LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
TEBASAN MENYAPU RATUSAN RIBU PASUKAN


__ADS_3

Begitu pintu gerbang di buka, terlihat rombongan Zhang Yi, dan Ling Tong bergerak memasuki pintu gerbang.


Tawanan perang, mereka biarkan tetap di luar, mereka hanya membawa Jendral Tembesu dan Jendral Gofur, yang dalam keadaan terikat, setengah di seret oleh kuda berlari kecil memasuki kota.


Melihat kedua rekannya, juga mengalami nasib tidak beda jauh darinya.


Erdogan diam diam menghela nafas lega, bila mau di salahkan setidaknya dia masih punya teman.


Pasukan Erdogan terlihat sudah membuang senjata, dan berlutut dengan tangan diatas kepala, sesuai dengan instruksi atasan mereka.


Sehingga pasukan Harimau Hitam pimpinan Zhang Yi dan Ling Tong bebas masuk tanpa perlawanan.


"Kakak Zhang, kakak Ling,..kalian telah datang,..di mana kakak Zhou..?"


tanya Guo Yun sambil menatap kedua orang itu dengan heran.


Zhang Yi dan Ling Tong menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Kami berpisah jalan, mengambil 3 jurusan berbeda, kami pikir dia sudah kembali.."


"Karena lawannya cuma ajudan nya Tembesu ini.."


ucap Zhang Yi sambil menunjuk kearah Tembesu.


Guo Yun mengerutkan keningnya, dia lalu mencengkram kerah baju Erdogan menariknya keatas dan berkata,


"Katakan apa yang kamu ketahui tentang ajudannya itu..?"


Erdogan tersenyum canggung dan berkata,


"Kemungkinan yang di hadapi adalah Amir.."


"Amir adalah jendral paling keras kepala, nekad tidak takut mati.."


"Kemungkinan besar teman kalian bertemu dengan nya."


ucap Erdogan sejujurnya.


Dari cerita Erdogan, Guo Yun paham Zhou Tai kemungkinan dalam kesulitan.


"Kakak Ling, kamu tolong susul kakak Zhou.."


"Mungkin dia memerlukan bantuan.."


"Baik tuan muda Yun.."


ucap Ling Tong memberi hormat.


Kemudian dia melompat keatas punggung kuda nya dan berteriak


"Ciaaaa,..!"


Dengan menjepit perut kudanya, Ling Tong memacu kudanya meninggalkan benteng kota.


Pasukan Ling Tong mengikuti nya dari belakang, ikut bergerak meninggalkan benteng kota Long Cheng.


"Kakak Zhang urusan di sini ku serahkan pada mu.."


"Aku akan membawa 100 orang ikut dengan ku menuju istana.."


ucap Guo Yun cepat.


"Baik tuan muda."


jawab Zhang Yi cepat.


Lalu dia menoleh kearah ajudannya dan berkata,

__ADS_1


"Kamu pilih seratus orang, ikut dengan tuan muda Yun ke istana.."


"Siap Jendral.."


ucap ajudannya cepat.


Lalu dia segera memilih 100 orang mengikuti Guo Yun bergerak menuju istana.


Dengan membawa Erdogan menjadi penunjuk jalan, tanpa kesulitan dan perlawanan berarti.


Guo Yun berhasil menahan seluruh keluarga Raja Chan Yu.


Rombongan keluarga raja Chan Yu, kemudian dia masukkan kedalam beberapa kereta kuda.


Lalu Guo Yun membawa rombongan tersebut kembali ke pintu gerbang kota.


Saat Guo Yun tiba di sana, hari sudah gelap, rombongan Zhou Tai baru saja terlihat memasuki gerbang kota Long Cheng.


Di belakang pasukan Zhou Tai menyusul Ling Tong dan pasukannya


Guo Yun dan Zhang Yi buru buru menghampiri Zhou Tai dan berkata


"Apa yang terjadi ?"


Zhou Tai tersenyum pahit dan berkata,


"Lawan keras kepala, sampai mati pun tidak mau menyerah, bentrokan berdarah terjadi.."


"Kami berhasil menghabisi pemimpinnya Amir dan 9000 pasukannya, yang tidak mau nyerah."


"Yang menyerah cuma seribu personil saja.."


"Di pihak kita juga mengalami kerugian, meninggal 50, luka luka 500 ."


Guo Yun menghela nafas panjang dan menepuk bahu Zhou Tai dan berkata,


"Tapi tujuan sudah tercapai, kita harus tinggalkan tempat ini, segera melaksanakan rencana berikutnya.."


