LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
LI BA DAN LI KUI MUNCUL


__ADS_3

Si Si tersenyum pahit dan berkata,


"Bila hari ini aku pergi meninggalkan kakak.."


"Meski kelak berhasil membalas dendam, Yun ke ke pasti akan menyalahkan dan membenci ku.."


"Lebih baik kita pergi bersama menyusulnya.."


"Tapi Si Si.."


ucapan Gongsun Li langsung dipotong oleh Si Si


"Sudahlah tak perlu membujukku lagi, keputusan ku sudah bulat."


ucap Si Si serius.


Dia kini bahkan menaikkan Gongsun Li ke punggungnya, lalu berlari cepat seperti seekor kijang meninggalkan tempat itu.


Sayang secepat apapun, seekor kijang berlari dia tetap kalah cepat oleh kejaran seekor panther, yang akan memangsanya.


Lu Bu Wei berhasil menyusul duluan, dengan sekali lompatan.


Dia sudah berdiri menghadang di depan Si Si,


"Menyerahlah kalian berdua, ikut dengan ku ke Xian Yang, terima takdir kalian menjadi istri Raja.."


"Peiiiiiii.."


Si Si meludah kehadapan Lu Bu Wei, dan berkata,


"Kamu boleh bawa mayat kami, kemanapun kamu suka.."


"Singggg,.."


Si Si mencabut sepasang pedangnya, bersiap bertempur mati matian, bersama Gongsun Li.


Gongsun Li sangat terharu dengan sikap Si Si, yang lembut di luar tapi keras di dalam.


Sangat setia dan tegas, dalam bersikap.


Kesetiaan dan ketulusan nya, membuat Gongsun Li tidak bisa menahan airmata harunya, untuk jatuh menitik, membasahi kedua pipinya.


Semakin lama bersama, dia semakin sadar, mengapa Guo Yun bisa menyukai dan jatuh cinta dengan istri keduanya ini.


Lu Bu Wei tersenyum dingin dan berkata,


"Baiklah bila kalian berdua berkehendak seperti itu, arak kehormatan tidak mau, maunya arak hukuman.."


"Aku akan penuhi keinginan kalian..."


"Jadi istri raja tidak mau, maka jadilah mainan pemuas prajurit ku.."


"Ha..ha..ha..ha..!"


ucap Lu Bu Wei sambil tertawa sadis.


"Binatang...! rasakan..!"


bentak Si Si marah.


Dia langsung menerjang dengan sepasang pedang nya, memainkan jurus tarian bidadari matahari dan rembulan.


Pedang kanan mengeluarkan sinar merah dan hawa panas membakar, sedangkan pedang kiri mengeluarkan sinar biru dan hawa dingin membeku.


Kedua pedang berseliweran menyerang kearah Lu Bu Wei.


Gongsun Li dari balik punggung, ikut menikamkan tombaknya kearah Lu Bu Wei.


"Sing,..! Sing,..!


"Wutttt,..!"


"Wunggg..!"


"Tringgg,..!"


"Tringgg,..!"

__ADS_1


"Trangggg..!"


Serangan Si Si dan Gongsun Li di sentil dan di tangkis oleh telapak tangan Lu Bu Wei.


Hingga senjata mereka berdua terpental, di saat mereka kehilangan arah serangan.


Sebuah tendangan masuk, mengenai perut Si Si.


"Dessss...!"


Tubuh Si Si terpental membawa Gongsun Li ikut jatuh terjengkang kebelakang.


Si Si saat ingin mencoba berdiri, dia memuntahkan darah segar cukup banyak dari mulutnya.


Setelah menghapus sisa noda darah di bibirnya, dia meraih kedua pedangnya erat erat dan berkata,


"Kakak Li aku duluan.."


Setelah berkata, sambil melemparkan senyum lembut.


Si Si memutar sepasang pedangnya, untuk menyerang Lu Bu Wei dengan serangan pedang beruntun.


"Blaaaarrr..!"


Sebelum serangan Si Si di sambut oleh Lu Bu Wei, ada sepasang telapak tangan yang memanjang dari tempat cukup jauh menyambut serangan Lu Bu Wei.


Akibat benturan dahsyat itu, Lu Bu Wei sedikit terdorong mundur, dengan pipi muncul dua goresan luka, yang berasal dari pedang Si Si.


Si Si tersenyum girang melihat siapa yang datang menyelamatkan nya


Paman kedua paman ketiga kalian akhirnya datang juga.


Li Ba tersenyum lebar, sedangkan Li Kui yang baru saja berbenturan tenaga dengan Lu Bu Wei.


Sepasang tangannya kembali normal, dan dia sedikit terdorong mundur terhuyung-huyung kebelakang.


Li Kui tidak sempat menyahut sapaan gembira Si Si.


Dia harus mengatur pernafasannya, agar darahnya yang bergejolak, jangan sampai terlontar keluar dari mulutnya.


