
"Bangunlah,..ayo bangun Yun Er, tak perlu seperti ini, aku bukan lagi seorang pangeran.."
"Negara Lu sudah tiada, kini aku hanya tamu yang mulia pangeran Ying Zheng, yang telah berbaik hati mau menampung kami tinggal di sini.."
ucap Pangeran Ji Ao sambil mencoba membantu Guo Yun untuk bangkit berdiri.
Dari kata-kata nya, jelas terdengar suara hatinya yang mengandung kepedihan dan keputusasaan.
Guo Yun tentu menangkap maksud ucapan dari pangeran Ji Ao, tapi dia tidak bisa menanggapinya terlalu banyak karena di sana ada orang luar.
Ying Zheng adalah orang yang sangat berbahaya sama seperti Lu Bu Wei.
Mereka adalah serigala berbulu emas, makanya Guo Yun harus bersikap extra hati hati di depan mereka.
Dia tidak boleh terlalu menunjukkan keperduliannya terhadap pangeran Ji Ao, terutama Gongsun Li.
Atau mereka akan jadi sasaran sandera, untuk mengancam dirinya bekerja pada Qin.
"Ini salah Guo Yun, Guo Yun yang tidak memilki kemampuan, sehingga semua ini terjadi.."
ucap Guo Yun dengan kepala tertunduk.
Gongsun Li tidak berkata apa-apa, dia hanya tersenyum terharu menatap kearah Guo Yun.
Dia bisa melihat dengan jelas, Guo Yun masih tetap mengenakan Liontin giok hijau kenang kenangan darinya yang masih tergantung di leher.
Hal ini menimbulkan perasaan bahagia bangga dan haru di dalam hati nya.
Tapi di sana ada Ying Zheng, Gongsun Li tidak leluasa menunjukkan perasaan dan perhatian nya dengan bebas terhadap Guo Yun.
Ying Zheng sangat menyukainya, Gongsun Li menyadari hal itu.
Sejak pertemuan pertama kali mereka, di mana dia menyelamatkan Ying Zheng, yang sedang terluka dan merawatnya.
Dia sudah menyadari Ying Zheng menaruh perasaan pada dirinya.
Awalnya dia berusaha menolak dan menjaga jarak, tapi setelah negara Lu tiada.
Nasib dia, kakak nya dan kakak iparnya pangeran Ji Ao, bergantung pada Ying Zheng.
Agar tidak menyinggung nya, Gongsun Li harus berusaha bersikap lebih manis dan akrab dengannya.
Bila kini dia tiba-tiba memberikan perhatian khusus pada Guo Yun, ini jelas akan mencelakai Guo Yun, juga mencelakai pangeran Ji Ao dan kakaknya.
Memikirkan hal ini, Gongsun Li berusaha bersikap setenang mungkin, agar tidak menimbulkan kecurigaan dari Ying Zheng.
Dia masih belum berani berterang, menolak dan menjaga jarak dari Ying Zheng.
Dia hanya bisa bersikap senetral mungkin dan menjaga jarak dalam batas kewajaran.
Dalam hal perasaan, dia jelas akan lebih memilih Guo Yun, yang selalu hanya bersetia dan mencintai dirinya seorang dengan tulus.
Sedangkan Ying Zheng jelas berbeda, di sekelilingnya sangat banyak istri dan selir, yang saling bersaing untuk mendapatkan cintanya.
__ADS_1
Pangeran Ji Ao menepuk pundak Guo Yun dan berkata,
"Hal itu tidak ada hubungannya dengan dirimu, tidak perlu terlalu di pikirkan.."
"Ayo mari kita kedalam sana duduk sambil mengobrol,.."
"Mari pangeran Ying Zheng silahkan.."
ucap Pangeran Ji Ao, sambil melangkah masuk kembali kedalam bangunan Ting.
Gongsun Yan istrinya, mengikuti suaminya dari belakang.
Guo Yun menyusul, baru Gongsun Li beriringan dengan Pangeran Ying Zheng, berjalan masuk kedalam.
Saat duduk pun Ying Zheng sengaja mengambil tempat duduk bersebelahan dengan Guo Yun dan Gongsun Li.
Sehingga dia muncul di tengah tengah antara Guo Yun dan Gongsun Li.
Baik Guo Yun maupun Gongsun Li mereka harus berpura-pura tidak saling perduli.
