LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KELUAR KOMPLEKS ISTANA


__ADS_3

"Baik Yang Mulia hamba akan persiapkan segala sesuatu nya untuk keberangkatan Yang Mulia.."


"Kalau boleh tahu, kapan Yang Mulia ingin berangkat..?"


Tanya Kasim Cao.


"Sore ini,.."


"Kamu tidak perlu repot repot, menyiapkan pengawalan dan lain sebagainya nya."


"Cukup kereta kuda sederhana, dan beberapa perlengkapan sembahyang saja.."


"Kami hanya bertiga saja yang berangkat kesana.."


Ucap Guo Yun cepat.


"Baik Yang Mulia, hamba siap laksanakan.."


"Satu lagi yang mulia, acara peringatan nya nanti mau di mana Yang Mulia..?"


"Di depan halaman istana saja, sederhana saja yang penting terlihat tulus dan dilakukan dengan penuh khidmat."


Ucap Guo Yun berpesan.


Guo Yun sadar kondisi kerajaannya yang sedang membutuhkan banyak uang.


Dia tidak bisa boros dan sembarangan menghambur hamburkan nya.


"Hamba mengerti Yang Mulia.."


Jawab Kasim Cao cepat.


"Baiklah kamu boleh segera pergi mempersiapkan segala sesuatunya..


Ucap Guo Yun memberi kode, agar Cao Kung Kung boleh meninggalkan ruangan nya.


Setelah Cao Kung Kung pergi meninggalkan ruangan.


Si Si pun bertanya,


"Yun ke ke, kamu tidak bermaksud mengajak Min Min ?"


Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,


"Tempat seperti itu, anak anak lebih baik tidak ikut.."


"Sedangkan dia lebih suka bersama anak anak, mengajaknya tanpa membawa anak anak dia belum tentu mau.."


"Anak anak ada banyak dayang yang menjaga, kalau dia mau gak sulit.."


"Lagipula Meng Yun juga sudah cukup besar, dia pasti bisa bantu jaga dan awasi kedua adiknya.."


Ucap Gongsun Li dingin.


"Ya Yun ke ke juga belum tanya, siapa tahu Min Min mau.."


"Tanyalah dulu baru putuskan, segala sesuatu kan butuh komunikasi.."


Ucap Si Si lembut.


Guo Yun mengangguk pelan dan berkata,


"Baiklah, aku coba pergi menemuinya.."


"Sejak kembali ke Shoucun, aku juga terlalu sibuk, belum sempat pergi temui dia dan anak anak.."


Ucap Guo Yun .


Gongsun Li mengangguk dan berkata,


"Pergilah, di sini biar kami yang bantu urus.."


Guo Yun mengangguk dan berkata,

__ADS_1


"Terimakasih sayang, kalau begitu aku tinggal dulu.."


"Nanti kita langsung ketemu di kereta saja.."


Si Si dan Gongsun Li mengangguk pelan sambil tersenyum lembut.


Setelah mendarat kan ciuman lembut di pipi kedua istrinya, Guo Yun pun bergegas meninggalkan ruang kerjanya.


Beberapa waktu kemudian Guo Yun sudah tiba di kediaman nya.


Dia tidak pergi ke kamar Min Min.


Tapi langsung menuju ke kamar putranya Meng Yun.


Saat tiba di depan kamar Meng Yun, Guo Yun melihat putranya seorang diri sedang berlatih Ilmu 72 langkah ajaib dan cakar 9 Naga langit.


Gerakan nya lincah dan mantab, Guo Yun tersenyum puas melihat hasil latihan putra pertamanya itu.


Di pinggir halaman, di sebuah pondok bersantai, Guo Yun melihat ada 4 dayang, yang sedang menjaga Guo Feng dan Guo Ling.


Melihat kedatangan ayahnya kedua anak itu segera melambaikan tangan dan berteriak,


"Ayah kami di sini..!"


Lalu mereka berdua segera berlari kearah Guo Yun.


Guo Yun sambil tersenyum lebar, segera menghampiri dan menggendong kedua anak itu.


"Ling Er, Feng Er, bagaimana latihan kalian berdua ? apa kalian ada nakal..?"


"Tidak ayah, kami tidak nakal.."


"Kakak Feng sedang berlatih menulis ajaran dari Konfusius, sedangkan aku sedang menghafalnya sesuai ajaran ibu Min Min.."


Ucap Guo Ling bangga.


"Bagus ,.. ini baru putra putri ayah yang pintar."


