LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEPUTUSAN YANG PAHIT


__ADS_3

"Terimakasih Yun ke ke.."


Ucap Min Min sambil menerimanya dengan sikap sungkan.


Guo Yun tersenyum lembut menatap kearah Min Min yang sedang mencoba mencicipi sup yang dia ambilkan itu.


Kedua masakan ini adalah masakan yang paling di sukai Min Min.


Tadi yang pertama gagal, kini yang kedua Guo Yun yakin Min Min pasti cocok.


Tapi senyum Guo Yun menjadi pahit, dan kembali terlihat canggung.


Saat dia melihat ekspresi wajah Min Min, sewaktu dia mencoba mengigit pare isi daging, yang dulunya adalah masakan favoritnya.


"Ahhh..!"


"Ampun kenapa pahit sekali ini.."


Ucap Min Min sambil memuntahkan kembali potongan pare yang dia gigit barusan.


Si Si dari samping hanya bisa menatap suaminya dengan kasihan.


Guo Yun berusaha tersenyum senormal mungkin, dia bangkit mengambil kembali kedua mangkuk masakan yang dia coba ambilkan buat Min Min.


Dia memindahkan nya kehadapan nya, lalu menggantinya dengan mangkok kosong baru dan berkata dengan penuh kesabaran.


"Tidak apa-apa, kita ganti dengan mangkuk baru saja .."


"Biar Min Min pilih sendiri saja, menu masakan kesukaan nya.."


"Ini salah ku, aku yang terlalu sok pintar.."


"Ayo kita makan lagi.."


Ucap Guo Yun berusaha bersikap setenang mungkin, meski hatinya merasakan sedikit perih.


Dengan kepala tertunduk, Guo Yun langsung menghabiskan kedua masakan di dalam mangkuk yang di tolak oleh Min Min tadi.


Guo Yun bahkan tidak perduli makanan itu tadi sempat masuk kedalam mulut Min Min, kemudian dia lepehkan kembali kedalam mangkuk.


Guo Yun tetap menghabiskan semuanya tanpa banyak bersuara.


Si Si yang melihatnya dari seberang sana buru buru membuang mukanya, menghapus dua butir airmatanya yang mendadak runtuh kebawah.


Agar tidak terlihat oleh yang hadir di sana.


Min Min sendiri juga merasa sangat tidak enak hati ke Guo Yun, dia hanya bisa menatap kearah Guo Yun, dengan tatapan mata penuh sesal.


Ingin rasanya dia membantu menelan semuanya, agar tidak muncul situasi canggung ini.


Tapi apa boleh buat, dia benar benar tidak mampu menerima kedua masakan yang tidak di sukai nya itu.


"Yun ke ke, maafkan Min Min, yang tidak tahu menghargai kebaikan Yun ke ke.."


Ucap Min Min pelan dengan wajah penuh sesal.

__ADS_1


Guo Yun memaksakan diri untuk tersenyum meski hatinya terasa sedih.


Sambil menatap Min Min dengan serius, Guo Yun berkata,


"Min Min kamu tidak perlu minta maaf, ini bukan salah mu.."


"Akulah yang bersalah, terlalu sok tahu, jadi membuat mu serba salah.."


"Sudah lupakan saja ayo kita makan lagi.."


"Kamu ambil saja sendiri mana yang kamu suka, jangan sungkan.."


"Ayo kita makan.."


Ucap Guo Yun ber- pura pura gembira, seolah olah tidak pernah terjadi sesuatu.


Perlahan lahan karena adanya kehadiran anak anak di sana, situasi yang canggung itu perlahan lahan mencair.


Apalagi setelah Guo Yun menghabiskan sebotol arak yang khusus Si Si siapkan untuk nya.


Perasaan Guo Yun pun menjadi jauh lebih ringan.


Suasana di meja makan itu pun kembali meriah dan bergembira semuanya.


Apalagi setelah Gongsun Li kembali, kemudian dia ikut bergabung makan bersama.


Suasana di meja makan itu pun menjadi jauh lebih ceria dan hidup.


"Anak anak ini sudah malam, makan pun sudah usai, sudah waktunya kalian kembali ke kamar masing masing untuk tidur.."


Min Min langsung berdiri dari tempat duduknya dan berkata,


"Anak anak, ayo biar kakak yang temani kalian semua kembali ke kamar.."