Ying Zheng yang terus tidak mau pergi dari sana, terus bermuka tembok, duduk di sana pura pura bodoh.
Membuat keempat orang itu tidak bebas berbicara, akhirnya hal ini membuat Guo Yun kehilangan kesabaran.
Tanpa pangeran itu sadari, ketika dia sedang asyik mengajak Gongsun Li ngobrol.
Guo Yun diam diam menyentil kan sebutir obat kecil yang begitu masuk kedalam air langsung larut.
Tanpa rasa tanpa warna, tapi itu adalah pil yang sangat efektif membuat orang merasa mules, sehingga harus bolak balik kekamar mandi.
Gongsun Li yang bermata jeli, sempat melihat tindakan Guo Yun.
Untuk melengkapinya, dia langsung mengangkat cawan nya bersulang kearah Ying Zheng.
Dia mengajak Ying Zheng untuk minum bersama.
Ying Zheng yang tidak menyadarinya, dia langsung membalas bersulang dengan Gongsun Li.
Lalu dia langsung menghabiskan isi cawan di tangan nya.
Beberapa saat kemudian wajah Ying Zheng langsung berubah, setelah terdengar bunyi dari perutnya.
Keringat mulai bercucuran membasahi wajahnya yang mulai terlihat pucat.
Saat perutnya kembali berbunyi untuk yang kedua kalinya, sambil tersenyum aneh, dia buru buru berkata,
"Maaf aku permisi sebentar, mau kebelakang dulu.."
Mereka semua mengangguk, dan Gongsun Li lah yang menjawabnya
"Silahkan pangeran Ying.."
Setelah pangeran Ying Zheng pergi, meledak lah tawa Gongsun Li sambil duduk merapat dan mencubit Guo Yun dengan gemas..
__ADS_1
Pangeran Ji Ao dan istrinya saling pandang dengan heran melihat tingkah Gongsun Li.
Sedangkan Guo Yun hanya menahan senyum tanpa berkata apa-apa.
"Adik Yun kenapa kamu bisa ada di sini ? bukankah kamu dan Li Ba sedang menuntut ilmu di Ling San.?"
tanya Gongsun Li yang kini mulai bersikap bebas dan menjadi dirinya sendiri.
Guo Yun menoleh kearah Gongsun Li dan berkata,
"Meski surat mu bilang kamu baik saja, aku tidak bakal percaya."
"Aku terlalu mengenal mu, apalagi Kakak Ching ada menceritakan situasi kalian yang sebenarnya.."
"Setelah mendengar pesan kakak Ching, aku langsung mengumpulkan orang menyusul kalian ke lembah Huai sana.."
"Tapi sampai disana, meski aku berhasil mengusir pasukan Chu."
"Aku tetap saja terlambat selangkah, kalian telah di bawa kemari.."
"Jadi aku bersama orang orang ku menyeberangi sungai Yang Tze, mengikuti Lu Bu Wei kemari."
Pangeran Ji Ao menatap Guo Yun dengan tatapan haru dan berkata
"Yun er terimakasih kamu sudah datang jauh jauh kemari hanya khusus untuk kami.."
"Tapi di sini bukan tempat yang pas untuk bakat mu.."
"Kamu segera bawa orang orang mu tinggalkan lah jauh jauh tempat ini. "
"Jangan pernah kembali lagi kemari.."
"Kamu tidak perlu khawatirkan kami, kami pasti akan baik' baik saja.."
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku juga tahu tempat ini tidak boleh bertahan lama, tapi tanpa kalian mustahil aku akan pergi.."
"Pangeran tak perlu membujuk ku, keputusan ku sudah bulat.."
ucap Guo Yun tegas.
Gongsun Li menatap Guo Yun dengan terharu bercampur cemas,
"Adik Yun kamu jangan keras kepala, dengarkan saja kata kata kakak ipar tadi.."
"Segera bawa orang orang mu tinggalkan tempat ini.."
"Kamu tenang saja, kami pasti akan baik baik saja.."
ucap Gongsun Li mencoba membujuk Guo Yun.
Guo Yun tidak memperdulikan kehadiran pangeran Ji Ao dan istrinya di sana.
__ADS_1
Dia langsung memegang tangan Gongsun Li dengan lembut dan berkata,
"Maaf aku tidak bisa melakukannya, aku tidak bisa biarkan kalian hidup tertekan di sini.."