
Zhang Han memang menyimpan barisan pendam cadangan sekitar 100.000 personil di wilayah bebatuan itu.
Tadinya jebakan ini dia persiapkan untuk menjebak pasukan gabungan Xiang Yu dan Zhou Wei.
Siapa kira dia malah mengalami pengejaran dan terdesak oleh Xiang Liang.
Tiada pilihan lain, jebakan tersebut terpaksa dia berikan ke Xiang Liang, yang dia jadikan sebagai tumbal nya.
Akibat ledakan dahsyat tersebut sebagian besar pasukan Xiang Liang tewas.
Sebagian lain sisanya meski selamat mereka terlihat Ling Lung.
Beberapa pengawal pribadi Xiang Liang dan Xiang Bo terpisah dari tuan mereka.
Kedatangan Zhang Han tertahan oleh beberapa pasukan Xiang Liang yang mulai sadar dari kebingungan mereka.
Mereka dengan gagah, segera bergerak menggunakan tombak dan tameng mereka, untuk menghadang kedatangan Zhang Han dan pasukannya.
Zhang Han untuk sementara tertahan oleh kepungan pasukan Xiang Liang.
Tapi karena jumlah pasukan Qin yang datang begitu banyak, sebagian dari mereka berhasil menembus pertahanan pasukan Xiang Liang.
Mereka berhasil mencapai posisi Xiang Liang dan Xiang Bo, mereka segera melakukan pengepungan terhadap kedua orang itu.
Xiang Liang dan Xiang Bo yang sudah pulih dari kaget mereka tadi.
Mereka berdua segera melakukan perlawanan dengan gagah berani, banyak pasukan Pengepung Qin yang berhasil mereka jatuhkan.
Tapi karena pengepung begitu banyak perlahan lahan mereka berdua mulai terdesak.
Di saat mereka sedang terdesak, Zhang Han yang berhasil menuntaskan sisa beberapa pasukan Xiang Liang yang menahannya.
Dari kejauhan dia segera merentangkan busur ditangannya,
"Serrrrrrr..! "Serrrrrrr..!"
"Serrrrrrr.! "Serrrrrrr..!" "Serrrrrrr..!"
Lima batang anak panah di lepaskan bersamaan oleh Zhang Han.
Dua diantaranya di tujukan ke Xiang Bo, tiga sisanya, dia khusus tujukan ke Xiang Liang.
"Trangggg..! Trangggg..!"
"Trangggg..! Trangggg..!"
"Cringggg..!"
"Creeebbb..!"
Xiang Bo dalam keadaan terdesak oleh kepungan pasukan Qin, dia berhasil memukul mundur tombak yang datang kearah nya.
Dia juga berhasil memukul runtuh satu anak panah, tapi anak panah yang satu lagi berhasil melukai bahu kirinya.
Sambil menahan nyeri di bahu kirinya, dia memutar mutar pedang di tangan nya untuk menghalau serangan sambil bergerak mundur.
Di tempat lain kondisi Xiang Liang tidak sebaik Xiang Bo.
"Trangggg..!"
"Trangggg..!"
"Trangggg..!"
__ADS_1
"Cringggg..!"
"Creebbbb! Creebbbb..!"
Xiang Liang yang sedang terdesak berhasil menangkis tiga tombak pasukan Qin yang menyerangnya.
Tapi panah gelap dari Zhang Han hanya satu yang berhasil dia tangkis.
Dua lagi tepat bersarang di dada dan bahu kanannya.
"Arggghhh..!"
"Trangggg...!"
Xiang Liang menjerit kesakitan, darah bercucuran dari kedua luka yang di deritanya.
Pedang di tangan nya terlepas, saat itu datanglah serangan dari arah belakang.
"Creebbbb..!"
"Sraaat...!"
Sebuah tusukan tombak merobek perut kirinya, sebuah tebasan pedang merobek punggung nya.
"Arggghhh..!"
Teriak Jendral tua gagah berani itu kesakitan.
Tombak yang menembus perutnya, terus di dorong kedepan memaksa menembus tubuhnya.
Sambil menahan nyeri, luar biasa di seluruh tubuhnya.
Jendral tua itu menggunakan tangan kiri nya untuk menahan batang tombak lawannya, sambil bergerak mundur kebelakang.
Dalam satu posisi bertahan Xiang Liang memaksa menggunakan tangan kanannya yang cedera untuk mematahkan batang tombak lawannya.
"Creeebbb..!"
"Arggghhh..!"
Terdengar suara teriak kesakitan pasukan Qin, yang menusuk tombak nya ke perut Xiang Liang .
Prajurit itu kemudian tumbang dengan dada tertembus mata tombak nya sendiri.
