LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
FAN KUAI


__ADS_3

Lagipula dengan posisi Meng Yu saat ini, bila dia datang sekali pun, sudah tidak ada lagi posisi yang lebih tinggi untuk di serahkan kepadanya


Posisi yang lebih tinggi, yang bisa dia capai kedepannya, hanyalah posisi panglima, yang kini di pegang kakak nya ataupun posisi menteri pertahanan dan keamanan yang di kini di rangkap oleh Li Si, karena Wang Jian baru saja gugur di Medan perang.


Pihak Qin saat ini memang sedang membutuhkan kader baru, karena kader lama mereka banyak yang gugur di Medan tempur.


Makanya Ying Zheng mengadakan acara seleksi cepat ini, untuk menemukan kandidat untuk menempati posisi strategis.


Menggantikan Jendral Jendral lamanya yang banyak gugur.


Di mimbar ujian, Pembawa acara mulai memanggil satu persatu peserta ujian untuk maju kedepan.


"Jendral muda Li Cheng silahkan maju kedepan..!"


Teriak sang pembawa acara lantang.


Seorang pemuda yang masih berumur sekitar 18 tahunan terlihat melompat ringan naik keatas mimbar setinggi 3 meter.


Li Cheng begitu mendarat ringan di atas mimbar, dia memberi hormat kearah, Raja Ying Zheng dan semua yang hadir di bangku penonton khusus.


Setelah itu, dia baru berjalan dengan sikap santai dan penuh percaya diri, menghampiri alat ujian tahap pertama, yang tergeletak diam di sana menanti kedatangan nya.


Alat uji itu adalah sebuah beban batu yang terhubung dengan sebuah besi yang menyatu dengan batu tersebut.


Beban tersebut berbentuk seperti gembok persegi raksasa.


Dengan santai Li Cheng mengangkat batu tersebut keatas kepalanya, kemudian dia lempar lempar ke udara, kemudian dia sambut lagi.


Setelah melakukannya beberapa kali, Li Cheng baru meletakkan kembali beban batu itu ke posisi sebelumnya.


Atraksi yang Li Cheng pertunjukan mengundang decak kagum dan tepuk tangan meriah dari para penonton.


Menyelesaikan seleksi tahap pertama, Li Cheng berlanjut ke tahap seleksi kedua.


Dia mulai mencoba mengangkat patung singa tembaga yang beratnya mungkin mencapai beberapa ratus kati.


Dengan satu bentakan keras, Li Cheng yang sudah memasang kuda kuda.


Dia mengerahkan seluruh kekuatan nya, untuk mencoba mengangkat beban tersebut.


"Hyaaahhh..!"


Patung singa perlahan lahan terangkat keatas dan terus keatas, tapi tiba di ketinggian sebatas dada.


Sepasang tangan Li Cheng terlihat mulai gemetaran.


"Hyaaahhh...!!"


Dengan satu bentakan keras Li Cheng mencoba memaksa patung singa itu naik keatas bahunya.


Dan untuk usaha itu dia berhasil,tapi dia hanya berhasil mengangkat patung singa itu, sebatas bahu nya saja.

__ADS_1


Lalu dia terpaksa melempar patung singa itu menggelinding ke belakang melewati bahunya.


"Brakkkk...!!"


Patung singa terbanting keras, di atas mimbar, hingga menimbulkan suara berderak hebat.


lantai panggung yang kokoh terlihat sedikit retak retak.


Patung singa terlihat tergeletak di sana, dengan empat kaki menghadap langit.


Li Cheng sendiri nafasnya sudah ngos ngosan, hingga sulit bernafas.


Dia tidak sanggup lagi membenahi patung singa itu kembali ketempat asal nya.


Tepuk tangan meriah kembali berkumandang memenuhi tempat tersebut.


Li Cheng segera membalas dengan menjura kearah semua penonton yang hadir di tempat tersebut.


Li Cheng saat memberi hormat kearah Ying Zheng, dia berkata,


"Yang Mulia,.. Li Cheng sadar diri.."


"Li Cheng hanya akan mempertunjukkan kebodohan Li Cheng sampai di sini saja.."


"Selanjutnya biar rekan yang lain, yang melanjutkan nya.."


