LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
TEBASAN PEDANG PEMUSNAH


__ADS_3

Melihat yang di lakukan oleh Guo Yun, Agahai yang justru mengira Guo Yun mengirim sinyal meminta bala bantuan,


Dia malah tertawa keras dan berkata,


"Bagus panggil seluruh pasukan dan bala bantuan mu kemari, agar aku lebih mudah menyelesaikan nya sekaligus..!"


"Aku juga tidak yakin jumlah pasukan mu tinggal segini, kamu pasti masih punya kekuatan tersembunyi..!"


"Itu panglima Meng dan adiknya, yang telah menjadi pecundang ku itu, jangan lupa di undang sekalian.!"


"Ha,..ha,.. Ha,..ha,.. Ha,..ha,..!"


Guo Yun tidak menanggapi ledekan Agahai.


Semakin Agahai senang dan puas, rencana Guo Yun baru bisa berjalan dengan mulus.


Bila Agahai sampai sadar, rencananya bisa kacau.


Semua ini sudah dalam perhitungan Guo Yun, semua orang pasti akan menyangka dia memanggil bala bantuan.


Tidak mungkin akan mengira dirinya justru sedang mengirim sinyal menjalankan strategi nekadnya itu.


Ling Tong di tempatnya, begitu melihat sinyal dari Guo Yun, dia langsung membawa pasukannya menyerang kemah utama.


Kedatangan mereka yang menerjang dengan pasukan kuda, secara mendadak membuat pasukan di sana panik.


Mereka buru buru mengirim sinyal ke pasukan di sekitar perkemahan, untuk datang memberikan bantuan dan mengepung barisan pasukan berkuda Ling Tong.


Sesaat saja, dari berbagai penjuru menghambur pasukan Xiongnu di pimpin oleh Chan Yu sendiri, untuk mengepung barisan pasukan Ling Tong.


Ling Tong langsung melepaskan tanda ke udara, lalu dia dan pasukannya langsung bergerak membakar kemah perbekalan.


Setelah itu dia berusaha memimpin barisan berkuda nya, untuk mundur dari sana.


Sedikit demi sedikit sambil bertempur, Ling Tong, membawa barisan pasukan berkuda nya.


Terus bergerak menjauhi perkemahan, mengambil jalan menuju He Xi.


Chan Yu terus memimpin pasukannya, untuk melakukan pengejaran dan pengepungan terhadap pasukan Ling Tong.


Sama seperti Agahai, raja Chan Yu yang melihat Ling Tong melepas tanda bahaya.


Dia mengira Ling Tong sedang mengirim sinyal, meminta pasukan bala bantuan.


Untuk itu dia malah memperkuat pengepungan dan serangannya, agar bisa cepat cepat menghabisi perlawanan Ling Tong."


"Dia yakin bila tidak segera di habisi, Ling Tong bakal menjadi bahaya besar kedepannya."


"Sehingga pengepungan dan pengejaran terus berlanjut."


Di tempat lain begitu melihat kode dari Ling Tong telah di lepaskan, dengan santai Zhang Yi memimpin pasukan nya.


Langsung bergerak menghabisi pasukan penjaga perkemahan perbekalan sebelah timur.


Tanpa mengalami penghadangan yang berarti, Zhang Yi telah berhasil membawa kabur sebagain besar perbekalan pasukan Xiongnu.


Sisanya di bakar oleh Zhang Yi, api berkobar kobar muncul dari arah timur.


Raja Chan Yu yang sedang mengepung pasukan Ling Tong menjadi sangat terkejut.


Dia buru buru memimpin sebagian dari pasukan nya, pergi


memadamkan api, yang datang dari gudang perbekalan mereka.


Saat mereka pergi, kepungan menjadi lebih kendor.


Hal ini memudahkan Ling Tong melarikan diri dari tempat itu, bersama pasukannya.

__ADS_1


Saat raja Chan Yu tiba di kemah timur dan berusaha memadamkan api.


Barisan pasukan Zhang Yi sudah jauh melarikan diri, sambil membawa perbekalan lawan.


Mereka langsung bergerak menuju He Xi sesuai rencana Guo Yun.


Di tempat lain, Guo Yun yang sedang di keroyok oleh 3 ajudan Agahai.


Terlihat melayani serangan mereka bertiga dengan santai.


Agahai sambil tertawa berkata,


"Ayo Tuli, mari kita maju sama sama habisi bajingan tengik itu..!"


Tuli mengangguk, lalu dia mengagkat kedua Gada Labu nya bergerak mengikuti Agahai menerjang kearah Guo Yun.


"Mangga incar bagian tubuh lawan, yang tidak terlindung, dengan panah mu.."


teriak Agahai sambil menyerang Guo Yun dengan kedua cakra nya.


