
Guo Yun berdiri dari tempat duduknya, dia menghampiri Gongsun Li.
"Li Er maafkan aku,.. aku bukan suami yang baik dan setia.."
"Aku tidak bisa memenuhi janji ucapan ku sendiri.."
ucap Guo Yun sambil membentangkan tangan nya.
Gongsun Li tersenyum sambil menghapus dua butir airmata yang bergulir turun.
Dia lalu menubruk kedalam pelukan Guo Yun dan berkata,
"Aku mengerti, kamu tetap adalah yang terbaik.."
"Berjanjilah jangan pernah mengecewakan satupun di antara kami.."
Guo Yun mengangguk, sambil menciumi kepala Gongsun Li dengan lembut, dia berkata.
"Aku berjanji, aku berjanji pada kalian semua nya.."
Gongsun Li mengangguk, lalu dia melepaskan pelukannya, mundur menarik Si Si, lalu mendorongnya mendekati Guo Yun.
Si Si sambil tersenyum lembut, maju memeluk Guo Yun, dia tidak berkata apa-apa hanya diam memeluk Guo Yun dalam hening.
"Terimakasih banyak Si Si, terimakasih atas pengertian dan kesabarannya menghadapi sikap ku yang plin plan dan tidak tegas.."
ucap Guo Yun sambil mencium lembut kepala Si Si.
Si Si hanya menanggapinya dengan anggukan kecil, dan menghapus dua butir airmata harunya.
Sesaat kemudian, Si Si pun melepaskan pelukannya, kini dia yang menarik tangan Min Min maju menggantikan nya.
Min Min memeluk Guo Yun dengan hangat, tanpa berkata-kata, hanya senyum dan airmata yang mengalir deras menghiasi wajahnya.
"Yun ke ke hiduplah dengan baik, ada atau tanpa ada diri ku.."
"Kamu harus hidup dengan baik dan bahagia bersama mereka.."
Ucap Min Min di dalam hati.
Setelah itu Min Min bergerak sedikit menyamping, memberi kode agar Si Si dan Gongsun Li mendekat.
Lalu mereka berempat pun berpelukan dengan hangat dan mesra.
Gongsun Li di tengah, Si Si di kanan, Min Min di kiri.
Guo Yun tersenyum bahagia penuh haru, hingga tanpa terasa kedua matanya ikut basah.
Beberapa waktu berlalu, Guo Yun akhirnya berkata,
"Ohh ya aku tadi mendapatkan surat mencurigakan tidak tahu dari siapa.. sebelum aku ingin keluar mencari mu "
ucap Guo Yun sambil menatap kearah Min Min.
Min Min tersenyum dan berkata,
"Kenapa gak di urus suratnya, malah mencari ku..?"
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Tentu saja karena aku mengkhawatirkan mu.."
Min Min tersenyum dan berkata,
"Bohong,.. bukankah Yun Ke ke lebih tertarik dengan peta ketimbang aku..?"
Guo Yun sambil tersenyum canggung berkata,
__ADS_1
"Maaf aku terlalu fokus hingga melupakan mu..'
Si Si dan Gongsun Li yang sering alami hal itu, mereka hanya menahan tawa.
"Min Min kamu harus mulai belajar terbiasa, dia gak heran.."
"Aku bahkan pernah dua hari cuma duduk melihat nya mengamati peta.."
ucap Gongsun Li sambil menahan senyum.
"Ya benar aku bahkan hampir satu bulan penuh, tiap hari cuma melihat dia mengamati Giok dari kakak Li, yang dia gantung dileher bagaikan pusaka leluhur.."
ucap Si Si sambil menahan tawa.
Guo Yun tersenyum sedih menatap Gongsun Li dan berkata,
"Maaf sayang, aku sudah menghilangkannya.."
Gongsun Li dengan wajah tersipu, mengeluarkan nya dan berkata,
"Tidak hilang, Si Si yang menemukannya di tepi jurang.."
Guo Yun buru buru mengambilnya, mencium nya dengan penuh semangat.
Dia kemudian memasang nya kembali di leher,
"Terimakasih Si Si, untung kamu menemukannya kembali.."
ucap Guo Yun bersemangat.
