LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEDIAMAN GUBERNUR XIN CHENG


__ADS_3

"Maaf aku masih bingung.."


Ucap Min Min sejujurnya.


Guo Yun juga bisa melihat dengan jelas, kebingungan Min Min, itu memang nyata adanya.


Guo Yun merasa kasihan, dia menatap Min Min dalam dalam dan berkata,


"Bagaimana bila sementara ini kami ikut dengan ku, kita keluar dari hutan ini.."


"Di luar hutan ada kereta ku, yang siap menunggu di sana..kita bisa gunakan itu, menuju ke kota Xin Cheng.."


Min Min dengan wajah bingung, mengangguk pelan.


Lalu dia berjalan mengikuti Guo Yun dari belakang, meninggalkan hutan bambu tersebut.


Guo Yun sengaja tidak banyak mengajak Min Min bicara, dia tahu Min Min sedang bingung.


Saat seperti ini, yang terbaik untuk nya, adalah biarkan dia berpikir jernih sendiri.


Guo Yun memberikan kebebasan penuh kepada Min Min untuk berpikir.


Saat mereka berdua berjalan keluar dari balik hutan bambu.


Kusir kereta terbelalak kaget menunjuk kearah Min Min dengan penuh ketakutan dan berkata dengan suara terbata bata,


"Yang Mulia..! Yang Mulia..! Hantu...hantu istri mu,.. mengikuti mu dari belakang.."


"Arwah penasaran mu belum,.. belum mau pergi..!"


Ucap kusir kereta itu, sambil menunjuk kearah Min Min dengan jari gemetaran.


"Paman ini bicara sembarangan, Min Min belum meninggal, tadi dia sudah di selamatkan nyawa nya oleh guru ku.."


"Sudahlah siapkan kereta, kita segera pulang ke Xin Cheng sekarang juga.."


Ucap Guo Yun sambil menahan senyum melihat tingkah kusir kereta nya itu


Sesaat kemudian Guo Yun dan Min Min sudah duduk dalam satu kereta.


Tapi mereka berdua jelas tidak terlihat seperti suami istri, mereka terlihat lebih seperti dua orang asing yang tidak saling mengenal satu sama lain.


Melihat Min Min hanya diam saja dan terus memperhatikan semua gerak geriknya.


Guo Yun sambil menghela nafas pelan, dia mengeluarkan kitab dari Wu Ming Lau Jen.


Membacanya selembar demi selembar, sambil membaca, dia langsung mempraktekkan nya.


Mengikuti petunjuk di dalam kitab, tangan Guo Yun sebelah kanan memegang kitab.


Tangan kiri bergerak kesana kemari, dia sendiri duduk dalam posisi bersila, kedua kaki dilipat, badan tegak lurus.


Semakin baca Guo Yun semakin tertarik hingga dia melupakan Min Min yang sedang tidak berhenti menatap nya.


Guo Yun terkadang seperti bergumam sendiri dengan alis berkerut.


Tapi dia tetap tidak berhenti membaca dan menggerak gerak tangan kirinya.

__ADS_1


Setelah beberapa waktu berlalu, Guo Yun mulai memejamkan matanya.


Duduk bermeditasi, dengan tubuh sebagian memancarkan sinar berwarna merah.


Sebagian lainnya memancarkan hawa biru.


Hawa sejuk menyelimuti seluruh ruangan kereta.


Guo Yun sambil berlatih, dia menyambar sebuah mantel tebal yang terbuat dari kulit dan bulu hewan buas.


Guo Yun melemparkan mantel tersebut kedalam pangkuan Min Min dan berkata,


"Gunakan saja, jangan sampai masuk angin.."


"Terimakasih .."


Ucap Min Min singkat, dia lalu menggunakan mantel tebal itu, untuk menutupi seluruh tubuhnya.


Setelah mengenakan mantel itu, Min Min pun merasa tubuhnya, kini jauh lebih hangat sekarang.


Min Min diam diam melirik kearah Guo Yun yang sedang sibuk berlatih dengan tatapan mata penuh rasa terimakasih.


Meski dia belum bisa menerima dan mempercayai ucapan Guo Yun sepenuhnya.


Tapi hatinya mulai percaya, yang Guo Yun ucapkan semuanya mungkin saja ada benarnya.


