LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PERTEMUAN TIDAK TERDUGA


__ADS_3

"Tok,..Tok,..Tok..!"


Saat pintu kamar Guo Yun di ketok dari luar pun, tanpa menoleh Guo Yun berkata,


"Min Min tolong buka pintunya, lihat ada apa..?"


"Min Min.."


ulang Guo Yun saat tidak mendapatkan respon.


Saat pintu kembali di ketok dari luar, sedangkan Min Min tetap saja belum merespon nya


Guo Yun akhirnya menghentikan kegiatannya, menoleh kearah ranjang dan sekitar ruangan di dalam kamar.


Mendapati Min Min tidak berada di dalam kamar.


Guo Yun pun mengerutkan alisnya, dengan perasaan agak cemas, Guo Yun berdiri dari kursinya.


Tanpa menghiraukan pintu yang sedang di ketuk dari luar.


Guo Yun mencoba melihat ke kamar mandi, tapi saat di temukan di sana juga kosong.


Dengan hati cemas, Guo Yun segera melangkah menuju kearah pintu kamarnya.


Guo Yun membuka pintu yang tidak terkunci dari dalam.


Begitu pintu terbuka dari dalam, Guo Yun melihat seorang pelayan berdiri di depan pintu kamarnya.


Di tangan nya, terlihat memegang sepucuk surat yang tersimpan rapi dalam amplop surat bersegel.


"Ada apa ya..?"


tanya Guo Yun heran.


"Maaf menganggu, ini ada sepucuk surat, yang kata pengirim nya, di tujukan untuk anda tuan.."


"Makanya saya membawanya kemari, khusus buat tuan."


ucap pelayan itu sambil menyerahkan surat di tangannya ke Guo Yun.


Guo Yun menerimanya, tapi dia tidak langsung melihat isi nya, dia malah bertanya kepada pelayan di hadapannya,


"Maaf kakak, apa kakak melihat istri saya pergi kemana."


Pelayan itu sambil menatap heran kearea Guo Yun menggelengkan kepalanya.


Guo Yun langsung paham kebingungan pelayan itu, istri istri dia, sekamar dengan nya.


Sampai hilang dia sendiri gak tahu, orang lain mana tahu.


Kalau tahu itu justru aneh.


Guo Yun buru buru merubah pertanyaan nya dan berkata,


"Maaf apa kakak ada melihat seorang gadis yang sangat cantik tingginya kira-kira segini.."


Guo Yun memberikan contoh tingginya Min Min, setelah itu kembali berkata.


"Dia memakai baju kuning, berenda di sini dan disini.."


ucap Guo Yun kembali menambahkan keterangan.


Pelayan itu mengangguk sekarang dan berkata,


"Aku tadi sempat melihat nya, keluar dari penginapan."

__ADS_1


"Tapi kemana perginya aku kurang tahu,"


ucap pelayan itu apa adanya.


"Apa kakak melihat dia keluar dari penginapan, mengambil jalan kiri kanan atau lurus..?"


tanya Guo Yun lagi dengan lebih detil.


Pelayan itu terlihat seperti sedang berpikir sejenak, lalu berkata,


"Ke kanan tuan,..mungkin pergi ketoko pakaian tuan.."


"Karena di sebelah kanan tempat kita ini, banyak toko pakaian.."


Guo Yun menyimpan surat itu kedalam saku bajunya, menepuk pundak pelayan itu dan berkata,


"Terimakasih banyak kakak, ini untuk mu.."


Guo Yun menyisipkan beberapa keping perak kedalam telapak tangan pelayan itu.


Setelah nya, dia langsung bergegas meninggalkan kamarnya.


Menuruni tangga dengan buru buru, lalu hendak keluar dari tempat itu dan mengambil arah jalan sebelah kanan.


Tapi secara tidak sengaja, dia malah hampir bertabrakan dengan dua orang wanita cantik lainnya.


Wanita Cantik pertama yang berwajah dingin dengan gerakan cepat mengulurkan tangannya menahan dan mendorong Guo Yun mundur.


Sedangkan wanita cantik yang satu lagi, dengan gerakan gesit dan lembut melangkah mundur.


"Jalan pakai mata mu..!"


Bentak wanita cantik berwajah dingin yang mendorong Guo Yun dada Guo Yun mundur menjauhinya.


