dari dalam peti mati, tubuh itu melayang tergantung di udara.


Wu Ming Lau Jen melakukan gerakan tangan memutar. Sehingga tubuh Min Min pun ikut berputar di udara.


Kini kepalanya menghadap kearah Wu Ming Lau Jen dan Guo Yun.


Sedangkan kakinya menghadap kearah yang berlawanan.


Wu Ming Lau Jen dengan tangan nya yang lain, dia dorongkan menghadap kearah ubun ubun kepala Min Min.


Lalu telapak tangan yang menghadap kearah ubun ubun Min Min, dia tarik pelan pelan kebelakang.


Sehingga muncul seberkas asap kabut hitam kehijauan, keluar dari ubun ubun kepala Min Min.


Setelah asap kabut hijau kehitaman itu ditarik semua keluar dari sana.


Wu Ming Lau Jen mengibaskan tangannya kesamping.


"Wussssh..!"


Kabut asap hitam kehijauan melayang kearah gerombolan semak belukar, yang tumbuh tidak jauh dari pohon pohon bambu yang tumbuh subur di sana.


Begitu semak belukar dan pohon bambu tersambar oleh kabut asap hitam kehijauan itu


Seluruh semak belukar hingga pohon bambunya nya langsung berubah warna menjadi kuning dan mengering.


Semua tumbuhan yang di lewati kabut asap itu langsung mati kering.


Di tempat lainnya, Min Min yang sedang melayang di udara, kini oleh telapak tangan Wu Ming Lau Jen sedang di kirimkan kabut asap putih masuk melewati titik Pai Hui Xue, titik yang berada tepat di ubun ubun kepalanya.


Setelah selesai Wu Ming Lau Jen mengirimkan tubuh Min Min melayang masuk kedalam pangkuan Guo Yun.


Guo Yun bisa merasakan tubuh istrinya yang hangat kembali, tidak lagi kaku dingin seperti sebelumnya.


Dengan wajah gembira, dia coba memeriksanya.


Senyum Guo Yun semakin lebar, saat dia mulai bisa merasakan ada detak nadi dan jantung di tubuh istrinya.


Tapi senyum itu hanya sebentar saja, sesaat kemudian senyum itu pun hilang.


Tergantikan dengan wajah yang agak cemas.


Guo Yun buru buru menoleh kearah Wu Ming Lau Jen, untuk mendapatkan kepastian.

__ADS_1


"Keluarkan mutiara es abadi di dalam mulutnya, dia akan kembali bernafas dengan normal dan sadar kembali.."


Ucap Wu Ming Lau Jen tersenyum lembut penuh welas asih.


Selesai berkata, dia langsung menghilang dari tempat duduknya, berubah menjadi segumpal asap putih yang membumbung ke udara.


Kemudian lenyap tak berbekas.


Guo Yun yang sedang sibuk mengeluarkan mutiara Es Abadi dari dalam mulut Min Min.


Dua tidak menyadari kakek ajaib itu sudah menghilang dari hadapan nya.


Dengan menekan sedikit rahang Min Min, hingga mulutnya sedikit terbuka.


Guo Yun pun membantu dengan ujung jarinya, menarik keluar Mutiara Es Abadi itu dari dalam mulut istrinya.


Setelah mutiara itu dikeluarkan, benar saja, Min Min perlahan-lahan mulai bisa bernafas.


Beberapa saat kemudian sepasang matanya, perlahan-lahan mulai bisa terbuka kembali.


Guo Yun menghela nafas lega, melihat Min Min akhirnya bisa hidup kembali.


Hatinya sangat gembira, tapi Guo Yun mencoba menahan diri, untuk menghadapinya secara wajar dan tidak berharap terlalu berlebihan.


Guo Yun mengingat jelas petunjuk dan wejangan dari Wu Ming Lau Jen agar dia mengendalikan ego dan keinginannya.


Bersikap sewajarnya saja, menerima semua hal, baik itu adalah berkah keberuntungan, maupun musibah kemalangan.