Xiang Liang setelah mematahkan tombak yang menusuk perutnya, dia menggunakan tangan kirinya, mencabut paksa mata tombak yang menancap di perutnya.
Tanpa memperdulikan darah yang menyembur dari luka perutnya y terbuka.
Xiang Liang melempar mata tombak itu kearah lawannya, sebelum dia sendiri ikut tumbang bersama lawan nya.
Melihat keadaan kakaknya, Xiang Bo dengan marah segera menebaskan pedangnya memaksa mundur para pengepungnya.
Dia kemudian melompat mendekati kakaknya yang sedang tergeletak tidak sadarkan diri.
Xiang Bo berjuang sambil memikul kakaknya di punggung, dan mencoba bertahan dari kepungan pasukan Qin.
Beberapa pengawal yang Xiang Yu, khusus siapkan untuk mengawal kedua pamannya.
Mereka segera bergerak maju untuk membantu Xiang Liang yang terluka parah dan menolong Xiang Bo, yang sedang matian matian melindungi kakaknya, sambil bergerak mengundurkan diri dari wilayah tersebut.
"Jendral segera mundur, untuk bergabung dengan Jendral muda Xiang Yu..!"
"Di sini serahkan kepada kami..!"
__ADS_1
Teriak pimpinan pasukan pengawal khusus itu.
Xiang Bo mengerti situasi, dia segera memutar badannya melarikan diri tanpa banyak berkata.
Saat menemukan seekor kuda, tanpa penunggang nya, Xiang Bo segera melompat keatas punggung kuda sambil memikul tubuh kakaknya di punggung.
Sesaat kemudian Xiang Bo sudah melarikan diri dari sana.
Beberapa pengawal khusus itu akhirnya semuanya tewas tak bersisa di bawah kepunggung pasukan Zhang Han yang begitu banyak.
Setelah tidak berhasil menemukan Xiang Liang dan Xiang Bo.
Zhang Han buru buru memimpin sisa pasukan nya kembali melanjutkan pelarian mereka ke kota Lang Ya basis pertahanan mereka.
Tapi saat tiba di sana, melihat benteng kota itu, sudah berganti bendera menjadi bendera kerajaan Yue.
Juga ada barisan pasukan panah yang siap menyambut mereka, Zhang Han dengan kecewa terpaksa mengambil jalan memutar ke dermaga.
Lalu dia menggunakan jalan air melarikan diri bersama bawahan nya.
Sementara itu di sebuah perkemahan pasukan Yue, terlihat Xiang Yu berdiri di tengah ruangan kemah itu dengan wajah menyeramkan.
"Liu Pang Keparat, ! bila kamu tidak bisa memberikan penjelasan yang tepat..!"
"Percayalah meski kamu di lindungi guru ku, aku tetap akan menghabisi kalian semua..!'
Teriak Xiang Yu sambil mengepalkan kedua tinjunya dengan geram.
Setelah mengutuk Liu Pang, Xiang Yu memukulkan tangannya keatas sebuah meja kayu tebal di hadapan nya.
"Brakkkk..!"
Meja tebal dan berat itu, dengan mudah nya langsung terbelah dua.
"Zhang Han,..Qin kalian lihat saja, aku pasti tidak akan melepaskan kalian..!"
"Teman teman dengarkan perintah, mari kita segera kejar dan habisi Zhang Han dan seluruh pasukannya..!"
"Setelah itu baru kita urus si keparat Liu Pang..!"
Ucap Xiang Yu cepat.
"Siap Jendral, ..!"
Jawab Ji Bu, Xiang Zhuang, Long Ju, Chong Li Mei kompak.
Saat Xiang Yu bersiap memimpin bawahannya melakukan pengejaran dengan emosi membara.
Zhou Wei maju menahan baju Xiang Yu dan berkata,
"Yu Er.. dengarkan paman,.."
"Aku tahu dan mengerti perasaan mu saat ini.."
"Tapi kamu harus ingat dalam memimpin pasukan saat berperang, tidak boleh menuruti nafsu dan emosi.."
"Kamu bisa celaka, "
"Sebaiknya tenangkan diri mu dulu, pikirkan strategi yang tepat baru bergerak.."
"Atau minimal kita laporkan dulu situasi di sini, ke Yang Mulia Guo Yun, biar dia membantu kita mencari jalan keluarnya.."
Xiang Yu mengibaskan pelan tangan Zhou Wei tapi akibat nya luar biasa.
__ADS_1
Zhou Wei yang tidak lemah, langsung jatuh terjengkang kebelakang, di buat tenaga alami pemuda yang sedang emosi itu.