Guo Yun sekali lihat langsung mengenalinya, karena kedua wanita cantik itu bukan orang lain.


Melainkan istri pertama dan kedua nya.


Wanita berwajah dingin yang bukan lain adalah Gongsun Li,


Dia tidak memperhatikan wajah Guo Yun.


Saat tangannya tertahan di dada seorang pria asing, tentu dia menjadi marah.


"Kurang ajar cari mampus kamu,..!"


bentak nya sambil menggunakan tangan yang lain menyodok kearah jakunnya Guo Yun.


Bila sodokan itu mengenai sasaran, Guo Yun pasti akan roboh karena kesulitan bernafas.


Wanita kedua yang berwajah sangat cantik dan lembut, dia sudah melihat jelas siapa pria di hadapan mereka.


Meski kaget dan sulit di percaya, dia masih sempat berteriak,


"Kakak Li jangan,..! Tahan..!"


Tapi Gongsun Li tidak menanggapinya, dia terus melanjutkan serangan nya.


"Clebbb..!"


Tinju kecil Gongsun Li yang putih dan halus, masuk kedalam telapak tangan Guo Yun tertahan di sana.


"Lepaskan ke...!"


ucapan Gongsun Li tidak bisa di teruskan.

__ADS_1


Dia tadinya ingin memaki Keparat dan melayangkan kakinya ke dagu Guo Yun.


Tapi saat sepasang mata mereka bertemu, dan dia melihat siapa pria yang berdiri di hadapannya.


Satu tangan menahan telapak tangannya di dada, sedangkan tangan lainnya sedang menggenggam tinju kecilnya.


Gongsun Li terkejut hingga mulutnya terbuka lebar, tidak mampu berkata-kata.


Mulutnya yang sedikit terbuka, hanya bisa mengeluarkan suara,


"Hah,..!"


Sepasang matanya yang indah terbelalak perlahan lahan mulai berkaca-kaca.


Sesaat kemudian dia akhirnya berkata,


"Yun ke ke,.. benarkah ini kamu ? aku tidak sedang bermimpi atau berkhayal kan..?"


Guo Yun tersenyum penuh haru, lalu dia menarik Gongsun Li kedalam pelukannya, menciumi kepala nya dengan lembut dan berkata,


"Tidak Li Er, kamu tidak sedang bermimpi, juga tidak sedang berkhayal.."


"Aku nyata, aku adalah suami jahat mu yang penuh dosa, Guo Yun si Keparat, yang pantas ma.."


ucapan Guo Yun terpotong oleh jari lembut Gongsun Li yang menutup mulutnya.


Gongsun Li menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak Yun ke ke jangan di teruskan lagi, aku tidak mau kamu bicara sembarangan.."


"Aku benar-benar tidak mau terjadi apapun lagi pada mu.."


"Dulu adalah salah ku, aku terlalu keras kepala, tidak mau dengarkan penjelasan mu dengan baik.."


"Aku terlalu keras kepala dan mau menang sendiri, sehingga mencelakai mu.."


"Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi.."


"Aku tidak mau,.. aku tidak siap untuk kehilangan mu lagi.."


ucap Gongsun Li sambil memeluk Guo Yun dengan erat sambil menangis sedih, melepaskan seluruh beban kesedihan nya selama ini.


Si Si hanya berdiri diam di belakang Gongsun Li, menatap Guo Yun sambil tersenyum lembut, dengan airmata bercucuran tiada henti.


Si Si menahan diri untuk tidak maju berebut dengan kakaknya, meski dia juga sangat rindu dan ingin maju memeluk dan menciumi Guo Yun tapi dia tetap menahan diri.


Guo Yun tentu menyadari hal itu, dimana Si Si juga sedang menantikan dirinya.


Guo Yun membiarkan Gongsun Li memeluknya dengan erat meluapkan perasaan tertekan nya.


Tapi tangan kanannya yang bebas, dia lambaikan kearah Si Si agar mendekat.


Sambil tersenyum lembut menatap Si Si yang melangkah mendekati nya.


Guo Yun menggunakan tangan kanan nya untuk menyentuh dan menghapus airmata di pipi Si Si.


Dia juga terus membelai wajah Si Si dengan lembut dan penuh kasih sayang.



GONGSUN LI



SI SI

__ADS_1


__ADS_2