
Diam diam Guo Yun semakin tertarik dan kagum dengan pasukan perampok ini.
Sambil melangkah Guo Yun iseng bertanya,
"Kakak Ling Tong, ku lihat pasukan di sini sangat disiplin dan terlatih."
"Apa sebelum berada di sini, mereka semua adalah mantan pasukan salah satu kerajaan yang pernah berkuasa..?"
Ling Tong tanpa menoleh menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak mereka semua adalah murni perampok di sekitar hutan dan pegunungan ini.."
"Yang terhitung mantan pasukan militer hanya aku, kak Zhou Tai dan Kak Zhang Yi.."
Guo Yun sambil melangkah kembali berkata,
"Kakak bertiga dulu mantan pasukan militer dari negara mana ? nama divisinya apa ?"
Ling Tong sambil melangkah, dia menatap kearah langit seperti sedang termenung.
Sesaat kemudian baru berkata,
"Kami malu mengakui negara dan nama raja kami, tapi kami selalu bangga dengan nama divisi kami, terutama panglima kami dan istrinya yang gagah berani.."
Guo Yun menoleh kearah Ling Tong dengan tatapan mata mengandung penasaran.
Sesaat kemudian dengan penuh kebanggaan Ling Tong kembali melanjutkan kata-katanya yang tertunda.
"Nama divisi kami dulu adalah Pasukan harimau hitam dari negara Yue.."
"Panglima yang kami hormati adalah almarhum Wen Zhong dan istrinya Mu Gui Ying.."
Mendengar dua nama yang cukup familiar baginya, karena pemilik kedua nama itu, kisah mereka sering di ceritakan oleh Fan Li, ayahnya.
"Menurut yang aku tahu, bukankah seluruh pasukan harimau hitam telah musnah dalam pertempuran berdarah di tepi sungai Yang Tze.."
Ling Tong menghela nafas panjang dan berkata,
"Benar sekali, hampir seluruh rekan kami semua gugur di tepi sungai Yang Tze, bersama Junjungan kami."
"Kami bertiga bisa selamat, karena kami memang di tempatkan oleh panglima Wen Zhong, untuk memperkuat perbatasan negara Yue, yang berhadapan langsung dengan negara Qi."
Guo Yun mengangguk mengerti, di dalam hati dia semakin kagum dengan ayahnya Fan Li dan sahabat baiknya Wen Zhong, juga istrinya.
Guo Yun sampai sulit membayangkan, pasukan seperti apa yang di ciptakan oleh Wen Zhong dan istrinya..semasa hidup dulu.
Baru 3 orang mantan bawahannya saja, mampu merubah perampok gunung menjadi pasukan seperti ini.
Apalagi pasukan harimau hitam yang sebenarnya, pasukan yang namanya pernah menggetarkan seluruh penjuru negeri.
Tanpa di sadari mereka sudah tiba, di depan kamar sederhana milik Zhang Yi.
__ADS_1
Saat mengikuti Zhou Tai dan Ling Tong masuk kedalam kamar, Guo Yun melihat seorang pria paruh baya terbaring pucat di atas pembaringan.
Di samping nya duduk seorang pria lain yang bisa di pastikan dia lah tabib dewa Xu Fu.
Zhou Tai menghampiri tabib itu dan berkata,
"Tabib Xu bagaimana keadaan kakak ku, apakah masih bisa tertolong.."
Tabib Xu menoleh kearah Zhou Tai, memberi kode agar mereka berbicara di luar kamar.
Sesaat kemudian mereka semua melangkah keluar dari dalam kamar mengikuti tabib Xu Fu.
Tabib Xu Fu menatap kearah semua yang hadir dan berkata,
"Saat ini aku hanya bisa menstabilkan keadaan nya.."
"Aku menggunakan tusuk jarum menghentikan proses penyebaran racun, menuju jantung dan organ penting lainnya.."
"Tapi metode ini paling lama cuma bisa bertahan 3 hari lagi, setelah itu obat dewa sekalipun, akan sulit menyelamatkannya."
ucap Xu Fu serius.
Xu Fu Sesaat kemudian melanjutkan berkata,
"Masih sama seperti ucapan ku sebelumnya, bila ada ulat es semua akan jadi mudah.."
Mendengar hal itu Zhou Tai dan Ling Tong pun menoleh kearah Guo Yun.
