LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PERJALANAN SUNGAI


__ADS_3

"Maaf kek..perahu sudah di sewa full..!"


jawab tukang perahu itu dari jarak 3 meteran sedang menjauhi dermaga


"Paman, tidak apa apa putar kepala saja, kasihan mereka, cuaca juga seperti mau hujan.."


ucap Guo Yun yang merasa kasihan dengan kakek dan cucu perempuannya itu.


"Maaf tuan muda, perahu sudah jalan tidak bisa kembali, arus di sini agak kencang.."


ucap si tukang perahu tak berdaya.


Tiba-tiba kakek itu dari pinggir dermaga, menggendong cucunya melayang diudara, bersalto satu kali, mendarat ringan di ujung depan perahu


Hebatnya saat mendarat perahu itu berguncang pun tidak, seolah olah hanya sehelai kapas yang mendarat di atas perahu.


Melihat atraksi itu, Li Ba yang bertepuk tangan paling keras, dan langsung memberikan tanda jempol kearah kakek itu.


Guo Yun juga menatap kagum kearah kakek itu.


Kakek itu sambil tersenyum ramah, dia menurunkan cucunya dari gendongan.


Lalu berkata,


"Maaf kedatangan kami kakek dan cucu, telah mengganggu kenyamanan kalian berdua.."


"Ka..kakek tak per..perlu berkata begitu.."


"Aku Li Ba.."


"Dia Guo Yun, sau...saudara ku.."


"Pang...panggil saja, na..nama ka.. kami, tak perlu sungkan."


"A..ayo masuk ke..kedalam, di dalam sini ma..masih luas.."


ucap Li Ba gembira.


"Terimakasih banyak kakak gagap,.. kakak baik sekali.."


ucap gadis kecil baju merah, yang baru berusia 7 tahun itu polos.


"Hushh,..! Sian er jangan tidak sopan..!"


tegur kakek itu ke cucunya.


Gadis kecil itu langsung cemberut ditegur kakeknya.


"Ti..tidak a..apa apa..aku memang gagap, dia gak salah.."


"Ayo a..adik kecil du..duduklah di sini, ini untuk mu.."


ucap Li Ba sambil memberikan sebuah kembang gulali, berbentuk kupu-kupu kepada gadis kecil itu.


Li Ba memang paling suka permen, jadi dia selalu membawanya sebagai cadangan persediaan di perjalanan.


Gadis kecil itu langsung, melepaskan diri dari pegangan kakeknya.


Sambil tersenyum manis, dia berlari kearah Li Ba, dia memilih duduk di dekat Li Ba.

__ADS_1


Tanpa malu malu, dia menerima permen dari Li Ba dan berkata,


"Terimakasih kakak gagap, kakak gagap baik sekali.."


"Sian er..jangan tidak sopan .!"


tegur kakek itu mempelototi cucunya.


Tapi gadis kecil itu malah menjulurkan lidahnya, ngeledek kakeknya dan berkata,


"Kakek cerewet Ihh,..! orang kakak gagap juga tidak masalah.."


"Kamu ini..di kasih tahu makin bengal.."


ucap kakek itu, yang merasa malu dan tidak enak hati, sambil mengulurkan tangannya ingin menarik telinga gadis kecil itu.


"Plakkk,..!"


tangan kakek itu ditepis oleh Li Ba hingga terpental.


"Ma..maaf kek, aku tidak sengaja.."


"Ja..jangan sakiti dia..gak papa, dia mau panggil apa, itu bukan masalah.."


Gadis kecil itu dengan manja bersembunyi di belakang Li Ba dan berkata,


"Syukurin,.. makanya jangan suka jahat sama cucu, jadi kualat kan..?"


Guo Yun yang melihat hal itu pun ikut menengahi dan berkata,


"Sudahlah kek, ayo mari duduk sini, biarkan saja.."


"Saudaraku itu memang memiliki tenaga besar, tolong maafkan dia, yang telah bersikap kurang sopan.."


Kakek itu tersenyum, dengan sedikit tidak enak hati dia berkata, sambil menjura kearah Guo Yun dan Li Ba.


"Bicara minta maaf, harusnya akulah yang harus minta maaf.."


"Yang tua ini tidak bisa mendidik cucu dengan benar, ini adalah salah ku.."


