LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEMBALI TERJEBAK


__ADS_3

Guo Yun mencium kening Min Min dengan lembut, sebelum dia melayang keatas.


Lalu seperti seekor cecak, dia terus merayap naik keatas dan terus keatas.


Akhirnya Min Min tidak bisa melihat keberadaan Guo Yun lagi.


Kini dia hanya bisa mengandalkan cahaya dari obor, yang di tinggalkan oleh Guo Yun untuk nya.


Guo Yun sendiri terus memanjat naik keatas, merayap seperti seekor cicak.


Guo Yun terus menggunakan cakarnya membuat sebuah cekungan kecil.


Agar memudahkan Min Min saat melewati tempat yang di lewatinya.


Guo Yun terus merambat keatas, ternyata lorong tegak lurus itu sangat panjang.


Seperti tidak ada ujungnya, melihat hal itu, Guo Yun mulai khawatir tali yang mereka bawa tidak cukup panjang.


Guo Yun mulai mengikat ujung tali yang satunya ke tubuhnya sendiri dengan erat.


Sisanya Guo Yun biarkan terulur kebawah.


Melihat ada tali yang terulur turun ke bawah, tanpa banyak pikir Min Min, langsung mengikat ujung tali yang lain di lilitkan ke tubuhnya dengan erat.


Min Min membiarkan hingga gulungan tali habis, tubuhnya secara otomatis tertarik keatas.


Hingga tiba di mulut lorong, Min Min baru mencoba memanjat sebisanya, menggunakan cekungan yang di siapkan oleh Guo Yun untuk nya


Kedua orang itu terus memanjat tanpa bisa berkomunikasi, hanya bisa saling berkomunikasi lewat kode tarikan tali, yang mengikat pinggang mereka berdua.


Guo Yun terkadang harus menghentikan pergerakannya, karena Min Min kelelahan.


Dia terpaksa menunggu hingga Min Min pulih, baru bisa melanjutkan perjalanan mereka.


Tidak tahu berapa lama mereka merayap di lorong yang tegak lurus keatas itu.


Akhirnya Guo Yun menemukan sebuah cukup luas untuk bisa duduk dan berbaring.


Dari tempat itu, dia mukai membantu menarik tubuh Min Min naik keatas menyusul nya.


Akhirnya Min Min berhasil menyusulnya, lalu dia terlihat langsing terbaring dengan nafas terengah engah, dadanya terlihat naik turun.


Melihat bukit yang membusung indah bergerak naik turun.


Guo Yun tidak kuasa menahan diri untuk tidak mengulurkan tangan nya, hendak merabanya.


"Plakkkk..!"


"Yun ke ke..!"


protes Min Min sambil mencemberutkan bibirnya dan mempelototi Guo Yun penuh teguran.

__ADS_1


Guo Yun meletakkan lidahnya, lalu buru buru menggeser menjauh, menghindari tangan Min Min yang hendak mencubitnya.


Karena tidak berhasil Min Min pun kembali tidur terlentang sambil mengatur pernafasan nya.


Guo Yun dari tempat yang agak jauh hanya bisa memperhatikan nya saja.


Setelah nafas Min Min terlihat mulai. teratur, dia baru kembali mendekat.


Tapi saat dia mendekat, melihat Min Min Ternyata sedang tertidur dengan mulut setengah terbuka.


Guo Yun pun hanya bisa menahan senyum melihat keadaan Min Min yang tertidur pulas.


Guo Yun mengeluarkan jubah nya untuk membantu menutupi tubuh Min Min.


Guo Yun harus menunggu hingga Min Min bangun baru melanjutkan perjalanan.


Karena tidak ada kegiatan, Guo Yun memanfaatkan waktunya, dengan memeriksa cekungan yang menjadi tempat mereka berdua bisa beristirahat saat ini.


Tapi setelah memeriksanya dengan teliti Guo Yun tetap tidak menemukan apapun di sana.


Akhirnya dia memilih duduk bersila, melatih hawa Thian Ti Sen Kung nya.


Hingga Guo Yun merasa ada yang duduk lembut dalam pangkuannya.


