
Wang Jian tertawa dan berkata,
"Jangan merendah lagi, kamu begitu mengenali lawan mu seperti mengenali diri mu sendiri.."
"Itu saja sudah menunjukkan, dia memang pantas kalah telak di tangan mu.."
"Adik Yun kakak benar benar berharap kita bisa terus bekerja sama."
"Semoga saja jangan sampai harus berdiri di pihak berlawanan di Medan laga nantinya.."
ucap Wang Jian serius.
Karena Guo Yun benar benar lawan yang tidak pernah dia harapkan untuk bertemu.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Kita masing masing berdiri dan mengabdi pada tuan yang berbeda..'
"Selama mereka bekerja sama, tentu kita akan selalu bersama.."
"Bila mereka saling berlawanan kita bisa apa..?"
ucap Guo Yun jujur menurut pengamatannya.
Wang Jian menghela nafas panjang dan berkata,
"Semoga saja jangan ada hari itu.."
"Ayo adik Yun mari kita pergi ke kemah utama pangeran Yin Zheng, aku akan perkenalkan kamu dengan beberapa teman teman ku yang lainnya."
ucap Wang Jian sambil merangkul bahu Guo Yun.
Guo Yun mengangguk, lalu dia menoleh kearah Zhang Yi, Ling Tong dan Zhou Tai.
"Kakak bertiga ikut dengan ku mengunjungi kemah pangeran Yin Zheng.."
"Pasukan kita suruh mereka semuanya beristirahat di kemah utama kita.."
ucap Guo Yun memberi instruksi.
Ling Tong buru buru menyampaikan instruksi Guo Yun ke beberapa wakilnya.
Setelah itu dia bergerak menyusul Rombongan Guo Yun dan Wang Jian yang sedang bergerak menuju tepi sungai Huai.
Saat mereka berlima tiba di kemah utama mereka langsung di sambut oleh pasukan pengawal Qin yang. berbaris rapi di kiri kanan jalan menuju kemah utama.
Melihat kedisiplinan pasukan Qin, diam diam Guo Yun harus mengakui pasukan Qin sangat terlatih.
Sangat berbeda jauh dengan pasukan negara Lu.
Di depan kemah utama terlihat beberapa orang berdiri berjejer, sambil tersenyum ramah menyambut kedatangan mereka berlima.
Dari tujuh orang yang berdiri di sana menyambut kedatangan nya, Guo Yun hanya mengenali dua di antaranya, yaitu Ching Ke dan Zhong Yu.
__ADS_1
Hati Guo Yun sedikit bertanya tanya, kenapa tidak terlihat Gongsun Li berada diantara mereka, yang datang menyambutnya.
Tapi dalam situasi seperti ini, Guo Yun paham betul.
Bila dia menunjukkan keperduliannya yang extra terhadap Gongsun Li di hadapan orang orang ini.
Bukan mustahil bila suatu hari mereka berhadapan sebagai lawan, mereka akan menggunakan Gongsun Li untuk menekan dirinya.
Hal ini akan sangat membahayakan keselamatan Gongsun Li di masa mendatang.
Dari ke 5 orang pihak Qin yang menyambutnya, Guo Yun menaruh perhatian Khusus pada dua orang.
Orang pertama adalah seorang pria berusia 40 an wajahnya tampan gerak geriknya halus tenang dan berwibawa.
Sepasang matanya jeli menunjukkan kecerdasan otaknya.
Alis matanya hitam tebal menunjukkan ketegasan dan kekerasan hatinya.
Hidungnya kecil mancung dan agak sedikit bengkok kedalam ujungnya.
Menunjukkan dia adalah seorang yang cerdik licik berani menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan.
Orang kedua adalah seorang pria yang memiliki sorot mata tajam dan dingin, wajahnya sedikit di penuhi brewok tipis yang tercukur dengan rapi.
Tubuhnya sedang padat berisi, tapi dari aura yang di pancarkan oleh tubuhnya.
Guo Yun memperkirakan orang ini kemungkinan besar berada di Tahapan Pendekar langit, atau minimal ada di Tahapan Pendekar Bumi.
Kedua orang inilah yang perbawaannya sedikit berbeda sedangkan 3 sisanya, ada satu orang yang menebarkan rasa respek dan bisa di percaya seperti kakak nya Wang Jian.
wajahnya tampan.
