LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MELEDAKKAN BENDUNGAN


__ADS_3

"Dung..! Dung...! Dung..! Dung...!"


"Dung..! Dung...! Dung..! Dung...!"


"Dung..! Dung...! Dung..! Dung...!"


"Dung..! Dung...! Dung..! Dung...!"


Suara genderang perang di pukul bertalu talu, barisan pasukan harimau hitam terlihat sudah berbaris rapi sepanjang bukit.


Sepertinya barisan pasukan besar itu sudah bersiap bergerak menerjang kearah pasukan Qin.


Seluruh pasukan Qin langsung membentuk pertahanan berlapis-lapis.


Bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.


Beberapa komandan pasukan terlihat berlari menghampiri Meng Li.


Mereka ingin tahu apa keputusan yang akan Meng Li perintahkan ke mereka.


Meng Li yang tadinya ragu ragu, di mana dia masih ingin mengirim orang, untuk memeriksa dan memastikan keadaan di hulu sungai sana.


Kini melihat pihak pasukan harimau hitam, sepertinya juga sudah mengetahui perihal sungai yang surut.


Di mana mereka takut kehilangan kesempatan, bila mereka masih terus menunggu.


Jadi sebelum sungai benar benar kering dan bisa di gunakan oleh lawan melarikan diri.


Mereka langsung memutuskan menyerang frontal, yang kerugiannya tidak kecil.


Tapi bagi pasukan harimau hitam kerugian tidak kecil, bagi Meng Li dan seluruh pasukannya adalah kiamat.


Mereka semua hari ini, bila tidak cepat mundur melarikan diri menyeberangi sungai.


Saat pasukan harimau hitam tiba, mereka semua pasti hancur dan tamatlah riwayat hidup mereka.


Mereka hanya akan menjadi pahlawan Qin yang mati konyol, karena terlambat mengambil keputusan.


Dengan segala pemikiran itu, Meng Li sudah tidak punya waktu untuk berpikir jauh lebih banyak lagi.


Dia segera berkata,


"Komandan Cai dan semua komandan lainnya, terkecuali komandan pertahanan garis depan."


"Sekarang juga segera pimpin semua pasukan kalian, bergerak menyeberangi sungai.."


"Pasukan garis depan akan mundur paling terakhir, mencegah pasukan harimau hitam datang mendekat.."


"Barisan depan baru boleh mundur, bila sudah mendengar terompet tanda mundur di tiup..!"


Ucap Meng Li memberikan perintah kilat.


"Siap..!*


Jawab semua komandan yang hadir, tapi perbedaan ekspresi jelas terlihat.


Komandan barisan belakang terlihat gembira, sedangkan komandan baru barisan depan terlihat agak pucat dan berkeringat wajah mereka.


"Dung..! Dung...! Dung..! Dung...!"


"Dung..! Dung...! Dung..! Dung...!"


"Dung..! Dung...! Dung..! Dung...!"


"Dung..! Dung...! Dung..! Dung...!"

__ADS_1


"Hiaaaa...! Hiaaaa...! Hiaaaa...!"


"Hiaaaa...! Hiaaaa...! Hiaaaa...!"


"Hiaaaa...! Hiaaaa...! Hiaaaa...!"


Suara teriakan pasukan harimau hitam di atas bukit sana, dan suara genderang perang yang bertalu talu semakin cepat.


Di mana mereka di pimpin oleh Si Si mulai bergerak menuruni bukit.


Membuat para komandan barisan depan, yang berlari kembali ke barisan mereka, mereka semua terlihat sangat cemas.


Komandan barisan belakang mulai memberi perintah kepada barisan pasukannya, untuk segera bergerak masuk kedalam sungai.


Mereka semua bergerak cepat dalam bentuk barisan teratur menyeberangi sungai yang kini semakin dangkal.


Bahkan bagian tengah, airnya hanya sebatas pinggang saja.


Meng Li bergerak menyusul di paling belakang dari barisan pasukan belakangnya.


Di barisan depan perang mulai pecah' antara pasukan harimau hitam dengan pasukan Qin.


Perbedaan kemampuan bela diri dan kalah jumlah.


Membuat pasukan barisan depan Qin, dengan mudah di bantai.


Mereka satu persatu bertumbangan di bantai oleh pasukan harimau hitam, yang bergerak seperti tukang rumput yang sedang membabat rumput liar.


Barisan kedua dan ketiga yang melihat ketidak beresan, di mana mereka hanya akan menjadi tumbal bagi rekan rekan mereka di belakang sana.


Tanpa di komando, barisan kedua dan ketiga, tiba tiba langsung membalikkan badan mereka.


