LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
SERANGAN KEJUTAN..


__ADS_3

Li Kui dan Li Ba mengangguk, mereka bertiga yang langsung terbang keatas benteng kota.


Li Kui dan Li Ba menyebar masuk kedalam benteng kota mendekati gerbang pintu.


Untuk menguasai pintu gerbang, pekerjaan mereka menjadi jauh lebih ringan karena pasukan Qin banyak yang tidak bisa menghalangi langkah mereka.


Karena mereka sedang sibuk sendiri dengan seluruh tubuh mereka yang gatal gatal.


Sedangkan Guo Yun sambil melayang di udara dia melepaskan dua cahaya merah mengarah ke tali pengikat jembatan.


"Trangggg..!"


"Trangggg..!"


Rantai pengikat jembatan putus tersambar hawa pedang pemusnah Guo Yun.


Ada 4 rantai besar penahan jembatan, dua putus tentu dua yang lainnya berderak hebat.


Begitu Guo Yun kembali melepaskan dua tebasan berikutnya saat dia mendarat di atas tembok gerbang kota.


"Trangggg..!"


"Trangggg..!"


Dua rantai besi penahanan terakhir pun putus.


"Boooom..!"


Jembatan penghubung jatuh kebawah, menimbulkan suara hiruk pikuk.


Debu tanah pasir batu beterbangan keudara, menghalangi pandangan mata.


Tapi setelah kabut yang menghalangi pandangan mata hilang.


Sebuah jembatan besar penyeberangan terhampar di sana.


Guo Yun sendiri sudah menyusul kedalam benteng kota.


Begitu mendarat dia langsung memberikan tebasan pemusnah, menyapu semua penjaga di sana.


Membantu Li Ba dan Li Kui agar bisa berkonsentrasi membuka pintu gerbang kota.


Pasukan Qin yang sedang terserang rasa gatal, mereka tidak bisa melakukan perlawanan berarti, mencegah aksi Guo Yun.


Begitu pintu gerbang terbuka, pasukan harimau hitam meluruk masuk kedalam benteng pertahanan benteng kota Cai.


Sisa pasukan penjaga benteng kota langsung membuang senjata di tangan mereka, mengaku kalah.


Dari dalam kota Cai terlihat sebarisan pasukan yang berpakaian baju zirah perang mentereng muncul, di pimpin oleh seorang Jendral muda dan Jendral tua.


Jendral tua itu adalah pamannya Jendral Li Sin yang sudah tewas di tangan Xiang Yan dari Chu.


Beliau bernama Li Kong.


Sedangkan pemuda tampan dan gagah itu adalah putra beliau, yang bernama Li Ming


Mereka berdua muncul membawa 100.000 pasukan elite keluarga Li, untuk menghadang gerak langkah pasukan Guo Yun.


Kedatangan mereka yang agak belakangan, membuat mereka terhindar dari bubuk gatal, yang di tebarkan oleh pihak pasukan harimau hitam.


Guo Yun Li Ba dan Li Kui berdiri paling depan, berhadapan dengan Jendral Li Kong dan putranya Li Ming.

__ADS_1


"Jendral tua menyerah lah, jangan berkorban yang tidak perlu.."


tegur Guo Yun yang tidak tega melukai Jendral tua yang setia dan gagah berani ini.


"Ha..ha...ha..ha..!"


"Anak muda jangan melawak di sini.."


"Aku Li Kong dan keluarga hidup menerima Budi dari raja ZhuangXiang hingga saat ini.."


"Tidak ada istilah menyerah dalam kamus ku.."


"Kamu ingin rebut tempat ini dari Qin, hanya ada satu jalan.."


"Langkahi mayat kami.."


ucap Li Kong tegas.


Li Ming juga terlihat mengangguk dengan penuh tekad.


"Baiklah bila itu yang di inginkan, jangan salahkan aku tidak mengingatkan."


ucap Guo Yun berubah dingin.


Lawan bersikap keras kepala, dia tidak punya pilihan selain nanti memberikan mereka pemakaman yang layak,


untuk menghormatinya.


Guo Yun menoleh kearah kedua saudaranya dan saling menganggukkan kepala.


Li Kui langsung menerjang kearah kakek Li Kong dengan sepasang tangan kosong.


Li Kong langsung memutar goloknya menyambut datangnya serangan Li Kui.