Dia baru membuka matanya dan berkata,


"Kamu sudah bangun sayang, bagaimana udah segar..'


Min Min mengangguk dan berkata,


Min Min menunjuk kearah kedua pundak dan bagian punggungnya.


"Biar aku pijitin aja, nanti bila sirkulasi darah nya lancar, pegal pegal nya akan hilang dengan sendirinya.."


ucap Guo Yun, sambil menggerakkan jarinya untuk memijat mijat titik titik pegal di tubun Min Min..


Setelah Min Min benar benar pulih dan segar, mereka baru kembali melanjutkan perjalanan.


Perjalanan panjang dan melelahkan kembali di mulai, hingga akhirnya Guo Yun menemukan puncak langit langit lorong itu membelok kearah sebuah gua berlantai datar.


Di sana Guo Yun pun kembali membantu menarik Min Min untuk menyusul nya.


Lalu setelah keadaan Min Min tenang dan normal.


Mereka baru melanjutkan perjalanan mereka menelusuri gua yang ada di hadapan mereka.


Melalui perjalanan berkelok kelok yang cukup panjang, akhirnya Guo Yun dan Min Min melihat ada setitik cahaya kecil di depan sana.


Guo Yun dan Min Min saling pandang, sambil tersenyum girang.


Mereka berdua bergandengan tangan berjalan dengan terburu buru menghampiri titik terang itu.

__ADS_1


Semakin mendekat titik terang itu semakin membesar, setelah dekat mereka akhirnya bisa melihat dengan jelas.


Titik terang itu ternyata adalah mulut sebuah gua.


Dengan antusias dan gembira, Min Min berlari cepat menghampiri mulut gua.


Tapi saat tiba di mulut gua dia tiba-tiba menjerit ngeri.


"Aihhhhh..!"


Tubuh Min Min hampir terjungkal, bila Guo Yun tidak cepat tiba , memegang bahunya, dan menariknya kembali kedalam.


Ternyata mulut gua itu, adalah mulut gua sebuah tebing curam.


Kebawah adalah jurang dalam yang tertutup awan, begitu pun keatas juga tertutup awan.


Tidak tahu berapa tinggi tebing itu, yang jelas pasti sangat tinggi hingga selalu tertutup oleh awan.


Sepanjang mata memandang hanya ada hamparan kabut putih tebal yang terlihat.


Min Min menghela nafas panjang, lalu menoleh kearah Guo Yun dan berkata,


"Setidaknya lebih baik, bisa melihat pagi siang dan malam.."


"Ketimbang di dalam lorong sebelumnya.."


Guo Yun memaksa diri tersenyum dan berkata,


"Maaf Min Min, aku malah membawa mu ketempat seperti ini.."


"Sebenarnya di dasar jurang masih jauh lebih baik, setidaknya kita tidak akan pernah kekurangan makanan seperti di tempat ini..,"


Min Min memegang tangan Guo Yun dan berkata,


"Tak perlu di sesali, asal bisa bersama mu aku sudah puas ."


"Bila hari itu tiba, tidak perlu mati sebagai hantu kesepian, bukan kah itu jauh lebih baik.."


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Aku sangat bersyukur ada kamu yang selalu menemani setiap langkah dalam kehidupan ku ini.."


"Baiklah kita nikmati saja, tidak ada lagi, yang perlu kita risaukan."


ucap Guo Yun kembali tersenyum.


Sesaat kemudian mereka berdua kembali larut dalam kemesraan hingga tertidur pulas.


Saat hari gelap sambaran cahaya kilat dan suara gemuruh petir, akhirnya membuat Min Min dan Guo Yun sama sama terbangun.


Dalam kegelapan saat langit di luar sana terang karena ada cahaya kilat.

__ADS_1


Guo Yun melihat ternyata di luar sana sedang hujan lebat, angin dingin berhembus menerpa tubuh mereka yang dalam keadaan polos.


Guo Yun buru buru mengeluarkan jubah nya untuk menyelimuti tubuh Min Min, selain itu dia juga membantu menyalurkan tenaga matahari untuk membantu menghangatkan tubuh Min Min yang berada dalam pelukannya.


__ADS_2