Karena bagaimanapun di lihat, Guo Yun tidak terlihat seperti seseorang yang pandai menipu.


Beberapa saat terdiam Min Min akhirnya tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak berbicara.


"Bolehkah aku tahu siapa nama Yang Mulia..?"


Guo Yun menghentikan latihannya, dia menatap kearah Min Min dan berkata,


"Min Min kamu tidak perlu ikutan memanggil ku Yang Mulia.."


"Nama ku Guo Yun, dulu kamu biasanya memanggil ku Yun ke ke.."


"Tapi saat ini terserah pada mu, mau panggil apa, kecuali sebutan Yang Mulia.. yang lain bebas.


Ucap Guo Yun sambil membalas tatapan Min Min dan tersenyum lembut.


Mendapat tatapan dan senyum itu, Min Min buru buru menundukkan kepalanya, dia tiba tiba merasa kedua pipinya panas.


Min Min dengan kepala tertunduk, kembali bertanya,


"Yang Mulia,..apa rencana Yang Mulia datang ke kota Xin Cheng..?"


Guo Yun menatap kearah Min Min, lalu menjawab pelan.


"Aku ke Xin Cheng ingin menemui istri dan anak anak ku yang sedang berada di kota tersebut.


Min Min sedikit terhenyak mendengar ucapan Guo Yun.


Dia buru buru mengangkat wajahnya menatap kearah Guo Yun dan berkata,


"Bukankah sebelumnya Yun Ta ke bilang Min Min ini istrinya Yun Ta Ke.."

__ADS_1


"Lalu yang di Xin Cheng itu..?"


Tanya Min Min terlihat ragu.


Guo Yun mengangguk pelan dan berkata,


"Benar Min Min, kamu isteri ketiga ku, sedangkan yang menanti ku di Xin Cheng adalah istri pertama dan kedua ku yang bernama Gongsun Li dan Si Si ."


"Di sana selain ada putra putri mereka, juga ada putra kandung mu yang bernama Guo Meng Yun.."


Ucap Guo Yun berterus terang, apa adanya.


Min Min terlihat menundukkan wajahnya, dengan sepasang alis sedikit berkerut.


Dia seperti sedang memikirkan sesuatu.


Guo Yun yang melihat hal itu, memilih diam tidak banyak bicara lagi.


Dia kembali fokus melanjutkan latihannya.


Sementara Guo Yun sedang fokus konsentrasi berlatih.


Min Min terlihat agak gelisah, beberapa kali, dia seperti hendak berbicara.


Tapi dia akhirnya selalu memilih mengurungkan niat nya, untuk berbicara.


Guo Yun sendiri meski sedang fokus berlatih, tapi dia juga bukannya tidak tahu akan kondisi tersebut.


Dia tahu, dia tahu persis, tapi selama Min Min sendiri tidak bertanya.


Guo Yun tidak mau banyak bercerita, yang hanya akan semakin membebani pikiran dan perasaannya.


Lebih baik dia biarkan Min Min berpikir sendiri dengan tenang.


Berusaha mengumpulkan sendiri informasi informasi yang akan membantunya yakin.


Bahwa dia memang benar istrinya, semua ucapan nya bukan bohong dengan maksud tujuan tertentu.


Kegelisahan Min Min sejenak terpotong oleh ucapan kusir di depan kereta.


"Yang Mulia kita sudah memasuki kota Xin Cheng, selanjutnya kita kemana dulu..!?"


"Langsung ke kediaman gubernur saja..!"


Jawab Guo Yun dari balik kereta.


"Siap laksanakan Yang Mulia.."


Jawab kusir kereta itu cepat.


Dia segera memecut ke empat kuda yang menarik kereta mewah Guo Yun bergerak cepat menuju kediaman gubernur kota Xin Cheng.


Min Min mencoba menenangkan kegelisahan hati nya, dengan membuka tirai kereta.


Untuk melihat suasana keramaian di kota Xin Cheng.


Dia duduk termenung melihat kearah pertokoan dan orang orang yang berlalu lalang di pinggir jalan sana.

__ADS_1


Tidak berapa lama kemudian, kereta mewah itu, akhirnya berhenti di sebuah halaman luas, yang merupakan bagian dari halaman depan, sebuah gedung kediaman gubernur yang terlihat besar dan mewah.


__ADS_2