"Kamu siapa,,..? mengapa aku ada di sini..? siapa aku..?"


Guo Yun yang melihat respon dan pertanyaan Min Min, meski hatinya terasa sedikit kecewa.


Tapi dia bisa menahannya, menahan ego di hatinya.


Guo Yun menoleh kearah Wu Ming Lau Jen ingin minta penjelasan.


Tapi melihat tempat duduk itu sudah kosong, tidak ada siapapun disana.


Hanya ada sebuah kitab yang tertinggal di sana.


Guo Yun tidak tahu itu kitab apa, tapi dia memutuskan nanti saja melihatnya.


Saat ini yang terpenting adalah menjelaskan kebingungan Min Min, yang baru saja bangkit dari kematian nya.


Kelihatannya Min Min mengalami lupa akan semua masa lalu nya.


Guo Yun sadar sepenuhnya, kakek itu hanya bisa membantunya sampai di sini saja.


Mengenai keadaan Min Min, dia hanya bisa menyerahkan semuanya ke takdir, berjalan secara natural dan normal.


Bila mereka di ditakdirkan bersama, Min Min tentu akan kembali menjadi jodohnya.

__ADS_1


Bila tidak, Guo Yun pun siap melepaskannya, tidak akan memaksanya.


Asalkan Min Min bisa hidup kembali, dia sudah merasa cukup bahagia.


Tidak akan berharap dan menginginkan yang lainnya lagi.


Guo Yun sambil menghela nafas panjang, dia lalu membantu Min Min untuk duduk di hadapannya, dan berkata sambil menatap sepasang mata Min Min dengan tulus


"Nama mu Lu Min Min, kamu adalah istri ku.."


"Kamu berasal dari lembah hantu.."


"Aku adalah suami mu,.. karena menolong ku, yang sedang keracunan, kamu jadi ikut keracunan hebat dan hampir meninggal.."


"Berkat pertolongan dari orang sakti, yang tadinya duduk disana."


"Tapi kelihatannya dia sudah pergi, sebelum aku sempat ucap kan terimakasih ku.."


"Berkat dia kamu akhirnya berhasil di selamatkan hidupnya.."


"Tapi kelihatannya ingatan mu tidak.."


"Hanya itu yang bisa aku jelaskan, percaya atau tidak aku tidak akan memaksanya.."


"Apapun pilihan mu, aku siap menerima konsekwensinya, yang penting kamu bisa hidup kembali, itu sudah merupakan anugerah terbaik untuk ku.."


Selesai berkata, Guo Yun yang berusaha bersikap sewajarnya.


Dia bangkit berdiri, lalu berjalan menuju batu di mana Wu Ming Lau Jen duduk tadi.


Guo Yun langsung mengambil buku itu, di bawah buku itu ada tulisan dengan jari tangan terukir indah di atas batu itu.


Guo Yun pun membungkuk lebih dekat, agar bisa melihat dengan lebih jelas tulisan yang ada di sana.


"Anak muda kamu mempelajari Ilmu Shi Chi Hua Ming, kitab ini adalah penyempurnaan dari ilmu itu.."


"Kamu pelajari baik baik, mungkin kelak akan berguna untuk mu."


Guo Yun selesai membaca tulisan diatas batu itu.


Dia segera menjatuhkan diri berlutut dan bersujud kearah batu yang menjadi tempat duduk Wu Ming Lau Jen tadi.


"Terimakasih banyak guru, murid akan selalu mengingat semua yang guru ajarkan pada murid.."


Guo Yun bersujud tiga kali di depan batu itu, setelah nya dia baru bangkit berdiri.


Guo Yun menyimpan kitab di tangan nya, kedalam cincin penyimpanan.


Setelah itu dia baru menatap kearah Min Min, yang kini terlihat sedang berdiri dengan wajah bingung, terus menatap kearah nya di sana.


Guo Yun tersenyum dan berkata,

__ADS_1


"Min Min kini kamu bebas memilih, mau ikut dengan ku boleh, tidak juga tidak apa apa.."


__ADS_2