
Sementara Liu Pang sedang bergerak pergi menahlukkan kota Lang Ya.
Xiang Liang Xiang Bo dan pasukannya, mereka berhasil tiba lebih dulu, di hutan yang akan di lewati oleh pasukan Zhang Han.
Mereka bersembunyi di kanan kiri jalan yang tertutup semak belukar, mereka menunggu kesempatan untuk melakukan serangan mendadak kepada pasukan Zhang Han yang terlihat letih dan kurang bersemangat.
Setelah merasa cukup dan posisi pasukan Zhang Han sudah tepat.
Xiang Yan dan Xiang Bo dari kiri kanan jalan berteriak serentak,
"Tembakkkk..!"
"Serang....!"
Pasukan mereka langsung melepaskan anak panah berhamburan menyerang Zhang Han dan pasukannya.
Zhang Han sendiri sambil memutar pedangnya menangkis serangan yang tiba.
Dia berteriak keras,
"Angkat tameng kalian, lindungi diri..!"
"Segera ikuti aku bergerak meninggalkan tempat ini..!"
Fan Kuai dan Li Cheng muncul menangkis dan meretur kembali anak panah yang datang menyerang balik kearah balik semak.
"Arggghhh...!"
Segera terdengar suara jerit kesakitan pasukan pemanah Xiang Liang dan Xiang Bo yang bersembunyi di balik semak belukar.
Mereka pada terluka oleh anak panah mereka yang di retur balik oleh Li Cheng dan Fan Kuai.
Zhang Han memimpin pasukan nya yang berlindung di balik tameng segera meninggalkan tempat tersebut.
Setelah berhasil melewati tempat yang berbahaya itu.
Zhang Han segera membagi pasukan Qin menjadi 3 kelompok.
Masing masing di pimpin oleh Fan Kuai, Li Cheng dan dia sendiri.
Mereka bergerak ke tiga jurusan, untuk memecah belah kekuatan musuh yang menghadang pergerakan mereka disana.
Melihat Zhang Han membagi pasukan Qin bergerak ke tiga arah.
Xiang Liang memutuskan untuk tetap mengejar kearah Zhang Han.
Menangkap Zhang Han adalah yang paling utama, sedangkan hal lainnya bisa dia kesampingkan.
Xiang Liang segera melakukan pengejaran kearah Zhang Han dan sisa pasukan nya pergi.
Sepanjang pelarian Zhang Han dan pasukannya tidak pernah melawan.
Mereka hanya fokus melarikan diri, meski korban berjatuhan di pihak mereka.
Tapi mereka tetap melanjutkan pelarian mereka tanpa memberikan perlawanan maupun balasan sedikitpun.
__ADS_1
Pasukan Qin yang mengikuti Zhang Han semakin lama semakin berkurang.
Dari 100.000 personil, kini hanya tersisa sekitar 70.000 personil.
Sebaliknya di pihak Xiang Liang dan Xiang Bo,. mereka semakin bersemangat dan percaya diri dalam melakukan pengejaran dan pembantaian terhadap pasukan Zhang Han yang terlihat sudah tidak berdaya.
Pasukan Qin jelas terlihat sangat kelelahan dan sudah tidak ada lagi semangat tempurnya.
Mereka kini hanya berusaha melarikan diri, menyelamatkan nyawa mereka masing-masing.
Kejar kejaran terus terjadi hingga malam hari tiba, di mana Zhang Han membawa pasukannya memasuki wilayah yang dipenuhi oleh bebatuan gunung alam.
Di sini Zhang Han membawa pasukannya menyelinap masuk kedalam.
Sampai di sini Xiang Liang sedikit meragu melanjutkan pengejaran.
Apalagi melakukan pengejaran dalam keadaan gelap gulita.
Tidak menyalakan obor jalan tidak terlihat, menyalakan obor, mereka jelas menjadi target dan sasaran empuk pasukan Qin.
Pasukan Qin hanya kalah mental, tapi dalam hal jumlah mereka masih jauh lebih banyak.
Bila mereka membuat jebakan dan melakukan pengepungan balik.
Niscaya Xiang Liang dan Xiang Bo akan jatuh dalam situasi berbahaya.
Setelah berpikir dan menimbang akhirnya Xiang Liang mutuskan untuk tidak melanjutkan pengejaran dalam gelap.