"Suami ku kamu tidak apa-apa ?"


Li Kui memaksakan diri tersenyum dan menggelengkan kepalanya tanpa menjawab.


Berusaha menenangkan hati istri nya yang khawatir.


"Bagus sudah komplit, hari ini aku bisa memberikan sekaligus.."


ucap Lu Bu Wei


Kemudian sambil mendengus dingin, dia melesat kembali menyerang Si Si, yang kebetulan berada di posisi paling dekat dengan nya.


Muncul puluhan bayangan telapak tangan mengurung Si Si.


Sebelum Si Si sempat bereaksi, Li Ba sudah hadir di depan nya, dengan cahaya Genta emas.


Melindungi mereka berdua dari serangan Lu Bu Wei.


"Dunggg,..! Dunggg,..! Dunggg,..!"


"Dunggg,..! Dunggg,..! Dunggg,..!"


"Dunggg,..! Dunggg,..! Dunggg,..!"


Terdengar bunyi seperti lonceng di pukul bertalu talu, saat bayangan telapak cahaya putih.


Membentur bayangan Genta emas, yang di pancarkan dari tubuh Li Ba.


Lu Bu Wei sambil tersenyum dingin, dia kembali menambahkan kekuatan tapaknya


Melakukan pukulan beruntun untuk kedua kalinya.


"Rasakan .!"


teriak nya.


"Duuuuuunggg..!!!"

__ADS_1


"Brakkkk...!"


"Blaarrr..!"


Hantaman keras pertama menimbulkan suara keras memekakkan gendang telinga.


Hantaman kedua, membuat bayangan Lonceng emas retak retak.


Hantaman terakhir membuat lonceng emas meledak.


Tubuh Li Ba dan Si Si terpental melayang kebelakang.


Lu Bu Wei mengejar kearah Li Ba bersiap melepaskan pukulan pamungkasnya.


"Wutttt...!"


"Serrrrrrr...!"


Tapi di luar dugaan Lu Bu Wei, saat Li Ba melayang mundur, dia membentangkan sebatang busur giok besar.


Di mana senar dan batang anak panah terbentuk dari energi cahaya merah.


Begitu busur terpentang, cahaya energi kemerahan membentuk anak panah di lepaskan.


Seekor Phoenix api sambil mengeluarkan pekik melengking, menerjang kearah Lu Bu Wei.


Lu Bu Wei terpaksa menarik kembali serangannya, merubahnya menjadi pertahanan, sebuah lingkaran cahaya putih.


Menahan serangan Phoenix api yang menyerangnya dengan ganas.


Ini adalah ilmu pamungkas yang menjadi jurus rahasia, yang di ajarkan oleh guru Zhuangzi.


Sebelum Li Ba turun gunung, dengan pesan bila tidak sedang dalam bahaya.


Jurus ini tidak boleh di gunakan, karena terlalu menguras energi, bisa membahayakan kesehatan pengguna nya sendiri.


Phoenix api yang terhalangi oleh perisai cahaya Lu Bu Wei.


Terus berusaha menerjangnya, sambil terus menerus mengeluarkan pekik amarah dan semburan api nya.


Lu Bu Wei sempat terdorong mundur kebelakang, hingga kakinya terseret meninggalkan bekas goresan diatas tanah.


Goresan itu menimbulkan jejak garis cukup dalam.


Tapi saat dia menghentakkan kaki kanannya kebelakang.


Gerakan terdorong mundurnya pun terhenti, Lu Bu Wei memutar mutar perisai cahayanya.


Hingga Phoenix api terseret berputar putar dalam arus pusaran nya.


Dengan satu hentakan keras, sambil mengeluarkan teriakan menggertarkan seluruh tempat tersebut.


"Hiahhh,..!"


"Boooom..!"


Dia akhirnya berhasil menghancurkan Phoenix api, yang menyerangnya.


Tapi di sana sudah tidak terlihat siapapun, selain Liu Sha.


"Kemana mereka..?"


tanya Lu Bu Wei kesal.


"Kesebelah sana tuan.."


ucap orang pertama Liu Sa, sambil menunjuk kearah timur.


"Kejar,..!"


"Hari ini kita harus musnahkan mereka, jangan sampai punya kesempatan bergabung dengan Lian Po..!"


teriak Lu Bu Wei, sambil melesat cepat mengejar kearah timur.


Gongsun Li, Si Si di bantu oleh Sian Sian dan Cu Cu, bergerak di paling depan, diikuti oleh Li Ba yang berlari dengan wajah sedikit pucat.


Dari sudut bibir terlihat ada bekas darah kering.

__ADS_1


Di bagian paling belakang adalah Li Kui, yang bergerak sambil berjaga jaga.


Bersiap menahan Lu Bu Wei, bila berhasil menyusul mereka.


__ADS_2