LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
Draft


__ADS_3

Setelah cukup lama, mereka saling melepaskan perasaan masing-masing.


Guo Yun dengan lembut mendorong Si Si menjauh darinya dan berkata dengan serius,


"Si Si kamu harus bantu aku jaga emosi Lie Er dan bantu jaga perasaan Min Min, yang terlihat tegar di.luar, tapi sebenarnya sangatlah rapuh dan lemah di dalam.."


"Aku hanya bisa mengandalkan mu, hati ini baru bisa tenang.."


"Ini adalah stempel Raja Yue, dan ini lambang kekuasaan, atas seluruh kerajaan Yue, sekarang aku titipkan pada mu untuk mewakili ku menjaganya.."


Ucap Guo Yun serius, sambil menyerahkan sebuah bungkusan kain kuning yang berisi kedua benda itu.


Si Si menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Yun ke ke sebaiknya ke Kakak Li saja.."


"Aku tidak berani menerima nya.."


Guo Yun tersenyum lembut dia memegang telapak tangan Si Si, lalu meletakkan bungkusan kain kuning di sana dan berkata,


"Ini adalah keputusan ku, dengan berbagai pertimbangan.."


"Kamu tidak perlu menolaknya, Li er dan yang lainnya akan paham dengan pemikiran ku ini.."


Ucap Guo Yun sambil tersenyum lembut dan berusaha menenangkan Si Si.


Si Si akhirnya menerimanya, lalu dia letakkan begitu saja di sampingnya.


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Si Si pasukan kita jumlahnya terlalu besar, Shoucun terlalu kecil untuk menampung mereka.."


"Sebaliknya sisakan saja secukupnya beberapa puluh ribu orang saja, untuk pertahanan.."


"Sisanya biarkan mereka membuka lahan, dan menggarap tanah dan lahan mereka masing masing.."


"Agar mereka bisa menghidupi diri mereka sendiri, sehingga tidak akan memberatkan pengeluaran pemerintah.."


Ucap Guo Yun pelan.


"Lalu bagaimana bila pasukan besar Qin datang menyerang..?"


Tanya Si Si.


"Pasukan besar tidak akan cepat tiba, kamu tempatkan mata mata kita mencari informasi.."


"Begitu mereka mulai bergerak, kita pun akan merekrut dan menarik mereka kembali untuk bela kerajaan dan tanah air kita.."


Si Si mengangguk dan berkata,


"Aku setuju itu, dengan cara itu, kita juga tidak akan pernah mengalami kekurangan pangan.."


"Seluruh rakyat akan hidup makmur, kelebihan hasil produksi bisa kita jual ke daerah sekitar Shoucun.."


"Sebagai dana cadangan pemerintah kita ."


Guo Yun tersenyum dan berkata,

__ADS_1


"Tepat sekali, aku kini bisa tenang kapan pun waktu ku tiba.."


"Aku tidak akan ada kekhawatiran lagi.."


"Si Si kamu tolong berikan ini ke Guo Feng.."


"Aku tidak punya barang warisan berharga untuk nya, selain ini.."


"Bagi ku, ini adalah 3 barang terpenting dalam hidup ku.."


Ucap Guo Yun sambil menyerahkan sebuah batu liontin Kumala putih kepada Si Si.


Si Si menerimanya dengan penuh haru dan berkata,


"Yun ke ke kamu masih menyimpannya ?"


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Ini adalah barang terpenting dalam hidup ku, tentu saja aku selalu menyimpannya dengan baik.."


"Berikan lah ke Guo Feng, agar dia membantu ku menjaga dan merawatnya.."


Ucap Guo Yun berpesan dengan sangat serius.


Si Si mengangguk pelan, dia menyimpan liontin batu Kumala putih itu, di satukan dengan bungkusan kain kuning tadi.


Guo Yun menatap Si Si dalam dalam dan berkata,


"Si er kamu kembalilah dulu ke kamar mu, Li er hampir tiba.."


"Aku juga ada pesan untuk nya.."


Si Si mengangguk paham, dia maju memeluk Guo Yun sekali lagi dengan erat.


Setelah itu dia langsung bergerak meninggalkan ruangan itu dengan langkah cepat.