"Maaf jadi membuat anak muda berdua, melihat lelucon yang tidak lucu.."


"Kakek jangan berkata begitu, itu terlalu berat, kami tidak sanggup menerimanya.."


ucap Guo Yun sambil membalas penghormatan kakek itu.


Li Ba juga membalasnya dan berkata,


"Me..me..menurut ku, Sian Sian adalah anak yang baik, dan sa..sangat menyenangkan."


"Ka..kakek tak perlu, terlalu mence.. cemaskannya."


"Terimakasih atas pengertian kalian berdua, "


ucap Kakek itu yang masih merasa tidak enak hati.


Dia kembali melanjutkan berkata,


"Anak ini sejak kecil sudah kehilangan kedua orang tua nya, jadi aku terlalu memanjakannya, sehingga jadi begini.."

__ADS_1


"Ini aku juga dalam rangka ingin mendidiknya, makanya aku ingin menyerahkan dia ke sahabat baikku untuk di didik.."


ucap kakek itu sambil tersenyum, tidak enak hati.


"Kalau boleh tahu kakek ingin membawanya kemana..?"


tanya Guo Yun hati hati.


"Aku bermaksud membawanya ke Zhuangzi Su Yuan, "


"Sian Sian tidak mau kek,.. sudah berapa kali Sian Sian bilang, Sian Sian tidak mau.!"


"Sian Sian hanya ingin bersama kakek, Sian Sian gak ingin pisah dari kakek, titik..!"


ucap gadis kecil yang berlindung di belakang Li Ba, dengan wajah cemberut.


Guo Yun hanya tersenyum menanggapi sikap Sian Sian.


"Nah kalian lihat sendiri kan, betapa sulitnya di atur ini anak.."


ucap kakek itu sambil menggelengkan kepalanya, merasa tak berdaya.


"A..adik Sian..de.. dengarkan kakak, kakak berdua ju..juga ingin ke Zhuangzi.."


"Ka..kalau adik Sian kesana, ki,.. kita bisa sama sama di sana, ba..bagaimana..?"


Sian Sian menatap Li Ba dengan sepasang matanya yang jeli, dia mulai terlihat ingin, tapi dia masih merasa takut dan ragu.


Selama ini dia sudah terbiasa dengan kakeknya, meski Li Ba baik padanya, tapi mereka juga baru kenal.


Melihat keraguan di mata gadis kecil itu, Li Ba kembali berkata, untuk meyakinkannya,


"A..adik Sian tak perlu ta..takut."


"Ka..kakak a..akan menjaga dan melindungi mu.."


"Si..siapa yang berani mengganggu mu, ka..kakak akan menghajarnya."


"Ka..kalau hal lain, Ka..kakak tak berani berjanji, ta..tapi bila cuma menjaga dan melindungi mu, Ka..kakak ma..masih sanggup."


ucap Li Ba sambil menunjukkan otot lengannya, yang bisa bergerak gerak seperti seekor tikus kecil.


Melihatnya Sian Sian pun sambil tertawa tawa, menggunakan jarinya yang mungil untuk menekan nekannya.


Lalu dia tertawa geli sendiri, karena setiap di tekan otot Li Ba bergerak gerak.


Melihat keakraban kedua orang itu, baik kakek Sian Sian maupun Guo Yun, mereka sama sama menggeleng gelengkan kepala.


Sementara itu di luar sana, dari hujan rintik kecil, cuaca di luar sana semakin lama semakin berubah, akhirnya berubah menjadi hujan lebat.


Di sertai petir dan kilat, suara mengelegar memenuhi angkasa, awan hitam bergulung gulung menyelimuti langit.


Arus sungai menjadi deras dan kencang, perahu kecil yang terombang ambing ditengah sungai luas.


Mulai bergoyang goyang tertiup oleh angin badai yang kencang.


Si tukang perahu yang mengenakan caping dan mantel hujan berbahan jerami, terlihat sibuk menjaga keseimbangan perahu, agar perahu jangan sampai terguling.


Meski seluruh tubuhnya telah basah kuyup di guyur hujan, dia tetap bekerja keras tanpa kenal lelah.

__ADS_1


Didalam bilik perahu Sian Sian kecil yang ketakutan, akhirnya tertidur lelap dalam pangkuan Li Ba.


__ADS_2