LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PERTEMUAN GUO YUN LIU QIN LUNG


__ADS_3

Guo Yun menatap Sian Sian dan Li Ba, dengan serius dan berkata,


"Aku ingin mempertaruhkan nasib Min Min dan putra putri kita.."


"Maksud kakak..?"


Tanya Li Ba menatap Guo Yun dengan kaget.


"Ya,.. aku ingin mempertaruhkan nyawa mereka, di tukar kan dengan kesetiakawanan Wang Jian dan Wang Ben.."


"Aku ingin bertaruh, aku tidak salah menilai mereka.."


"Aku ingin mempertaruhkan nya dengan ketulusan persahabatan kami selama ini.."


"Aku ingin buktikan aku tidak salah menilai mereka.."


"Aku tidak salah memilih sahabat .."


ucap Guo Yun mengungkapkan isi pikirannya.


Li Ba dan Sian Sian terbelalak kaget menatap Guo Yun.


"Kakak apa maksud mu, kita tidak segera bergegas untuk merebut Guiji kembali dan pergi menyelamatkan mereka..?"


Tanya Sian Sian kaget.


Guo Yun mengangguk yakin dan berkata,


"Bila kalian percaya pada ku jawaban adalah Ya.."


"Kakak ini... sangat tidak masuk akal.."


"Lalu apa rencana kakak kedepan, kita mau kemana sekarang..?"


Tanya Li Ba penasaran.


"Shoucun..!"


ucap Guo Yun singkat.


Li Ba dan Sian Sian terdiam sejenak saling pandang.


Sian Sian menggelengkan kepalanya dengan wajah kurang setuju, dia berat dengan putrinya yang di titipkan bersama Min Min.


Dia saat ini sangat khawatir dengan nasib dan keadaan putri tunggalnya itu.


Li Ba menatap serius kearah Guo Yun dan berkata,


"Alasannya..?'


Guo Yun menatap balik kearah Li Ba dan dia menggelengkan kepalanya.


"Tidak ada alasan nya, ini hanya mengikuti insting ku saja.."


"Aku yakin yang di Guiji pasti aman dan selamat.."


"Aku justru khawatir dengan Lie er dan Si Si yang ada di garis depan mewakili ku mempertahankan Shoucun dan Dan Yang."


"Terutama Gongsun Li, aku khawatir Si Si tidak bisa menangani sikap emosional dan keras kepala nya.."


ucap Guo Yun mengungkapkan apa yang menjadi pemikiran nya.


Dia kemudian menatap Li Ba dan Sian Sian secara bergantian, lalu berkata,


"Kalian berdua tidak perlu ikut dengan ku.."


"Kalian boleh ke Guiji mencari Min Min dan putri kalian.."

__ADS_1


"Tapi ingat tidak boleh gegabah, apalagi membuat keributan.."


"Sian Sian kamu harus awasi suami mu dengan baik.."


"Sebaiknya ganti penampilan kalian, menyamar lah, supaya kalian lebih leluasa bergerak."


"Bila bertemu, tolong bawalah mereka ke Shoucun.."


"Kalian bisa cari Zhong San, Han Sin, Zhang Liang, Xiang Liang, Xiang Puo, Xiang Yu, mereka kemungkinan tahu, di mana Min Min dan anak anak berada.."


ucap Guo Yun berpesan.


"Kakak biar aku ikut dengan mu ke Shoucun, Sian Sian saja sendiri berangkat ke Guiji.."


ucap Li Ba yang merasa berat berpisah dari Guo Yun.


Dia khawatir Guo Yun harus menghadapi bahaya seorang diri.


Bagaimana pun masalah jadi seperti ini, dua dan istrinya lah yang paling harus bertanggung jawab.


Guo Yun tersenyum lembut dan berkata,


"Adik Ba aku ngerti niat mu, aku terima di hati saja.."


"Itu tidak perlu, kamu dan Sian Sian bersama aku jauh lebih tenang.."


"Sudahlah waktu sudah mepet jangan bantah lagi.."


"Kita harus segera berangkat.."


ucap Guo Yun.


"Kakak.."


ucap Li Ba masih tidak rela.


"Sudah jangan bersikap seperti wanita, pergilah.."


"Sian Sian awasi dia.."


"Ce Ying kamu ikutlah dengan mereka.."


ucap Guo Yun berpesan.


Setelah itu dia langsung melesat meninggalkan tempat itu, ilmu Wu Ying Ru Tian miliknya.


