
Meng Yu menatap kakaknya dan berkata,
"Aku Jendral gagal siap menerima hukuman."
"Semua kegagalan memusnahkan pasukan Xiongnu, yang akan menjadi bahaya besar di masa mendatang, aku lah penyebabnya.."
"Untuk itu aku siap bertanggung jawab penuh.."
ucap Meng Yu sambil berlutut di hadapan kakaknya.
Melihat hal ini, keempat jendral Meng lainnya, juga ikut berlutut, dan berkata.
"Kami semua siap menanggung hukuman bersama adik Yu.."
Meng Thian menghela nafas panjang dan berkata,
"Kalian semua berdirilah, tak perlu bersikap seperti ini."
"50.000 mengalahkan 400.000, bahkan berhasil memenggal kepala Jendral besar mereka, ini adalah prestasi besar.."
"Mana ada hukuman untuk jendral berprestasi.."
"Ayo bangunlah,.."
ucap Meng Thian sambil membangunkan mereka satu persatu dengan penuh haru.
Setelah membangunkan mereka berlima, Meng Thian sambil menatap mereka berlima dengan serius, dia berkata.
"Seharusnya kemenangan ini pantas kita rayakan, tapi dari cerita kalian."
"Aku putuskan tidak akan merayakannya."
"Kita tidak boleh bersikap lengah, mabuk kemenangan, puas dengan keberhasilan sesaat.."
"Kita justru harus lebih berhati-hati, karena berikutnya lawan kalian, kemungkinan besar adalah Agahai pimpinan pasukan hantu itu.."
"Satu lawan satu kalian mungkin bukan lawannya, tapi aku yakin, bila kalian maju berlima, mungkin akan ada cerita berbeda.."
ucap Meng Thian memberi semangat.
Kelima Jendral keluarga Meng mengangguk cepat.
"Sekarang kalian kembalilah ke kemah kalian untuk beristirahat,"
"Kurasa dalam waktu dekat, kemungkinan kecil pasukan Xiongnu, akan langsung kembali menyerang kita.."
ucap Meng Thian yakin.
"Lapor...!!"
teriak seorang prajurit yang berlari masuk kedalam ruangan dengan wajah pucat.
Prajurit itu berlutut di hadapan panglima Meng Thian dengan nafas tidak teratur.
"Tak perlu panik, katakan dengan pelan pelan dan sejelas jelasnya,. ada apa sebenarnya.?"
tanya Meng Thian tenang.
Prajurit itu setelah mengambil nafas beberapa kali, dia akhirnya bisa lebih tenang dan berkata,
"Lapor panglima, pasukan berkuda Xiongnu di pimpin oleh raja Chan Yu, Panglima Agahai, jendral Tuli dan Jendral Mangga sedang bergerak kemari.."
"Di perkirakan pasukan besar mereka tidak kurang dari 500.000."
Panglima Meng Thian meski berusaha terlihat tenang, tapi wajahnya tidak mampu menutupi rasa kagetnya.
Dengan cepat dia bertanya,
__ADS_1
"Mereka sudah sampai di mana sekarang..?"
"Sudah melewati He Xi, mungkin tinggal 100 Li dari kota Yong."
ucap prajurit itu melaporkan situasi yang di pantau oleh kelompoknya.
Jendral Meng Thian menatap kearah semua yang hadir di sana dan berkata,
"Bagaimana pendapat kalian semua..?"
Meng Yu maju memberi hormat dan berkata,
"Biarkan aku saja yang maju, sebagai penebus dosa.."
Keempat saudaranya juga ikut maju dan berkata,
"Berikan juga kesempatan kepada kami untuk membantunya.."
Meng Thian menatap mereka berlima dan berkata,
"Apa kalian berlima punya strategi bagus untuk menghadapi mereka ?"
Kelima Jendral keluarga Meng saling pandang, kemudian berkata,
"Kami akan mencoba dengan cara yang sama seperti sebelumnya.."
"Memecah kekuatan mereka kemudian menghancurkan nya.."
Meng Thian mengangguk, lalu berkata,
"Bagaimana bila mereka tetap tidak terpancing, tetap bersatu dalam satu kelompok.."
Meng Yu menatap kakaknya dan berkata,
"Bila terjadi seperti itu, tiada cara lain, kami harus kembali diam diam menyerang kemah mereka lagi.."
Meng Thian menghela nafas panjang dan berkata,
"Selalu berhati hati dalam bertindak, semoga kembali dengan sukses.."
