
Guo Yun akhirnya berhasil menyusul Gongsun Li yang sedang ngambek.
Gongsun Li berdiri menghadap ke arah kolam ikan di taman dekat paviliun peristirahatan mereka.
Dia berdiri memunggungi Guo Yun dan Si Si yang datang menyusulnya.
Guo Yun memberi kode agar Si Si tidak ikutan.dia sendiri yang berjalan mendekati Gongsun Li dari arah belakang.
Lalu Guo Yun dengan lembut melingkarkan sepasang tangannya di perut Gongsun Li dan berkata,
"Li Er kamu jangan marah lagi, aku tadi cuma bercanda.."
"Aku janji padamu, aku pasti akan kembali untuk mu.."
Gongsun Li memilih diam tidak berkata apa-apa.
Melihat Gongsun Li masih diam, Guo Yun pun mencoba berkata,
"Li Er aku.."
Tapi ucapan Guo Yun belum selesai, Gongsun Li sudah membalikkan badannya.
Memeluk Guo Yun dengan erat dan berkata,
"Berjanjilah kamu harus pulang,.. tidak boleh meninggalkan kami lagi seperti dulu.."
"Apapun alasannya.."
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Baiklah aku berjanji pada mu.."
Gongsun Li melepaskan pelukannya dan berkata,
"Bila kamu berani tidak pulang, aku bersumpah akan hancurkan dunia.."
Guo Yun tersenyum dan mengangguk,
"Aku percaya kamu mampu, untuk itu kemanapun aku pergi aku pasti akan kembali ke sisi mu.."
"Alasan nya,..?"
tanya Gongsun Li mulai bisa tersenyum.
Guo Yun sambil tersenyum berkata,
"Alasannya sederhana, kamu telah mengikat perasaan mendalam dengan lambung ku.."
"Jadi setiap lambung ku menjerit tentu akan ingat dengan mu.."
Gongsun Li langsung memukul pundak Guo Yun dengan lembut dan berkata,
"Dasar,.. gak pernah serius.."
Tapi dari ekspresi wajahnya, Guo Yun tahu dia tidak marah lagi.
Sambil tersenyum lebar Guo Yun menggendongnya keatas, dan memutarnya.
Sehingga Gongsun Li langsung berteriak ringan dan tertawa renyah menanggapi candaan Guo Yun padanya.
Sesaat kemudian Guo Yun menggendongnya untuk duduk santai di bangku taman.
Saat Guo Yun duduk sambil.memangku Gongsun Li, dia berkata pelan.
"Li Er kamu dulu pernah tidak berpikir kita bisa berjalan hingga sejauh ini..?"
"Padahal awalnya kamu sangat mencintai Ta Sexiong Ching Ke.."
Gongsun Li menatap Guo Yun sambil menahan senyum berkata,
__ADS_1
"Kenapa kamu masih cemburu dengan nya..?"
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak,..aku hanya heran saja, apa yang menarik dari dia..?"
Gongsun Li berpikir sejenak, kemudian berkata,
"Tidak ada, kamu yang jauh lebih menarik, makanya aku tergoda oleh penggoda seperti mu .."
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Benarkah ?"
"Tapi bukankah saat awal pertemuan kita, kamu bahkan melirik ku pun tidak.."
"Kamu juga selalu bersikap dingin dengan ku dan hangat dengan nya.."
Gongsun Li menahan tawa mendengar ucapan Guo Yun, hatinya sangat nyaman dan gembira.
"Dasar,..aku tidak kenal dengan mu buat apa aku memperhatikan mu.."
"Dia pacar ku tentu saja aku hangat dan baik dengan nya.."
"Lagipula aku kan memang mengenal dia lebih dulu di banding kamu.."
"Ya wajarlah aku dekat dengan nya.."
ucap Gongsun Li sambil menahan senyum.
Sesaat kemudian dia baru kembali melanjutkan,
"Lagipula bila saat itu aku langsung melirik dan mendekati mu, aku terlihat begitu rendah dan murahan, apa kamu masih akan pemasaran dan tertarik dengan ku..?"
"Tidak kan..?"
ucap Gongsun Li sambil menyentil kening suaminya.
"Tapi benar juga ya,..He..he..he..!"
ucap Guo Yun sambil tertawa.