Sambil berlari cepat menghilang dari sana, Guo Yun menghapus dua butir air bening yang menggantung di pelupuk matanya.


"Jaga diri kalian baik baik.."


Setelah itu Guo Yun langsung mempercepat lesatan lari cepatnya seperti kilat.


Di mana dalam sekejab mata saja, tubuh Guo Yun sudah jauh meninggalkan kota Bei Hai.


Li Ba dan Sian Sian saling pandang, mereka berdua mengangguk sepakat.


Mereka berdua bergerak kembali ke pelabuhan Chang Yang, mereka memutuskan untuk menggunakan jalur air kembali ke ibukota kerajaan Yue di ujung selatan sana.


Di hari ketiga perjalanan Guo Yun saat memasuki lembah sungai Huai.


Dia melihat seorang pemuda yang memacu kuda dengan cepat menuju kearahnya.


Guo Yun dengan heran berdiri menunggunya mendekat.


Saat tiba di hadapan Guo Yun, pemuda itu langsung melompat turun dari atas punggung tunggangan nya.


Dia segera menjatuhkan diri berlutut di depan Guo Yun, sambil berlutut dengan kaki sebelah dia memberi hormat dan berkata,

__ADS_1


"Salam hormat Yang Mulia, semoga Yang Mulia Panjang Umur dan Sehat sejahtera selalu."


"Hamba Liu Qin Lung menerima perintah dar Yang Mulia Si Si, untuk mengabari keadaan di garis depan sana.."


"Saudara Qin Lung, ucapan mu terlalu berat, berdirilah.."


"Tak perlu banyak peradatan, di sini hanya ada kita berdua.."


"Katakan saja informasi apa yang kamu ingin sampaikan ke aku..'


ucap Guo Yun sambil membantu Liu Qin Lung untuk berdiri di hadapannya.


"Yang Mulia, Ratu Gongsun Li masuk perangkap musuh di lembah merak api, seluruh pasukan yang bersamanya, semua musnah.."


"Kini keadaan nya sedang kritis."


"Yang Mulia Si Si bersama tiga Jendral tua, sudah berangkat kesana, membawa 150.000 pasukan untuk memberikan bantuan."


"Tapi menurut Yang Mulia Si Si, kemungkinan besar pihak Qin memiliki pasukan besar.."


"Jadi dia minta Yang Mulia bisa kesana membantu.."


Guo Yun tidak berkata apa-apa, dia hanya mendengarkan saja.


Hingga Liu Qin Lung selesai.


Dia baru balas bertanya,


"Siapa pimpinan pasukan Qin..?"


Liu Qin Lung menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku cuma tahu yang di kejar kejar oleh Yang Mulia Ratu Gongsun Li adalah Meng Yu.."


"Tapi siapa yang mengatur jebakan menolongnya, hamba tidak paham."


"Situasi saat itu tertutup kobaran api, jadi Jendral Zhang dan Jendral Lin,g yang ada di atas bukit pun tidak bisa melihat dengan jelas.."


"Apa itu Meng Thian ?"


Ucap Guo Yun menebak.


Liu Qin Lung menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Bisa saya pastikan bukan Yang Mulia, Jendral Meng Thian tertahan di mulut tebing Xiao Yao Ya.."


"Meski dia selamat, tapi sebagian besar pasukannya sudah di hancurkan Ratu Gongsun Li."


"Kini dia tertahan di sana, sedang menunggu bala bantuan dari Qin."


"Daerah Dan Yang dan Xiao Yao Ya, kini di bawah siapa..?"


tanya Guo Yun balik.


Liu Qin Lung yang mantan bawahan Meng Yu dari pihak Qin tentu dia tidak tahu banyak tentang itu.


Dia hanya bisa menanggapi pertanyaan Guo Yun dengan gelengan kepala.


"Jadi siapa yang mimpin di kota Yang Zhai, Chen dan Cai, berapa pasukan kita yang di tempatkan di sana, apa kamu tahu..?"


tanya Guo Yun kembali.


Liu Qin Lung menggelengkan kepalanya.


Guo Yun sudah bisa menebak siapa yang datang menolong Meng Yu dan menjebak istrinya.


Dia sudah punya perhitungan, makanya dia perlu data kekuatan nya di tiga kota yang di awasi oleh Jendral Han Wei Ying Wu dan Jendral Fu.

__ADS_1


Sayangnya terhadap data informasi itu Liu Qin Lung tidak tahu sama sekali.


__ADS_2