"Aku percaya pada kalian berlima, berangkatlah.."
ucap Panglima Meng Thian berusaha bersikap tenang dan memberikan dukungan kepada bawahannya..
Kelima Jendral Meng memberi hormat, lalu mereka segera mengundurkan diri dari tempat tersebut.
"Saudara Yun bagaimana pendapat mu ?"
tanya Meng Thian sambil menatap kearah Guo Yun.
Guo Yun menghela nafas dan menggelengkan kepalanya,
"Serahkan semua pada Tuhan saja..'
"Semoga semua berjalan lancar.."
ucap Guo Yun jujur.
Meng Thian seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi dia menarik kembali ucapan nya.
"Panglima bila tidak ada hal lain aku mau kembali dulu ke kemah ku..'
ucap Guo Yun sambil memberi hormat kearah Meng Thian, yang langsung diikuti oleh ketiga bawahannya.
Panglima Meng Thian mengangguk pelan dan berkata,
"Silahkan saudara Yun..."
__ADS_1
Guo Yun setelah meninggalkan kediaman Panglima Meng Thian.
Dia langsung kembali ke kemahnya, bersama ketiga bawahannya.
"Tuan muda bagaimana menurutmu ?"
tanya Zhang Yi ingin tahu.
"Kalian bertiga bersiap siaplah, mungkin tidak lama lagi tenaga kita akan di perlukan."
ucap Guo Yun sambil terus melangkah menuju kemahnya.
"Apakah maksud tuan muda, sekali ini mereka berlima tidak ada peluang menang..?"
tanya Zhou Tai sambil mengimbangi langkah Guo Yun.
Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,
"Agahai akan menjadi masalah besar, dia bukan hanya memilki kekuatan alami, dia juga memilki ilmu kesaktian dan kecerdasan tinggi.."
"Bila laporan mata mata kita tidak meleset, mereka berlima harus waspada terhadap Agahai."
"Sebisa mungkin hindari bentrokan langsung dengan Agahai, dengan demikian mereka mungkin masih punya peluang menang."
ucap Guo Yun berpendapat.
"Sudahlah kita tunggu saja hasilnya, tak perlu repot-repot menebak.."
"Lebih baik kita kembali ke kemah kita, untuk berlatih meningkatkan kemampuan kita.."
ucap Ling Tong sambil memberi kode kepada kedua saudaranya, agar tidak menganggu Guo Yun.
Zhang Yi dan Zhou Tai mengangguk mereka tersenyum penuh arti.
Mereka bertiga berkata bersamaan,
"Tuan Yun kalau tidak ada hal lain, kami pamit permisi kembali ke perkemahan kami.."
"Selamat beristirahat..tuan.."
Guo Yun mengangguk sambil tersenyum dia berkata,
"Pergilah,.. sampai ketemu besok pagi di tempat latihan pasukan."
Setelah berkata, Guo Yun langsung masuk kedalam tendanya.
Di dalam tenda terlihat Gongsun Li sedang duduk tertelungkup di atas meja makan, dia terlihat tertidur di sana.
Guo Yun menatap nya dengan iba dan berkata dalam hati,
"Bersabarlah kak,..aku berjanji akan sesegera mungkin memilki tempat tinggal layak untuk kita.."
"Di mana aku bisa bebas menemani kakak setiap hari, tanpa perlu berpisah pisah lagi.
Guo Yun dengan hati-hati membantu memindahkan Gongsun Li, yang sedang tertidur pulas kembali ke tempat tidurnya.
Setelah menyelimuti gadis itu dengan rapi.
Guo Yun baru kembali kemeja makan, menikmati masakan yang disiapkan oleh Gongsun Li khusus untuk nya.
Meski masakan itu sudah dingin, tapi Guo Yun tetap menikmatinya dengan lahap.
Selesai makan, Guo Yun baru kembali ketempat tidurnya, duduk bermeditasi di sana, untuk meningkatkan latihan tenaga saktinya.
Di.luat tenda hujan mulai turun, dari rintik rintik hingga semakin lama semakin besar.
Sekelompok pasukan Qin yang terdiri dari 50.000 pasukan, di pimpin oleh kelima Jendral keluarga Meng.
__ADS_1
Terlihat bergerak meninggalkan kota Yong, mereka menembus cuaca malam itu yang kurang bersahabat.
Hujan semakin lama semakin lebat,.langit yang hitam kelam, sesekali muncul cahaya yang menerangi nya, lalu muncul suara gemuruh di angkasa.