Ucap Guo Yun sambil tersenyum lebar.


Panggil Meng Yun dari samping.


Dia sudah menghentikan latihannya, dan segera menghampiri ayahnya.


Begitu dia mendengar suara panggilan dari kedua adiknya.


Guo Yun menoleh kearah Meng Yun, sambil tersenyum lembut Guo Yun berkata,


"Kalian bertiga sudah besar, ayah semakin bangga dengan kalian.."


"Semua ini berkat bimbingan ibu kalian Min Min.."


"Ingatlah kalian harus selalu menurut, tidak boleh banyak membantah, apalagi melawan dengan ibu kalian.."


"Menjaga dan mengurus kalian bertiga itu bukanlah pekerjaan mudah, jadi kalian harus berbakti dengan nya.."


"Kalian paham..?"


Ucap Guo Yun menasehati putra putrinya.


"Kami paham ayah.."


Jawab ketiga anak itu kompak.


"Ayah,..ayah kemari mau mencari ibu ya..?"


Tanya Meng Yun, sambil menatap ayahnya.


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Ya ayah memang ada yang perlu di bicarakan dengan ibu kalian.."


"Tapi ayah juga ingin datang menemui kalian bertiga, melihat keadaan kalian ."

__ADS_1


Ucap Guo Yun lembut.


"Ayah ibu sedang tidak ada di sini, tiga hari ini ibu jarang kemari.."


"Ibu lebih banyak menghabiskan waktu sembahyang di kuil Dewi Kwan Im.."


Guo Yun mengangguk pelan dan berkata,


"Kalian kenapa tidak ikut..?"


"Ibu melarang kami ikut ayah, ibu bilang kamu harus rajin belajar.."


Ucap Guo Feng polos.


Guo Yun mengangguk, lalu dia menoleh kearah beberapa dayang yang terlihat berlutut di belakang kedua anaknya.


"Kalian ada yang tahu, di mana letak biara yang istri ku pergi..?"


Tanya Guo Yun pelan.


Salah satu dari keempat dayang muda yang memilki tahu lalat di dekat bibirnya segera berkata,


"Kuil Dewi Kwan Im di kota raja ini, cuma satu ada di sebelah selatan istana.."


"Di dalam atau di luar kompleks istana..?"


Tanya Guo Yun lagi mencoba memastikan nya.


"Di luar komplek istana Yang Mulia.."


Jawab dayang itu penuh hormat.


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Terimakasih informasinya.."


"Kalian kembalilah ke pekerjaan kalian yang lainnya.."


"Anak anak biar bersama ku saja.."


Ucap Guo Yun


"Baik Yang Mulia.."


Jawab keempat dayang itu patuh, setelah itu mereka segera meninggalkan tempat tersebut.


Setelah keempat dayang itu pergi, Guo Yun pun berkata,


"Anak anak, bagaimana bila ayah temanin kalian jalan jalan keluar dari istana.."


"Sekalian kita pergi menjemput ibu kalian..?"


Guo Feng dan Guo Ling langsung bersorak riang dan terlihat bersemangat.


Sedangkan Meng Yun yang lebih besar, dia hanya menanggapinya dengan senyum dan berkata,


"Terserah ayah, Meng Yun ikut saja ."


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Kalau begitu, kita ganti dengan pakaian biasa ini saja, agar tidak menarik perhatian orang orang di luar sana.."


Ketiga anak itu tidak menolaknya, mereka segera melapisi pakaian mereka, dengan pakaian sederhana yang Guo Yun keluarkan dari dalam cincinnya.


Meski pakaian itu sedikit kedodoran di tubuh Guo Feng dan Guo Ling.


Tapi setelah di bantu rapikan dengan ikat pinggang, kepanjangan dan kedodoran sebelum nya tidak terlihat begitu jelas lagi.


Setelah rapi Guo Yun menggendong kedua putra putrinya di dampingi Meng Yun yang berjalan di samping kirinya.


Beberapa saat kemudian, mereka bertiga pun terlihat berjalan keluar meninggalkan komplek istana.


Guo Yun menemani ketiga anaknya melihat lihat keramaian kota Shoucun.

__ADS_1


Guo Feng dan Guo Ling terlihat sibuk memilih mainan dan jajanan yang di jual di sepanjang kanan kiri bahu jalan.


Sedangkan Meng Yun yang sudah jauh lebih besar, dia hanya berjalan di samping ayahnya saja.


__ADS_2