
"Benar paman, Lian Po dan sisa pasukannya berhasil meloloskan diri dari kepungan kami.."
"Lian Po di selamatkan oleh bala bantuan, yang datang dari pelabuhan Xin Feng.."
"Mereka menembaki pasukan kita dengan Bola Hitam, yang memilki daya ledak tinggi."
"Demi keselamatan pasukan kita, aku terpaksa, menarik mundur mereka dari pengepungan.."
"Aku menahan Bola Hitam itu, agar pasukan kita bisa mundur dengan selamat."
"Sehingga tidak bisa mencegah Lian Po dan pasukannya melarikan diri.."
"Yun er siap terima hukuman.."
ucap Guo Yun sambil menjatuhkan diri berlutut di depan Lu Bu Wei.
Lu Bu Wei buru buru maju membangunkan Guo Yun dan berkata,
"Bangunlah Yun er, ini mana bisa di katakan salah mu.."
"Jasa mu tidak sedikit dalam pertempuran kali ini, mana bisa sedikit kegagalan langsung menjatuhkan hukuman.."
"Kegagalan adalah awal.dari keberhasilan, jangan putus asa.."
"Ayo kita duduk dan ngobrol di sana.."
ucap Lu Bu Wei membangunkan Guo Yun, lalu menggandeng tangannya menuju tempat duduk santai yang di batasi sebuah meja kecil.
Di mana diatas meja kecil terlihat ada satu set alat menyeduh teh lengkap dengan set cawan cawan antik.
Lu Bu Wei dengan gerakan santai dan ahli dia menyeduh teh panas, kemudian menyajikannya untuk Guo Yun.
"Yun er silahkan di nikmati dulu teh wangi nya.."
ucap Lu Bu Wei sambil tersenyum santai.
Guo Yun tidak membantah, dia langsung menerima dan menikmati teh panas itu sedikit demi sedikit.
Ekspresi wajah Guo Yun Tidak terlihat, karena 3/4 tertutup topeng emas.
Hanya bibirnya saja yang terlihat bebas, hal ini di lakukan untuk mempermudah Guo Yun makan minum, tanpa harus melepas topeng emasnya.
Setelah kematian Kim Bwee dengan keenam rekan penarinya.
Guo Yun sudah bersumpah tidak akan pernah melepas topeng emasnya.
Selama racun di tubuhnya belum sembuh total, Guo Yun tidak ingin ada gadis lain, yang kembali menjadi korban.
Akibat tergoda oleh wajah tampan nya, yang bisa berujung maut dan petaka bagi.gadis gadis itu.
Kini dia sudah mulai terbiasa mengenakan topeng tersebut, kecuali saat mandi.
Di luar dari itu, topeng ini akan selalu melekat di wajahnya.
Setelah menghabiskan tiga cawan teh panas, Lu Bu Wei baru membuka pembicaraan.
"Yun er sebenarnya siapa pihak yang membantu Lian Po dan pasukan nya melarikan diri..?"
__ADS_1
"Dari pihak Zhao adalah seorang pria paruh baya, dengan kumis melintang, mata sipit dan tajam."
"Dia mengenakan pakaian seragam menteri sipil, berwarna biru kehitaman.."
"Aku tidak mengenalnya, tapi dia adalah pimpinan pasukan Zhao itu.."
ucap Guo Yun sambil termenung mengingat ingat raut wajah lawannya itu.
Lu Bu Wei sambil tersenyum, dari kantongnya, dia mengeluarkan selembar kertas menunjukkan kepada Guo Yun.
Diatas kertas ada gambar wajah seorang pria dengan kumis melintang, sama seperti gambaran Guo Yun tadi.
"Apakah ini orangnya..?"
tanya Lu Bu Wei sambil tersenyum.
Guo Yun langsung mengangguk cepat dan berkata,
"Benar dia paman.. siapa.dia sebenarnya ?"
Lu Bu Wei tersenyum dan berkata,
"Dia adalah si jenius 3 masa Li Mu, menteri pertahanan Zhao yang sudah lama pensiun..'
"Akhirnya mereka berhasil menarik nya turun gunung juga.."
"Dia jasanya sangat banyak, tapi orang ini terkenal sombong dan arogan, sulit di atur."
