
Kakek Cia melihat dari balik kepulan asap debu, meluncur keluar cakar Guo Yun.
Kakek Cia dengan sikap tenang memutar pedangnya menjadi suatu arus pusaran, membetot cakar Guo Yun, berikut seluruh tubuh nya ikut tertarik kedalam pusaran itu
"Pusaran tanpa ujung pangkal.."
ucap Kakek Cia sambil memainkan jurus kedua dari 10 jurus pedang Malaikat.
Guo Yun terseret kedalam pusaran pedang yang di mainkan oleh kakek Cia.
Kakek Cia sambil memutar pedangnya menjadi pusaran, dia terus melangkah mundur kebelakang.
Sedangkan Guo Yun terus terseret kedepan dengan tubuh berputar putar di udara.
"Cukup..!"
"Rasakan ini..!"
"Cahaya pedang menggemparkan dunia.."
ucap Kakek Cia memainkan jurus ketiga nya.
Tiba tiba pedang ditangannya yang tadinya berpusaran terus bergerak menyeret tubuh Guo Yun kedepan.
Tiba-tiba kini pedang di tangan Kakek Cia di tusukan kearah depan, sambil. berteriak.
"Cahaya pedang menerangi dunia..!"
Seiring dengan pedangnya di tusukan kedepan, ribuan cahaya pedang melesat mengikuti pedangnya menerjang kearah Guo Yun.
"Melindungi kepala, menyabetkan ekor.."
ucap Guo Yun sambil bergerak, memutar cakar dan lengannya melindungi kepala.
Kakinya di hempaskan kedepan, melakukan tendangan kibasan memutar.
Seberkas cahaya biru melesat dari keluar dari tapak kakinya.
Semua energi pedang itu, dia bekukan tanpa sisa di udara.
Pedang pedang itu berubah menjadi es beku, yang tertahan di udara, sebelum akhirnya di retur kembali.
Dengan satu kali tendangan putar, yang membuat seluruh hawa pedang, yang membeku di udara, hancur berantakan.
Terpental kembali semua nya, membalik kearah Kakek Cia.
Begitu kakinya mendarat diatas tanah, tubuh Guo Yun kembali melenting mengejar kearah Kakek Cia, tetap dengan sepasang cakarnya.
Melihat hal itu, kakek Cia menjejakkan kakinya keatas tanah.
Tubuhnya terbang mundur, sambil terbang mundur kakek Cia kembali melepaskan jurus keempatnya.
"Sepuluh ribu pedang menembus jantung.."
Terlihat puluhan ribu bayangan pedang terbang cepat, membentuk barisan pedang, meluncur cepat terarah ke dada kiri Guo Yun.
Guo Yun memutar sepasang cakarnya berubah menjadi sepasang telapak tangan.
Setelah melakukan putaran satu kali seperti sedang menghimpun kekuatan.
Guo Yun lalu mendorongkan sepasang telapak tangannya kedepan.
"Jek Ye Sen Cang..!"
bentak Guo Yun.
Dari sepasang tangan Guo Yun, keluar dua buah lingkaran yang bersinar terang melesat kedepan.
__ADS_1
Satu membentuk matahari, satu lagi membentuk bulan.
Kedua energi dahsyat menerjang kedepan menyambut datangnya energi pedang, yang di lepaskan oleh Kakek Cia.
"Blaarrr...!"
"Blaarrr...!"
"Blaarrr...!"
terjadi ledakan beruntun diudara, yang menggetarkan seluruh hutan bambu tempat mereka bertarung.
Energi pedang kakek Cia terlihat hancur berkeping-keping, sebagian pecahan berubah menjadi potongan es.
Sedangkan sebagian lainnya berubah menjadi potongan bara.
Semuanya mengikuti tekanan dorongan tapak Guo Yun.
Meluncur cepat mengejar kearah kakek Cia mendahului datangnya lingkaran cahaya matahari dan bulan yang menyusul di belakangnya.
"Boooom...!"
"Boooom...!"
"Boooom...!"
Lagi lagi terjadi ledakan beruntun dengan debu asap tanah batu pasir berterbangan ke udara.
Tapi kakek Cia sendiri tidak berada di sana, dia sudah terbang melayang keatas.
Sambil melayang di udara, dia berulang kali menunjukkan pedang di tangannya kearah Guo Yun.
"Sinar pedang malaikat..!'
Bentak kakek Cia melepaskan jurus ke Lima nya.
"Boooom..! Boooom..! Booom..!"
"Boooom..! Boooom..! Booom..!"
"Boooom..! Boooom..! Booom..!"
