
Zhao Guang selangkah demi selangkah berjalan mendekati Meng Yu yang berjaga di barisan depan.
"Meng Yu kamu lawan ku, bila ingin mereka selamat suruh mereka lepaskan senjata.."
"Bila tidak, maka hari ini selain putri tersebut, yang lain jangan pernah berharap bisa keluar dari tempat ini hidup hidup."
Meng Yu tersenyum pahit dan berkata,
"Hari ini meski kami semua harus mati di sini, kami juga tidak akan pernah menyerah.."
"Bagus setidaknya kamu masih punya harga diri..!"
"Terimalah ini..!"
Teriak Zhao Guang sambil memutar tombak nya dan mulai menyerang Meng Yu.
"Wuttttttt..!"
"Trangggg..!"
"Trangggg..!"
"Trangggg..!"
Tombak Zhao Guang bergerak dengan cepat memberikan beberapa kali tusukan.
Meng Yu menggunakan pedang di tangan nya untuk menangkis serangan tombak Zhao Guang yang datang.
Tiga kali benturan keras lawan keras, Meng Yu segera menyadari dia masih kalah kuat.
Telapak tangannya yang lecet terasa sangat perih, lengannya terasa kesemutan, seperti mati rasa.
Bila dia tidak mati matian berusa mencengkram gagang pedang nya erat erat.
Pedang nya niscaya sudah terlepas dari genggaman tangannya.
Zhao Guang tidak berhenti di sana, begitu tusukan tombaknya tertangkis.
Dia segera mengayunkan tombaknya dari atas kebawah menghantam kearah kepala Meng Yu.
"Wutttt...!"
Serangan tombak yang datangnya seperti gelombang air raksasa runtuh.
Langsung bergerak menghantam kearah Meng Yu.
"Trangggg...!"
Meng Yu sambil melompat mundur mati matian dia mengajar pedang nya menangis serangan tombak yang datangnya seperti gelombang laut runtuh.
Sekali lagi Meng Yu berhasil menghalau serangan tersebut, tapi di saat dia baru berhasil menahan serangan dari atas kebawah.
Tiba tiba muncul lagi kekuatan lainnya bergerak menyapu dari bawah keatas.
Ujung gagang tombak bagian belakang yang tumpul, kembali datang menyapu, dari bawah keatas seperti sapuan gelombang air laut pasang.
"Wusssh..!"
"Trangggg..!"
Sekali ini pedang ditangan Meng Yu tidak lagi sanggup di pertahankan, pedangnya terbang terpental ke udara.
__ADS_1
Belum sempat Meng Yu mempersiapkan diri setelah kehilangan pedang.
Mata tombak sudah menembus punggungnya.
Ujung mata tombak menembus dada hingga ujungnya muncul di belakang punggung Meng Yu.
Meng Yu dengan mulut berlumuran darah, kedua tangannya dia gunakan untuk memegangi batang tombak perak di hadapannya.
"Siapa kamu sebenarnya, mengapa setiap jurus mu sangat familiar..!?"
Tanya Meng Yu pelan.
Zhao Guang tersenyum dan berkata setengah berbisik,
"Dulu aku Liu Qin Lung, kini aku Zhao Guang"
"Bagaimana puas..!?"
Tanya Liu Qin Lung alias Zhao Guang sambil tersenyum mengejek.
Sepasang mata Meng Yu langsung terbelalak,
Dia hanya bisa menuding kearah wajah Zhao Guang dan berkata,
"Kau..!"
Hanya kata itu yang keluar dari mulutnya yang berlumuran darah, sebelum Zhao Guang menarik tombaknya dari dada Meng Yu.
Di susul dengan dua tendangan beruntun yang membuat Meng Yu terlempar kearah kereta tempat putri Ok Soo berada.
"Jendral bagaimana keadaan mu.."
Ucap putri itu bertanya dengan wajah cemas.
Lalu dia dengan gerakan cepat, menyelipkan sesuatu kebalik baju putri itu dan berkata,
"Jaga pil abadi itu, dan diri mu baik baik, selamat tinggal..."
Selesai berkata, cekalan tangan Meng Yu pada baju Putri Ok Soo pun terlepas.
Meng Yu sudah menghembuskan nafas terakhirnya, dalam pelukan putri Ok Soo.
