
"Yun ke ke,.."
panggil Min Min sambil menggenggam tangan Guo Yun.
Sambil menggeleng pelan, Min Min berkata,
"Aku sudah terbiasa tidur bersama, tanpa Yun ke ke aku pasti akan sulit tidur.."
Guo Yun menghela nafas panjang,dia menatap Min Min.
Akhirnya Guo Yun berkata,
'Baiklah, aku akan menemani mu sampai tertidur ok..?"
"Bagaimana bila aku nanti terbangun tidak menemukan Yun ke ke..?"
tanya Min Min beralasan.
Guo Yun menahan senyum dan berkata,
"Kalau itu aku tidak bisa lagi.."
Min Min langsung mencemberutkan bibirnya, tapi sesaat kemudian dia sambil tersenyum manis berkata,
"Kalau begitu aku saja yang nyusul ke kamar tamu..?"
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak boleh seperti itu, itu tidak sesuai aturan.."
"Sudah ayo tidurlah, jangan nakal lagi.."
Min Min dengan wajah kecewa lalu mengangguk pelan, naik keatas pembaringan, menggunakan selimut yang di bantu pakai kan oleh Guo Yun.
Lalu dia memejamkan matanya mencoba untuk tidur.
Guo Yun duduk di sisinya,.memegangi tangan Min Min.
Menunggui Min Min hingga tertidur, Guo Yun baru kembali ke kamar tamunya sendiri.
Guo Yun di dalam kamar juga tidak tidur, dia duduk bermeditasi saja, memulihkan kebugaran.
Sama seperti Min Min dia juga sulit tidur, karena sudah terlanjur biasa tidur bersama Min Min.
3 hari kemudian, di seluruh lembah hantu pun di selenggarakan pesta pernikahan yang sangat meriah.
Semua orang menyambut dengan penuh gembira pesta pernikahan tersebut.
Ini adalah pesta pernikahan Guo Yun yang pertama yang diadakan dengan meriah dan besar besaran.
Sangat berbeda jauh dengan pesta pernikahan nya dengan Gongsun Li dan Si Si yang berlangsung sederhana.
Hampir tidak ada pesta, selain hanya sekedar sembahyang langit dan bumi saja.
Selesai acara sembahyang dan pesta, Min Min dan Guo Yun di persilahkan memasuki kamar pengantin mereka.
Kamar itu adalah kamar tamu yang di tempati oleh Guo Yun selama ini.
__ADS_1
Di sulap menjadi kamar penganten yang penuh dengan hiasan kertas merah dan semua berbahan dasar merah.
Juga ada dua batang lilin merah besar yang terus menyala.
Guo Yun membantu Min Min hingga duduk di atas ranjang.
Min Min tidak leluasa bergerak, karena kepala hingga kewajah tertutup kain merah.
Guo Yun ikut duduk di sebelah Min Min, lalu dia membantu Min Min membuka penutup kepalanya.
Lalu Guo Yun menyodorkan sebuah cawan yang berisi arak pengantin mereka.
Sambil tersenyum malu, Min Min menerimanya, lalu mereka berdua minum dengan melingkarkan tangan mereka yang memegang cawan saling bertaut.
Setelah menghabiskan secawan arak pengantin wajah Min Min menjadi semakin merah.
Dia menundukkan kepalanya kebawah merasa sedikit jengah dan malu di tatap oleh Guo Yun dalam posisi begitu dekat.
Meski mereka sudah bukan pasangan baru, tapi Min Min tetap merasa agak grogi dalam situasi berbeda ini.
Guo Yun menurunkan tirai penutup ranjang, kemudian dia mengangkat dagu Min Min keatas.
Agar dia bisa leluasa mendaratkan ciuman lembutnya kearah bibir Min Min.
Sambil mendaratkan ciuman nya, di mana Min Min menyambutnya, sambil memejamkan matanya dan melingkarkan kedua tangannya kebelakang leher Guo Yun.
Perlahan-lahan mereka. berdua pun sudah berbaring diatas ranjang.
Satu persatu pakaian mereka mulai di lemparkan keluar dari balik ranjang tempat tidur mereka berdua.
