
"Adik Lung kamu kenapa terlihat terburu buru ? apa ada sesuatu yang membebani pikiran mu.."
Tanya Zhang Yun penuh perhatian.
Sepengetahuan Zhang Yun, Liu Qin Lung sangatlah cerdas dan selalu bersikap tenang.
Pekerjaan nya sangat teliti dan apik, bahkan bila bukan karena senioritas jasa ayah nya untuk Yue.
Besar kemungkinan Liu Qin Lung inilah yang lebih cocok menjadi seorang panglima di banding dirinya atau kandidat mana pun.
Tentu saja bila di lihat dari segi militer, bila di lihat dari ilmu silat dan kekuatan.
Liu Qin Lung tidak akan mampu mengungguli Xiang Yu, Li Ba, apalagi Li Kui yang sudah pensiun.
Untuk itu, Zhang Yun sangat percaya dan tenang terhadap pekerjaan yang sedang di tangani oleh Liu Qin Lung.
Liu Qin Lung memberi hormat kearah Zhang Yun dan langsung berbicara ke intinya.
"Lapor panglima, aku mohon di ijinkan cuti, aku ada urusan penting yang harus di kerjakan di Shoucun.."
Zhang Yun menatap tajam kearah Liu Qin Lung dan berkata,
"Urusan apa adik Lung, ? bila tidak berkeberatan beritahukan lah pada ku.."
Liu Qin Lung terdiam sejenak dan berkata,
"Sebenarnya ini urusan sangat pribadi, tidak ada hubungannya sama sekali dengan tugas dan misi Yue.."
"Tapi baiklah anggap saja ini pembicaraan pribadi antar saudara.."
"Begini kakak Zhang, ini menyangkut masalah ayah ku di tahan di Shoucun oleh si bangsat Meng Yu.."
"Menurut surat yang dia kirimkan kepada ku, bila aku tidak kesana menyerahkan diri dalam 3 hari ini."
"Ayah ku akan di eksekusi mati olehnya.."
"Adik Lung aku mengerti perasaan mu, ini adalah jebakan maut sebagai atasan mu, juga sahabat dan saudara mu.."
"Aku sangat tidak setuju kamu pergi kesana."
"Saran ku lebih baik kita gunakan merpati cepat untuk mengabari Cu Kung, meminta pendapat beliau atas masalah ini.."
Ucap Zhang Yun serius.
Liu Qin Lung menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Ini terkendala di masalah waktu, aku tidak punya waktu untuk menunggu kabar dari Cu Kung.."
"Saat ini saja aku berangkat, besok pagi baru akan tiba di Shoucun.."
"Jadi aku benar benar tidak punya pilihan.."
Ucap Liu Qin Lung sambil tersenyum kecut.
Dia sendiri sadar, kepergiannya kali ini 90% adalah kematian menanti nya di sana
__ADS_1
Tapi sebagai anak yang berbakti,dia tidak bisa diam saja.
Dia tidak bisa berpangku tangan, melihat' ayahnya di eksekusi orang.
"Adik Lung, kamu berangkat kesana, akan bawa berapa personil..?"
Tanya Zhang Yun hati hati.
Liu Qin Lung tersenyum pahit dan berkata,
"Tidak ada, aku hanya bawa kuda, dan diri ku saja.."
"Ahh adik Lung ini gila, kamu begini hanya pergi setor nyawa.."
"Tidak adik Lung, aku tidak akan mengijinkan mu, pergi seorang diri.."
Ucap Zhang Yun kaget.
"Adik Lung sadarkah kamu, Shoucun kini sepenuhnya di bawah Qin.."
"Kamu pergi kesana dengan cara seperti itu, hanya akan mengantar nyawa ..'
"Di sana paling sedikit juga ada 300.000 pasukan Qin, yang bertahan menjaga kota perbatasan tersebut.."
"Kakak Zhang terimakasih atas perhatian mu.."
"Tapi kak, adik benar benar tidak punya pilihan, bagaimana pun dia ayah ku.."
"Darah lebih kental dari air.."
Ucap Liu Qin Lung tegas.
"Kalau begitu, kita akan berangkat semua, mari kita rebut kembali Shoucun.."