Zhou Tai mengangguk dan berkata,


"Siap tuan muda.."


"Tuan muda tak perlu khawatir, fisik pasukan ku masih cukup baik.."


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Kita hanya bisa pulihkan diri dengan ilmu pernafasan, saat perjalanan nanti.."


Zhou Tai mengangguk, lalu dia menoleh kearah ajudannya, untuk memberikan pesan.


Sesaat kemudian terlihat rombongan pasukan Guo Yun, bergerak meninggalkan benteng kota Long Cheng.


Mereka bergerak cepat melalui Yi Qu, langsung menuju sungai He Xi.


Untuk berkumpul dengan rombongan pasukan Meng Thian.


Dalam perjalanan menuju sungai He Xi, rombongan Guo Yun bertemu dengan rombongan besar pasukan raja Chan Yu yang sedang berkemah.


Guo Yun segera memangil ketiga ajudannya dan berkata


"Kakak Zhou, kamu dan pasukan mu, ku tugaskan untuk mengawal rombongan ini, bergabung dengan kapal perang panglima Meng."


Zhou Tai mengangguk dan berkata


"Siap tuan, kami langsung berangkat sekarang.."


Guo Yun mengangguk, lalu dia menoleh kearah Ling Tong dan Zhang Yi.

__ADS_1


"Kakak berdua bersiaplah, kita sebentar lagi akan memberikan serangan kejutan, untuk menganggu dan membakar kemah belakang mereka.."


"Sukur sukur kita berhasil membakar ransum perbekalan mereka.."


ucap Guo Yun.


Zhang Yi dan Ling Tong mengangguk, lalu mereka pergi mempersiapkan barisan pasukan mereka.


Guo Yun menunggu hingga tengah malam, di saat hari sedang gelap gulita.


Dia memimpin pasukan nya, bergerak dengan berjalan kaki, sambil menuntun kuda tunggangan masing-masing


Kuda kuda mereka mulutnya di tutup, agar tidak mengeluarkan suara berisik.


Baru setelah dekat dengan kemah belakang, Guo Yun memimpin pasukan berkuda nya, melompati pagar pembatas kawat berduri.


Lalu memberi kode ke pasukannya, untuk bergerak menyerang dan melakukan pembakaran dimana mana.


Tapi hal ini tidak berlangsung lama, saat melihat tidak ada tanda tanda pasukan Xiongnu, baik di dalam tenda maupun pasukan patroli jaga.


Guo Yun langsung curiga, dan berteriak


"Mundur, pasukan mundur semuanya..!"


Tapi baru saja pasukan nya hendak bergerak mundur, terlihat obor di nyalakan di mana mana.


Pasukan Xiongnu di bawah pimpinan Agahai Tuli dan Mangga telah mengepung seluruh tempat itu.


Begitu Mangga memberi kode, hujan anak panah langsung berhamburan dari segala penjuru.


Menyerang pasukan Guo Yun yang terjebak di tengah tengah kepungan.


"Sial kita telah di jebak..!"


teriak Guo Yun kesal.


"Seluruh pasukan dengar perintah, terobos kepungan sebelah barat,..!"


"Ikuti aku .!"


teriak Guo Yun dengan Chi nya.


Sehingga semua orang bisa mendengar termasuk pengepungnya.


Otomatis Agahai dan yang lainnya bergerak kearah Mangga, membantu memperkuat pengepungan sebelah barat.


Sangat masuk akal Guo Yun ingin meloloskan diri bersama pasukannya lewat sana.


Karena pasukan Jendral Mangga, adalah pasukan panah, mereka kuat bertempur jarak jauh.


Tapi bila berhadapan dalam jarak dekat, mereka tentu akan menjadi sasaran empuk pasukan Guo Yun.


Apalagi pasukan Guo Yun, kelihatannya sepertinya kebal terhadap serangan anak panah.


Hal ini semakin menguatkan dugaan Agahai, Guo Yun pasti akan menerobos dari arah barat.


Tapi Agahai belum pernah berhadapan dengan Guo Yun, dia tidak tahu siapa Guo Yun.


Teriakkan pertama itu adalah tipuan, teriakan kedua itulah instruksi sebenarnya.


Pasukan harimau hitam hanya bergerak kemanapun Guo Yun bergerak.


Mereka tidak ambil pusing, mau barat Utara Selatan, asal Guo Yun bergerak mereka ikut.


Guo Yun menerjang kearah timur sambil melepaskan jurus pertama pedang pemusnah.


"Tebasan menyapu ratusan ribu pasukan..!"

__ADS_1


teriak Guo Yun menggelegar.


__ADS_2