"Yun ke ke kapan rencana mu akan meninggalkan lembah hantu..?"
tanya Min Min sambil menatap mata Guo Yun lekat lekat.
"3 hari dari sekarang, 3 hari lagi aku akan membawa mu ikut dengan ku meninggalkan Lembah Hantu.."
"Kamu tidak berkeberatan kan ?"
tanya Guo Yun sambil menatap Min Min dengan serius.
Min Min tersenyum lembut dan berkata,
"Kamu adalah suami ku, aku mana mungkin aku punya keberatan.."
"Orang bilang menikah dengan ayam akan ikut dengan ayam, menikah dengan anjing akan mengikuti anjing.."
"Kemanapun kamu pergi aku menyertai mu, itu adalah wajar dan sangat lumrah."
"Tapi aku sedikit takut, aku akan menjadi beban mu dalam menjalankan tugas.."
"Kamu kan tahu sendiri,.aku tidak sama dengan kedua istri mu yang lain..'
ucap Min Min sedikit minder.
Guo Yun menarik Min Min kedalam pelukannya dan berkata,
"Keamanan dan keselamatan mu, tentu tanggung jawab ku sebagai suami mu untuk melindunginya.."
__ADS_1
"Kehadiran mu bukan beban, justru bila kamu tidak ada di sisi ku, aku akan selalu khawatir dan tidak bisa fokus.."
"Makanya aku sudah putuskan kita akan selalu bersama sama, tidak akan pisah pisah.."
"Untuk keamanan mu, aku akan berikan baju ini pada mu, baju dalam tipis ini aku dapatkan di gudang harta.."
"Jadi ini adalah pusaka keluarga kalian sendiri, kamu paling cocok mengenakan nya.."
ucap Guo Yun sambil mengeluarkan sebuah baju dalam yang mengeluarkan berkilauan dari cincin nya.
"Ehh baju apa ini..?"
tanya Min Min heran.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Baju ini selain tahan senjata, juga bisa meredam pukulan tenaga dalam..'
"Jadi pemiliknya akan aman bila di serang oleh lawan apapun.."
ucap Guo Yun menjelaskan.
Min Min menerimanya, lalu dia mencobanya, dan ternyata ukurannya sangat pas dengan nya.
Guo Yun tersenyum puas melihat nya,
"Sayang tapi lebih baik 3 hari lagi baru di pakai, kalau sekarang jadi ribet, aku masih lebih suka tampilan mu saat kita masih di jurang sana.."
"Aduhhh,..!"
jerit Guo Yun tertahan, karena pinggangnya sudah di cubit oleh Min Min yang sambil tersenyum gemas
Tapi meski begitu, tidak lama kemudian baju emas itu juga ikut melayang keluar dari balik ranjang.
Mereka berdua kembali bergumul dengan mesra.
3 Hari kemudian, pagi pagi sekali Guo Yun dan Min Min terlihat sudah berlutut di hadapan Kui Yi Sian Seng.
"Kakek hari ini kami datang pamit meninggalkan lembah, Yun er masih punya tugas yang belum tuntas.."
ucap Guo Yun dengan kepala tertunduk.
Kui Yi Sian Seng menghela nafas panjang, lalu dia membantu Guo Yun dan Min Min bangun untuk duduk di hadapannya.
"Kakek tidak akan melarang kalian, hanya saja kakek mau ingatkan ke kamu khususnya Yun er."
"Kamu harus tahu, kakak ku bisa begitu itu juga adalah hasil dari pilihan nya sendiri.."
"Dia yang menanam dia yang menuai nya.."
"Kakek hanya mau sarankan ke kamu, kamu pertimbangkan lah lagi.."
"Bila bisa hidup sederhana dan bahagia di sini, tanpa ikut campur perebutan kekuasaan di luar sana yang tidak ada habisnya.."
"Buat apa harus kembali ke dunia luar dan kembali terlibat.."
"Balas membalas tidak ada habisnya, bisa melepaskannya dan hidup berbahagia bersama orang orang yang kamu sayangi bukankah itu jauh lebih baik..?"
__ADS_1