Si Si hanya tersenyum menggandeng tangan Min Min dan berkata,
"Min Min lihatlah, orang banyak bilang suami suka nya sayang istri muda.."
"Coba lihat Yun Ke ke apa seperti itu ?"
Min Min dengan bibir cemberut, langsung menggelengkan kepalanya, dan berkata,
Si Si sambil menahan senyum menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Bilang apa..?"
"Li Er,.. kamu di mana, ?"
"Li Er,.. maafkan aku..?"
"Jangan pernah tinggalkan aku Li Er, bangsat Ying Zheng kamu kembalikan istri ku.."
ucap Min Min meniru suara Guo Yun saat sedang berbicara dalam tidur.
Tapi kalimat belakang itu sengaja dia tambahkan untuk menggoda Gongsun Li dan Guo Yun.
Mendengar itu, bergelak lah, tawa Si Si hingga terpingkal-pingkal.
Gongsun Li yang tak pandai bicara hanya terdiam dengan wajah merah padam, melirik kearah Guo Yun.
Guo Yun sendiri hanya bisa tersenyum pasrah, menghadapi candaan Min Min dan Si Si.
Untuk mengalihkan pembicaraan agar Gongsun Li tidak semakin malu
Guo Yun pun mengeluarkan sepucuk surat dan berkata,
"Lebih baik kita lihat apa isi surat ini, siapa pengirimnya..?"
Ketiga istri Guo Yun mengangguk setuju, mereka segera mendekat untuk membaca bersama.
Guo Yun membuka segel di sampul surat, lalu mengeluarkan isinya.
__ADS_1
"Aku tahu kamu sudah kembali, malam ini, Kentungan ketiga, aku menunggu mu di jembatan sabuk Giok.."
"Mari kita selesaikan semua nya.."
"Tertanda Lu Bu Wei.."
"Bagaimana mungkin,..?
"Bukankah dia sedang memimpin pasukan nya di gunung Da Feng melawan Qi,.?"
ucap Guo Yun terlihat bingung.
Gongsun Li dan Si Si saling pandang, akhirnya Gongsun Li berkata,
"Orang itu sangat licik, banyak akal dan tipu muslihatnya, informasinya juga sangat lancar.."
"Apa yang sedang di pikirkan olehnya, siapa yang tahu..?"
"Pergi lihat saja, nanti juga akan tahu.."
Si Si mengangguk setuju dan berkata,
"Kakak Li benar pergi lihat saja, tak perlu khawatir.."
"Pasukan Harimau Hitam, paman kedua dan ketiga mereka semua sudah bersiap di empat penjuru kota.."
"Satu tanda saja dari ku, mereka semua akan datang kemari.."
"Tujuan aku dan kakak Li kemari memang berencana untuk mencari informasi dan merebut kembali kota ini.."
"Selagi dia sedang sibuk di gunung Da Feng..'
ucap Si Si penuh percaya diri.
"Bahkan setelah ini, kami akan menyerang Xian Yang.."
ucap Gongsun Li menambahkan..
"Ya kakak mau ketemu Siau Ying Cei ( Penjahat Ying kecil ) atau juga bisa diartikan si penjahat kelamin junior.."
ucap Si Si sambil menahan tawa.
Min Min juga menutupi mulutnya berusaha menahan tawa.
"Adik Si Si itu gak lucu,..! aku akan marah..!"
bentak Gongsun Li kesal.
Si Si langsung meletakkan lidahnya, mundur teratur kebelakang Min Min.
Guo Yun yang melihat hal ini buru buru berkata,
"Baiklah aku Kentungan ketiga akan memenuhi undangannya."
"Kalian bertiga bantu aku pantau situasi dari tempat persembunyian.."
"Bila ada yang tidak beres, kita segera mundur ."
ucap Guo Yun memutuskan.
Min Min menatap Guo Yun dan berkata,
"Yun ke ke aku boleh tidak,? tidak ikut, aku.."
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Baiklah kalau begitu, kamu boleh tunggu di sini saja.."
__ADS_1
"Kalau ada tanda bahaya, segera tinggalkan kota ini melalui pintu gerbang selatan, yang tidak jauh dari penginapan ini..'
ucap Guo Yun berpesan.