Ahmad menyerang Guo Yun dengan senjata tombak gigi serigala kearah leher Guo Yun.


"Wusss,..!"


Samsir menyerang kearah perut Guo Yun dengan tombak garpu nya.


"Singgg,..!


Kebab menyerang Guo Yun dengan bandulan bola berdurinya, mengincar kepala Guo Yun.


"Wusss,..!"


Sedangkan Agahai menyerang punggung Guo Yun dengan melepaskan sepasang Cakra nya.


"Cringgg,..! Wunggg,...! Wunggg,..!"


Tuli menerjang dengan Gada Labu nya menghantam kedua sambungan lutut Guo Yun.


"Wusss,..!"


Guo langsung bergerak dengan langkah ajaib, pertama dia menghindari serangan tombak gigi serigala Ahmad, dengan menarik tubuhnya kebelakang.


Tapi kakinya tetap menyosor kedepan,


"Sreeettt,...!"


Dengan melakukan satu pergerakan itu, di mana tubuhnya hampir rebah miring keatas tanah.


Guo Yun telah berhasil menghindar dari tiga serangan sekaligus.


Di samping itu dari arah bawah sana, dia bebas memberikan tiga kali tusukan cepat, secara bergantian kearah leher dada dan perut ketiga lawannya.


"Crebbb,..!"


"Crebbb,..!"


"Crebbb,..!"


"Arggghhh,..!"


Arggghhh,..!"


Arggghhh,..!"


Kontan terdengar jeritan ngeri dari ketiga ajudan Agahai.


Ketiga orang itu mundur dengan langkah terhuyung-huyung kebelakang.

__ADS_1


Masing masing menggunakan tangan mereka, menutupi luka di tubuh mereka yang berlubang.


Sebelum sempat mengucapkan sesuatu, ke tiga orang itu telah roboh terlentang di atas tanah kehilangan nyawa.


Guo Yun sendiri setelah menyarangkan tiga serangan, dengan cepat dia menusukkan pedangnya keatas tanah.


Lalu tubuhnya melenting terbang ke udara, sehingga serangan Agahai dan Tuli lewat di bawahnya.


Dari posisi melayang di udara, Guo Yun memberikan satu pukulan Tapak naga 9 langit kearah Agahai.


"Naga Sakti mengejar mutiara..!"


"Wusss,..!"


"Blaarrr..!"


Di waktu bersamaan, Guo Yun juga melepaskan sebuah tebasan pedang dari bawah mencungkil keatas.


"Pembasmi iblis tanah..!"


"Singgg,..!"


"Wusss,...!"


"Trangggg,..!"


"Crasssh,..!"


Agahai masih sempat membuang diri kebelakang, dengan melakukan beberapa kali salto, kemudian dia terbang mundur seperti seekor burung besar.


Tuli yang tidak sempat menghindar hanya bisa menggunakan sepasang Gada Labu nya, di silangkan untuk menyambut serangan Guo Yun, yang datang dari arah bawah tanah.


Tuli yang sial langsung menyusul ketiga ajudan Agahai, tubuhnya yang tinggi besar terbelah dua.


Jatuh tergeletak di atas tanah, dengan darah berceceran di atas rumput .


Guo Yun saat turun keatas tanah, melihat beberapa pasukan nya mulai bertumbangan, dengan leher tertembus anak panah.


Dia menjadi marah dan langsung mengulang melepaskan Tebasan Pedang pemusnah nya.


"Menyapu seratus ribu pasukan,..!"


Garis melengkung bercahaya putih kebiruan melesat membentuk garing melengkung.


Melewati barisan pasukan pemanah dan Mangga yang juga sedang ada di sana.


Hampir separuh dari barisan pemanah termasuk Mangga, tergeletak di atas tanah dengan bagian atas dan bawah tubuh terpisah.


"Mundur...!"


teriak Guo Yun begitu habis melepaskan tebasan.


Dia langsung melompat ke atas punggung kudanya dan berteriak,


"Ciaaaa,..!"


Guo Yun memacu kudanya menerobos kepungan pasukan Agahai.


Dengan melancarkan tebasan ke kiri dan kanan, Guo Yun membuka jalan darah.


Dia terus menerjang Kearah depan, diikuti oleh pasukan harimau hitam yang mengikuti di belakangnya.


"Hadang dia jangan biarkan lolos..!"


teriak Agahai dari belakang, sambil melepaskan cakra nya.


Dia mengincar kepala dua orang pasukan harimau hitam yang bergerak paling belakang.

__ADS_1


"Crasssh,..!"


"Crasssh,..!"


__ADS_2