LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PANGERAN DAN


__ADS_3

Min Min terpental mundur oleh tenaga tak terlihat yang terpancar dari tubuh Guo Yun.


Mendengar jerit kaget Min Min, Guo Yun pun tersadar.


Dia memejamkan matanya, dan buru buru menarik kembali kekuatan nya.


Setelah kondisi dirinya mulai tenang, Guo Yun baru membuka kembali matanya dan berkata,


"Maaf Min Min, aku tadi terlalu terbawa emosi.."


"Tidak apa-apa Yun Ke ke, aku baik baik saja.."


"Yun ke ke sebenarnya apa yang terjadi ?"


tanya Min Min sambil menatap Guo Yun dengan heran.


Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,


"Min Min, terserah kamu percaya atau tidak.."


"Tapi aku akan sarankan satu hal pada mu.."


"Sebisa mungkin jauhi Lu Bu Wei dan Ying Zheng mereka bukan orang yang bisa di percaya.."


"Min Min saat ini aku tidak bisa cerita banyak pada mu, tapi tunggu ingatan mu pulih.."


"Aku baru akan cerita semuanya ke kamu.."


"Saat ini aku hanya bisa pastikan satu hal pada mu, kita punya ikatan kedekatan secara perguruan.."


"Aku pasti akan berusaha menyembuhkan ingatan mu yang hilang.."


"Aku pasti akan selalu berada di sisi mu menjaga dan melindungi mu selalu.."


ucap Guo Yun serius.


Min Min menatap Guo Yun lekat lekat dan mengangguk cepat.


"Aku percaya pada Yun ke ke.."


"Mengenai ayah dan kakak angkat ku, aku akan berhati hati dan mewaspadai mereka.."


"Tapi untuk memusuhi mereka, aku tidak bisa, karena sejahat apapun yang pernah mereka lakukan.."


"Selain Yun Ke ke, mereka adalah orang terdekat yang sangat menyayangi ku.."


"Aku banyak berhutang Budi pada mereka, bila tidak ada mereka mungkin aku sudah lama tiada di dunia ini.."


ucap Min Min dengan tatapan mata tak berdaya dan memohon pengertian dari Guo Yun.


Guo Yun tersenyum lembut dan berkata,


"Aku mengerti, aku tentu mengerti sepenuhnya, apa yang saat ini menjadi beban pikiran mu.."


"Mengenai hal ini sebaiknya, kita bicarakan lagi saat ingatan mu sudah pulih.."


"Setiba di Luo Yang nanti, aku akan coba menyembuhkan ingatan mu dulu.."


"Nanti setelah sembuh, baru kita cari Lu Bu Wei.."

__ADS_1


"Kemanapun dia bersembunyi, aku pasti akan mencarinya sampai dapat.."


ucap Guo Yun geram.


"Yun Ke ke, boleh tidak kamu mengampuninya.."


tanya Min Min dengan suara pelan dan kepala tertunduk.


Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata dengan tegas.


"Maaf Min Min untuk hal ini aku tidak bisa memenuhinya, karena ini berhubungan dengan prinsip dan janji.."


"Aku boleh kehilangan nyawa, tapi aku tidak boleh ingkar janji, apapun alasannya.."


Min Min hanya bisa tertunduk lesu tak bisa berkata-kata.


Dia tahu akan percuma dia membujuk Guo Yun mengampuni ayahnya.


Karena dari ketegasannya, dia tahu keputusan Guo Yun sudah bulat, dan hal itu tidak mungkin bisa di ganggu gugat lagi.


Min Min dan Guo Yun saling terdiam cukup lama.


"Yun ke ke aku akan kembali ke kamar ku, bagaimana bila rantai dan gembok mu aku bantu lepaskan..?"


ucap Min Min pelan.


Guo Yun menggeleng kan kepalanya dan berkata,


"Tidak apa-apa Min Min, kamu kembalilah ke kamar mu, rantai dan gemboknya biarkan saja seperti ini.."


"Aku sudah biasa ini bukan masalah.."


Min Min menatap kearah Guo Yun dengan tatapan mata kasihan.


"Yun ke ke yakin.?"


Guo Yun sambil tersenyum mengangguk dengan penuh keyakinan..