Dia memutuskan untuk membentuk pertahanan dan berkemah di luar wilayah bebatuan gunung.
Saat menjelang tengah malam mengikuti kode rahasia dari pasukan mata matanya.
Zhang Han segera memimpin pasukannya keluar dari wilayah batu alam, untuk melakukan serangan mendadak kearah perkemahan Xiang Liang.
Tapi serangan mendadak itu menemui kegagalan, karena kemah yang mereka serang kosong sama sekali.
Di saat Zhang Han menyadari ke janggalan tersebut, di mana dia baru berpikir.
Ingin menarik pasukannya meninggalkan tempat tersebut.
Terlihat panah api berhamburan memenuhi udara.
Kemudian sebagian besar jatuh kearah sekeliling pasukannya.
Sebagian kecil jatuh kearah pasukannya, untuk menimbulkan kekacauan dan kepanikan.
Di saat bersamaan api berkobar kobar segera menyala di mana mana mengepung pasukan Zhang Han.
Zhang Han dan pasukan nya terjebak dalam kurungan api dan di serang dengan hujan anak panah
Segera korban di pihak Zhang Han jatuh bergelimpangan.
Zhang Han pantang menyerah dia segera berteriak
"Gunakan tameng kalian,..! kita terobos apinya, sebelum semakin membesar.!"
__ADS_1
"Sebagian gunakan kain tenda yang di basahi air untuk membantu memadamkan api yang menghadang jalan kita .!"
"Segera kita kembali kewilayah bebatuan.!"
Teriak Zhang Han memberi instruksi cepat, di saat situasi sedang kritis.
Pasukan Qin langsung mengikuti petunjuk Zhang Han, akhirnya mereka berhasil keluar dari kurungan api dan anak panah pasukan Xiang Liang.
Mereka berhasil melarikan diri kembali kedalam wilayah bebatuan alam.
Setelah Zhang Han dan pasukan berhasil meloloskan diri, Xiang Liang segera memberikan instruksi, agar di hitung jumlah korban di pihak Zhang Han.
Menjelang pagi, akhirnya Xiang Liang berhasil mengumpulkan informasi yang dia inginkan.
Kini menurut perkiraan nya, pasukan Qin hanya tersisa sekitar 30.000 personil.
Setelah kegagalan serangan mereka semalam yang menimbulkan korban jiwa di pihak mereka tidak kurang dari 30.000 terluka dan tertangkap.
20.000 tewas terbakar ataupun terkena anak panah.
Jadi perkiraan Xiang Liang, kini pasukan Qin hanya tersisa kisaran 30.000 dengan kondisi yang sangat buruk mentalnya.
Jadi Xiang Liang semakin percaya diri untuk melakukan pengejaran.
Xiang Liang segera memutuskan untuk membawa pasukan nya melakukan pengejaran kedalam wilayah bebatuan alam itu.
Saat memasuki wilayah bebatuan alam itu Xiang Liang segera menyadari ada sesuatu yang kurang beres.
Karena dia tidak berhasil menemukan petunjuk kemana pasukan Qin itu pergi.
Di saat dia ingin memutuskan untuk keluar dari balik wilayah batu alam itu.
"Boooommm..! Boooommm..!"
Boooommm..! Boooommm..!"
Boooommm..! Boooommm..!"
Boooommm..! Boooommm..!"
Boooommm..! Boooommm..!"
Terdengar suara ledakan menggetarkan memenuhi tempat itu.
Pasukan Xiang Liang terlihat terpental berhamburan kemana mana terkena efek ledakan dahsyat di dalam wilayah bebatuan tersebut.
Korban terluka dan tewas segera berjatuhan di pihak Xiang Liang.
Di saat Xiang Liang dan Xiang Bo sedang panik dan bingung, di mana pendengaran mereka berdenging kepala mereka sedang pusing 7 keliling.
Tiba tiba mereka melihat Zhang Han memimpin pasukan besarnya yang tidak tahu datang dari mana.
Berdatangan dari segala penjuru, menerjang kearah mereka dan pasukannya yang sedang Ling Lung.
Zhang Han datang dengan pasukan besar nya dengan senjata terhunus di tangan kanan, tameng di tangan kiri.
__ADS_1
Pasukan golok tameng itu, langsung melakukan serangkaian pembantaian terhadap pasukan Xiang Liang yang sedang Ling Lung.