Si Si takut bila dia tidak cepat pergi, dia akan sulit memenuhi permintaan Guo Yun untuk pergi dari sana.


Hatinya masih sangat ingin di sana, setiap saat setiap waktu menemani suaminya, yang dia tahu dengan jelas, waktu kebersamaan mereka tidak akan banyak lagi.


Setelah Si Si pergi, Guo Yun pun buru buru membuka jendela kecil di samping tempat tidur nya.


Di sana dia langsung memuntahkan darah hitam kental yang cukup banyak.


Dia sedari tadi menahannya, agar tidak membuat khawatir ketiga istrinya.


Setelah menumpahkan seluruh isi dadanya yang bergolak hebat, lewat muntahan darah darah hitam kental itu.


Guo Yun pun menutup kembali jendela itu, kini dia merasa keadaan nya menjadi jauh lebih nyaman.


Dia mulai bisa bernafas dengan lebih lega, dadanya tidak lagi sesak seperti sebelumnya.


Guo Yun duduk bersila, menghimpun hawa sakti, untuk membantu mengendalikan racun di dalam tubuhnya.


Beberapa waktu berlalu, saat mendengar suara langkah kaki Gongsun Li berjalan memasuki kamarnya.


Guo Yun pun menghentikan latihannya, dia membuka matanya menatap kearah Gongsun Li dengan mesra.

__ADS_1


"Yun ke ke kamu mau makan nya di sana ? atau di atas meja sebelah sana..?"


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Di sebelah sana saja, di sana lebih lega.."


"Aku ingin kamu menemani ku makan bersama.."


"Aku merindukan suasana, saat kita masih di Mo Zi Su Yuan dulu.."


Gongsun Li tersenyum lembut dan berkata,


"Apa yang kamu rindukan ?"


Gongsun Li sambil bertanya, dia menyusun satu persatu masakannya diatas meja.


Guo Yun turun sendiri dari pembaringannya, setelah beberapa waktu tadi dia mengatur pernafasan.


Kini dia sudah merasa jauh lebih baik, sehingga meski dengan langkah pelan dia bisa berjalan sendiri menuju meja makan.


Gongsun Li setelah menara masakan nya, dia buru buru maju membantu membimbing Guo Yun untuk duduk di salah satu kursi yang tersedia di sana.


Setelah nya dia baru mengambil posisi duduk menemani di samping Guo Yun.


Setelah duduk dan mencicipi beberapa suap masakan istrinya.


Guo Yun menatap mesra kearah Gongsun Li dan berkata,


"Li er yang paling ku rindukan adalah momen kita duduk dan makan bersama seperti ini.."


"Dulu kita punya banyak sekali waktu makan bersama, tapi kita tidak pernah bisa benar benar menikmati nya berduaan begini.."


"Saat kita benar benar bersama, dan kamu memilih ku menjadi pasangan hidup mu.."


"Aku malah terlalu banyak urusan, sehingga selalu menelantarkan mu sendirian.."


"Semua ini adalah kesalahan terbesar dalam hidup ku, yang tidak mungkin dapat ku tembus kembali.."


"Makanya aku benar benar sangat merindukan suasana ini.."


Ucap Guo Yun sambil menatap mesra istrinya.


Gongsun Li sambil menahan senyum berkata,


"Kalau begitu makanlah yang banyak, jangan banyak bicara lagi.."


"Aku sudah memilih mu, apapun itu, aku tidak pernah menyesalinya.."


"Aku juga paham situasi dan kesulitan yang kamu hadapi,"


"Tentu saja termasuk semua kelebihan, yang sekaligus menjadi kekurangan mu.."


Ucap Gongsun Li sambil membantu mengupaskan udang udang kukus yang menjadi kesukaan Guo Yun.


Gongsun Li dengan gerakan mesra, menyuapkan udang yang dia kupas kedalam mulut suami yang sangat di cintai nya itu.


Melihat Guo Yun makan dengan lahap, dan kondisinya tidak lagi lemas seperti sebelumnya.

__ADS_1


Gongsun Li merasa hatinya menjadi jauh lebih tenang.


__ADS_2