"Malam ini biar kakak yang temani kalian tidur."


Gongsun Li dan Si Si saling pandang saat mendengar ucapan Min Min.


Malam ini seharusnya adalah giliran Min Min bersama Guo Yun, tapi dengan ucapan nya itu.


Tanpa sadar dia sudah menolak Guo Yun sebagai suaminya, untuk tidur bersama.


Lagipula selama ini, meski anak anak selalu di jaga Min Min, tapi semua anak anak itu biasanya tidur menempati kamar masing-masing.


Tidak terkecuali Meng Yun, karena sejak kecil pun, dia memang sudah didik oleh Min Min untuk berani tidur sendirian.


Itu semua sudah jadi kebiasaan mereka, kini dengan kalimat itu, tentu saja anak anak terlihat menatap bingung kearah Guo Yun Gongsun Li dan Si Si menunggu pendapat mereka bertiga.


Guo Yun sambil tersenyum pahit berkata,


"Ya sudah kalau begitu biar tempat tidurnya muat, kalian semua tidur di kamar utama saja bersama Min Min.."


"Biar ayah saja yang pindah ke kamar Meng Yun.."


Ucap Guo Yun mencoba untuk memahami dan mengerti keadaan saat ini.

__ADS_1


Mendengar ijin dari ayahnya, anak anak langsung bersorak gembira.


Gongsun Li sudah hampir protes menyembur sikap Min Min.


Untungnya dia di tahan oleh Si Si, juga melihat kode dari suaminya yang menatapnya sambil menggelengkan kepalanya.


Akhirnya dia harus menelan amarahnya kembali, agar tidak menambah rumit situasi.


Membuat suaminya semakin tertekan oleh kenyataan sikap Min Min sekarang ini.


Untungnya situasi saat Min Min menolak makanan yang di ambilkan oleh Guo Yun.


Dan situasi saat Guo Yun makan dari makanan yang di lepehkan oleh Min Min, tidak sampai terlihat oleh Gongsun Li.


Bila tidak Gongsun Li yang emosional pasti akan langsung memberinya 5 sidik jari di wajahnya yang putih halus itu.


Min Min tanpa merasa bersalah, dia dengan gembira segera mengajak semua anak anak ikut dengan nya menuju kamar utama yang seharusnya malam ini menjadi tempat nya bersama Guo Yun.


Guo Yun tidak berkata apa apa, dia hanya melanjutkan mengisi cawan nya dengan arak lalu menghabiskan isinya secawan demi secawan.


"Yun ke ke, hal ini bagaimana baiknya kedepannya..?"


Tanya Gongsun Li sambil menahan tangan suaminya agar tidak terus minum.


Guo Yun tersenyum pahit dan berkata,


"Biarkan saja, apapun yang membuatnya merasa senang nyaman dan bahagia, kita biarkan saja..'


"Lebih baik kita fokus dengan masalah Kerajaan Yue saja.."


"Masih banyak hal yang menanti kita untuk mengurusnya.."


"Lagipula di sisi ku masih ada kalian berdua, yang selalu setia menemani itu sudah lebih dari cukup.."


"Tapi Yun ke ke, aku khawatir bila kamu terlalu biarkan dia bebas bertindak.."


"Suatu hari bisa saja dia salah langkah, mengundang api membakar diri.."


"Bila itu terjadi, semua pun sudah telat, tidak mungkin bisa di perbaiki lagi, meski apinya sudah padam sekalipun.."


Ucap Gongsun Li sambil menatap Guo Yun dengan serius.


Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata pelan,


"Pada dasarnya takdir dan jodoh ku bersamanya, sebenarnya sudah habis, dari sejak dia mengorbankan nyawanya untuk kesembuhan ku.."


"Dia bisa kembali bersama kita, itu adalah Mukjizat belaka.."


"Saat ini, bagi ku, asal dia merasa bahagia, apapun pilihannya, aku harus mendukung nya."


"Termasuk harus melepaskan dan merelakan kepergiannya, tanpa penyesalan.."


"Aku sudah harus berpuas diri, karena setidaknya sampai akhir hayat ku masih ada kalian berdua yang menemani ku.."


Ucap Guo Yun sambil menarik lembut Si Si dan Gongsun Li kedalam pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2