Setiap terkena sinar pedang yang di lepaskan oleh kakek Cia menemui tempat kosong.
Karena Guo Yun sambil berlompatan kesana kemari, dia terus memainkan jurus 72 langkah ajaibnya.
Sehingga tidak ada serangan kakek Cia yang berhasil menemui sasaran.
"Sepuluh ribu benda adalah pedang.."
ucap Kakek Cia meningkatkan serangan nya menjadi jurus ke enam.
Seluruh benda di sekitar nya kini melayang ke udara, bahkan batang batang bambu dan daun bambu ikut melayang ke udara.
Sebelum akhirnya semuanya melesat menerjang kearah Guo Yun bagaikan meteor jatuh dari langit.
Melihat hal itu Guo Yun membentuk sebuah kubah perisai dari energi langit dan bumi.
Melindungi seluruh tubuhnya dari serangan tersebut.
"Blaarrr..!"
"Blaarrr..!"
"Blaarrr..!"
"Blaarrr..!"
__ADS_1
Semua yang melesat kearah Guo Yun tertahan oleh kubah perisai Guo Yun.
Setiap membentur kubah perisai Guo Yun, semua benda itu langsung meledak pecah berkeping-keping, berhamburan di udara, sebelum akhirnya jatuh keatas tanah.
Kakek Cia terus menerus memaksakan serangannya, menerjang kearah Guo Yun, meski pada akhirnya tidak ada yang berhasil menjangkau Guo Yun.
Dari balik kubah perisai, Guo Yun juga melepaskan serangan balik, cahaya bulan dan matahari yang bergerak bagaikan bumerang menerjang kearah kakek Cia.
Kakek Cia memutar pedangnya menangkis sekaligus, bergerak kesana-kemari menghindari serangan yang datang.
"Pedang Malaikat penakluk bumi.."
ucap kakek Cia.
Seberkas cahaya pedang putih, melesat dari dalam tanah, menerjang ke arah Guo Yun.
Semua area yang di lewatinya, semua nya mengalami ledakan kecil.
Kakek Cia sambil masih melayang di udara langsung melepaskan serangan jurus ke 8
"Pedang malaikat penakluk langit.."
Kini dari angkasa yang melesat turun sebuah bayangan pedang meluncur menyerang kearah Guo Yun dari atas dan bawah.
"Thian..!" ( Langit )
"Ti..!" ( Bumi )
"Wu Pien..!" ( Tak bertepi )
Dua huruf langit dan bumi menyatu kedalam tubuh Guo Yun, membuat seluruh tubuhnya mengeluarkan cahaya keemasan yang berkilauan.
Telapak tangan kanan di dorongkan keatas menyambut bayangan pedang putih yang datang dari atas.
Sedangkan Telapak tangan kiri di dorongkan kebawah menyambut datangnya bayangan pedang yang datang dari bawah.
Kedua bayangan pedang tertahan di udara, sebelum akhirnya bergetar hebat.
Sebagai akibat saling adu dorong mendorong tenaga sakti dari atas dan bawah.
Tapi perlahan lahan kedua energi bayangan pedang terdorong mundur kearah kakek Cia.
"Blaaaarrr...!"
"Blaaaarrr...!"
Terjadi Ledakan di udara tubuh kakek Cia terpental ke atas, sedangkan Guo Yun masih diam tidak bergeming di tempatnya.
Ini menunjukkan Guo Yun masih jauh lebih kuat ketimbang kakek Cia dalam hal tenaga sakti.
"Anak muda kamu adalah orang pertama yang bisa bertahan selama ini.."
"Kamu layak menyaksikan jurus terakhir ku..!"
"Malaikat Pedang Turun kedunia..!"
Tubuh Kakek Cia dan pedang dalam genggaman tangannya, berubah menjadi sebatang pedang besar.
Di mana pedang besar itu di pegang oleh sesosok dewa kepala tiga, meluncur deras dari atas kebawah menusukkan pedang besarnya kearah Guo Yun.
Sebelum pedang tiba, energinya telah melesakkan tanah seluas sepuluh meter di sekitar Guo Yun.
Melesak kebawah, seperti ditekan oleh kekuatan tak kasat mata yang sangat besar.
Guo Yun dengan tenang menjejakkan kedua kakinya keatas tanah.
Tubuhnya terbang keatas, menyambut datangnya serangan tersebut dengan sepasang telapak tangan terbuka.
__ADS_1
"Ceppp...!"
Pedang di tangan kakek Cia terjepit diantara kedua telapak tangan Guo Yun.