LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
BALA BANTUAN TAK TERDUGA


__ADS_3

Melihat didepan dan belakang ada yang menghadang dan mengejarnya.


Dengan ilmu langkah ajaib, di padu dengan ilmu ringan tubuh menembus Mega.


Guo Yun memukul tanah dengan tangan kanannya, sehingga tubuhnya berputar satu kali kesamping.


Dia melewati sepasang pukulan hitam putih, yang jadinya saling berbenturan dengan setitik merah.


"Boooom...!"


Setitik merah terpental mundur dengan tubuh seperti orang mengalami demam panas dingin.


Setitik Merah buru buru duduk bermeditasi, menenangkan gejolak hawa di dalam tubuhnya.


Guo Yun memanfaatkan situasi itu, kembali melarikan diri menjauh.


Kini pengejaran di lanjutkan oleh tiga Lo Sa, dengan wajah kesal terutama Er Lo Sa dan Ta Lo Sa, yang merasa di pecundangi Guo Yun.


Mereka berdua terlihat sangat kesal.


Sementara, pengejaran terus berlangsung sengit.


Zhang Yi dan keempat rekannya, sudah berhasil memimpin pasukan harimau hitam, melakukan pembantaian, hingga tiba di dekat alat alat berat itu.


Masing masing dari mereka, sambil bertempur, menyempatkan diri, melemparkan botol tanah liat, berisi minyak kearah peralatan berat di dekatnya.


"Boommm,..! Boommm,..!"


Boommm,..! Boommm,..!"


Boommm,..! Boommm,..!"


Boommm,..! Boommm,..!"


Ledakan terjadi, begitu botol minyak pecah, isinya tumpah, lalu terkena sambaran dari sumbu api yang terbakar.


Ledakan beruntun langsung terjadi, alat itu hanya berhasil melempar 2 sampai 3 kali serangan.


Sebelum kemudian meledak dan mejadi rongsokan rusak, tak dapat di gunakan lagi.


Wang Jian yang sempat panik, melihat kekuatan serangan mesin peralatan senjata perang lawan.


Akhirnya dia bisa kembali bernafas lega, saat melihat peralatan itu berhasil di hancurkan oleh pasukan harimau hitam.


Pasukan harimau hitam mengikuti instruksi Zhang Yi, setelah berhasil menjalankan tugas.


Mereka langsung bergerak mundur kembali ke kota Ping Yu.


Tanpa kesulitan mereka berhasil membuka kepungan pasukan Chu, dengan senjata cross bow dan tombak terbang mereka.


Setelah itu mereka mundur kembali kedalam benteng kota Ping Yu.


Guo Yun yang terus bermain kucing kucingan dengan tiga Lo Sa,


Saat melihat pasukannya, telah berhasil menjalankan tugas dari nya dengan baik.


Guo Yun pun ikut melarikan diri kembali kedalam benteng.


Tapi keinginan Guo Yun tidak semudah itu bisa terlaksana, karena tiga Lo Sa terus mengepungnya dengan ketat.


Mereka terus menyerang dan menghadang, kemanapun Guo Yun ingin pergi.


Kerja sama segitiga mereka sangat rapi sulit di tebus.


Di saat Guo Yun mulai bingung, beberapa kali tubuhnya, mulai terkena serempet pukulan ketiga orang itu.


Terpental kesana kemari, kelihatannya nasibnya tidak lama lagi akan tamat di tangan ketiga Lo Sa itu.

__ADS_1


Tiba-tiba dari arah timur dari balik hutan, muncul sekelompok gadis penunggang kuda, yang mengenakan topeng besi di wajah mereka.


Mereka langsung melepaskan tembakan senjata rahasia mereka kearah tiga Lo Sa.


"Dorrrr..! Dorrrr..! Dorrrr..! Dorrrr..! "


Dorrrr..! Dorrrr..! Dorrrr..! Dorrrr..! "


Dorrrr..! Dorrrr..! Dorrrr..! Dorrrr..! "


Suara letusan senjata rahasia mereka, yang menggetarkan sekitar lokasi pertarungan, langsung memenuhi udara.


Tiga Lo Sa buru buru melompat mundur, terbang di udara sambil bersalto.


Menghindari serangan senjata rahasia, yang sangat berbahaya itu.


Lalu bergerak mundur menjauhi arena pertarungan.


Salah satu pengendara kuda di barisan paling depan, sambil terus meletuskan senjatanya.


"Dorrrr..! Dorrrr..! Dorrrr..! Dorrrr..! "


Dia membungkukkan badannya, mengulurkan tangannya kearah Guo Yun, yang sedang terbaring di atas tanah.