Dia semakin terlihat menarik dengan adanya kumis tipis yang menghias di atas bibirnya.
Tubuhnya sedang padat berisi, Guo Yun menafsir pria itu ada kemungkinan adalah pendekar bumi.
Sisa dua lainnya yang satu berwajah culas seperti wajah burung hantu, yang satu bergaya sombong layaknya dunia adalah miliknya.
Tatapan mata dan senyumnya menunjukkan dia memandang remeh Guo Yun dan Wang Jian.
Tapi Guo Yun hanya mengamati saja, dia tidak ambil pusing dengan tanggapan mereka.
Dia lebih mengkhawatirkan Gongsun Li yang tidak terlihat di antara mereka.
Setelah berhadapan Wang Jian langsung berkata, dengan bangga dan penuh semangat.
"Pasukan Chu dan pimpinan nya, Xiang Yan telah mundur kembali ke Shoucun."
"Semua berkat siasat dari saudara ku Guo Yun ini, termasuk aku bisa lolos dari pengepungan juga berkat bantuan darinya.."
"Di belakangnya adalah 3 rekannya adik ku Guo Yun, yang ini Zhang Yi, yang ini Zhou Tai dan dia Ling Tong."
ucap Wang Jian memperkenalkan mereka berempat.
__ADS_1
Pria berumur 40 an berwajah tampan itu sambil tersenyum ramah berkata,
"Selamat bergabung saudara Guo Yun, terimakasih atas bantuannya sehingga kami semua bisa terlepas dari kepungan pasukan Chu..."
Pria itu selesai berkata, langsung menjura kearah Guo Yun sambil membungkukkan badannya.
Guo Yun bakas menjura dan berkata,
"Tidak perlu sungkan tuan, semua hanya kebetulan saja.."
"Adik Yun kenalkan beliau ini adalah perdana menteri kanan Lu Bu Wei.."
"Di sebelahnya adalah jendral Bai Qi, di sebelahnya lagi adalah Jendral Meng Thian.."
"Di sebelah Jendral Meng Thian adalah Kepala koordinator menteri istana tuan Fan Sui.."
"Yang terakhir adalah Jendral Li Xin."
Guo Yun memberi hormat kearah mereka satu persatu dan langsung di balas dengan penghormatan kembali.
Kecuali orang terakhir yang bernama Li Xin, dia hanya mengulapkan tangan nya membalas penghormatan Guo Yun.
Tindakan nya tentu membuat Zhang Yi Zhou Tai dan Ling Tong mengerutkan alis, tapi demi hormati Guo Yun mereka tidak berkata apa-apa.
Guo Yun sendiri tidak terlalu menanggapi sikap Li Xin yang arogan.
Dia pura pura tidak tahu , lalu menghadap kearah Zhong Yu dan Ching Ke dan berkata,
"Kakak berdua terimalah salam hormat dari adik.."
Zhong Yu dan Ching Ke sambil tersenyum gembira maju memegangi pundak Guo Yun dan berkata,
"Terimakasih adik Yun kamu sudah datang membantu.."
Guo Yun tersenyum dan balas memegang lengan mereka berdua dan berkata,
"Itu sudah seharusnya, tak perlu berterimakasih.."
"Saudara Yun ayo kita masuk dan bicara di dalam kemah utama.."
ucap Perdana menteri Li Bu Wei ramah.
Sambil mempersilahkan semuanya untuk masuk kedalam kemah.
Guo Yun setelah masuk kedalam kemah melihat kursi kebesaran kosong , pangeran Ying Zheng tak terlihat begitu pula dengan Gongsun Li.
Dia sudah bisa menebak sebagian apa yang terjadi.
Lu Bu Wei mengambil tempat duduk kebesaran menggantikan Pangeran mahkota Ying Zheng.
Dia bertepuk tangan dua kali beberapa pengawal mengangkut 4 buah peti berisi emas dan perak di letakkan di tengah ruangan.
"Saudara Wang Jian, saudara Guo Yun, di sini saya mewakili negara Qin, mengucapkan terimakasih atas bantuan kalian berdua, yang berhasil memukul mundur pasukan chu.."
__ADS_1
"Di sini ada sedikit ucapan terimakasih dari Qin, mohon diterima dengan baik.."
"Harap jangan di tolak ketulusan kami.."