Gongsun Li sambil tersenyum berkata,
"Sekarang aku adalah istrimu, apa aku masih kurang hangat dengan mu ketimbang dia..?"
"Apa kamu lupa kenangan kita di tenda militer, di perahu kemaren..?"
Guo Yun mengangguk dan tersenyum lebar, ya kamu benar..
"Sayang aku lapar, sebelum berangkat aku ingin makan masakan mu boleh.."
tanya Guo Yun sambil tersenyum manja.
"Boleh tentu saja boleh, tapi bagaimana dengan mereka yang menunggu mu.."
"Aku sudah buatkan bekal untuk mu, sebentar aku ambilkan dulu.."
"Kamu bisa memakannya di perjalanan nanti.."
ucap Gongsun Li sambil melompat berdiri, lalu dia berlari menuju dapur.
Paviliun ini, memang menjadi ruangan privasi, Si Si dan Gongsun Li tidak mengijinkan pelayan kemari tanpa mereka panggil.
Makanya keadaan tempat ini, hingga ke dapur kecil belakang paviliun.
Ini semua adalah daerah privasi mereka, tanpa di panggil tidak akan ada pelayan yang berani datang kemari.
Keadaan tempat ini kebanyakan mereka kerjakan dan rawat sendiri.
__ADS_1
Setelah Gongsun Li pergi, Guo Yun baru melambaikan tangannya memanggil Si Si mendekat.
Dengan agak takut takut, Si Si berkata,
"Bagaimana masih marah tidak kakak..?"
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Tenanglah, dia marah dengan ku tadi karena cemas.."
"Bukan marah dengan mu.."
"Duduklah.."
Si Si mengangguk lalu duduk di dekat Guo Yun.
Tapi begitu Gongsun Li tiba, Si Si buru buru berdiri dan berkata,
"Kakak maaf aku tadi bercandanya kelewat batas.."
Gongsun Li sambil tersenyum maju memegangi tangan Si Si dan berkata,
"Kita sudah begitu lama bersama, apa aku belum jelas dengan sifat mu..?"
"Sudah lupakan saja.."
"Ayo.kita antar Yun Ke ke sampai tepi sungai sana.."
Si Si tersenyum gembira dan balas menggandeng tangan Gongsun Li.
"Ini bekal mu.."
"Makanlah di perjalanan nanti, sekarang kita langsung ke pelabuhan.."
ucap Gongsun Li sambil menyerahkan sebungkus bekal yang cukup besar buat Guo Yun.
Guo Yun langsung menerimanya dengan gembira, membawanya kedekat hidung menciumnya dan berkata,
"Wah wanginya, aku jadi semakin lapar.."
Gongsun Li dan Si Si menahan tawa melihat sikap Guo Yun.
Semua wibawanya sebagai seorang militer, yang dikagumi dunia, sebagai ahli beladiri dan ahli strategi langsung lenyap, saat berada bersama kedua istrinya ini.
Dia sepenuhnya terlihat bodoh dan konyol.
Sesaat kemudian mereka bertiga bergandengan tangan mesra menuju pelabuhan tepi sungai Yang Tze.
Saat tiba di pelabuhan, mereka melihat Sian Sian dan Cu Cu juga hadir di sana.
Masing masing terlihat sedang mengobrol serius dengan pasangan mereka masing masing.
Guo Yun setelah memberikan ciuman lembut di kening kedua istrinya.
Dia pun naik keatas kapal, di kawal Li Ba dan Li Kui.
Tak lama kemudian pasukan besar mereka telah bergerak meninggalkan pelabuhan ibukota Guiji.
Menyeberangi sungai Yang Tze, dengan target merebut kembali kota Shoucun.
Setelah menempuh 2 hari perjalanan, akhirnya kapal mereka mulai merapat kearah pelabuhan.
Tapi sebelum mereka bisa merapat, mereka sudah di serang oleh hujan anak panah yang di lepaskan dari arah pelabuhan.
Untungnya pasukan Guo Yun semuanya mengenakan jubah dan seragam militer tahan senjata tajam.
Sehingga hujan anak panah itu yang perlu di waspadai hanya jangan sampai mata menjadi sasaran.
Dengan menggunakan tameng di tangan, satu persatu mereka berhasil melompat ke arah daratan di pinggir pelabuhan.
__ADS_1
Guo Yun Li Ba dan Li Kui sendiri sudah tiba lebih dulu di sana.