Guo Yun yang melihat kesempatan itu, dia langsung menyambut uluran tangan gadis bertopeng itu.


Mengikuti tarikan tangan gadis itu, Guo Yun langsung melompat keatas punggung kuda gadis itu.


Gadis itu langsung memacu kudanya, menuju benteng kota Ping Yu.


Gadis bertopeng besi lainnya, juga ikut bergerak meninggalkan lokasi.


Mereka mengikuti pimpinannya,


memacu kuda mereka bergerak ikut masuk kedalam benteng kota Ping Yu.


Pintu gerbang langsung di tutup kembali, atas perintah Wang Jian.


Pasukan Qin kembali melanjutkan perang dengan saling melontarkan anak panah.


Di tempat lain Guo Yun yang yakin gadis yang datang menolongnya, pastilah Si Si.


Dia memeluknya dengan erat dan berbisik,


"Terimakasih Sayang, kamu kembali menyelamatkan nyawa ku.."


Gadis itu menghentikan kudanya, membuka topengnya dan berkata,


"Yun ke ke,.. kamu tidak apa-apa kan..?"


Guo Yun menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum berkata,


"Aku baik baik saja.."


"Syukurlah,..Yun ke ke,..


kamu turunlah.."


"Aku harus segera pergi sekarang.."


ucap Si Si sambil mengenakan kembali topengnya.


Guo Yun menatap Si Si lekat lekat dan berkata,


"Katakan dulu, kenapa kamu mau pergi..?"


Si Si menghela nafas sedih dan berkata,

__ADS_1


"Masih seperti pesan di surat ku, aku tidak mau mempersulit keadaan.."


"Aku harusnya tidak kemari, tapi aku tidak bisa melihat mu dalam bahaya, tanpa turun tangan membantu mu.."


"Kini Yun Ke ke sudah aman, ini artinya saatnya aku pergi.."


Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Di luar sangat berbahaya, pasukan Chu sedang mengepung ketat tempat ini.."


"Aku tidak akan ijinkan kamu menempuh bahaya itu.."


"Lagipula aku sudah putuskan, aku tidak akan pernah melepaskan mu pergi dari sisi ku lagi.."


"Apapun alasannya.."


"Apapun yang akan terjadi,.aku tidak akan biarkan kamu pergi.."


ucap Guo Yun penuh keyakinan.


Si Si menghela nafas sedih dan berkata,


"Yun ke ke kamu jangan menangani masalah dengan emosi.."


"Berpikirlah dengan tenang, agar tidak menyesal nantinya.."


"Sebelum dia tiba, masih ada waktu, biarkanlah aku pergi..."


ucap Si Si dengan suara sedikit bergetar.


Guo Yun tidak menjawabnya, dia meraih paha Si Si yang sebelah kiri, memindahkan nya kesebelah kanan.


Lalu dengan satu tangan menahan paha Si Si, tangan lain menahan samping dada Si Si.


Guo Yun langsung menggendong Si Si melompat turun dari kuda.


"Heiii..!"


teriak Si Si kaget, dia sedikit kaget takut jatuh. karena Guo Yun melakukan nya secara mendadak.


Secara otomatis, Si Si melingkarkan satu tangan di belakang leher Guo Yun.


Tangan lain mencengkram erat baju di bagian dada Guo Yun.


Tanpa memperdulikan reaksi Si Si dan tatapan mata semua orang, Guo Yun langsung menggendong Si Si masuk kedalam kemahnya.


"Yun ke ke jangan seperti ini, cepat turunkan aku.."


"Ini memalukan banyak yang melihat.."


ucap Si Si, menahan malu hingga dari leher dagu sampai ke daun telinga terlihat merah padam.


"Malu kenapa ? kamu juga adalah istri ku, tak ada yang perlu di buat malu.."


"Cepat lambat semua orang akan tahu ."


"Aku tidak akan pernah melepaskan dan membiarkan mu pergi lagi dari sisi ku.."


"Kita akan selalu bersama, aku akan menjelaskan nya pada istri ku tentang kita.."


"Apapun resikonya aku tidak akan mundur.."


ucap Guo Yun menatap Si Si dengan yakin.


Si Si sesaat terdiam, dia tidak membantah lagi.


Dia menyandarkan kepalanya di dada Guo Yun, sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


Dia terlihat sangat menikmati alunan detak jantung, pria yang tidak pernah sedetik pun, tidak dia rindukan.


__ADS_2