"Mungkin halusnya adalah percaya diri berlebih.."
ucap Lu Bu Wei menjelaskan.
Padahal bila di lihat secara umur, rasanya Lian Po jauh lebih tua.
Tapi Lian Po masih di pakai, sedangkan dia tidak, rupanya sikap lebih pintar dari Junjungan lah, yang membuat dia tidak terpakai.
Secemerlang apapun dalam bekerja, bila kamu lebih pintar dari atasan atau pemilik.
Maka bersiap siaplah bersihkan tempat duduk meja, dan ucapkan selamat tinggal pada pekerjaan dan jabatan mu.
Lu Bu Wei mengerutkan alisnya, sambil memegang dagunya, dia berkata,
"Orang ini ahli strategi, ahli berdebat, berdiplomasi, dia cukup lama tinggal di Qin, aku sangat mengenalnya.."
"Tapi dia tidak mungkin bisa menciptakan senjata aneh aneh, karena itu bukan bidangnya.."
"Apa selain dia, masih ada pembantu handal lainnya..?"
tanya Lu Bu Wei ragu.
Guo Yun mengangguk sambil tersenyum pahit berkata,
"Paman luar biasa, hampir tidak ada hal yang bisa lolos dari analisa paman.."
"Juga paman selalu punya informasi lengkap dan akurat, Yun er salut.."
"Ha..ha..ha..! kamu ini memuji paman mu, atau sedang menyindir orang tua ini..?"
__ADS_1
ucap Lu Bu Wei sambil tertawa lepas.
Guo Yun sambil tersenyum berkata,
"Aku tidak memuji, juga tidak menyindir, yang aku katakan adalah kejujuran.."
Lu Bu Wei tersenyum lebar, menyulangi Guo Yun dan berkata,
"Ayo minum dulu.."
Guo Yun mengangkat cawan nya, bersulang dengan Lu Bu Wei,.menikmati teh wangi dalam cawan.
Setelah itu baru berkata,
"Paman benar, tadi yang aku katakan adalah bantuan dari pihak Zhao.."
"Selain mendapatkan bantuan dari pihak Zhao, juga ada pihak Wu Yue, dengan pasukan berlambang harimau hitam, di pimpin oleh dua jendral wanita yang sangat cantik."
Lu Bu Wei di dalam hati sangat terkejut, mendengar campur tangan dari pihak Wu Yue.
Dia sudah berusaha sebisa mungkin menarik si topeng emas , menjauh dari mereka.
Makanya dia memulai pendahuluan dari Zhao, bukan dari Chu, Han, Song..
Padahal bila melihat urutan strategis harusnya mereka memulai dari Chu Han Song, Wu Yue, Wei baru Zhao.
Tapi demi si Topeng emas bisa dia manfaatkan secara maximal,.dia memilih menahlukkan Zhao baru Wei baru Yan, setelah itu baru Han Song Chu Yue dan terakhir Qi.
Qi di letakkan sebagai paling akhir, karena di pihak Qi di dukung oleh Sun Pin cucunya Sun Tzu, yang sangat terkenal kemampuannya di Medan perang.
Di luar Lu Bu Wei terlihat tertawa dan berkata,
"Pantas saja jendral ku mundur, rupanya di sana ada bidadari.."
"Bagaimana bila paman mu ini, pergi mengunjungi mereka, melamarnya untuk mu..?"
ucap Lu Bu Wei setengah bercanda, tapi juga menguji respon Guo Yun terhadap kedua istrinya itu.
Guo Yun menghela nafas dan berkata,
"Paman mengejek ku, paman kan tahu sendiri, aku orang bukan orang hantu bukan hantu..'
"Mendekati wanita, itu sama saja mencelakai mereka.."
ucap Guo Yun sambil tersenyum kecut.
"Yun er,.. penyakit mu itu, bukan tidak mungkin sembuh.."
"Sebenarnya bila kamu mau dengarkan nasehat ku, semua akan jadi mudah.."
ucap Lu Bu Wei sambil mengisi teh, dengan santai kedalam cawan Guo Yun.
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Mencelakai mereka bertujuh pun aku sudah sangat menyesal."
"Apalagi menerima usulan paman memperistri 1000 wanita.'
__ADS_1
"Maaf paman aku tidak bisa.."
ucap Guo Yun sambil tersenyum sedih.