"Coba tabib Xu periksa, apakah kedua mahluk di dalam kotak ini, adalah yang tabib Xu maksud..?"
Guo Yun menyerahkan kotak kecil yang dia terima dari Pai Yun Cen Jen ke tabib Xu.
Tabib Xu sebelum membuka kotak, untuk memeriksa dengan hati hati dia terlebih dahulu mengenakan sarung tangan.
Setelah itu dengan hati hati pula dia membuka penutup kotak kecil itu, begitu tutup kotak terbuka.
Pancaran hawa dingin menusuk tulang, langsung menyebar ke area sekitar.
Tabib Xu Fu yang tidak menguasai ilmu silat, tentu saja dia langsung mengigil kedinginan di serang hawa itu.
Tapi saat pergelangan tangannya di pegang oleh Guo Yun, dia pun kembali normal.
Tabib Xu menatap kearah Guo Yun dengan penuh kagum dan berkata,
"Anak muda, usia mu masih muda sudah memilki kemampuan mengagumkan.."
"Masa depan mu kelak pasti akan luar biasa.."
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Tabib Xu terlalu memuji, masa depan tiada yang tahu.."
__ADS_1
"Saat ini yang terpenting adalah selamatkan dulu pasien, hal lain kita berbincang sepuasnya belakangan..'
Tabib Xu mengangguk sambil tersenyum lebar, dia berkata,
"Kamu benar anak muda, kalau begitu sekarang mari kita kembali masuk kedalam."
Tabib Xu menutup kembali kotak kecil itu, lalu dia membawanya bergegas masuk kembali kedalam kamar.
Guo Yun dan yang lainnya hanya bergegas mengikuti dari belakang, tanpa bersuara.
Mereka memperhatikan apa yang sedang di lakukan oleh tabib Xu untuk menolong Zhang Yi.
Tabib Xu membantu Zhang Yi untuk bangun duduk diatas ranjang.
Lalu dia meletakkan sebuah nampan besar untuk menyangga kedua telapak tangan Zhang Yi, yang terlihat hitam seperti terbakar.
Setelah itu dengan hati hati tabib Xu membuka kotak kecil, lalu dia menggunakan sumpit perak untuk menjepit satu persatu ulat es.
Kemudian ulat es itu, dia letakkan tepat di atas luka bekas gigitan ular api, di kedua telapak tangan Zhang Yi.
Ulat es dengan ajaib begitu di letakkan di atas lubang bekas gigitan ular api.
Mereka langsung bereaksi bergerak mendekati lubang bekas luka gigitan itu.
Padahal sebelumnya kedua ulat ini selalu terlihat diam tak bergerak, seperti sudah mati.
Tapi begitu mencium hawa panas, mereka langsung bergerak dengan gesit.
Kedua ulat itu menempelkan bagian kepalanya, tepat di depan luka di telapak tangan Zhang Yi.
Setiap ulat itu tubuhnya, berubah menjadi merah kehitaman, tabib Xu akan menyumpit mereka dengan sumpit perak.
Untuk di pindahkan kedalam sebuah mangkuk kecil yang berisi air bersih.
Setelah tubuh ulat itu kembali putih bersih, ulat itu baru di pindahkan kembali ke dalam telapak Zhang Yi.
Sedangkan air di dalam mangkuk yang berwarna keruh kehitaman, langsung dibuang dan di ganti dengan mangkuk dan air bersih yang baru, sesuai pesan dari tabib Xu.
Proses itu di lakukan secara berulang-ulang, hingga seluruh kulit di telapak tangan Zhang Yi kembali normal, proses tersebut baru di hentikan
Kedua ulat yang sudah bersih, lalu di kembalikan kedalam tempatnya.
Tabib Xu sambil tersenyum, dia mengembalikan kotak kecil itu kepada Guo Yun.
"Terimakasih anak muda, ini barang mu.."
Guo Yun menerimanya sambil menganggukkan kepalanya, lalu menyimpannya tanpa banyak bicara.
Sedangkan Zhang Yi, setelah mulai siuman dan sedikit demi sedikit mulai bisa menggerakkan jarinya.
Tabib Xu membantu memasukkan 3 pil kedalam mulut Zhang Yi.
__ADS_1
Lalu dia membantu mendorong pil itu masuk kedalam perut Zhang Yi, dengan bantuan air putih.