"Trangggg..!"


Golok membacok tangan Li Kui, tapi bukan lengan Li Kui yang terluka.


Hawa inti neraka melindungi seluruh tubuhnya secara otomatis.


"Ahhhh,..!"


Li Kong yang berteriak kaget baru satu kali berbenturan, golok di tangannya, sudah terpental lepas dari tangannya.


Belum juga hilang kagetnya, tangan Li Kui yang bisa memanjang.


Meski Li Kong sudah bergerak mundur, dadanya tetap saja menerima hantaman dari telapak tangan Li Kui.


"Dessss..!"


Tubuh Li Kong terpental berlutut di atas tanah, sebelum memuntahkan darah segar, kemudian terguling pingsan tidak sadarkan diri.


Li Kui bukan kakek mertuanya, meski mewarisi ilmu keji tapi hatinya sangat baik.


Dia tidak tega menghabisi Li Kong itu, dia hanya melumpuhkan nya saja.


Agar tidak menghalangi langkah mereka menahlukkan kota Cai.


Bila yang turun tangan adalah Cui Ming Koai Jen, niscaya Li Kong yang keras kepala sudah menjadi serpihan daging di buatnya.


Di tempat lain Li Ming yang berhadapan dengan Li Ba.

__ADS_1


Melihat Li Ba menerjang kearah nya dengan sepasang tangan kosong yang di selimuti petir biru.


Li Ming tanpa gentar memutar goloknya menyambut datangnya serangan Li Ba.


Dia ingin memotong kedua lengan Li Ba yang bergerak menyerang nya.


"Ahhhh,...!"


Sama dengan ayahnya, hanya dalam satu gebrakan saja.


"Blaaaarrr...!'


Golok di tangan Li Ming terpental lepas dari pegangan tangannya.


Dia meringkuk kejang kejang diatas tanah seperti orang habis tersambar setrum.


Sama seperti Li Kui, Li Ba juga tidak tega membunuh Li Ming.


Dia hanya melumpuhkan nya saja, bila Li Ba menghendaki, Li Ming pasti gosong seperti orang tersambar petir.


Bukan kejang kejang kemudian pingsan, persis seperti orang terkena setrum.


Pasukan Harimau Hitam dan pasukan elite keluarga Li sudah terlibat saling serang.


Masing masing bertahan dalam formasi masing masing, sambil saling serang secara berkelompok.


pasukan Harimau Hitam lebih unggul, karena mereka bergerak mengikuti arahan 6 jendral mereka yang melakukan pengamatan dari tempat tinggi


Sambil menggerakkan Bendera perintah agar mereka bergerak menyerang maupun bertahan dalam formasi.


Pelan tapi pasti pasukan elit keluarga Li mulai bertumbangan, mereka terluka parah tidak bisa melanjutkan pertarungan lagi.


Barisan pasukan yang tertekan itu, di bawah komando beberapa orang komandan pasukan mereka.


Mereka bergerak mundur kedalam gang gang sempit dalam kota, sambil melanjutkan perlawanan.


Dengan bergerak di dalam gang sempit, pasukan tombak harimau hitam sulit mengembangkan formasi tombak mereka.


Karena tombak mereka sering berbenturan dengan tembok gang yang sempit.


Selain itu formasi besar mereka tidak bisa berjalan, harus merubah nya menjadi pertempuran perorangan.


Pasukan elit keluarga Li juga memilki keunggulan lain, yaitu mereka lebih hapal seluk beluk kota dan jalannya.


Hal ini menyulitkan pasukan harimau hitam bisa memenangkan pertempuran dalam waktu singkat.


Untungnya mereka semua sudah lama mengikuti Guo Yun berperang, mereka cukup terlatih baik dalam pertempuran satu lawan satu sekalipun.


Sehingga meski belum bisa memetik hasil dengan cepat, tapi mereka masih lebih unggul.


Guo Yun yang sedang mengawasi jalannya pertempuran, tiba-tiba merasa ada yang diam diam menyerangnya.


Guo Yun buru buru terbang menghindar dari punggung kudanya.


"Sraaat...!"


Kuda elit Guo Yun meringkik keras..


"Hieeehh...!"


Sebelum tubuhnya terbelah dua oleh energi tajam tanpa Wujud yang melintas lewat.

__ADS_1


__ADS_2