"Pergilah jangan khawatir.."


"Baiklah.."


ucap Min Min, lalu dengan langkah lesu dia meninggalkan kamar Guo Yun.


Sepanjang jalan hingga tiba kembali ke kamarnya, Min Min tetap tidak bisa mengatasi pikirannya yang kusut dan kacau.


Setiap saat pembicaraan nya dengan Guo Yun selalu terngiang ngiang di telinga nya.


Dia juga selalu terbayang akan sikap tegas Guo Yun dan tekad nya yang sudah bulat.


Dia benar benar terjepit di tengah, satu sisi adalah ayah angkatnya yang sangat menyayangi nya.


Sisi lainnya adalah pria yang sangat dia cintai, dia benar benar tidak ingin melihat tragedi itu terjadi.


Siapa pun yang terluka diantara mereka, dia pasti akan sangat bersedih.


Min Min bahkan berulang kali berpikir, bila dengan nyawanya, bisa menukar perdamaian di antara keduanya.


Dia tidak akan ragu sama sekali, untuk melakukannya buat mereka..

__ADS_1


Sementara Min Min sedang larut dalam pikiran galaunya.


Guo Yun sendiri masih terus berlatih dan terus berlatih tanpa henti.


Kini dia semakin sadar, dia harus secepatnya menyempurnakan ilmu Thian Te Sen Kung nya.


Karena musuh kini sudah mulai muncul bayangannya, di depan mata.


Guo Yun terus mengingatkan dirinya, dia harus berusaha secepatnya merampungkan Thian Ti Sen Kung tahap 10 puncaknya Kekuatan tersebut.


Hanya dengan cara itu, dia punya keyakinan bisa mengatasi Lu Bu Wei.


Meski secara ilmu bela diri masih berada jauh di bawahnya, tapi posisi dengan kekuatan militer juga kecerdasannya.


Untuk membersihkan kotoran perguruan ini, bukan sesuatu hal yang mudah.


Guo Yun selain harus terus berlatih, dia juga harus menyusun rencana yang sempurna, agar tidak sampai gagal misinya nanti.


Sementara itu di tempat lain jauh di kerajaan Yan sana, di sebuah kediaman mewah.


Di mana kediaman ini khusus di sediakan oleh putra mahkota kerajaan Yan pangeran Dan.


Khusus untuk teman baiknya Ching Ke, yang dia kenal sebagai jago pedang nomor satu di dunia persilatan kerajaan Yan dewasa ini.


Hubungan keduanya sangat akrab dan sangat baik.


Seperti saat ini, mereka berdua terlihat duduk makan dan minum sambil saling bersulang dan mengobrol berbicara tentang dunia dengan sangat akrab.


Ching Ke sangat menghormati dan menghargai persahabatan tulus yang di berikan oleh temannya ini.


Semua kebutuhan dan kemewahan hidup yang di berikan oleh temannya ini.


Membuat Ching Ke sangat merasa berhutang Budi pada sahabatnya ini.


Padahal selama sahabatnya ini menampungnya, dia tidak pernah memberikan kontribusi apapun buat sahabatnya in.


Sahabatnya juga tidak pernah meminta tolong apapun pada dirinya.


"Sahabatku, kenapa kamu hari ini terlihat sangat bermuram, apa yang terjadi ?"


tanya Ching Ke hati hati sambil mengisi cawan kosong di hadapan pangeran Dan.


Pangeran Dan menghela nafas panjang dan berkata,


"Kerajaan Qin kini semakin kuat, negara Zhao dan Wei sudah berhasil dia tahlukkan.."


"Aku rasa tidak lama lagi, kerajaan Yan akan menjadi target nya.."


"Baik dalam militer maupun sumberdaya, kita tidak mampu di bandingkan dengan nya ."


ucap pangeran Dan pelan.


Selesai berbicara, dia dengan kesal dan terlihat sangat tertekan langsung menghabiskan cawan di hadapannya.


"Mengapa kita tidak bekerja sama dengan kerajaan lain, seperti Qi Han Song dan Wu Yue.."


"Adik seperguruan ku menjadi pemimpin di Wu Yue, bila pangeran mau.."


"Aku bisa memintanya untuk datang membantu kita..?"

__ADS_1


__ADS_2