Putri itu mengedarkan pandangannya ke sekitarnya.
Dia melihat sisa pasukan yang mengikuti Meng Yu melindungi kereta nya.
Kini sudah malang melintang tergeletak di atas tanah, tidak ada satupun yang masih bernyawa.
Putri Ok So menatap kearah Zhao Guang dengan penuh kebencian juga agak sedikit takut takut.
Memikirkan nasib apa yang akan di alaminya, setelah petugas dari Qin, yang bertugas mengawalnya ke ibukota Qin, kini sudah tewas semua nya.
"Apa apa yang ingin kamu lakukan..!?"
bentak Putri Ok Soo dengan wajah ketakutan, sambil mundur menjauh, dan merapatkan bajunya, serta melipat kedua kakinya rapat rapat.
Zhao Guang yang tidak mengerti bahasa putri itu, tapi dari ekspresi putri itu dia jelas bisa menebak apa yang ada di pikiran putri tersebut.
Zhao Guang dengan gerakan santai duduk di bagian depan kereta, mengambil tali kusir kereta.
Sambil memunggungi putri itu, dia berkata,
__ADS_1
"Kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan menganggu mu.."
"Meski istri ku tidaklah secantik kamu, tapi aku belum berencana mengkhianatinya.."
Selesai berkata, dia segera memacu kereta kudanya meninggalkan tempat tersebut.
Dia membawa kereta kuda yang di dalam nya berisi mayat Meng Yu yang terbujur bersimbah darah dengan putri Ok Soo yang duduk ketakutan seorang diri di pojok kereta.
Pasukan yang di bawa oleh Zhao Guang bergerak mengikuti nya di belakang kembali ke perkemahan mereka di lembah Kai Sien.
Setelah menempuh perjalanan ribuan Li, akhirnya rombongan tersebut tiba juga di mulut lembah Kai Sien.
Kedatangan Zhao Guang langsung di sambut oleh Ayah angkatnya Zhao Gao dan ayah mertuanya Li Si.
Kedua orang itu, menatap kearah Zhao Guang dengan tatapan mata penuh tanda tanya.
Zhao Gao segera berkata,
"Bagaimana misi mu ?"
Zhao Guang dengan tenang berkata pelan, Meng Yu jasadnya ada di dalam.
"Pil itu aku tidak mencarinya, menurut ku juga tidak penting.."
"Bila tidak di simpan di Jasad Meng Yu, tentu di simpan di putri itu. "
"Bagaimana menurut ayah langkah selanjutnya..?"
Tanya Zhao Guang balik.
"Kamu segera atur pasukannya melakukan penjagaan ketat tapi agak menjauh dari perkemahan Yang Mulia."
"Biar putri ini ikut dengan kita, untuk di bawa ke Yang Mulia, agar beliau tidak curiga, dan teralihkan perhatiannya."
"Kamu boleh serahkan pil palsu ini, ke Yang Mulia."
Ucap Zhao Gao sambil mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil berisi dua butir pil yang mengeluarkan cahaya emas, saat dibuka sesaat di hadapan Zhao Guang .
Setelah itu dia segera menutupinya kembali.
Zhao Guang tanpa banyak bertanya langsung menerima dan menyimpannya kedalam saku bajunya sendiri.
Li Si maju dan berkata,
"Menantu ku lebih baik kamu pastikan, pil itu tidak berada pada putri itu, daripada nanti terlihat Yang Mulia jadi kacau rencana kita.."
Zhao Guang mengerutkan alisnya dan berkata,
"Ayah mertua maaf, hal itu aku tidak bisa.."
"Silahkan ayah saja..yang lakukan sendiri.."
Li Si hampir marah melihat sikap menantunya tersebut.
Tapi Zhao Gao segera berkata,
"Kalian berdua tidak usah berdebat serahkan hal itu pada ku saja.."
Setelah itu Zhao Gao pun masuk kedalam kereta, sesaat kemudian dia sudah keluar dari dalam kereta dan berkata,
"Aku sudah bertanya dan memeriksanya, kedua pil itu sudah tidak ada.."
__ADS_1
"Satu sudah di telan oleh putri itu, satu lagi sudah di berikan ke Meng Yu oleh putri itu.."
Ucap Zhao Gao yang diam diam menyembunyikan sebutir buat dirinya sendiri.