Kemudian dengan cepat mereka semua melarikan diri dari arena pertempuran.


Akhirnya para komandan itu pun terpaksa mengikuti mereka melarikan diri.


Hanya tersisa komandan Gai, komandan barisan pertama yang masih dengan setia, terus bertahan di sana, membantu pasukan nya yang terus berguguran di bantai oleh pasukan harimau hitam.


Komandan Gai akhirnya terkepung oleh pasukan Harimau Hitam yang menyerangnya dari berbagai arah.


Komandan Gai yang melihat anak buahnya terus bertahan mati matian di baris depan.


Dia juga ikut memutar cambuk di tangannya untuk menyerang siapa pun yang berani datang mendekatinya.


Pada belasan gerakan pembukaan, cambuk itu berhasil melukai barisan pasukan harimau yang datang menyerangnya.


Tapi saat Si Si hadir di sana, memberikan pengarahan.


Situasi langsung berbanding terbalik, komandan Gai terlihat mulai terdesak.


Cambuknya terbabat putus, badannya mulai di penuhi luka di sana sini.


"Doorrrr..!"


Terdengar suara letusan keras, dari arah Si Si, komandan Qin yang pemberani dan gagah itu.


Langsung jatuh terjengkang kebelakang dengan dahi berlubang, di mana asap tipis mengepul dari lubang tersebut.


Sebelum kemudian darah mulai menggenangi tempat tersebut.


Di mana Komandan Gai terlihat terbaring terlentang di sana dengan sepasang mata melotot marah.


Tidak lama berselang barisan pertama pertahanan Qin pun habis di bantai tanpa sisa.


Mayat mayat bergelimpangan memenuhi tempat pertempuran.

__ADS_1


Si Si setelah berhasil menewaskan komandan Gai, dia segera melepaskan kembang api ke udara.


Kembang api melesat tinggi keudara, kemudian meletus di atas sana.


Bunga api warna warni berpijar memenuhi udara.


Pasukan Qin yang sedang terburu-buru melarikan diri menyeberangi sungai.


Tidak ada yang menyadari hal itu, bahkan Meng Li dan beberapa komandan nya tidak ada yang menyadari keganjilan yang Si Si lakukan.


Mereka semua terus berlomba lomba bergerak secepat mungkin menyeberangi sungai yang semakin lama semakin dangkal.


Di tempat terpisah, Zhou Tai dan pasukannya yang sudah menyelesaikan tugas mereka dari kemaren sore.


Mereka terlihat duduk santai sambil beristirahat melepas lelah, di atas batu dan tumpukan karung, yang mereka tumpuk tumpuk di sepanjang aliran sungai .


Baru saat pagi tiba, saat Zhou Tai melihat tanda kembang api yang Si Si lepaskan.


Dia segera berteriak,


"Semuanya awas,..pergi jauhi sungai..!"


"Cepat...! cepat..!"


"Cepat...! cepat..!"


"Cepat...! cepat..!"


Teriak Zhou Tai sambil berlarian di balik bendungan menuju pinggiran sungai.


Bahkan dia sudah memanjat naik keatas tebing pinggir hutan.


Pasukan nya juga mengikutinya dengan cepat meninggalkan kawasan aliran sungai yang mereka bendung.


Di mana airnya disebelah lain, sudah terlihat naik tinggi, hampir melewati batas atas bendungan.


"Pasukan peledak bersiap..!"


"Lemparkan sekarang..!"


teriak Zhou Tai lantang, saat dia melihat tidak ada lagi pasukannya yang masih ada di bawah sana.


Botol botol guci arak yang berisi bahan peledak dengan sumbu menyala api, diatas tutup botol.


Terlihat dilemparkan dari arah pinggiran tebing, semuanya tertuju kebagian belakang bendungan yang terpasang banyak bahan peledak.


Botol botol itu melayang memenuhi udara, kemudian jatuh menimpa bahan peledak di belakang bendungan.


"Booommm..!!" "Booommm..!!"


"Booommm..!!" "Booommm..!!"


"Booommm..!!" "Booommm..!!"


"Booommm..!!" "Booommm..!!"


Terdengar bunyi ledakan menggelengkan memenuhi tempat itu.


Karung karung yang membendung aliran sungai, pecah berhamburan ke udara.


Bahkan gelondongan kayu besar pun terlihat terbelah menjadi beberapa potong.


Batu sungai yang besar besar juga terlihat banyak yang hancur berkeping keping.


Air bah yang besar dan kuat langsung menyapu segala yang ada, terus bergerak dengan sangat cepat memenuhi seluruh bagian hulu sungai Han.

__ADS_1


__ADS_2