Ucap Li Cheng memberi hormat kearah Ying Zheng.


Ying Zheng mengangguk pelan dan berkata,


"Kakek mu Li Xin dan ayah mu Li Tek, termasuk bisa berbangga diri di bawah sana, bila melihat prestasi mu hari ini.."


"Kamu boleh kembali ketempat mu untuk beristirahat, menunggu seleksi tahap kedua uji kekuatan di mulai."


Li Cheng sekali lagi menjura penuh hormat, setelah itu dia langsung melayang ke bawah mimbar, langsung kembali ketempat duduknya.


Setelah Li Cheng berturut turut 5 orang jendral lainnya di panggil, tapi mereka hanya berhasil sampai ke tahap patung singa.


Di tahap ini semua orang rata rata gagal.


"Peserta terakhir dari tingkatan Jendral muda,..!"


"Jendral Fan Kuai silahkan maju kedepan..!"


Ucap pembawa acara, memanggil Fan Kuai untuk maju kedepan dengan suaranya yang lantang.


Sesaat kemudian Fan Kuai dari tempat duduknya, bangkit berdiri.


Kemudian berjalan menghampiri mimbar.


Tidak seperti Li Cheng dan rekannya yang lain, di mana mereka langsung melayang naik keatas mimbar.

__ADS_1


Sebaliknya Fan Kuai memilih naik lewat tangga yang tersedia secara pelan pelan.


Sikap dan perbawaan nya yang terlihat kurang percaya diri segera mengundang cemoohan dari semua yang hadir di sana, dengan cara. berbisik bisik.


Meski berbisik bisik tapi karena yang berbisik-bisik sangat banyak jumlahnya.


Segera tempat itu mulai sedikit gaduh oleh suara berbisik bisik dari para penonton.


Suara berbisik bisik itu baru kembali hening, setelah Fan Kuai berjalan langsung menghampiri patung singa tembaga.


Dengan memegang kedua kaki depan singa tembaga itu.


Dengan satu bentakan keras.


"Hyaaaaaat..!!"


Patung singa tembaga yang sangat berat dan belum ada yang sanggup mengangkatnya selain Li Cheng.


Kini justru terangkat keatas kepala Fan Kuai.


Fan Kuai mengangkat singa tembaga itu tinggi tinggi diatas kepala nya.


Lalu dia selangkah demi selangkah berjalan di atas panggung, hingga menimbulkan suara lantai berderak derak.


Fan Kuai membawa patung singa tembaga yang berat itu, untuk di letakkan kembali ketempat asal nya.


"Brakkkk..!"


Fan Kuai akhirnya mengembalikan patung singa itu kembali ke tempat asalnya.


Akibat bantingan keras Singa yang berat itu, lantai di bawahnya terlihat retak retak.


Bila sekali lagi di banting, di khawatirkan panggung bisa jebol kebawah.


Pembawa acara setelah maju meneliti sejenak, dia buru buru mundur menjauh.


Pembawa acara mencari tempat aman, baru membacakan ujian tahap berikutnya yang bisa di coba oleh Fan Kuai.


Karena dia sudah melewati ujian tahap kedua dengan sempurna.


Fan Kuai berjalan memasuki sebuah arena, di mana terlihat seekor sapi jantan gila, sedang meronta ronta, berusaha menghancurkan kerangkeng yang mengurung nya.


Dengan tatapan mata beringas, dia tidak berhenti menatap kearah Fan Kuai sambil mendengus dengus penuh kemarahan.


Sementara itu Fan Kuai sendiri terlihat berdiri tenang di sana, sambil balas menatap tajam kearah sapi gila di dalam kandang tersebut.


Dalam hitungan ketiga, mengikuti aba aba dari pembawa acara.


Akhirnya sapi gila itu pun di lepaskan dari jeruji kerangkeng yang mengurungnya.


Begitu pintu kerangkeng terbuka, dengan menundukkan kepalanya, sapi gila itu.

__ADS_1


Segera berlari sekuat tenaga menerjang kearah Fan Kuai.


Sapi itu ingin menggunakan tanduk dan kepalanya, untuk menyeruduk dan menghancurkan Fan Kuai yang berdiri menantang di hadapannya.


__ADS_2