"Setelah ini, baru buat laporan ke Cu Kung, ada senang kita nikmati bersama, ada susah nanti kita pikul bersama.."
Ucap Zhang Yun serius.
Liu Qin Lung tersenyum haru dan berkata,
"Kakak ada niat itu, adik sudah sangat bahagia.."
"Tapi kakak Yun, niat baik kakak, adik hanya bisa menerimanya di sini.."
Ucap Liu Qin Lung sambil menunjuk kearah dada kirinya.
"Tapi adik kamu berangkat sendirian bagaimana aku bisa tenang dan diam saja.."
"Baik sebagai atasan maupun saudara, di bicarakan dari sisi manapun aku tidak bisa biarkan hal itu terjadi.."
Ucap Zhang Yun berkeberatan.
"Dia tidak memberi kita pilihan, kita juga tidak akan berpikir banyak."
"Ayo kita seberangi sungai rebut kembali Shoucun, biar Qin tahu rasa.."
__ADS_1
Ucap Zhang Yun bersemangat.
"Kakak dengarkan aku, sebagai panglima kakak harus pertimbangan nasib orang banyak, tidak boleh terbawa perasaan dan mengambil tindakan gegabah.."
"Pikirkan keuntungan dan kerugian kita atas keputusan tersebut.."
"Pertahanan di Shoucun tidak lemah memaksa menyerang akan banyak kerugian ketimbang keuntungan.."
"Bila kita menyerang, hal inilah yang Meng Yu ingin lihat.."
"Kita menyerang Shoucun, dia pasti akan mengirim orang merebut dermaga Jiu Jiang dan Wu Hu.."
"Bila kita kehilangan Jiu Jiang dan Wu Hu.."
"Kita dan seluruh pasukan kita akan berada dalam bahaya, bahkan Guiji akan ikut terancam."
"Kita akan terjebak dalam situasi maju tidak bisa, mundur juga tidak bisa.."
"Aliran perbekalan akan terputus, bila Guiji terjadi sesuatu, kita juga tidak bisa mundur memberikan bantuan."
"Taruhlah kita berhasil merebut Shoucun, kita tidak akan memperoleh apapun di sana.."
"Selain membunuh Meng Yu dan pasukan Qin yang berjaga di sana, kita tidak akan mendapatkan keuntungan apapun.."
"Begitu pasukan besar bergerak, Meng Yu pasti akan langsung mengesekusi ayah ku.."
"Pada akhirnya Ayah ku tiada, kita hanya akan mendapatkan kota mati, yang sebagian besar sudah hancur oleh peperangan berulang kali di kota tersebut."
"Jadi kak menjaga Wu Hu dengan baik itulah yang terbaik, jangan pernah meninggalkan pertahanan di balik sungai Yang Tze ini.."
Ucap Liu Qin Lung mengemukakan pendapat dan alasan kuat nya.
Zhang Yun menghela nafas panjang dan berkata,
"Hal itu aku juga tahu, tapi aku tetap tidak bisa membiarkan mu pergi menempuh bahaya seorang diri.."
Liu Qin Lung menepuk kedua bahu Zhang Yun, lalu mereka berpelukan erat.
"Terimakasih kak, tapi ini memang adalah yang terbaik, orang banyak justru akan membuat ku sulit bergerak.."
"Bila masih berjodoh, suatu hari nanti, kita pasti akan kembali berkumpul dan bekerja sama lagi.."
Ucap Liu Qin Lung terharu.
Zhang Yun terdiam, dia tahu keputusan Liu Qin Lung sudah bulat.
Bicara apapun akan percuma, dia tidak mungkin bisa merubah keputusan nya.
Setelah berpelukan sejenak, Liu Qin Lung segera meninggalkan kemah Zhang Yun.
Liu Qin Lung seorang diri bersama kudanya, menggunakan sebuah perahu bergerak menuju dermaga Jiu Jiang.
Sepeninggal Liu Qin Lung, Zhang Yun buru buru menulis surat untuk mengabari Guo Yun.
Selain itu dia juga mempersiapkan 5000 pasukan terbaik di bawah pimpinan 5 komandan pasukan harimau hitam, mereka di tugaskan untuk menjaga jarak dan memberikan pengawalan rahasia, terhadap keselamatan Liu Qin Lung.
__ADS_1